Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 27 September 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia bergerak mixed pada hari ini tetapi dengan kecenderungan terkoreksi karena harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.. Mata uang kuat Asia dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini, yang bisa membuat rupiah melemah secara teknikal menuju kisaran Rp.13.380 s.d Rp.13.400 per USD tetapi kemungkinan relatif bisa menguat tipis ke Rp.13.360 s.d Rp.13.370 per USD karena penjagaan BI.
     
    Posisi kepemilikan asing di SBN  per 25 September 2017 tercatat Rp.825,48 triliun atau 40,5% dari nilai SBN yang diperdagangkan. Posisi ini mencatatkan kenaikan sebesar Rp.159,67 triliun ytd atau naik 22% yoy dibandingkan posisi 26 September 2016. Masih tingginya minat asing ini diantaranya karena imbal hasil yang menarik, inflasi yang terjaga, dan nilai tukar yang stabil. Namun patut diperhatikan potensi ‘reversal’ dana asing tersebut.
     
    Presiden Trump menyampaikan ancaman untuk melakukan aksi militer yang bisa menghacurkan Korea Utara (Korut). Selain itu juga mendesak China untuk membatasi kegiatan perbankannya dengan Korut dan sanksi ekonomi dari PBB yang lebih berat. Naiknya harga minyak mentah dalam beberapa hari ini lebih karena potensi teknikal harga mentah yang sudah menembus level resisten yang baru.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-27-September-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 25 September 2017

    Ada potensi sebagian besar indeks di bursa Asia terkoreksi pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang bervariasi dan harga minyak mentah mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini, yang bisa membuat rupiah melemah menuju kisaran Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD.
     
    RDG BI pada 20-22 September lalu memutuskan suku bunga acuan 7DRR turun 25 bps menjadi 4,25%. Penurunan ini mengkonfirmasi kebijakan stimulus BI yang berlanjut. Penurunan ini terbantu dengan keputusan the Fed yang tidak menaikkan suku bunganya pada FOMC September. BI masih mempunyai ruang menurunkan suku bunga acuannya 1x lagi sehingga menjadi 4% untuk memberikan dorongan ekonomi yang lebih kuat, dan terbantu dengan potensi deflasi yang biasanya terjadi pada September-Oktober karena panen raya.
     
    PM Inngris May mengajukan dua poin utama dalam proposal Brexitnya yaitu: 1). Masa transisi 2 tahun; 2). Setujui pembayaran denda kepada Uni Eropa. Moody’s merespon dengan memangkas peringkat utang Inggris dari Aa1 menjadi Aa2 dengan ‘outlook’ tetap stabil karena potensi tekanan fiskalnya, efek dari Brexit.
     
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-25-September-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 22 September 2017

    Ada potensi sebagian besar indeks di bursa Asia terkoreksi pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang ‘merah’ walaupun harga minyak mentah mentah dibuka naik pagi ini. Untuk jenis WTI kembali menembus US$50 pbrl. Sedangkan mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini, tetapi rupiah kemungkinan melemah menuju kisaran Rp.13.340 s.d Rp.13.360 per USD merespon ekspektasi turunnya suku bunga acuan BI hari ini.
     
    Hari ini BI akan putuskan kebijakan suku bunga acuannya 7DRR yang berpotensi turun 25 bps menjadi 4,25%, melanjutkan penurunan pada bulan Agustus lalu. Kebijakan ini untuk memberi konfirmasi stimulus kebijakan BI untuk mendorong perekonomian. Beberapa faktor yang mendukung penurunan ini diantaranya adanya deflasi pada Agustus lalu, dan keputusan the Fed mempertahankan suku bunga FFR nya. Ada ruang turun 7DRR hingga akhir tahun ini sebagai upaya mempercepat transmisi kredit perbankan untuk mendorong ekonomi di tahun 2018.
     
    The Fed putuskan suku bunga acuan FFR tetap 1,25%-1,5% dan sinyalkan mulai mengurangi neracanya sebesar US$4,5 miliar pada Oktober 2017 ini. Pasar merespon percepatan ini dengan sentimen negatif. Indeks Dow turun, imbal hasil turun, dan USDolar menguat. The Fed meyakini ekonomi AS berlanjut menguat.
     
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-22-September-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi harian Rabu 20 September 2017

    Indeks futures bursa Asia bervariasi, indikasi dari pergerakan indeks yang akan mixed pada hari ini walaupun ada sentimen positif dari indeks global yang kompak naik semalam.
    Harga minyak mentah pagi ini
    dibuka turun
    .
    Sedangkan mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap USDolar karena ekspektasi the Fed tidak naikkan suku bunganya, yang bisa menjadi sentimen

    penguatan
    rupiah menuju kisaran Rp.13.250 s.d Rp.13.2
    7
    0 per USD.

     

    DJP kembali akan mengejar aset-aset yang tidak dilaporkan oleh WP baik yang ikut TA maupun yang tidak ikut. DJP akan mengenakan tarif sesuai dengan kategori WP tersebut. Upaya ini dimaksudkan untuk menambah penerimaan pajak yang targetnya terus ditingkatkan tetapi di sisi lain berpotensi menggerus konsumsi rumah tangga terutama untuk kelas menengah ke atas.

     

    Sektor perumahan di AS khususnya untuk ‘housing starts’ mencatatkan pelemahan dalam 2 bulan terakhir. Pada Agustus tercatat turun 0,8% mom dari ekspektasi naik 1,7% mom. Namun secara tahunan masih tercatat naik. Demikian pula dengan building permits masih mencatatkan kenaikan. Penurunan tersebut kemungkinan bersifat temporer  dan ‘outlook ekonomi AS masih bagus.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-20-September-2017.docx.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 19 September 2017

    Ada potensi indeks bursa Asia hari ini bergerak mixed terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi
    .
    Harga minyak mentah pagi ini
    juga dibuka bervariasi
    .
    Sedangkan mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen

    penguatan
    rupiah menuju kisaran Rp.13.240 s.d Rp.13.250 per USD.

     

    Pencabutan relaksasi restrukturisasi kredit diperkirakan tidak akan membuat lonjakan pada NPL. Fitch, badan pemeringkat memperkirakan kenaikan hanya sebesar 12 bps untuk bank-bank besar. NPL relative
    masih terjaga aman di 2,96% untuk data per Juni 2017. Dengan NPL yang aman mestinya bank akan mulai agresif menyalurkan kreditnya, walaupun data per Juni 2017 mencatat pertumbuhan kredit masih sekitar 8% yoy. Bank mulai menunjukkan respon menyalurkan kredit yang lebih besar untuk kredit konsumsi termasuk KPR.

     

    ULN Indonesia tercatat naik 3,9% yoy menjadi US$339,9 miliar. Kenaikan tersebut berasal dari utang pemerintah yang naik 10,4% yoy karena penerbitan utang global. Sedangkan ULN swasta justru turun. Ada tendensi swasta melakukan restrukturisasi utang dari valas ke rupiah di saat nilai tukar rupiah stabil. Indikator-indikator utang relatif aman termasuk rasio utang dari PDB sebesar 34,45%.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-19-September-2017.docx.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 18 September 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau, namun ada potensi koreksi di indeks bursa Asia hari ini terbawa sentimen harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini, yang bisa membuat rupiah ikut melemah dalam kisaran Rp.13.240 s.d Rp.13.260 per USD.
     
    Neraca perdagangan bulan Agustus mencatatkan surplus sebesar US$1,7 miliar, sehingga secara kumulatif Januari s.d Agustus tercatat surplus sebesar US$9,1 miliar, hampir mencapai surplus sepanjang tahun 2016 sebesar US$9,5 miliar. Surplus terjadi karena naiknya ekspor dan turunnya impor. Ekspor naik lebih banyak karena naiknya harga yang lebih besar dibandingkan kenaikan volume, sedangkan turunnya impor karena harga dan bukan karena volume.
     
    Minggu ini fokus investor pada pertemuan dua bank sentral yaitu the Fed dan BoJ. Investor memperkirakan kedua bank sentral akan mempertahankan suku bunganya. Investor juga menunggu pidato PM Inggris Theresa May terkait Brexit. Kemungkinan USDolar dan pound Inggris melemah merespon hasil pertemuan tersebut.
     
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828  

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-18-September-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 15 September 2017

    Ada potensi indeks bursa Asia hari ini bergerak mixed terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi
    .
    Harga minyak mentah pagi ini
    juga dibuka bervariasi
    .
    Sedangkan mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen penguatan
     rupiah menuju kisaran Rp.13.240 s.d Rp.13.250 per USD.

     

    Penjualan properti diyakini mulai membaik pada semester ke-2 2017 ini. Beberapa pelaku properti memberikan catatan penjualan yang meningkat pada bulan Agustus ini, dan kemungkinan berlanjut hingga akhir tahun. Beberapa faktor yang membuat kenaikan ini adalah menurunnya suku bunga KPR terutama dari bank-bank besar; 2). Kemungkinan mulai beralihnya simpanan ke aset properti terkait isu pajak baik efek dari tax amnesty maupun rencana pemerintah untuk menjaring wajib pajak baru dari nasabah dengan simpanan diatas Rp.1 miliar.

     

    Inflasi (CPI) AS untuk bulan Agustus tercatat 1,9% yoy mendekati
    target inflasi the Fed.  Ken
    dati kenaikan ini mungkin belum sustainable, tetapi probabilita kenaikan suku bunga the Fed cukup besar dilakukan pada FOMC 19-20 September ini.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-15-September-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 14 September 2017

    Ada potensi koreksi di indeks bursa Asia hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi kendari harga minyak mentah pagi ini dibuka naik yang bisa membuat arah indeks cenderung naik. Pagi ini mata uang kuat Asia dibuka bervariasi, dan berpotensi membuat rupiah melemah tipis menuju kisaran Rp.13.210 s.d Rp.13.220 per USD.

     

    Ketua Aprindo memperkirakan penjualan ritel masih akan melambat hingga akhir tahun 2017. Penjualan ritel mencatatkan perlambatan sejak 2013 lalu karena perubahan pola konsumsi masyarakat. Pada semester 1-2017 penjualan ritel hanya naik 3,7% yoy, melambat dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar 9,2% yoy. Penjualan ritel masih menjadi bagian terbesar dari konsumsi rumah tangga yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia.

     

    PPI AS untuk bulan Agustus naik 0,2% mom (2,4% yoy) dibawah median konsensus analis, dan sempat turun (minus) 0,1% mom. Kenaikan PPI ini karena naiknya harga energi dan jasa-jasa. Kenaikan PPI mestinya akan membuat naiknya harga di tingkat konsumen (CPI). Angka inflasi ini akan menjadi salah satu faktor penentu keputusan the Fed menaikkan atau tidak suku bunganya pada FOMC 19-20 September mendatang.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-14-September-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rbu 13 September 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat kompak hijau, indikasi potensi penguatan indeks di bursa Asia berlanjut hari ini ditambah dengan sentimen naiknya indeks di bursa global semalam. Harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran Rp.13.200 s.d Rp.13.230 per USD dengan sentimen melemahnya mata uang kuat Asia  terhadap USDolar pagi ini.
     
    BI menilai penguatan rupiah pada Jumat dan Senin lalu bersifat temporer, bahkan memperkirakan rupiah masih akan melemah ke level Rp.13.420 per USD pada akhir tahun 2017 (Kontan, 13/9) kendati posisi cadev BI mncatatkan rekor tertingginya selama ini. Perkiraan pelemahan tersebut dengan mempertimbangkan kebijakan moneter the Fed yang membuat USDolar akan menguat. Secara teoritis rupiah  ‘undervalued’ sekitar 5,49% mestinya berpotensi menguat. Rupiah mencatatkan penguatan 1,2% ytd terhadap USDolar.
     
    Job openings di AS naik mencapai level tertingginya di 6,17 juta pada bulan Juli, naik dari 6,116 juta pada Juni. Meningkatnya job openings ini merupakan indikasi pasar tenaga kerja AS yang semakin ketat, dampak dari meningkatnya kegiatan ekonomi. Tingkat pengangguran terbuka AS tercatat sebesar 4,4% pada Juli, sedangkan tingkat pengangguran dengan pekerja part-time tercatat 8,6%.
     

    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828  

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-13-September-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 12 September 2017

    Ada potensi penguatan indeks di bursa Asia berlanjut hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang kompak hijau ditambah sentimen penguatan dari indeks di bursa global semalam. Harga minyak mentah juga dibuka naik pagi ini. Mata uang utama Asia yang dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.13.120 s.d Rp.13.150 per USD.
     
    SPE BI untuk bulan Juli tercatat minus 9,% mom (minus 3,3% yoy) pasca puncak konsumsi pada Juni 2017 lalu. Hampir semua komponen penjualan mencatatkan penurunan kecuali komponen bahan bakar kendaraan bermotor. Hasil SPE ini konsisten dengan survei BI sebelumnya untuk keyakinan konsumen yang mencatatkan penurunan optimisme untuk kondisi ekonomi saat ini. Untuk bulan Agustus diperkirakan membaik.
     
    Sentimen pasar positif kemarin karena persetujuan PBB yang memberikan sanksi kepada Korea Utara dan menurunnya kekuatan topan Irma yang melanda negara bagian Florida, AS.  Kerugian atas topan Irma diperkirakan mencapai US$49 miliar, turun dari perkiraan sebelumnya US$200 miliar. Sentimen positif ini membuat indeks S&P 500 mencapai rekor tertinggi barunya, dan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10 tahun naik menjadi 2,1%. Pasar Asia kemungkinan akan terbawa positif pada perdagangan hari ini.
     
     
     
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-12-September-2017.pdf