Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 15 Januari 2019

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang sebagian besar tercatat merah ditambah dengan sentimen koreksi dari hampir semua indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Ada kemungkinan nilai tukar rupiah melemah hari ini dengan sentimen mata uang Asia utama kompak dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini, menuju kisaran antara Rp.14.130 s.d Rp.14.150 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Kepemilikan asing di SBN menembus Rp.902,44 triliun pada 8 Januari lalu sebagai level tertingginya walaupun secara rasio tercatat 37,81%. Data terkini (11/1) posisi tersebut naik menjadi RP.902,55 triliun atau naik 1,04% ytd. Pemerintah menargetkan penerbitan SBN (gross) sebesar Rp.833,94 triliun, dan sebesar Rp.474, 68 triliun untuk membayar utang yang jatuh tempo, sebesar Rp.296 triliun untuk menutup defisit APBN 2019. Dari nilai gross tersebut sebesar 21,6% dalam mata uang non rupiah.

     

    Ekonomi zona Euro menunjukkan perlambatan selama 7 triwulan berturut-turut dari tertingginya 0,8% yoy menjadi 0,2% yoy. Perlambatan ini terkonfirmasi dengan industrial production yang tumbuh negatif dan indeks PMI yang mendekati level 50. Kemungkinan ECB tidak akan melakukan normalisasi suku bunga.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-15-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 14 Januari 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan naik terbantu harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Ada kemungkinan nilai tukar rupiah melemah hari ini dengan sentimen mata uang Asia yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini  menuju kisaran antara  Rp.14.050 s.d Rp.14.100 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    SKDU pada Q4-2018 tercatat ekspansi. PMI sektor manufaktur tercatat 51,92, diatas 50 yang artinya ekspansi. Kenaikan ini didorong dengan naiknya volume produksi karena naiknya volume pesanan. Optimisme berlanjut untuk Q1-2019. Menguatnya sektor industri manufaktur ini mengkonfirmasi naiknya penjualan ritel dan keyakinan konsumen. Dengan penguatan tersebut ekonomi Indonesia kami perkirakan tumbuh antara 5,08% s.d 5,14% yoy di tahun 2018.

     

    Inflasi AS bulan Desember 2018 tercatat 0,1% mom atau 1,9% yoy, melambat dibandingkan November 2018 yang sebesar 2,2% yoy. Tidak ada kekawatiran terhadap inflasi yang bisa membuat the Fed semakin ‘dovish’ mempertahankan suku bunganya pada FOMC 29-30  Januari ini.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828


     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-14-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 10 Januari 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terbawa sentimen naiknya indeks di hampir semua bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar  pagi ini, yang bisa menjadi sentiment pelemahan rupiah ke kisaran Rp.14.130 s.d Rp.14.150 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    IPR untuk bulan November 2018 tercatat naik 2,7% mom (3,4% yoy). Untuk bulan Desember 2018. Kenaikan ini mengkonfirmasi survey keyakinan konsumen sebelumnya yang juga mencatatkan kenaikan. Kenaikan ini memberi indikasi positif potensi konsumsi rumah tangga di Q4-2018 yang masih tinggi. Sementara ekspektasi harga dan penjualan untuk 3 bulan mendatang melambat, kemungkinan mengantisipasi adanya hajatan politik untk Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden.

     

    Bank Dunia merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global dari 3,1% yoy menjadi 2,9% yoy untuk tahun 2019. Perlambatan ini karena aktivitas perdagangan internasional akan turun, dan likuyditias global akan ketat. Untuk Indonesia, proyeksi pertumbuhan tetap 5,2% yoy, sedangkan untuk ekonomi China diperkirakan turun dari 6,5% menjadi 6,2% yoy.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-10-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 9 Janauri 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terbawa sentimen naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran Rp.14.150 s.d Rp.14.180 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi cadev pada Desember 2018 sebesar US$120,7 miliar, naik dibandingkan bulan November 2018 yang sebesar US$117,2 miliar. Posisi akhir Desember 2018 yang juga menjadi posisi di tahun 2018 turun sebesar US$9,5 miliar dibandingkan posisi pada tahun 2017 yang sebesar US$130,2 miliar. Penurunan ini sebagai upaya stabilisasi rupiah yang melemah sebesar 5,71% yoy di tahun 2018. Kemungkinan posisi cadev akan berlanjut naik di tahun 2019 karena potensi masuknya dana asing ke Indonesia dan kewajiban DHE hasil SDA yang wajib disimpan di bank local mulai Maret 2019.

     

    Sentimen pasar global membaik kemarin seiring dengan perkembangan pembicaraan perdagangan AS-China yang menyiratkan kesepakatan. Dari Senin hingga Rabu minggu ini, AS dan China melakukan pembicaraan  perdagangan di Beijing, China. Indeks saham di bursa global kompak naik, harga minyak mentah juga naik, dan USDolar menguat.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-9-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 8 Januari 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terbawa sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini, kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran Rp.13.950 s.d Rp.14.000 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Survei BI untuk IKK bulan Desember menunjukkan penguatan menjadi 127 dari 122,7 pada November. Kenaikan terjadi pada dua pembentuk IKK yaitu IKE dan IEK, hanya saja pada IKE, indeks ketersediann lapangan kerja masih dibawah 100, bahkan turun menjadi 94,7 dari 97,3 pada November yang artinya konsumen masih pesimis. Penguatan IKK ini menjadi indikator positif terhadap konsumsi rumah tangga yang kuat. Kenaikan ini juga membuat ekspektasi harga pada 3-12 bulan mendatang naik.

     

    DHE SDA wajib masuk dan disimpan di bank dalam negeri mulai Maret 2019. Setelah PP  ditandatangani Presiden, Kementrian Keuangan akan menetapkan ekspor komoditas  apa saja, dan BI akan menerbitkan peraturan sistem aliran devisa melalui penempatan rekening khusus. Sebelumnya PMK No.26/2016 juga memberikan insentif pajak untuk DHE yang masuk.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-8-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 7 Januari 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, sebagai indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terbawa sentimen kemungkinan the Fed yang akan cenderung ‘dovish’ ditambah harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Ada kemungkinan nilai tukar rupiah menguat hari ini dengan sentimen mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar yang dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini  menuju kisaran antara  Rp.14.230 s.d Rp.14.250 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Posisi kepemilikan asing pada SBN 2018 tercatat sebesar Rp.803,25 triliun, naik dari posisi per Desember 2017 yang sebesar Rp.836,15 triliun atau naik 6,93% yoy. Sebagai rasio terhadap total outstanding turun dari 39,82% pada 2017 menjadi 37,17% pada 2018. Sepanjang bulan Desember 2018, kepemilikan asing tercatat turun Rp.6,69 triliun, tetapi kembali naik pada dua hari perdagangan pada 2019 sebesar Rp.0,12 triliun.

     

    Indeks Dow naik tajam 3,29% pada perdagangan akhir pekan lalu merespon pernyataan Gubernur the Fed yang cenderung ‘dovish’ dan  data ketenagakerjaan yang mencatat naiknya pekerjaan sebesar 312.000 selama Desember 2018. Sentimen positif ini juga didukung dengan the IHS Markit untuk sektor jasa dan swasta yang direvisi naik.  The Fed akan melakukan pertemuan FOMC pada 29-39 Januari ini.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-7-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 4 Januari 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi ada potensi indeks di bursa Asia  akan bergerak mixed hari ini tetapi dengan kecenderungan terkoreksi terbawa sentimen turunnya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka sedikit naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran Rp.14.420 s.d Rp.14.450 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    BI perkirakan CAD 2018 akan mencapai 2,5% dari PDB, membaik dibandingkan perkiraan untuk tahun 2018 yang diperkirakan sebesar 3% dari PDB. Perkiraan ini dengan mempertimbangkan impor yang akan turun signifikan dibandingkan impor. Dari sisi moneter, perkiraan CAD sebesar 2,5% memberi indikasi BI akan  menjaga nilai tukar rupiah stabil tinggi sebagai disinsentif impor, hanya saja kemungkinan pertumbuhan ekonomi akan sulit mencapai 5,3% sebagaimana asumsi APBN 2019.

     

    Data-data ekonomi AS bulan Desember melambat seperti: 1). Jobless claims yang naik; 2). The ISM New York Current Business Condition Index yang turun selama 5 bulan terakhir berturut-turut; 3). ISM Manufacturing PMI turun terendah sejak November 2016. Tetapi ADP payroll masih naik. Indeks Dow kemarin terkoreksi tajam terhadap saham-saham berbasis teknologi.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-4-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 3 Januari 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi dengan kecenderungan turun terbawa sentimen turunnya harga minyak mentah pagi ini walaupun ada sentimen positif dari naiknya indeks d bursa AS semalam. Kemungkinan nilai tukar rupiah akan melemah dengan sentimen mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar yang dibuka melemah pagi ini terhadap USDolar, menuju kisaran antara  Rp.14.460 s.d Rp.14.480 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Realisasi APBN 2018 tercatat pendapatan Negara sebesar Rp.1.942,3 triliun atau 102,5% dari pagu. Kenaikan terutama berasal dari naiknya penerimaan Negara  bukan pajak (PNPB) sebesar 147,8% dari pagu. Kenaikan ini terbantu dengan asumsi APBN 2018 yang dibawah harga pasar seperti harga minyak mentah dan nilai tukar rupiah. Sedangkan penerimaan perpajakan tercatat ‘short-fall’ sebesar Rp.96,7 triliun – lebih besar dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp.70 triliun, namun penerimaan perpajakan sebesar Rp.1.521,4 triliun tersebut tumbuh 13,2% yoy.

     

    Di sisi belanja Negara tercatat hampir sempurna 99,2% dari pagu dan tumbuh 9,7% yoy. Dengan kinerja di atas, defisit APBN 2018 tercatat sebesar Rp.259,9 triliun atau 1,76% dari PDB. Dengan realisasi ini kinerja APBN 2018 semakin baik dan menjadi sentimen positif kinerja makroekonomi Indonesia.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-3-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 2 Januari 2019

    Dear Nasabah/Mitra SAM,

    Selamat Tahun Baru 2019.

    Semoga Tuhan YME senantiasa melindungi kita dan memberikan kebaikanNYA untuk kita semua. Aamiin.

    Terima masih telah menjadi mitra SAM dan memberikan amanah investasinya kepada SAM. Semoga amanah ini dapat kami jalankan dengan baik dengan ridha Allah SWT. Aamiin YRA.

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini terbantu sentimen kenaikan Indeks di hampir semua bursa global dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar  pagi ini tetapi kemungkinan rupiah bergerak relatif stagnan di kisaran Rp.14.390 s.d Rp.14.400 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Nilai tukar rupiah di tahun 2018 tercatat terdepresiasi sebesar 5,71% yoy, naik dari depresiasi 0,71% yoy di tahun 2017. Sempat tercatat terendah di Rp.13.386 per USD pada bulan Januari 2018, tetapi rupiah mulai mengalami tekanan depresiasi pada bulan April 2018 dan mencapai tertingginya di Rp.15.203 per USD pada bulan Oktober, walaupun akhirnya ditutup di Rp.14.590 per USD pada 31 Desember 2018.

     

    Berbagai kebijakan BI untuk melakukan upaya stabilisasi rupiah: 1). Menaikkan suku bunga acuan 7DRR sebesar 175 bps menjadi 6%; 2). Melakukan dual intervension; 3). Meningkarkan lelang swaps dan SDBI valas;  4). Menerbitkan DNDF. Kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi kekawatiran dari sisi permintaan.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-2-Januari-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 28 Desember 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik terbawa sentimen kenaikan indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Di hari terakhir perdagangan kemungkinan rupiah menguat walaupun mata uang kuat Asia HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini. Kemungkinan rupiah menuju kisaran Rp.14.520 s.d Rp.14.550 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi investasi internasional (PII) pada Q3-2018  tercatat posisi neto kewajiban luar negeri sebesar US$297 miliar (128,5 % dari PDB). Neto kewajiban tersebut terutama bersumber dari investasi portofolio yang tercatat sebesar US$226,6 miliar. Ada peningkatan sebesar US$1,6 miliar pada triwulan ke-3 tersebut. Namun demikian posisi cadangan devisa turun menjadi US$114,85 miliar karena kebijakan stabilisasi rupiah.

     

    Jobless claims untuk minggu yang berakhir pada 22 Desember tercatat turun, indikasi pasar tenaga kerja AS yang masih menguat di bulan Desember karena faktor musiman. Data ekonomi AS lain yang menguat adalah personal spending, pesanan barang tahan lama, dan consumer sentiment.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-28-Desember-2018.pdf