Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 4 April 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat mixed, indikasi indeks Asia akan bergerak bervariasi hari ini dengan kecenderungan turun terbawa sentimen negatif dari indeks di bursa global yang ditutup turun semalam. Pagi ini mata uang Asia utama dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.330 s.d Rp.13.335 per USD.
     
    Kemarin BPS umumkan angka inflasi untuk bulan Maret 2017 tercatat sebesar minus 0,22% mom (deflasi). Deflasi ini terbantu dengan penurunan harga pada kelompok bahan makanan yang sangat signifikan di tengah kenaikan TDL pada 1 Maret lalu. Kemungkinan inflasi mulai bergerak naik memasuki faktor musiman dari April s.d Agustus mendatang. Kinerja inflasi selama Q1-2017 ini tercatat 1,19% ytd, masih aman untuk mengejar asumsi inflasi dalam APBN 2017 sebesar 4%.

     
    Data dari AS yaitu ISM manufacturing PMI untuk Maret 2017 tercatat melambat menjadi 57,2 dari 57,7 pada Februari 2017. Tetapi level tersebut masih dalam fase ekspansi. Sedangkan belanja konstruksi tercatat naik 0,8% mom atau 3% yoy karena naiknya pengeluaran investasi pembangunan rumah. Kendati PMI melambat, namun kenaikan belanja konstruksi ini sebagai indikasi penguatan ekonomi AS yang semakin solid.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-4-April–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 3 April 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik pada hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang sebagian besar ‘hijau’, kendati data manufaktur China melambat yang bisa membuat arah indeks berbalik terkoreksi. Kemungkinan rupiah berpotensi menguat tipis menuju kisaran antara Rp.13.315 s.d Rp.13.320 per USD terbantu harga minyak mentah yang membaik.
     
    Program TA berakhir pada 31 Maret 2017. Selama 9 bulan sejak 1 Juli 2016 hingga 31 Maret 2017 tercatat harta yang diperoleh mencapai Rp.4.866 triliun atau 21,6% dari target. Namun nilai tebusan tercapai Rp.114 triliun atau 69% dari target Rp.165 triliun. Sedangkan WP yang berpartisipasi mencapai 966 ribu. Harta hasil repatriasi luar negeri hanya tercatat sebesar Rp.147 triliun atau 3% dari total harta, deklarasi dari LN tercatat 21% dari target, dan sisanya adalah deklarasi DN. Hasil TA ini tampaknya belum bisa diharapkan mendongkrak penerimaan pajak APBN.

     
    The Caixin PMI untuk sektor manufaktur China pada bulan Maret tercatat 51,2 turun dari 51,7 pada Februari, tetapi masih berada dalam fase ekspansi karena diatas level 50. Walaupun tren penurunan kemungkinan berlanjut hingga triwulan ke-2 tetapi pesanan ekspor untuk 3 bulan mendatang meningkat dan inventori yang turun.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828  

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-3-April-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 31 Maret 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi dengan potensi koreksi karena sentimen turunnya harga minyak mentah yang pagi ini dibuka turun. Sentimen ini kemungkinan bisa membuat rupiah juga melemah dengan kisaran sempit antara Rp.13.320 s.d Rp.13.325 per USD.

     

    Hingga 30 Maret 2017, penerbitan SBN tercatat sebesar Rp.265,77 triliun atau 38,7% dari target penerbitan total sebesar Rp.684,84 triliun. Pemerintah berencana melakukan front loading dengan target pencapaian 50%-60% dari total di semester 1 ini. Pemerintah juga berencana meubah tenor penerbitan SBN lebih banyak ke tenor pendek untuk mengurangi cost of borrowing. Perubahan ini berpotensi menurunkan minat beli investor asing yang memegang sekitar 77,4% dengan tenor diatas 5 tahun, dan juga bisa membuat risiko volatilitas yang lebih besar.

     

    Presiden AS dan Presiden China dijadwalkan bertemu pada 6-7 April di Florida, AS. Kemungkinan pertemuan ini akan membahas kebijakan perdagangan bilateral dan politik terkait dengan ketegangan di semenanjung Korea. Pada masa kampanyenya Trump beberapa kali menyerang China tetapi belakangan ‘tone’ pernyataan Trump menjadi lebih lunak. Pertemuan ini akan menjadi salah satu agenda yang dimonitor investor.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-31-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 30 Maret 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi dengan potensi ada kenaikan karena sentimen naiknya sebagian besar indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang pagi ini dibuka naik. Kemungkinan rupiah melemah karena penguatan USDolar antara Rp.13.320 s.d Rp.13.330 per USD.
     
    S&P sinyalkan belum akan naikkan peringkat utang Indonesia menjadi BBB- (peringkat investasi) dari hasil review 22-24 Maret lalu dengan beberapa alasan: 1). S&P membutuhkan waktu untuk memastikan kondisi fiskal pemerintah; 2). Pertumbuhan ekonomi yang melambat sebagai dampak menunurunkan CAD; 3). Rendahnya pendapatan per kapita: 4). Proporsi utang swasta dalam USDolar yang tinggi; 5). Profitabilita sektor perbankan yang menurun.

     
    Kontrak penjualan rumah sekunder di AS pada Februari 2017 tercatat naik 5,5% mom atau 2,6% yoy, naik dibandingkan Januari 2017  sebesar minus 2,8% mom atau 0,4% yoy. Sektor perumahan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan oleh the Fed. Kenaikan ini menjadi salah satu indikator penguatan ekonomi AS. Salah satu pejabat the Fed sinyalkan kemungkinan the Fed masih akan naikkan 3x lagi di tahun 2017. Ekspektasi ini membuat USDolar kembali menguat menembus level 100.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-30-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 27 Maret 2017

    Ada indikasi indeks di bursa Asia bergerak bervariasi hari ini dengan kecenderungan terkoreksi terlihat dari indeks futuresnya yang mixed. Untuk rupiah ada  kemungkinan melemah tetapi masih bergerak dalam kisaran sempit antara Rp.13.330 s.d Rp.13.340 per USD.
     
    Pasar modal Indonesia menunggu keputusan kenaikan peringkat dari badan pemeringkat S&P yang telah melakukan review pada 22-24 Maret lalu. Investor asing merespon positif potensi kenaikan ini, terlihat dari masuknya dana asing ke pasar obligasi sebesar Rp.22,9 triliun (US$1,7 miliar) sepanjang Maret. Sebelumnya S&P telah menaikkan outlook untuk utang Indonesia dari stabil menjadi positif. Kenaikan outlook ini biasanya menjadi indikasi naiknya peringkat dalam 6-12 bulan mendatang.

     
    Trump menarik rencana UU pengganti Obama care karena tidak mendapat dukungan solid dari partai Republikan yang menguasai Congress AS. Penarikan ini menambah daftar penolakan kebijakan Donald Trump seperti sebelumnya terkait dengan kebijakan imigrasi karena dianggap menyalahi konstitusi diskriminasi terhadap agama. Pasar meragukan kemampuan Trump dalam mengelola politik. Indeks Dow terus terkoreksi dari level tertinggi di 21.155 pada 1 Maret lalu.
     
     
    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-27-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 22 Maret 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat turun, indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia pada hari ini ditambah sentimen negatif dari bursa global yang turun semalam ditambah turunnya harga minyak mentah yang juga turun. Sentimen ini juga berpotensi membuat rupiah melemah menuju kisaran Rp.13.320 s.d Rp.13.330 per USD.
     
    Posisi dana asing pada obligasi pemerintah Indonesia per 20 Maret 2017 tercatat sebesar Rp.706,11 triliun atau naik Rp.40,3 triliun dan mencapai 38,2% dari besarnya total SUN yang diperdagangkan yang mencapai Rp.1.852,49 triliun. Masuknya dana asing ini terbantu dengan ekspektasi naiknya peringkat utang Indonesia dari S&P. Pada 22-24 Maret ini S&P akan melakukan review untuk Indonesia, yang biasanya dilakukan pada Mei.

     
    Congress AS ingatkan kemungkinan tidak setujui rencana health care dari Presiden Trump, yang bisa berrisiko pada rencana reformasi perpajakan dan stimulus fiskal. Kendati Presiden Trump mempunyai hak veto tetapi lemahnya dukungan Congress AS yang didominasi oleh partai Republikan menjadi kekawatiran investor. Pada perdagangan kemarin, indeks Dow turun 1,14%, indeks S&P 500 turun lebih dari 1%, imbal hasil obligasi 10T turun 4 bps menjadi 2,42%, dan USDolar melemah 0,3%.  Pagi ini bursa Asia dibuka turun terbawa sentimen negatif.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-22-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 20 Maret 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi dari pergerakan indeks di bursa Asia akan mixed pada hari ini. Sementara harga minyak mentah dibuka turun pada pagi ini yang bisa menjadi sentimen negatif pelemahan rupiah, dengan kemungkinan bergerak melemah menuju kisaran Rp.13.350 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Posisi ULN Indonesia per Januari 2017 tercatat sebesar US$320,3 miliar atau naik 1,2% mom atau 3,4% yoy. Kenaikan terutama berasal dari ULN Pemerintah sebesar 13,7% yoy, sedangkan ULN Swasta tercatat minus 3,4% yoy. Penurunan ULN Swasta ini terutama berasal dari sektor jasa-jasa, pertanian, dan keuangan. Turunnya ULN Swasta ini diantaranya karena masih rendahnya harga komoditas, ketidakpastian global, masih melambatnya pertumbuhan ekonomi dalam negeri, ditambah dengan nilai tukar rupiah yang masih berpotensi melemah.

     

    PBoC naikkan suku bunga acuan sebagai respon naiknya suku bunga the Fed (FFR). PBoC naikkan suku bunga pinjaman kepada bank sebesar 10 bps dan naikkan suku bunga pinjaman lewat skema MLF juga sebesar 10 bps. Kenaikan ini merupakan yang ketiga kalinya di tahun 2017 sebagai upaya menstabilkan yuan akibat tekanan modal keluar.

     

     


     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-20-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 17 Maret 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi pergerakan indeks Asia akan menguat hari ini didukung dengan harga minyak mentah yang sedikit naik. Sebagian besar mata uang Asia pagi ini dibuka menguat yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD.
     
    RDG BI kemarin tetapkan 7DRR tetap 4,75%, deposit facility tetap 4% dan lending facility tetap 5,5%. Beberapa indikator ekonomi domestik yang mendukung keputusan tetap tersebut adalah: 1). Angka inflasi yang masih terjaga; 2). Cadangan devisa yang cukup menopang stabilitas rupiah; 3). Neraca perdagangan yang surplus. Kami perkirakan BI akan naikkan 7DRR 2-3 kali di tahun ini sehingga menjadi 5,25%-5,5%.

     
    Pasca the Fed naikkan suku bunga, indeks di bursa AS khususnya S&P 500 turun dari titik tertingginya. Penurunan terutama di sektor health-care. Imbal hasil obligasi pemerintah AS naik 4 bps menjadi 2,53%. Harga komoditas minyak mentah turun, harga emas naik merespon ekspektasi inflasi. Di pasar keuangan Indonesia, IHSG ditutup naik dengan masuknya dana asing, imbal hasil SUN 10T turun menjadi 7,27. Kemungkinan the Fed masih akan naikkan 2-3 kali lagi di tahun 2017 ini.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-17-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 16 Maret 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat mixed, indikasi indeks Asia akan bergerak bervariasi hari ini dengan kecenderungan naik karena sentimen positif penguatan indeks di bursa global semalam ditambah dengan harga minyak mentah yang pagi ini dibuka naik. Rupiah kemungkinan menguat dengan sentimen neraca perdagangan yang surplus, menuju kisaran antara Rp.13.350 s.d Rp.13.360 per USD.
     
    BPS umumkan neraca perdagangan Februari 2017 surplus sebesar US$1,3 miliar dibawah surplus Januari 2017 sebesar US$1,4 miliar karena nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan impor. Kinerja ekspor masih terbantu dengan naiknya harga ekspor sedangkan volume masih turun. Di sisi impor, volume impor naik karena impor migas dan khususnya minyak mentah. Sedangkan harga impor turun. Namun 3 bulan menjelang bulan puasa-lebaran yang jatuh pada bulan Mei, impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong masih turun secara bulanan.

     
    Sesuai ekspektasi, the Fed naikkan suku bunganya 25 bps menjadi 0,75%-1% pada pertemuan 14-15 Maret kemarin dengan pertimbangan pasar tenaga kerja yang menguat dan ekonomi yang tumbuh moderat. Kemungkinan the Fed masih akan naikkan 2 kali lagi di tahun 2017 ini. The Fed meyakini ekonomi AS menguat dan tahan gejolak.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-16-Maret-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 15 Maret 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat turun, indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, didukung dengan sentimen negatif dari bursa global yang kompak turun semalam dan harga minyak mentah yang turun. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka melemah terhadap USDolar. Kemungkinan rupiah juga melemah bergerak antara Rp.13.370 s.d Rp.13.390 per USD.
     
    Realisasi penerimaan pajak per Februari 2017 tercatat sebesar Rp.134,6 triliun atau naik 8,15% yoy karena naiknya PPh migas sebesar 66% yoy. Masih ada potensi penerimaan pajak dibawah target karena penerimaan perpajakan (pajak dan cukai) tertinggi yang pernah diraih adalah sebesar Rp.1.200 triliun sementara target penerimaan pajak sebesar Rp.1.307,3 triliun.

     
    Investor masih akan fokus dan menunggu hasil pertemuan the Fed untuk keputusan suku bunganya, kendati kemungkinan kenaikan  25 bps menjadi 0,75%-1% mestinya sudah terfaktorkan, tetapi investor kemungkinan masih akan beraksi negatif. Padahal data penjualan properti di China tercatat naik 25,1% ytd, yang mestinya  bisa menjadi sentimen positif pasar Asia hari ini.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-15-Maret-2017.pdf