Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 8 Agustus 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan naik hari ini, terlihat dari sebagian besar indeks futuresnya  yang ‘hijau’ ditambah sentimen harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Kemungkinan rupiah bisa menguat terbantu dengan naiknya posisi cadangan devisa namun masih bergerak relatif sempit antara Rp.13.315 s.d Rp.13.320 per USD.

     

    Pertumbuhan ekonomi Q2-2017 tercatat 5,01% yoy, melambat dibandingkan Q2-2016 sebesar 5,18% yoy. Sumber pertumbuhan utama dari sisi produksi yaitu industri pengolahan, dan sumber pertumbuhan utama dari sisi pengeluaran melambat dibandingkan Q1-2017 dan Q2-2017.
     

     

    Dengan kinerja ini sulit untuk mengejar target asumsi APBN-P 5,2% jika mengandalkan konsumsi rumah tangga kecuali investasi dan pengeluaran pemerintah. Survei BPS untuk ITB dan ITK pada Q3-2017 juga mencatatkan perlambatan yang berlanjut.

     

    Posisi cadev untuk Juli tercatat US$127,76 miliar sebagai rekor tertinggi. Kenaikan ini utamanya karena penerbitan obligasi global pemerintah senilai US$2 miliar dan 1 miliar euro. Posisi ini mestinya membantu penguatan rupiah.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-8-Agustus–2017.docx.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 7 Agustus 2017

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan mixed hari ini namun ada cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa global pada akhir perdagangan minggu lalu. Sedangkan rupiah kemungkinan melemah seiring dengan ekspektasi pertumbuhan ekonomi di Q2-2017 yang tidak sebaik perkiraan. Namun rupiah akan bergerak dalam kisaran  antara Rp.13.320 s.d Rp.13.330  per USD.
     
    Pertumbuhan ekonomi Q2-2017 yang akan diumumkan hari ini oleh BPS dikawatirkan dibawah 5,1% yoy seiring dengan melambatnya konsumsi rumah tangga di tengah faktor musiman puasa-lebaran. Beberapa data terkait seperti indeks  penjualan ritel, survey kegiatan dunia usaha mencatat perlambatan tersebut, ditambah konfirmasi APRINDO yang mencatat penjualan dalam musim puasa dan lebaran 2017 ini tidak sebaik tahun 2016. Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi Q2-2017 akan mencapai 5,07% yoy s.d 5,12% yoy.
     
    PBB keluarkan sanksi yang memberatkan Korea Utara seiring dengan peluncuran peluru kendalinya. Sanksi ini bisa membuat Korea Utara kehilangan potensi ekspornya hingga US$1 miliar per tahun. Sanksi ini juga bisa membuat ekspektasi harga minyak turun seiring dengan menurunnya potensi perang di kawasan Asia Timur.
     
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-7-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 4 Agustus 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan terkoreksi, terlihat dari sebagian besar indeks futuresnya  yang ‘merah’ ditambah sentimen harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Penurunan ini juga bisa menjadi sentimen negatif melemahnya rupiah menuju kisaran sempit antara Rp.13.325 s.d Rp.13.330 per USD.

     

    Penerbitan obligasi di semester 2-2017 diperkirakan masih akan marak karena inflasi yang relatif rendah, membuat kupon obligasi bisa dibawah suku bunga kredit bank. Saat ini kupon obligasi berkisar antara 9%-10% dibawah suku bunga kredit bank sebesar 11%. Penerbitan ini selain untuk melunasi obligasi yang jatuh tempo juga untuk merestrukrisasi utang korporasi dari bank. Pefindo memperkirakan obligasi yang jatuh tempo 2017 ini sebesar Rp.87,2 triliun, sedangkan data OJK mencatat outstanding oblligasi korporasi per Desember 2016 sebesar Rp.313,53 triliun.

     

    Jobless claims di AS untuk minggu yang berakhir pada 29 Juli turun 5000, menjadi 240.000
    .
    Sedangkan ISM PMI untuk sektor non manufaktur turun drastis dari 57,4 pada Juni menjadi 53,9 pada Juli, walaupun di sektor manufaktur terjadi kenaikan pesanan sebesar 3%. The Fed mensinyalkan ekonomi AS masih dalam tren penguatan.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-4-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 3 Agustus 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’ sebagai indikasi potensi turunnya indeks di bursa Asia hari ini, ditambah sentimen turunnya harga minyak mentah pagi ini.  Ada potensi rupiah menguat terbatas terbantu dengan penguatan beberapa mata uang kuat Asia terahdap USDolar, dengan kisaran sempit antara Rp.13.315 s.d Rp.13.320  per USD.

     

    Penerimaan bea dan cukai per Juli sebesar Rp.78,7 triliun, naik 6,7% yoy. Realisasi ini mencapai 41,6% dari target sebesar Rp.189,1 triliun. Kenaikan terutama karena naiknya cukai sebesar 7,3% yoy seiring dengan kenaikan tarif rokok rata-rata sebear 10,54% pada Mei  2017.  Dengan sisa waktu 5 bulan hingga akhir 2017, tampaknya realisasi penerimaan bea dan cukai agak sulit tercapai mengingat  adanya tren turun produksi rokok dari perusahaan-perusahaan rokok besar. Penerimaan bea dan cukai ini mencapai 12,8% dari total penerimaan.

     

    Stok minyak mentah AS per 28 Juli 2017 tercatat turun 1,53 juta barel mulai melambat dibandingkan penurunan sebelumnya yang mencapai 7,2 juta barel. Sepanjang Juli, stok minyak mentah terus mencatatkan penurunan, yang membuat harga minyak mentah jenis WTI naik dari US$46,04 pbrl pada akhir Juni menjadi US$50,17 pbrl pada akhir Juli, dan mulai melemah memasuki Agustus.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-3-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 2 Agustus 2017

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi naiknya indeks di bursa Asia hari ini, ditambah dengan sentimen naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak yang kembali turun. Ada kemungkinan rupiah menguat dalam kisaran sempit antara Rp.13.315 s.d Rp.13.325  per USD.
     
    Inflasi Juli tercatat 0,22% mom atau 3,88% yoy, dan secara kumulatif dari Januari s.d Juli tercatat 2,6% ytd. Kinerja ini sedikit diatas ekspektasi median analis yang sebesar 0,19% atau 3,92% yoy. Kinerja inflasi saat ini relatif rendah dan terjaga dan ada kemungkinan inflasi tahun 2017 akan dibawah 4% karena ada potensi deflasi yang biasanya terjadi pada bulan September atau Oktober mendatang.
     
    Pertumbuhan ekonomi zona euro pada Q2-2017 tercatat sebesar 0,6% qtq atau 2,1% yoy. Kinerja ekonomi di Q2-2017 ini lebih baik dibandingkan Q1-2017 yang tercatat sebesar 0,5% qtq. Kendati ekonomi zona euro mencatatkan kenaikan, ECB pada pertemuan bulanannya Juli ini mensinyalkan tetap akan melanjutkan injeksi moneter senilai 80 miliar euro setiap bulannya hingga Desember 2017. Total injeksi ECB ini diperkirakan mencapai US$1,5 triliun.
     
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-2-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 1 Agustus 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia terkoreksi hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang sebagian besar tercatat ‘merah’, tetapi kemungkinan bisa balik arah didukung dengan harga minyak mentah yang kembali tembus level US$50 pbrl. Sentimen tersebut kemungkinan juga akan mempengaruhi penguatan rupiah menuju kisaran Rp.13.315 s.d Rp.13.325 per USD.

     

    Uang beredar dalam arti luas yaitu M2 per Juni 2017 tumbuh 11,4% yoy, lebih baik dibandingkan pertumbuhan pada Juni 2016 yang naik 8,7% yoy. Kenaikan tersebut terutama karena naiknya uang beredar dalam arti M1 terkait dengan transaksi konsumsi pada puasa-lebaran. Simpanan melambat, begitupun kredit perbankan. Pertumbuhan kredit tercatat 7,6% yoy dari 8,6% yoy pada Mei 2017. M2 bisa menjadi salah satu ‘leading indicators’ dari pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan tumbuh 5,07% yoy s.d 5,12% yoy, lebih baik dari Q1-2017 sebesar 5,01% yoy.

     

     

    AS menerbangkan dua pesawat pembom untuk bergabung dalam latihan militer Korea Selatan dan Jepang, sebagai respon peluncuran rudal balistik antar benua yang diklaim bisa mencapai daratan AS oleh Korea Utara pada pekan lalu. Ketegangan ini berimbas naiknya harga minyak mentah yang kembali menembus diatas U$50 pbrl.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-1-Agustus–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 31 Juli 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau, indikasi potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah yang semakin optimis. Sedangkan untuk rupiah berpotensi menguat menuju kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.320  per USD terbantu dengan naiknya harga minyak mentah.
     
    Kementrian Perdagangan membatalkan rencana penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk Beras sebesar Rp.9.000 per kg pasca diprotes pedagang dan petani padi. Namun penetapan HET ini akan dilakukan ke depan berdasarkan jenis beras di pasar. Penetapan HET ini untuk mengulang sukses HET pada bahan makanan yang cukup efektif menahan laju kenaikan harga pada saat lebaran lalu, namun keberhasilan tersebut juga diikuti dengan intervensi stabilisasi pasokan oleh pemerintah.
     
    Bank Indonesia keluarkan PBI No. 19/9/2017 pada 19 Juli lalu yang mengijinkan korporasi non bank dapat menerbitkan surat berharga komersial (commercial paper – CP) dengan tenor pendek berlaku sejak 4 September 2017, tetapi korporasi non bank baru bisa efektif mengeluarkan CP ini 2 Januari 2018. Beberapa bank mengkawatirkan penerbitan ini akan bersaing dengan kredit bank. Pengalaman krisis keuangan 1997 lalu, CP dengan tenor pendek digunakan untuk pembiayaan jangka panjang.
     
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-31-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 28 Juli 2017

    Hampir semua indeks futures di bursa Asia tercatat merah, indikasi potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini kendati harga minyak mentah pagi ini dibuka naik. Sedangkan untuk rupiah berpotensi menguat menuju kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.315  per USD terbantu dengan naiknya harga minyak mentah dan mata uang kuat Asia yang pagi ini dibuka menguat terhadap USDolar.

     

    Rapat Paripurna DPR kemarin menyetujui RAPBNP 2017 menjadi APBNP 2017. Perubahan tersebut adalah turunnya penerimaan dalam negeri dan naiknya belanja negara sehingga defisit melebar menjadi Rp.397,2 triliun (2,92% dari PDB) dari sebelumnya Rp.330,167 triliun (2,41% dari PDB). Pelebaran defisit ini membuat penerbitan utang (net) meningkat dari Rp.384,7 triliun menjadi Rp.461,34 triliun. Selain itu juga meubah asumsi pertumbuhan ekonomi dari 5,1% menjadi 5,2%, dan angka inflasi naik menajdi 4,3% yoy.

     

    Ada perbaikan ekonomi Jepang yang ditunjukkan dengan angka inflasi Juni 2017 sebesar 0,4% yoy. Kinerja tersebut masih dibawah target inflasi Bank Sentral Jepang sebesar 2% yoy. Perbaikan ekonomi juga didukung dengan angka pengangguran yang kembali turun ke 2,8% pada Juni dan penjualan ritel yang naik 2,1% yoy pada Juni. Kendati demikian tampaknya BoJ belum akan meubah kebijakannya dari ekspansif menjadi kontraktif dengan menaikkan suku bunga.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-28-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 27 Juli 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang mixed tetapi sentimen naiknya harga minyak mentah ditambah keputusan the Fed bisa membuat indeks cenderung naik. Begitupun rupiah ada kemungkinan menguat menuju kisaran antara Rp.13.320 s.d Rp.13.335  per USD terbantu keputusan the Fed.

     

    Realisasi investasi di Q2-2017 tercatat sebesar Rp.170,9 triliun atau naik 12,7% yoy. Dari Januari-Juni sebesar Rp.336,7 triliun atau 49,6% dari target 2017 Rp.678,8 triliun. Kenaikan ini terbantu dengan naiknya investasi asing (PMA) sedangkan investasi dari domestik (PMDN) melambat. Untuk Q2-2017, PMDN turun minus 11,3% qtq, bahkan untuk sektor industri pengolahan turun 23,4% yoy. Namun secara total masih naik yang bisa membantu pertumbuhan ekonomi pada Q2-2017.

     

    The Fed pertahankan suku bunganya dalam pertemuan the Fed 25-26 Juli kemarin di kisaran 1%-1,25%. The Fed memberikan sinyal kemungkinan penurunan neracanya bisa segera karena inflasi masih dibawah target 2% dan risiko jangka menengah dalam economic outlook relatif berimbang. Dengan pernyataan ini kemungkinan pengurangan neraca tersebut bisa dilakukan pada September 2017 dari perkiraan sebelumnya Desember 2017. Pasar merespon positif keputusan the Fed tersebut.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-27-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 26 Juli 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi naiknya indeks di bursa Asia hari ini. Walaupun mata uang kuat Asia pagi ini dibuka melemah terhadap USDolar tetapi bisa berpotensi menguat dengan naiknya harga minyak mentah, yang untuk jenis Brent sudah menembus US$50 pbrl. Kemungkinan rupiah bergerak di kisaran antara Rp.13.320 s.d Rp.13.340  per USD.

     

    Pemerintah setujui pengajuan RUU Redominasi dari BI ke DPR. Pemerintah akan keluarkan Ampres (Amanat Presiden) untuk pengajuan RUU ini yang sempat terhenti pada tahun 2013. JIka RUU telah disetujui tahap berikutnya adalah edukasi dan sosialisasi antara tahun 2018-2019, berlanjut dengan masa transisi antara 2020-2024, dan penarikan uang lama di tahun 2025-2029. Keberhasilan redominasi membutuhkan prasyarat yaitu tingkat inflasi yang stabil dan ketersedian satuan mata uang terkecil yang diterima dalam pembayaran.

     

    Global infrastructure Outlook dari Forum Internasional G20 menyebutkan dana infrastruktur global yang dibutuhkan mencapai US$97,5 triliun hingga tahun 2040. Bank Dunia menyoroti keterbatasan pembiayaan infrastruktur Indonesia dan menawarkan skema pendanaan komersial dan hibah. Investasi infrastruktur Indonesia tahun 2017 mencapai Rp.278,8 triliun merupakan kemitraan antara pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN).

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-26-Juli-2017.pdf