Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 31Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? namun cenderung turun terbawa sentiment indeks global yang kompak terkoreksi semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang Asia pagi ini yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka kompak menguat terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.000  s.d Rp.14.020 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Realisasi investasi pada Q2-2019 tercatat sebesar Rp.200,5 triliun, naik dibandingkan Q2-2018 yang sebesar Rp.176,3 triliun. Kenaikan terjadi baik untuk PMA maupun PMDN. Di tengah isu global perang dagang dan politik di domestik, kenaikan ini memberi optimisme investasi sebagai motor pertumbuhan ekonomi setelah konsumsi rumah tangga.

    Investor kawatirkan potensi kebuntuan pembicaraan dagang AS-China yang mestinya akan ditandatangani hari ini seiring dengan pernyataan Presiden Trump yang menganggap China tidak menepati janji untuk membeli produk pertanian AS. Investor merespon negatif pernyataan tersebut di tengah data-data ekonomi AS untuk bulan Juni masih menunjukkan penguatan dan rencana the Fed yang akan turunkan suku bunganya.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-31–Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 30 Juni 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini terlihat dari sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?merah? ditambah dengan sentimen koreksi dari hampir semua bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang Asia pagi ini yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.030  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Penjualan SBR 007 tercatat sebesar Rp.3,22 triliun, naik dibandingkan SBR006 yang mencapai Rp.2,2 triliun. Kenaikan ini karena kupon yang diberikan masih menarik yaitu 7,5% dengan patokan suku bunga acuan BI 7DRR ditambah spread 150 bps. Per 17 Juli, posisi kepemilikan individu pada SBN tercatat sebesar Rp.75,67 triliun atau mencapai 2,97% dari total outstanding SBN sebesar Rp.2.551,27 triliun. Pemerintah masih akan  menarik dana individu dari penerbitan obligasi ritel ini. 

    Investor menunggu kepastian turunnya suku bunga the Fed pada pertemuan FOMC 30-31 Juli waktu AS, walaupun kemungkinan penurunannya hampir dapat dipastikan sebesar 25 bps sehingga menjadi 2%-2,25%. Harga minyak mentah naik merespon potensi penurunan tersebut. Indeks Dow juga naik walaupun indeks di bursa AS lainnya masih terkoreksi.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-30–Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 29 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? hari ini namun cenderung naik dengan sentimen indeks di bursa global yang hampir semunya naik pada akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar kompak dibuka menguat terhadpa US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.13.980  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Data OJK  pada Mei 2019 mencatat fasilitas kredit yang belum ditarik debitur perbankan (undisbursed loan) mencapai Rp.1.545 triliun ? naik 5,8% dari Rp.1.460 triliun pada Q2-2018. Penurunan UL ini mengkonfirmasi perlambatan kredit pada Mei yang sebesar 11% yoy, melambat dari 11,1% yoy pada April. Perlambatan terutama terjadi pada kredit konsumsi dan kredit modal kerja. Perlambatan ini menjadi indikasi potensi melambatnya ekonomi pada Q2-2019. 

    Keuntungan perusahaan besar di China turun 2,4% yoy pada 1H-2019. Sementara pada Juni 2019 tercatat turun 3,1% yoy. Diantara 41 sektor industri yang disurvei, 15 sektor tercatat turun. Penurunan ini sebagai dampak dari perang dagang AS-China dan mengkonfirmasi perlambatan ekonomi China. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-29-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 25 Juli 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau? indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini walaupun indeks di bursa global ditutup bervariasi semalam dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.  Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini walaupun secara teknikal rupiah masih berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.14.000  s.d Rp.14.030 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    RPJMN 2020-2024 menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,3%-6% dengan menetapkan tujuh (7) program pembangunan senilai Rp.24.415 triliun. Anggaran yang sangat masif mengingat pada APBN 2019, anggaran untuk Kementrian dan Lembaga tidak sampai Rp.1.000 triliun.  Di tengah perlambatan ekonomi global saat ini, tampaknya sangat sulit mencapai pertumbuhan diatas 5,2% jika tidak terbantu dengan membaiknya ekspor. 

    IMF memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi 5 negara ASEAN untuk tahun 2019 menjadi 5% dari 5,1%, dan tahun 2020 menjadi 5,1% dari 5,2% dengan pertimbangan melambatnya pertumbuhan ekonomi global terkait perang dagang AS-China, dan Brexit dengan tanpa kesepakatan yang membuat volume perdagangan global akan turun. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-25-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 24 Juli 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau? indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini mengikuti kenaikan indeks di bursa global semalam, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini.  Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini walaupun secara teknikal rupiah masih berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.13.990  s.d Rp.14.020 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kinerja dua bank BUMN pada Q2-2019 mencatat perlambatan kinerja terlihat dari melambatnya pertumbuhan kredit, NIM, dan pertumbuhan laba usaha bersih. Perlambatan kinerja ini mengkonfirmasi perlambatan sektor usaha di Q2-2019. Perlambatan ini member indikasi ada potensi melambatnya pertumbuhan ekonomi pada Q2-2019 yang bisa dibawah kinerja Q202918 yang sebesar 5,27% yoy. 

    Boris Johson terpilih sebagai PM Inggris yang baru menggantikan Theresa May. Johson dikenal sebagai inisiator Brexit yang menjanjikan Inggris keluar dari Uni Eropa dengan tanpa kesepakatan. Ucapan selamat datang dari Presiden AS Trump sebagai pendukung kuat Johnson. Dua Trump dan Johnson ini bisa membuat tatanan perdagangan dunia kembali menjadi terproteksi dan menambah ketidakpastian ekonomi dunia. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-24-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 23 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini dengan kecenderungan naik mengikuti kenaikan indeks di sebagian besar bursa global semalam, sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang Asia pagi ini kompak dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentiment pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.13.950  s.d Rp.13.970 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kebijakan insentif fiskal pemerintah untuk sektor properti mewah tampaknya tidak efektif memberi dampak pada sektor properti kelas menengah. Hunian kelas menengah dengan nilai antara Rp.500 juta s.d Rp.2 miliar ini masih sulit dijangkau karena bunga KPR yang masih tinggi. Padahal hunian kelas menengah ini merupakan segmen terbesar ? sekitar 60% dari total sektor properti. Pelaku properti menilai properti kelas menengah ini masih belum membaik.

    Harga minyak dunia sejak Senin kemarin tercatat naik karena meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz pasca penangkapan kapal tanker Inggris oleh Iran, ditambah penutupan salah satu ladang minyak  terbesar di Libya yang menghasilkan minyak sebesar 290.000 barel per hari. Sementara itu Baltic Dry Index ? indikator perdagangan dunia untuk bahan mentah utama tercatat naik sebagai tertingginya sejak Desember 2013.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-23–Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 22 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? hari ini dengan kecenderungan turun dengan sentimen indeks di bursa AS yang kompak turun akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar pagi ini dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.13.900  s.d Rp.13.930 per USD  (kurs tengah Bloomberg) walaupun secara teknikal berpotensi melemah.

    Survei Perbankan BI pada Q2-2019 untuk realisasi kredit baru melonjak naik dengan nilai SBT sebesar 78,3% dari 57,8% pada Q1-2019. Peningkatan tersebut terutama berasal dari kredit investasi dan konsumsi, sementara untuk modal kerja justru turun. Untuk Q3-2019 diperkirakan permintaan kredit baru melonjak dengan nilai SBT sebesar 92,8% seiring dengan optimisme terhadap penguatan ekonomi didukung dengan stabilitas politik dan keamanan, serta sinyal turunnya suku bunga ke depan. 

    Presiden Trump kembali meminta the Fed mengakhiri kebijakan moneter ketatnya seiring dengan tensi perdagangan dengan China yang masih berlangsung. Permintaan ini membuat probabilta the Fed turunkan suku bunganya semakin kuat. Namun pasar  saham merespon negatif pernyataan tersebut pada pertemuan Juli ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-22-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 19 Juli 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? hari ini dengan kecenderungan naik didukung dengan indeks di bursa AS yang kompak naik semalam walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar pagi ini dibuka melemah terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.13.965  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    BI putuskan turunkan suku bunga acuan 7DRR sebesar 25 bps sehingga menjadi 5,75%. Begitupun untuk suku bunga deposit facility dan lending facility masing-masing juga 25 bps. Keputusan ini mempertimbangkan tingkat inflasi yang rendah dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global yang menurun. Dengan keputusan ini tampaknya CAD pada Q2-2019 akan relatif aman. BI masih mempunyai ruang penurunan 25 bps hingga akhir tahun 2019, menjadi 5,5%. 

    Jobless claim di AS untuk minggu yang berakhir pada 13 Juli tercatat naik. Sementara the Philadelphia Fed Manufacturing Index untuk aktvitas umum menunjukkan kenaikan. Kombinasi kedua data ini masih menunjukkan ekonomi AS yang masih solid walaupun ada kenaikan jobless claims. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-19-Juli-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 17 Juli 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?merah?, indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah dengan turunnya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar pagi ini dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen melemahnya rupiah hari ini. Ada otensi rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.950  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Realisasi APBN 2019 per Juni 2019 mencatat penerimaan Negara sebesar Rp.898,76 triliun (41,5% dari pagu), dan belanja Negara sebesar Rp.1.034,5 triliun (42% dari pagu). Secara nominal kinerja Juni 2019 ini lebih besar dibandingkan dengan kinerja pada Juni 2018, alhasil defisit anggaran tercatat juga lebih besar, menjadi Rp.135,7 triliun dari Rp.110,6 triliun. Kendati demikian, kami perkirakan pemerintah akan bisa menjaga defisit APBN 2019 sebesar 1,84% dari PDB. 

    Presiden Trump kembali memberi pernataan terkait perang dagang AS-China. Negosiasi akan berjalan lama dan kemungkinan Trump bisa menerapkan tariff terhadap barang impor China senilai US$325 miliar. Pasar saham AS kompak terkoreksi semalam di tengah data penjualan ritel dan indeks perumahan tercatat naik diatas ekspektasi konsensus. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id


    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-17–Juli-2019.pdf

  • Pengumuman Rencana Pembubaran Reksa Dana Terproteksi SAM Abadi Terproteksi I

    Pengumuman Rencana Pembubaran Reksa Dana Terproteksi SAM Abadi Terproteksi I

    Sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 23/POJK.04/2016 tanggal 13 Juni 2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (“POJK Tentang Reksa Dana Berbentuk KIK”), PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi REKSA DANA TERPROTEKSI SAM ABADI TERPROTEKSI I (“Manajer Investasi”) dengan ini mengumumkan rencana pembubaran dan likuidasi REKSA DANA TERPROTEKSI SAM ABADI TERPROTEKSI I (“SAM ABADI TERPROTEKSI I”).

    Berkaitan dengan rencana tersebut di atas, dengan ini Manajer Investasi menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk selaku Bank Kustodian (“Bank Kustodian) telah sepakat untuk melakukan pembubaran dan likuidasi SAM ABADI TERPROTEKSI I sebagaimana termaktub dalam Kesepakatan Pembubaran SAM ABADI TERPROTEKSI I tertanggal 12 Juli 2019.
    2. SAM ABADI TERPROTEKSI I telah jatuh tempo pada tanggal 4 Februari 2019 dan Manajer Investasi telah melakukan pelunasan dan menginstruksikan Bank Kustodian untuk melakukan pembayaran pelunasan atas seluruh Unit Penyertaan SAM ABADI TERPROTEKSI I yang telah diterbitkan dan masih dimiliki oleh Pemegang Unit Penyertaan sehingga saat ini sudah tidak terdapat Pemegang Unit Penyertaan yang tersisa dalam SAM ABADI TERPROTEKSI I.
    3. Pada tanggal 16 Juli 2019, Manajer Investasi telah memberitahukan rencana pembubaran SAM ABADI TERPROTEKSI I kepada Otoritas Jasa Keuangan.
    4. Pembubaran dan dimulainya proses likuidasi akan dilakukan dengan ditandatanganinya akta pembubaran SAM ABADI TERPROTEKSI I yang dibuat di hadapan notaris.

    Demikian pengumuman ini dibuat untuk dapat diketahui oleh publik.

    Jakarta, 16 Juli 2019
    Manajer Investasi
    selaku Likuidator REKSA DANA TERPROTEKSI SAM ABADI TERPROTEKSI I

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    *Informasi keterbukaan ini terbit di harian Neraca 16 Juli 2019