Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 13 Juli 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang positif, ditambah sentimen naiknya indeks di bursa global semalam yang merespon pidato Yellen walaupun harga minyak mentah kembali turun pagi ini. Nilai tukar rupiah kemungkinan menjadi menguat menuju kisaran Rp.13.360 s.d Rp.13.370 per USD mengikuti sentimen positif pasar secara umum.

     

    Indeks penjualan ritel pada Juni 2017 tercatat 8,9% mom atau 6,7% yoy. Secara bulanan ada perbaikan, tetapi secara tahunan melambat dibandingkan Juni 2016 yang tumbuh 16,3% yoy. Perlambatan terjadi di hampir semua jenis ritel, kecuali barang budaya dan rekreasi yang naik dan peralatan rumah tangga yang turun. Survei BI sebelumnya seperti SKDU, IKK juga mencatatkan perlambatan untuk Juni 2017 dibandingkan Juni 2016. Ada indikasi pertumbuhan ekonomi Q2-2017 dibawah pertumbuhan Q2-2016 yang sebesar 5,18% yoy.

     

    Testimony Yellen di depan Congress AS mensinyalkan the Fed tidak akan tergesa-gesa melakukan kebijakan moneter ketat melalui kenaikan suku bunga dan pengurangan neracanya. Investor merespon positif pernyataan ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, dan indeks Dow mencetak rekor tertingginya.

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-13-Juli–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 Juli 2017

    Kemungkinan bursa Asia akan terkoreksi pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang merah ditambah dengan sentimen turunnya harga minyak mentah. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar tetapi nilai tukar rupiah kemungkinan masih bergerak relatif flat  ke kisaran antara Rp.13.385 s.d Rp.13.390 per USD.

     

    Survei BI untuk keyakinan konsumen  (IKK) pada Juni 2017 tercatat melambat 122,4 dari 125,9 pada Mei 2017. Perlambatan terjadi pada kedua komponen pembentuk IKK yaitu IKE dan IEK walaupun masih berada diatas level 100 yang artinya masih optimis. Namun salah satu pembentuk IKE yaitu ketersediaan lapangan kerja kembali turun dibawah 100. Melambatnya IKK di tengah faktor musiman di bulan Juni ini patut diwaspadai sebagai indikasi melambatnya kondisi ekonomi.

     

    Investor menunggu testimony Gubernur the Fed Yellen yang akan disampaikan di depan Congress AS pada Rabu dan Kamis ini untuk memberikan konfirmasi arah mengenai kebijakan the Fed untuk mengurangi neraca yang saat ini senilai US$4,5 triliun yang kemungkinan mulai dilakukan pada Desember 2017 dengan strategy ‘monthly cap’. Pengurangan awal akan dilakukan sebesar US$8 miliar untuk obligasi pemerintah AS dan sebesar US$4 miliar untuk MBS.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-12-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 11 Juli 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan naik terindikasi dari naiknya sebagian besar indeks futures bursa Asia ditambah sentimen positif dari naiknya sebagian besar bursa global utama hari ini. Pagi ini harga minyak mentah dibuka turun tipis untuk jenis WTI. Nilai tukar rupiah kemungkinan akan menguat dengan rupiah yang relatif flat  ke kisaran antara Rp.13.390 s.d Rp.13.395 per USD.
     
    Hasil survey BI untuk SKDU  Q2-2017 tercatat seebsar 17,36, naik dibandingkan Q1-2017 sebesar 4,8. Namun jika dibandingkan dengan Q2-201 yang tercatat sebesar 18,4, SBT pada Q2-2017 tersebut melambat. Perlambatan ini memberi indikasi potensi melambatnya ekonomi pada Q2-2017 dibandingkan Q1-2016 yang tercatat sebesar 5,18% yoy. Potensi ini dikonfimasi dengan BI yang memproyeksi turun pertumbuhan Q2-2017 dari 5,11% yoy, menjadi diabwah 5,1%, sedangkan untuk tahun 2017 turun dari 5,2% menjadi 5,17% yoy.
     
    PBoC memberikan stimulus seebsar US$67,6 miliar pada minggu ini melalui instrumen REPO dan medium lending facility. Stimulus PBoC sempat tidak dilakukan sejak Maret lalu. Injeksi ini dilakukan untuk antisipasi likuiditas pada periode pembayaran. Sentimen ini bisa membawa efek positif pada pasar obligasi Asia.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-11-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 10 Juli 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini dengan kecenderungan naik didukung dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini untuk jenis WTI. Nilai tukar rupiah kemungkinan melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini. Rupiah kemungkinan melemah ke kisaran antara Rp.13.400 s.d Rp.13.410 per USD.
     
    Posisi cadangan devisa BI pada Juni 2017 tercatat turun US$1,86 miliar menjadi US$123,09 miliar. Penurunan ini karena kebutuhan likuiditas valas perbankan dalam menghadapi libur panjang Lebaran dan bersifat berjaga-jaga. Kendati terjadi penurunan, tetapi posisi tersebut masih sangat aman, mencapai 8,9 bulan impor dan 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Nilai tukar rupiah juga relatif stabil.
     
    Pertemuan G20 yang diadakan pada 7-8 Juli di Hamburg, Jerman tidak menghasilkan kesepakatan yang konkrit. AS tetap pada pendirian untuk tidak sepakati isu perubahan iklim. Dalam pertemuan tersebut ada perbedaan yang semakin lebar antara AS dengan 19 negara lainnya. Bahkan China dan Perancis jelas-jelas mengkritik kebijakan perdagangan AS. Pertemuan sepertinya tidak membahas isu mengenai risiko global jangka menengah yang disampaikan oleh IMF.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-10-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 7 Juli 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat negatif, indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah dengan sentimen dari bursa global yang kompak turun semalam. Harga minyak mentah juga turun. Kemungkinan rupiah akan dijaga di kisaran antara Rp.13.380 s.d Rp.13.390 per USD karena secara teknikal telah melewati titik resisten di Rp.13.380 per USD yang bisa gampang melesat menembus Rp.14.000  per USD.

     

    Realisasi penerimaan perpajakan hingga semester 1-2017 mencapai Rp.571,9 triliun atau naik 9,6% yoy, tetapi capaian tersebut baru 39,9% dari target penerimaan perpajakan, Akibat short-fall ini pemerintah mengajukan RAPBNP 2017 dengan menurunkan target penerimaan perpajakan sebesar Rp.50 triliun, diikuti dengan pemangkasan belanja barang beberapa Kementrian sebesar Rp.16 triliun, dan defisit yang melebar menjadi 2,67% dari PDB. Pelebaran defisit ini tidak mengkawatirkan karena batas maksimum defisit sebesar 3% dari PDB.

     

    IMF mengingatkan risiko global jangka menengah cukup rentan dan berisiko terkait dengan utang di banyak negara yang cukup tinggi karena suku bunga yang rendah dan akses kredit yang mudah. Kendati demikian IMF masih perkirakan ekonomi global tumbuh 3,5% untuk tahun 2017 dan 2018. Pada pertemuan G20 di Hamburg, Jerman 7-8 Juli 2017 meminta negara G20 untuk memperbaiki sistem dan aturan perbankan.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-7-Juli–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 6 Juli 2017

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat naik, menjadi indikasi potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini, tetapi harga minyak mentah kembali turun yang bisa membuat indeks balik arah menjadi koreksi. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar, tetapi sentimen turunnya harga minyak mentah bisa membuat rupiah melemah tipis menuju kisaran antara Rp.13.370 s.d Rp.13.375 per USD.

     

    Komisi XI DPR sahkan asumsi-asumsi RAPBN 2018 yang relatif optimis. Asumsi-asumsi ini akan menentukan postur dari penerimaan negara dan belanja negara pada RAPBN 2018. Optimisme tersebut diantaranya karena potensi perbaikan ekonomi global yang bisa mendongkrak ekspor. Namun dalam beberapa tahun terakhir asumsi-asumsi PABN cenderung meleset dan berdampak pada melebarnya defisit anggaran. Seperti juga yang terjadi pada APBN-P 2017 yang sedang dibahas di Komisi XI DPR saat ini.

     

    Korea Utara kembali melakukan peluncuran rudal balistik antar benua. Kendati AS membantah peluncuran tersebut berhasil namun AS melakukan ancaman pemutusan hubungan dagang dengan negara-negara yang melakukan perdagangan dengan Korea Utara seperti China, India, Filipina, Rusia, Thailand, dan Pakistan. Data IMF mencatat perdagangan China-As mencapai US$600 miliar pada tahun 2016. Ketegangan AS dan China meningkat, dan bisa menjadi risiko global yang perlu diperhatikan.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-6-Juli–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 5 Juli 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini dengan kecenderungan terkoreksi terbawa sentimen koreksi pada bursa Eropa semalam walaupun harga minyak mentah relatif membaik terutama untuk jenis Brent. Sedangkan rupiah kemungkinan bisa menguat terbawa sentimen penguatan mata uang Asia utama yang pagi ini dibuka menguat terhadap USDollar menuju kisaran antara Rp.13.350 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Posisi kepemilikan asing pada SBN per 3 Juli 2017 tercatat sebesar Rp.770,15 triliun atau naik 15,7% ytd dan naik 18,7% yoy. Posisi ini memberikan kontribusi sebesar 39,45% dari total outstading SBN. Dari posisi tersebut sekitar 17% dimiliki oleh Bank Sentral asing. Meningkatnya posisi ini diantaranya karena inflasi dan nilai tukar rupiah yang stabil. Kemungkinan posisi ini masih akan meningkat dengan potensi naiknya peringkat utang Indonesia dari BBB- menjadi BBB dari badan pemeringkat Fitch.

     

    Produksi minyak OPEC mencatatkan produksi tertingginya di tahun 2017 dengan tambahan produksi sebesar 260.000 barel per hari dalam sebulan terakhir dari Mei dan Juni. Selain Libya dan Nigeria, Arab Saudi juga menambah produksi. Padahal 1 Januari 2017 lalu disepakati ada pemangkasan produksi untuk menaikkan harga. Namun dalam seminggu terakhir ini harga minyak mentah naik karena faktor musiman liburan musim panas.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-5-Juli–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 4 Juli 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau sebagai indikasi potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini, didukung dengan sentimen positif naiknya indeks di bursa global semalam dan membaiknya harga minyak mentah. Pagi ini mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar. Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.340 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Inflasi Juni 2017 tercatat 0,69% mom atau 4,37% yoy, dan secara kumulatif tercatat 2,38% ytd. Kenaikan harga terjadi pada semua kelompok pengeluaran terutama pada kelompok yang terkait dengan faktor musiman puasa-lebaran. Namun untuk bahan makanan relatif terkendali. Sedangkan inflasi inti masih relatif rendah sebagai indikasi masih lemahnya daya beli masyarakat. Ada potensi inflasi masih akan tinggi pada bulan Juli karena efek tahun ajaran baru tetapi inflasi hingga akhir tahun relatif terjaga antara 4,3%-4,5% yoy.

     

    Omzet penjualan ritel tidak sesuai harapan pada musim Lebaran tahun ini. Penjualan hanya mencapai 20%-30% dari omzet satu tahun, dibawah target 40%.  Tidak tercapainya omzet penjualan ini diakui oleh Ramayana. Masih lemahnya daya beli masyarakat ini terkonfirmasi dengan inflasi inti yang relatif masih rendah.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-4-Juli–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian kamis 22 Juli 2017

    Indeks futures bursa Asia bergerak mixed namun indeks di bursa Asia cenderung turun mengikuti sentimen koreksi dari sebagian besar bursa  global utama semalam. Pagi ini harga minyak mentah  dibuka turun dan mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar. Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.300 s.d Rp.13.310 per USD.

     

    Pemerintah proyeksikan defisit dalam APBN-P 2017 akan membesar menjadi Rp.340 triliun s.d Rp.367 triliun atau sekitar 2,6% dari PDB dengan asumsi pertumbuhan ekonomi menjadi 5,2%. Untuk menutup defisit tersebut pemerintah akan terbitkan lebih banyak SBN. Rasio utang pemerintah masih aman, dibawah 30% dari PDB. Dengan naiknya peringkat dari S&P, rencana tambahan utang akan mudah diserap oleh pasar.

     

    Harga minyak mentah masih berlanjut turun, bahkan harga Brent kembali dibawah US$45 – terendah sejak November 2016. Investor kawatirkan pasokan yang berlebih walaupun cadangan minyak mentah AS turun dan suksesi putra mahkota Arab Saudi yang tidak lazim. Analis perkirakan harga minyak mentah bisa menuju US$30 pbrl.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-22-Juni–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 21 Juni 2017

    Kemungkinan ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘merah’ ditambah dengan sentimen negatif dari koreksi indeks di bursa global semalam. Pagi ini harga minyak mentah pagi ini dibuka turun dan mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.280 s.d Rp.13.290 per USD.

     

    Hingga menjelang akhir semester 1 2016, realisasi penyaluran KUR baru mencapai Rp.41,01 triliun atau 37,2% dari pagu sebesar Rp.110 triliun. Realisasi KUR terbesar berasal dari Bank BRI dengan realisasi sebesar Rp.31,5 triliun kepada 1,84 juta debitur. Tahun 2016 lalu, realisasi KUR tercatat sebesar Rp.94,4 triliun atau 78,7% dari pagu senilai Rp.120 triliun. Masih belum maksimalnya realisasi KUR terkendala diantaranya sulitnya mencari debitur baru. Belum kuatnya sisi permintaan KUR ini seiring dengan masih lambatnya perekonomian.

     

    Pasar minyak kebanjiran suplai karena Lybia yang terus memompa minyak ke level tertingginya dalam 4 tahun terakhir, dan meningkatnya produksi minyak AS yang mencapai level tertingginya menjadi 9,3 juta barel per hari. Kendati ada proyeksi membaiknya ekonomi global, tetapi belum cukup mendorong naiknya permintaan yang bisa menyerap pasokan.  Alhasil harga minyak mentah masih  turun.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-21-Juni–2017.pdf