Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 27 Maret 2017

    Ada indikasi indeks di bursa Asia bergerak bervariasi hari ini dengan kecenderungan terkoreksi terlihat dari indeks futuresnya yang mixed. Untuk rupiah ada  kemungkinan melemah tetapi masih bergerak dalam kisaran sempit antara Rp.13.330 s.d Rp.13.340 per USD.
     
    Pasar modal Indonesia menunggu keputusan kenaikan peringkat dari badan pemeringkat S&P yang telah melakukan review pada 22-24 Maret lalu. Investor asing merespon positif potensi kenaikan ini, terlihat dari masuknya dana asing ke pasar obligasi sebesar Rp.22,9 triliun (US$1,7 miliar) sepanjang Maret. Sebelumnya S&P telah menaikkan outlook untuk utang Indonesia dari stabil menjadi positif. Kenaikan outlook ini biasanya menjadi indikasi naiknya peringkat dalam 6-12 bulan mendatang.

     
    Trump menarik rencana UU pengganti Obama care karena tidak mendapat dukungan solid dari partai Republikan yang menguasai Congress AS. Penarikan ini menambah daftar penolakan kebijakan Donald Trump seperti sebelumnya terkait dengan kebijakan imigrasi karena dianggap menyalahi konstitusi diskriminasi terhadap agama. Pasar meragukan kemampuan Trump dalam mengelola politik. Indeks Dow terus terkoreksi dari level tertinggi di 21.155 pada 1 Maret lalu.
     
     
    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-27-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 22 Maret 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat turun, indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia pada hari ini ditambah sentimen negatif dari bursa global yang turun semalam ditambah turunnya harga minyak mentah yang juga turun. Sentimen ini juga berpotensi membuat rupiah melemah menuju kisaran Rp.13.320 s.d Rp.13.330 per USD.
     
    Posisi dana asing pada obligasi pemerintah Indonesia per 20 Maret 2017 tercatat sebesar Rp.706,11 triliun atau naik Rp.40,3 triliun dan mencapai 38,2% dari besarnya total SUN yang diperdagangkan yang mencapai Rp.1.852,49 triliun. Masuknya dana asing ini terbantu dengan ekspektasi naiknya peringkat utang Indonesia dari S&P. Pada 22-24 Maret ini S&P akan melakukan review untuk Indonesia, yang biasanya dilakukan pada Mei.

     
    Congress AS ingatkan kemungkinan tidak setujui rencana health care dari Presiden Trump, yang bisa berrisiko pada rencana reformasi perpajakan dan stimulus fiskal. Kendati Presiden Trump mempunyai hak veto tetapi lemahnya dukungan Congress AS yang didominasi oleh partai Republikan menjadi kekawatiran investor. Pada perdagangan kemarin, indeks Dow turun 1,14%, indeks S&P 500 turun lebih dari 1%, imbal hasil obligasi 10T turun 4 bps menjadi 2,42%, dan USDolar melemah 0,3%.  Pagi ini bursa Asia dibuka turun terbawa sentimen negatif.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-22-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 20 Maret 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi dari pergerakan indeks di bursa Asia akan mixed pada hari ini. Sementara harga minyak mentah dibuka turun pada pagi ini yang bisa menjadi sentimen negatif pelemahan rupiah, dengan kemungkinan bergerak melemah menuju kisaran Rp.13.350 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Posisi ULN Indonesia per Januari 2017 tercatat sebesar US$320,3 miliar atau naik 1,2% mom atau 3,4% yoy. Kenaikan terutama berasal dari ULN Pemerintah sebesar 13,7% yoy, sedangkan ULN Swasta tercatat minus 3,4% yoy. Penurunan ULN Swasta ini terutama berasal dari sektor jasa-jasa, pertanian, dan keuangan. Turunnya ULN Swasta ini diantaranya karena masih rendahnya harga komoditas, ketidakpastian global, masih melambatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri, ditambah dengan nilai tukar rupiah yang masih berpotensi melemah.

     

    PBoC naikkan suku bunga acuan sebagai respon naiknya suku bunga the Fed (FFR). PBoC naikkan suku bunga pinjaman kepada bank sebesar 10 bps dan naikkan suku bunga pinjaman lewat skema MLF juga sebesar 10 bps. Kenaikan ini merupakan yang ketiga kalinya di tahun 2017 sebagai upaya menstabilkan yuan akibat tekanan modal keluar.

     

     


     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-20-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 17 Maret 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi pergerakan indeks Asia akan menguat hari ini didukung dengan harga minyak mentah yang sedikit naik. Sebagian besar mata uang Asia pagi ini dibuka menguat yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD.
     
    RDG BI kemarin tetapkan 7DRR tetap 4,75%, deposit facility tetap 4% dan lending facility tetap 5,5%. Beberapa indikator ekonomi domestik yang mendukung keputusan tetap tersebut adalah: 1). Angka inflasi yang masih terjaga; 2). Cadangan devisa yang cukup menopang stabilitas rupiah; 3). Neraca perdagangan yang surplus. Kami perkirakan BI akan naikkan 7DRR 2-3 kali di tahun ini sehingga menjadi 5,25%-5,5%.

     
    Pasca the Fed naikkan suku bunga, indeks di bursa AS khususnya S&P 500 turun dari titik tertingginya. Penurunan terutama di sektor health-care. Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik 4 bps menjadi 2,53%. Harga komoditas minyak mentah turun, harga emas naik merespon ekspektasi inflasi. Di pasar keuangan Indonesia, IHSG ditutup naik dengan masuknya dana asing, imbal hasil SUN 10T turun menjadi 7,27. Kemungkinan the Fed masih akan naikkan 2-3 kali lagi di tahun 2017 ini.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-17-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 16 Maret 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat mixed, indikasi indeks Asia akan bergerak bervariasi hari ini dengan kecenderungan naik karena sentimen positif penguatan indeks di bursa global semalam ditambah dengan harga minyak mentah yang pagi ini dibuka naik. Rupiah kemungkinan menguat dengan sentimen neraca perdagangan yang surplus, menuju kisaran antara Rp.13.350 s.d Rp.13.360 per USD.
     
    BPS umumkan neraca perdagangan Februari 2017 surplus sebesar US$1,3 miliar dibawah surplus Januari 2017 sebesar US$1,4 miliar karena nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan impor. Kinerja ekspor masih terbantu dengan naiknya harga ekspor sedangkan volume masih turun. Di sisi impor, volume impor naik karena impor migas dan khususnya minyak mentah. Sedangkan harga impor turun. Namun 3 bulan menjelang bulan puasa-lebaran yang jatuh pada bulan Mei, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong masih turun secara bulanan.

     
    Sesuai ekspektasi, the Fed naikkan suku bunganya 25 bps menjadi 0,75%-1% pada pertemuan 14-15 Maret kemarin dengan pertimbangan pasar tenaga kerja yang menguat dan ekonomi yang tumbuh moderat. Kemungkinan the Fed masih akan naikkan 2 kali lagi di tahun 2017 ini. The Fed meyakini ekonomi AS menguat dan tahan gejolak.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-16-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 15 Maret 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat turun, indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, didukung dengan sentimen negatif dari bursa global yang kompak turun semalam dan harga minyak mentah yang turun. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka melemah terhadap USDolar. Kemungkinan rupiah juga melemah bergerak antara Rp.13.370 s.d Rp.13.390 per USD.
     
    Realisasi penerimaan pajak per Februari 2017 tercatat sebesar Rp.134,6 triliun atau naik 8,15% yoy karena naiknya PPh migas sebesar 66% yoy. Masih ada potensi penerimaan pajak dibawah target karena penerimaan perpajakan (pajak dan cukai) tertinggi yang pernah diraih adalah sebesar Rp.1.200 triliun sementara target penerimaan pajak sebesar Rp.1.307,3 triliun.

     
    Investor masih akan fokus dan menunggu hasil pertemuan the Fed untuk keputusan suku bunganya, kendati kemungkinan kenaikan  25 bps menjadi 0,75%-1% mestinya sudah terfaktorkan, tetapi investor kemungkinan masih akan beraksi negatif. Padahal data penjualan properti di China tercatat naik 25,1% ytd, yang mestinya  bisa menjadi sentimen positif pasar Asia hari ini.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-15-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 14 Maret 2017

    Ada indikasi penguatan di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang hampir semuanya positif tetapi masih ada potensi koreksi karena sentimen turunnya harga minyak mentah dan respon negatif investor terhadap pertemuan FOMC 14-15 Maret ini. Kemungkinan rupiah juga melemah bergerak antara Rp.13.360 s.d Rp.13.380 per USD.
     
    BI perkirakan pertumbuhan ekonomi di Q1-2017 dibawah 5,05% karena efek pemangkasan belanja negara 2016 lalu. Data BI per Januari 2017 mencatat saldo rekening pemerintah di BI menumpuk, lebih besar dibandingkan saldo pada Januari 2016 lalu. Dalam catatan SAM, perlambatan juga terlihat di penjualan ritel beberapa emiten. BI proyeksikan pertumbuhan ekonomi cenderung menuju batas bawah proyeksi BI yaitu 5%-5,4%.

     
    Produksi minyak mentah AS naik menjadi 9,09 juta per hari karena produsen minyak AS mulai menambah rig dari 608 menjadi 617 pada minggu lalu. Produksi shale gas juga meningkat. Naiknya inventori minyak AS mengancam kesepakatan pemangkasan minyak OPEC dan beberapa negara produsen minyak lain seperti Rusia. Besarnya suplai saat ini membuat harga minyak mentah sulit menembus US$60 sebagaimana target OPEC.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-14-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 13 Maret 2017

     

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat naik, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini tetapi kemungkinan bisa menjadi terkoreksi karena mengantisipasi pertemuan the Fed pada 14-15 Maret ini. Kemungkinan rupiah juga melemah dengan menguatnya USDolar, kemungkinan bergerak antara Rp.13.380 s.d Rp.13.420 per USD.
     
    BI memperkirakan angka inflasi Maret akan rendah, karena hingga pekan ke-2 masih tercatat 0,18% mom didukung dengan musim panen, dan turunnya harga minyak mentah dalam bulan Maret. Mestinya turunnya harga minyak mentah ini juga membuat harga ICP turun sehingga TDL yang dihitung dengan formulasi ICP akan turun. BI perkirakan inflasi Maret akan mencapai 0,23% mom. Dengan potensi inflasi yang masih terjaga ini mestinya 7DRR bisa bertahan di 4,75% kendati Fed naikkanFFR nya.

     
    Tingkat pengangguran AS per Februari 2017 turun menjadi 4,7% dari 4,8% pada Januari 2017. Penurunan ini diikuti dengan naiknya angka partisipasi sebesar 0,1% menjadi 63%, ditambah dengan angka pengangguran terbuka dan setengah menganggur (bekerja part-time) mencapai 9,2% turun dari 9,4% pada Januari 2017. Perbaikan data ini membuat the Fed  besar kemungkinan akan naikkan suku bunganya menjadi 1% dari posisi saat ini 0,75%.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-13-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 10 Maret 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi pergerakan indeks Asia akan mixed dengan kecenderungan terkoreksi hari ini dengan sentimen turunnya harga minyak mentah. Sentimen ini juga bisa membuat rupiah melemah,  bergerak menuju kisaran antara Rp.13.350 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Penjualan eceran 2017 turun (minus) 4,9% mom atau 6,3% yoy. Kinerja ini menurun dibandingkan Januari 2016. Secara pola normal, Januari biasanya turun, tetapi untuk Januari 2017 turun lebih besar dari Januari 2016. Selain karena faktor musiman juga diperparah dengan daya beli yang turun karena naiknya harga-harga administered prices utamanya karena naiknya TDL. Untuk Februari 2017, hasil survey mencatat masih ada penurunan. Turunnya penjualan ritel ini menjadi indikasi potensi melambatnya ekonomi dari konsumsi rumah tangga.

     

    Harga minyak mentah terutama jenis WTI turun menjadi US$49,28 pbrl atau 2% pada perdagangan kemarin karena naiknya inventori minyak mentah. Investor semakin tidak yakin komitmen OPEC memangkas produksi akan direalisasikan. Oil market volatility yang diukur dengan CBOE Crude Oil Volatility Index naik ke tertingginya dalam 3 bulan terakhir.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-10-Maret-2017.pdf

  • Reksadana Terbaru SAM DANA KAS

    Reksadana Terbaru SAM DANA KAS

    PT Samuel Aset Manajemen (SAM), pada 10 Februari 2017 yang lalu, untuk pertama kalinya meluncurkan produk reksadana pasar uang yang diberi nama SAM Dana Kas. Bagi yang membutuhkan instrumen investasi jangka pendek, SAM Dana Kas merupakan pilihan menarik dari perusahaan manajer investasi yang telah memiliki rekam jejak yang terpercaya.

    Kami merasakan kebutuhan besar di masyarakat akan alternatif investasi jangka pendek yang likuid, bisa dibeli dan ditarik setiap saat, memiliki tingkat volatilitas yang rendah, dan mampu memberikan imbal hasil yang lebih tinggi dari deposito,” ujar Direktur Utama SAM Agus B. Yanuar. Dia menambahkan, SAM memperkirakan imbal hasil instrumen pasar uang akan meningkat ke depannya sejalan dengan potensi kenaikan tingkat bunga dan inflasi.

    Hal ini tentu sangat menarik bagi para calon investor ataupun investor yang sedang ingin mencari ceruk investasi lainnya. Modal yang dibutuhkan pun tidak perlu besar, cukup dengan pembelian awal minimal Rp 100.000,-, Anda sudah bisa memiliki investasi reksadana. Menurut Agus, SAM Dana Kas berpotensi memberikan return sekitar 7% net per tahun. SAM Dana Kas menggunakan CIMB Niaga sebagai Bank Kustodian, dengan pos biaya jasa manajer investasi maksimal 1.5% per tahun dan imbal jasa bank kustodian maksimal 0.15% per tahun.

    Pertanyaannya kemudian, apa kelebihan SAM Dana Kas dibanding reksadana pasar uang lainnya yang telah ada di pasar saat ini? Selain memberikan tingkat imbah hasil yang menarik serta likuiditas yang tinggi, para investor SAM Dana Kas juga bisa dengan mudah mengalihkan investasinya ke jenis produk reksa dana SAM lainnya pada Bank Kustodian yang sama.

    Strategi utama SAM Dana Kas adalah menempatkan sebagian besar dana kelolaan dalam instrumen obligasi yang umumnya memberikan imbal hasil lebih tinggi dibandingkan dengan deposito. Dalam pemilihan obligasi, SAM akan berinvestasi pada obligasi dengan imbal hasil yang baik, likuid, serta risiko fundamentalnya terukur dan dapat dikelola. Komposisi SAM Dana Kas saat ini adalah 75% di obligasi yang akan jatuh tempo di bawah satu tahun dan 25% di instrumen pasar uang lainnya.

    Bagi investor yang membutuhkan produk yang konservatif, jangka waktu berinvestasinya relatif pendek dan sewaktu-waktu perlu menarik investasinya, reksadana pasar uang adalah produk pilihan yang paling sesuai. Karena efek yang jadi aset dasar reksa dana ini disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

    Tentang kondisi ekonomi Indonesia tahun 2017, secara umum SAM memandangnya dengan optimis. GDP Indonesia diperkirakan akan tumbuh sebesar 5,18% ditopang oleh konsumsi domestik dan membaiknya harga-harga komoditas utama yang jadi andalan ekspor kita. Secara rata-rata, pertumbuhan laba perusahaan-perusahaan kita, terutama yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, berkisar antara 12% sampai dengan 13,5%. Dan biasanya akan tercermin pada potensi kenaikan IHSG dengan kisaran yang sama.

    Sejalan dengan meningkatnya pemahaman tentang perlunya berinvestasi untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan jangka pendek, menengah dan panjang, partisipasi investor domestik kita di pasar modal, baik dari kalangan institusi maupun perorangan, setiap tahunnya makin meningkat. Hal ini membuat industri keuangan Indonesia semakin tumbuh dan berkembang. SAM yang selama 20 tahun usianya ini menempatkan diri sebagai Your Lifelong Invesment Partner, mengajak masyarakat Indonesia untuk juga menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia tersebut dengan cara berinvestasi di reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.