Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • Buletin Triwulan – Oktober 2021 : Greenflation ?⚡ Krisis Energi Global

    Buletin Triwulan – Oktober 2021 : Greenflation ?⚡ Krisis Energi Global

    Ulasan Pasar Global
    Ulasan lengkap unduh file .pdf

    Indeks saham negara berkembang kembali memimpin penguatan.

    • Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan September 2021 dan relatif hanya sedikit indeks saham yang mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Rusia (MOEX) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Hong Kong (Hang Seng) mencatatkan penurunan terbesar.
    • Indeks saham negara-negara berkembang mulai memimpin penguatan dalam beberapa minggu terakhir. Indeks saham Rusia (MOEX), India (SENSEX), Mexico (S&P/BMV), dan Taiwan (TWSE) memimpin penguatan.
    • Indeks saham negara-negara maju juga tetap mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Denmark (OMX Copenhagen), Amerika Serikat (S&P 500), Eropa (STOXX 600), Jerman (DAX), Inggris (FTSE 100), dan Jepang (Nikkei 225). §Sektor Energi dan Finansial cenderung menjadi sektor yang berkinerja lebih unggul dari sektor lainnya di setiap kawasan secara global sejak awal tahun. Di sisi lain, sektor-sektor yang berkaitan dengan Teknologi juga masih cenderung menguat. Sementara sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang relatif tertinggal dibandingkan indeks acuannya.
    • Pasar saham global mengalami koreksi dari level tertingginya pada Triwulan-III 2021. Koreksi ini terbilang masih sehat mengingat pasar saham global telah reli sejak awal tahun. Ada pun beberapa sentimen negatif yang turut menyebabkan pasar saham global terkoreksi dalam 1-2 bulan terakhir antara lain: 1) adanya kekhawatiran mengenai sektor properti di China berkaitan dengan potensi gagal bayar utang beberapa emiten properti; 2) pasar mencermati timing the Fed untuk memulai tapering atau pengurangan jumlah stimulus.

    Rotasi kembali ke value stocks

    • Kami meyakini skenario yang paling mungkin terjadi adalah middle-ground scenario, di mana harga komoditas masih akan cenderung naik secara lebih stabil. Sementara dari sisi imbal hasil obligasi pemerintah AS akan cenderung flat-naik terbatas, sehingga barbell strategy dapat menjadi pilihan yang ideal.
    • Data historis kinerja value & growth pada Triwulan-IV menunjukkan probabilitas value stocks cenderung berkinerja lebih baik. Value stocks mencatatkan hasil positif sebanyak 9 dari 10  tahun terakhir dengan rerata imbal hasil 5,24% di Triwulan-IV. Sementara growth stocks mencatatkan hasil positif sebanyak 8 dari 10  tahun terakhir dengan rerata imbal hasil 4,30% di Triwulan-IV.
    • Indeks saham US Small Caps biasanya dapat menjadi indikator fase siklus pasar saat ini. Hal ini dikarenakan saham small caps sangat sensitif pergerakannya dengan arah ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Per saat ini kami melihat pola yang mirip pada setiap early cycle (misal pada tahun 2003-2004 & 2009-2010) kembali terulang pada tahun 2020-2021. Pola seperti ini biasanya adalah masa transisi menuju mid-cycle.

    Laporan Khusus: Greenflation – Krisis Energi Global

    Kelangkaan energi dunia akibat rendahnya pasokan di tengah pemulihan ekonomi

    • Dalam beberapa waktu terakhir, dunia menghadapi krisis energi akibat tidak berimbangnya permintaan dan penawaran berbagai komoditas energi utama, seperti minyak mentah, gas alam, dan batu bara. §Pemulihan ekonomi dunia secara bertahap dan berkelanjutan membuat permintaan energi cukup tinggi dengan mengikuti pola huruf V, sementara pasokan energi tidak dapat bertambah dalam waktu cepat (mengikuti pola huruf U). Hal ini membuat persediaan energi, seperti minyak, sangat terbatas (Grafik 16).
    • Krisis energi ini terutama sekali sedang dihadapi oleh negara-negara di Eropa yang sangat bergantung pada Rusia untuk memenuhi kebutuhan gas alamnya, seiring dengan terus menurunnya produksi gas alam di Eropa.

    Faktor lingkungan mewarnai enggannya pelaku industri menambah belanja modal

    • isi penawaran tidak dapat mengimbangi besarnya permintaan seiring dengan minimnya belanja modal perusahaan eksplorasi energi. Selain pendirian konservatif yang mereka ambil, faktor transisi energi juga memainkan peranan penting. Berkurangnya kontribusi energi non-terbarukan dalam bauran energi serta lebih terbatasnya pendanaan investasi energi non-terbarukan adalah dua dari beberapa faktor kunci.
    • Fenomena ini dijuluki sebagai greenflation, yaitu naiknya harga-harga komoditas energi akibat kenaikan permintaan namun pasokan tidak memadai karena isu lingkungan.
    • Hal ini perlu kita pantau bersama karena energi merupakan kebutuhan dasar peradaban manusia. Transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) perlu dilakukan secara saksama untuk meminimalkan disrupsi ekonomi.

    Baca Ulasan Pasar Triwulan IV 2021 Oktober selengkapnya.

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 8 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat Kembali menguat pada hari perdagangan Kamis (7/10) kemarin. Indeks Dow Jones tumbuh sebesar 0.98% dan S&P 500 ditutup menguat 0.83%. Sementara itu, Nasdaq tumbuh sebesar 1.05%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat menguat sebesar 1.6% dan FTSE tumbuh sebesar 1.17%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0.01% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.216. Dari komoditas, minyak Brent tercatat menguat 0.07% diperdagangkan pada level US$ 82.47 per barel. Sementara minyak WTI tumbuh sebesar 0.65%, diperdagangkan pada level US$ 78.81 per barel.

     

    Indeks acuan Asia turut kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI tumbuh sebesar 1.26%, indeks KOSPI dibuka menguat sebesar 0.6%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terapresiasi sebesar 0.15%, 0.11% dan 0.11%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Senat A.S. pada hari Kamis (7/10) memulai prosedur pemungutan suara yang bertujuan untuk meningkatkan batas dalam otoritas pinjaman Departemen Keuangan yang sebesar $28,4 triliun untuk menghilangkan kekhawatiran akan gagal bayar utang yang jatuh tempo dalam waktu kurang dari dua minggu. Perdebatan terjadi berjam-jam, membahas tentang RUU yang akan menaikkan batas utang sebesar $480 miliar yang dirasa cukup untuk menjaga pinjaman dan pengeluaran Departemen Keuangan AS untuk bertahan hingga setidaknya sampai awal Desember. Apabila RUU tersebut berhasil disetujui, maka senat AS akan meningkatkan pagu utang mereka menjadi $28,9 triliun. (Reuters)

     

    Uni Emirat Arab (UEA) telah berkomitmen untuk menanamkan modalnya atau berinvestasi senilai US$10 miliar atau setara Rp142,1 triliun (kurs Rp14.215 per dolar AS) ke Indonesia melalui Sovereign Wealth Fund (SWF) atau Indonesia Investment Autohority (INA). Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan bahwa UEA meminta agar modal yang diinvestasikan itu digunakan untuk proyek-proyek infrastruktur dan pariwisata. “Mereka [UEA] akan meminta kita untuk menginvestasikan dana ini ke proyek-proyek infrastruktur, kemudian ke proyek pariwisata salah satunya di Aceh,” kata Staf Ahli I Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Heldy Satrya Putera pada webinar Expo Dubai 2020: Etalase Indonesia di Kancah Dunia secara virtual, Kamis (7/10/2021). (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—8-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 7 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat melanjutkan penguatannya pada hari perdagangan Rabu (6/10) kemarin. Indeks Dow Jones tumbuh sebesar 0.3% dan S&P 500 mengikuti dengan ditutup menguat 0.41%. Sementara itu, Nasdaq terapresiasi sebesar 0.47%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat melemah sebesar 1.03% dan FTSE terkoreksi sebesar 1.15%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 2.06% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.252. Dari komoditas, minyak Brent tercatat menguat 0.15% diperdagangkan pada level US$ 80.9 per barel. Sementara minyak WTI melemah sebesar 0.53%, diperdagangkan pada level US$ 77.03 per barel.

     

    Indeks acuan Asia turut kembali melanjutkan penguatannya pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI tumbuh sebesar 0.56%, indeks KOSPI mengikuti dengan mengalami penguatan sebesar 1.04%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing terapresiasi sebesar 0.21%, 0.26% dan 0.34%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Korea Selatan mencatatkan inflasi dengan kenaikan harga barang hingga 2,5 persen pada September dibandingkan dengan tahun lalu. Capaian tersebut lebih cepat dari yang diperkirakan, memicu pandangan bahwa bank sentral akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Sebelumnya, para ekonom memprediksi tingkat inflasi akan turun menjadi 2,4 persen dari 2,6 persen pada Agustus. Laporan badan statistika Korea Selatan menggarisbawahi adanya tekanan kenaikan harga seiring dengan pemulihan ekonomi, ditambah dengan harga energi dan pangan yang naik memasuki hari libur Chuseok. Inflasi kini telah melampaui target 2 persen Bank of Korea (BOK) selama 6 bulan berturut-turut, memperkuat kemungkinan akan adanya kenaikan suku bunga. (Bisnis)

     

    Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sistem keuangan masih terjaga selama pandemi. Hal ini terlihat dari pemulihan ekonomi yang terus berjalan, seperti di sektor perbankan. OJK mencatat, kredit perbankan tetap tumbuh walaupun tidak terlalu signifikan. Sampai dengan Agustus 2021, kredit perbankan tumbuh sebesar 1,16% yoy dan 1,91% secara ytd. Tak hanya, itu, perbankan juga mendukung penyaluran kredit untuk produk dan komoditas berorientasi ekspor yang tumbuh sebesar 4.92% ytd, sehingga turut mendorong surplus neraca perdagangan Indonesia. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 6 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat rebound pada hari perdagangan Selasa (5/10) kemarin. Indeks Dow Jones tumbuh sebesar 0.92% dan S&P 500 mengikuti dengan ditutup menguat 1.3%. Sementara itu, Nasdaq terapresiasi sebesar 1.25%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan Euro Stoxx tercatat menguat sebesar 1.17% dan FTSE tumbuh sebesar 0.94%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0.86% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.253. Dari komoditas, minyak Brent tercatat melemah 0.06% diperdagangkan pada level US$ 82.66 per barel. Sementara minyak WTI menguat 0.13%, diperdagangkan pada level US$ 79.03 per barel.

     

    Indeks acuan Asia dibuka menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI tumbuh sebesar 0.89%, indeks KOSPI mengikuti dengan mengalami penguatan sebesar 0.62%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing mengalami penurunan sebesar 0.04%, 0.11% dan 0.08%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Indonesia (BI) memperkirakan sistem keuangan pada semester II/2021 akan tetap terjaga stabil meski terdapat sejumlah risiko dari sisi eksternal. Dalam Buku KSK No. 37 yang diterbitkan BI, Selasa (5/10/2021), disebutkan bahwa ketahanan sistem keuangan pada semester II/2021 akan tetap terkendali, terutama ditopang oleh aspek permodalan dan likuiditas perbankan yang memadai. BI menyebut, sejumlah tantangan yang masih berisiko terhadap pemulihan ekonomi dan stabilitas sistem keuangan Indonesia adalah dinamika pandemi Covid-19 dan rencana normalisasi kebijakan moneter the Fed.

     

    Realisasi anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 1 Oktober 2021 mencapai Rp411,7 triliun dari pagu Rp744,7 triliun. “Terkait dengan anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional, realisasi sampai 1 Oktober adalah 55,3 persen atau Rp411,7 triliun dari pagu Rp744,7 triliun,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada konferensi pers virtual, Senin (4/10/2021). Untuk kluster kesehatan, realisasi anggaran per 1 Oktober 2021 sebesar Rp104 triliun. Sayangnya, realisasi ini belum mencapai setengah dari pagu anggaran, atau baru mencapai 48,4 persen dari pagu Rp214,96 triliun. (Bisnis)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—6-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 5 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat terkoreksi pada hari perdagangan Senin (4/10) kemarin. Indeks Dow Jones melemah sebesar 0.94% sedangkan S&P 500 turut terkoreksi sebesar 1.3%. Sementara itu, Nasdaq melemah sebesar 2.14%.

     

    Dari Eropa, indeks acuan melanjutkan pelemahannya. Euro Stoxx tercatat terkoreksi sebesar 0.47% dan FTSE melemah sebesar 0.23%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup menguat 1.83% pada hari perdagangan kemarin.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat menguat pada level Rp 14.266. Dari komoditas, minyak WTI menguat 0.03% diperdagangkan pada US$ 77.62 per barel sedangkan Brent pada US$ 81.3 per barel.

     

    Indeks acuan Asia dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 1.4% sedangkan KOSPI melemah sebesar 1%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0.08%, 0.1% dan 0.22%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Harga listrik di Jerman semakin mahal menjelang musim dingin seiring dengan kontrak listrik pada beberapa bulan ke depan naik ke level yang belum pernah dicapai sebelumnya karena suplai gas dan batu bara. Dilansir Bloomberg pada Senin (4/10/2021), harga listrik di pasar harian Jerman pada September mencapai level tertinggi dalam 20 tahun terakhir seiring dengan kenaikan biaya gas, batu bara, dan karbon. Oleh karenanya, harga listrik yang dihasilkan pembangkit bahan bakar fosil semakin mahal. Namun, para pedagang memperkirakan biaya akan meningkat lebih tinggi lagi pada musim dingin ini dengan patokan kontrak gas Belanda melewati level 100 euro pada pekan lalu. Hal ini mendorong perebutan global yang sengit untuk mengamankan pasokan batu bara terus berlanjut. (Bisnis)

     

    Pemerintah berencana untuk membuka Bandara Ngurah Rai Bali untuk internasional pada tanggal 14 Oktober 2021. Namun demikian, kebijakan ini berlaku selama otoritas bandara telah memenuhi ketentuan dan persyaratan mengenai karantina, tes, dan kesiapan satgas. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan menegaskan, setiap penumpang kedatangan internasional harus punya bukti booking hotel untuk karantina mandiri minimal 8 hari dengan biaya sendiri.“Sementara masih kita batasi dari Korea Selatan, China, Jepang, Uni Emirat Arab dan New Zealand,” beber Menko Luhut dalam Konferensi Pers Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (4/10). (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—5-Oktober-2021.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 4 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat tercatat ditutup menguat pada hari perdagangan Jumat (1/10) kemarin. Indeks Dow Jones menguat 1.43% diiringi oleh S&P 500 dan NASDAQ yang menguat masing-masing sebesar 1.15% dan 0.82% secara berturut-turut.

     

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat kompak melemah. Euro Stoxx tercatat terkoreksi sebesar 0.42% dan FTSE melemah sebesar 0.84%. Dari dalam negeri, IHSG ditutup melemah 0.92% pada hari perdagangan terakhir.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.307. Dari komoditas, minyak WTI melemah sebesar 0.24% diperdagangkan pada US$ 75.7 per barel sedangkan Brent menguat 0.04% diperdagangkan pada US$ 79.16 per barel.

     

    Indeks acuan Asia menguat pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI terapresiasi sebesar 0.57% sedangkan ASX 200 menguat sebesar 1.34%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P, dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0.28%, 0.33% dan 0.36%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan biaya persiapan dan penyelenggaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang sedang berlangsung di Papua sampai 15 Oktober 2021. Sri Mulyani mengungkap bahwa pendanaan PON XX dari persiapan hingga penyelenggaraan telah dibiayai sejak 2018 melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Jika ditotalkan, belanja yang dilakukan untuk PON XX sejak 2018 adalah sebesar Rp10,43 triliun. Secara rinci, bendahara negara memaparkan belanja untuk pembiayaan yang dilakukan pada 2018 adalah sebesar Rp881,5 miliar dari DTI; dan Rp211,2 miliar dari belanja kementerian/lembaga. (Bisnis)

     

    Harga minyak mentah bertahan di atas kisaran US$ 78 per barel pada perdagangan akhir pekan lalu, sedikit di bawah level tertinggi dalam tiga tahun terakhir yang tercetak awal pekan ini. Minyak terangkat ekspektasi bahwa para anggota Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan mempertahankan kecepatan dalam meningkatkan pasokan. OPEC dan sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, akan menggelar pertemuan pada hari Senin (4/10. Kelompok ini perlahan-lahan meningkatkan kembali produksinya setelah melakukan pemangkasan besar-besaran tahun lalu. Sumber mengatakan OPEC+ sedang mempertimbangkan untuk berbuat lebih banyak untuk meningkatkan produksi. (Kontan)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-Oktober-2021.pdf

  • Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Jumat 1 Oktober 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup melemah pada Kamis (30/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat melemah 1,59% menjadi 33.843,92. Sementara itu S&P 500 juga melemah sebesar 1,19% menjadi 4.307,54 begitupun Nasdaq yang melemah 0,44% menjadi 14.448,58. Hal sama terjadi di Eropa, indeks acuan bergerak melemah dengan Euro Stoxx600 terdepresiasi sebesar 0,05% menjadi 454,81 begitupun FTSE yang melemah sebesar 0,31% menjadi 7.086,42.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.312,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI meningkat sebesar 0,44% sementara Brent juga mengalami penguatan 0,17%. Keduanya diperdagangkan pada level US$ 75,36 dan US$ 78,60 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 0,74% begitupun KOSPI yang melemah 1,12%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing meningkat sebesar 0,20%, 0,20% dan 0,22% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat mencapai kesepakatan dalam pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP) dan ditargetkan akan disetujui dalam rapat paripurna pekan depan untuk disahkan sebagai Undang-Undang. Ada tiga poin besar yang harus dicermati dalam RUU ini. Pertama, program pengungkapan sukarela wajib pajak atau tax amnesty jilid II yang akan berlaku mulai 1 Januari 2022 hingga 30 Juni 2022 dengan pengalihan harta paling lambat 30 September 2022. Kedua, menurunkan batas bawah penghasilan yang dikenakan pajak yaitu sampai dengan Rp 60 juta per tahun dengan tarif 5%. Terdapat juga perluasan lapisan yang dikenakan pajak dengan tarif 30% untuk penghasilan lebih dari Rp500 juta hingga Rp 5 miliar, dan tarif 35% untuk penghasilan lebih dari Rp 5 miliar. Ketiga, menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang dan jasa menjadi 11% mulai 1 April 2022 dan kembali naik jadi 12% pada 1 Januari 2025. (Kontan)

     

    Pemadaman listrik tidak akan ditoleransi. Itulah pesan dari pejabat Tiongkok, yang telah memerintahkan perusahaan energi milik negara untuk mengamankan pasokan listrik untuk musim dingin ini dengan segala cara. Perintah itu datang langsung dari Wakil Perdana Menteri Han Zheng, yang mengawasi sektor energi negara, setelah beberapa daerah membatasi listrik ke sektor industri. Kondisi ini bukan hanya terjadi di Tiongkok. Krisis energi global akan mendorong kenaikan harga bahan bakar dan pemanas rumah tangga di seluruh dunia. Di Eropa, harga gas alam dan listrik melonjak ke rekor, menandakan kekurangan pasokan hanya akan bertambah buruk saat musim dingin dimulai. Dan krisis telah menambah rintangan lain pada dorongan PBB untuk mengakhiri penggunaan batu bara. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—1-Oktober-2021.pdf

  • Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Rabu 29 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup berada pada zona merah pada Selasa (28/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat pelemahan 1,63% menjadi 34.299,99. Sementara itu S&P 500 juga melemah sebesar 2,04% menjadi 4.352,63 begitupun Nasdaq yang melemah 2,83% menjadi 14.546,68.

     

    Hal senada datang dari Eropa, indeks acuan juga bergerak melemah dengan Euro Stoxx melemah sebesar 2,18% menjadi 452,35 begitupun FTSE terdepresiasi sebesar 0,50%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.272,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat mix dengan minyak WTI melemah 0,69% sedangkan Brent menguat 0,57%. Keduanya diperdagangkan pada level US$ 74,77 dan US$ 77.89 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkeii dibuka melemah sebesar 1,84% begitupun KOSPI dibuka melemah 1,27%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini juga tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing meningkat sebesar 0,40%, 0,41% dan 0,46% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Pemerintah dan DPR akhirnya sepakat untuk membawa Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara (APBN) 2022 untuk disetujui dan disahkan jadi undang-undang dalam rapat paripurna mendatang. Penerimaan pajak 2022 yang disepakati adalah sebesar 1.265 triliun, naik 10,72% dibandingkan dengan outlook 2021 sebesar Rp 1.142,5 triliun. Angka itu juga lebhi tinggi dibanding usulan awal pemerintah di Nota Keuangan 2022 sebesar Rp 1.162,92 triliun. (Kontan)

     

    World Bank pangkas proyeksi ekonomi Indonesia dalam laporan World Bank East Asia and Pacific Economic Update Oktober 2021 bertajuk Long Covid. World Bank memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya sebesar 3,7%. Angka ini turun 0,7% dari perkiraan World Bank pada April lalu yang sebesar 4,4%. (Kontan)

     

    Pemerintah Tiongkok dilaporkan sedang mendorong badan-badan usaha milik negara (BUMN) dan para pengembang properti, seperti China Vanke Co Ltd, untuk membeli beberapa aset milik China Evergrande Group. Menurut enam sumber yang mengetahui hal ini, termasuk empat di antaranya berada di badan pemerintah dan regulator, Evergrande sedang berada di ambang kehancuran karena memiliki beban utang sebesar US$ 305 miliar. Namun pemerintah pusat tidak mungkin campur tangan secara langsung  dalam bentuk dana talangan atau bailout. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—29-September-2021.pdf

  • Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Selasa 28 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak secara variatif dengan kecenderungan melemah pada Senin (27/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat menguat 0,21% menjadi 34.869,37. Sementara itu S&P 500 melemah sebesar 0,28% menjadi 4.443,11 begitupun Nasdaq yang melemah 0.52% menjadi 14.969,97.

     

    Dari Eropa, indeks acuan bergerak variatif dengan Euro Stoxx melemah sebesar 0.19% menjadi 462,42 sedangkan FTSE terapresiasi sebesar 0,17%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.252,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat melemah dengan minyak WTI dan Brent tercatat melemah masing-masing sebesar 0,19% dan 0,14% dan diperdagangkan pada level US$ 75.31 dan US$ 78.50 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak melemah pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei dibuka melemah sebesar 0,55% begitupun KOSPI dibuka melemah 0,22%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini juga tercatat melemah dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah sebesar 0,04%, 0,10% dan 0,20% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) hampir seluruh provinsi di Indonesia di bawah realisasi pendapatannya. Ini mengindikasikan belanja daerah belum optimal sehingga menyebabkan tingginya dana mengendap di bank daerah. Pada Agustus 2021,  simpanan pemerintah daerah di bank tercatat Rp 178,95 triliun, naik 3,01% dibandingkan posisi pada bulan sebelumnya. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut, provinsi dengan penyerapan belanja terendah adalah Banten dengan selisih antara realisasi pendapatan dan belanja APBD Banten mencapai 19,7% per akhir Agustus. (Kontan)

     

    Pejabat The Fed memperkuat pesan bahwa tapering sudah dekat, tetapi kenaikan suku bunga adalah masalah lain. Lael Brainard mengatakan pasar tenaga kerja diperkriakan akan segera memenuhi standar minimum yang digunakan untuk mengurangi pembelian aset oleh The Fed; Charles Evans memperkirakan terdapat sekali kenaikan suku bunga pada tahun 2023 dan “peningkatan yang sangat lembut setelah itu”; dan John Williams mengutip kemajuan pada inflasi dan pasar tenaga kerja dalam berdebat untuk “moderasi dalam kecepatan” pembelian obligasi. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan kemacetan pasokan telah berlangsung lebih lama dari yang diantisipasi, dan dia memperkirakan tekanan inflasi akan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang. Sementara itu kepala Fed Boston Eric Rosengren dan Robert Kaplan dari Dallas pada hari Senin secara terpisah mengumumkan rencana untuk mundur, setelah skandal perdagangan saham tahun lalu. (Bloomberg)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—28-September-2021.pdf

  • Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Senin 27 September 2021

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak secara variatif pada perdagangan hari Jumat (24/9/2021). Indeks Dow Jones tercatat menguat 0.10% menjadi 34.798,00, S&P 500 tumbuh sebesar 0.15% menjadi 4.455,48 sementara Nasdaq melemah tipis 0.03% menjadi 15.047,70.

     

    Dari Eropa, indeks acuan bergerak melemah dengan Euro Stoxx menurun sebesar 0.90% menjadi 463,29 begitupun FTSE yang terkoreksi sebesar 0.38%.

     

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat pada level Rp 14.257,5. Pada pagi hari ini, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak WTI dan Brent tercatat meningkat masing-masing sebesar 1.72% dan 1.77% dan diperdagangkan pada level US$ 75.25 dan US$ 78.60 per barel.

     

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka bergerak menguat pada perdagangan pagi hari ini. Indeks Nikkei tercatat tumbuh sebesar 0,32% sementara KOSPI dibuka menguat 0,55%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat menguat dengan Dow Jones, S&P 500 dan Nasdaq masing-masing tumbuh sebesar 0,49%, 0,46% dan 0,47% secara berturut-turut.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, aliran keluar modal asing belakangan ini setidaknya dipicu oleh dua isu utama yaitu rencana kebijakan pengetatan moneter (tapering off) yang bakal dilakukan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed, dan potensi gagal bayar utang perusahaan raksasa properti Tiongkok, Evergrande. Namun, fenomena aliran keluar modal asing tersebut hingga kini dinilai masih dalam taraf wajar. Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, terjadi aliran keluar modal asing dari pasar keuangan domestik mencapai Rp 5,92 triliun selama sepekan lalu yakni 20-23 September 2021. Ini melanjutkan tren pekan sebelumnya, 13-16 September 2021, yang mengalami capital outflow Rp 2,99 triliun. Sedangkan selama 6-9 September 2021, transaksi nonresiden di pasar keuangan domestik masih membukukan capital inflow atau beli neto Rp 1,66 triliun. (Investor Daily)

     

    Beberapa pemerintah daerah di Tiongkok telah membuat rekening custodian khusus untuk meningkatkan pengawasan dana proyek-proyek properti yang dikerjakan perusahaan pengembang China Evergrande Group, yang sedang dilit utang. Menurut laporan, langkah ini diambil guna dana yang dialokasikan untuk proyek-proyek perumahan agar tidak dialihkan. Kantor berita Caixin melaporkan pada Minggu (26/9) bahwa rekening khusus tersebut telah dibuat sejak akhir Agustus, setidaknya di delapan provinsi di mana Evergrande memiliki proyek pembangunan yang belum diselesaikan. Ada pun beberapa provinsi yang dimaksud, di antaranya adalah Anhui, Guizhou, Henan, Jiangsu, dan kota-kota di bagian selatan Delta Sungai Mutiara. (Investor Daily)

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—27-September-2021.pdf