Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 20 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak ?mixed? hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi dengan kecenderungan naik terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah pada pembukaan pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen, HK  dolar, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.000  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    BI putuskan suku bunga acuan 7DRR turun 25 bps begitupun dengan deposit facility dan lending facility sehingga menjadi 4,5% dan 5,5%. Pertimbangan turun ini karena inflasi yang rendah dan imbal hasil yang masih menarik. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, BI melakukan kebijakan makroprudensial yang diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit dan permintaan kredit melalui pengaturan RIM, pelonggaran LTV untuk sektor property dan kendaraan bermotor. Kebijakan ini efektif mulai 2 Desember 2019. 

    Pasar repo di AS kembali normal. The Fed New York kembali menginjeksi pasar repo senilai US$75 miliar pada Rabu, dan sebesar US$53 miliar pada Selasa. Injeksi ini cukup efektif membawa pasar repo kembali oversubscribed pada hari Kamis. Di awal pekan ini terjadi lonjakan suku bunga repo hingga mencapai 8,5% karena ketatnya likuiditas. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-20-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 19 September 2019

    Hampir semua indeks futures busa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini memfaktorkan keputusan the Fed yang turunkan suku bunganya, walaupun harga minyak mentah dibuka turun dibandingkan pembukaan kemarin. Sementara mata uang kuat Asia  yen dan HK  dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.000  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    GAPPRI dan PBNU menolak kenaikan cukai rokok sebesar 23%. GAPPRI menilai kenaikan tersebut akan mematikan industri hasil tembakau (IHT). Pernyataan ini didukung survey Nielsen yang mencatat penurunan IHT sebesar 1%-13% dalam 3 tahun terakhir. Sementara PBNU kawatirkan kenaikan ini berdampak negatif bagi petani tembakau dan pekerja pabrik rokok. Sementara cukai rokok menyumbang sekitar 13% dari penerimaan perpajakan. 

    The Fed putuskan turunkan suku bunganya sebesar 25 bps menjadi 1,75%-2% pada pertemuan 17-18 September kemarin. Sejak awal tahun the Fed sudah turunkan suku bunga dua kali, dan kemungkinan the Fed masih akan turunkan satu kali lagi hingga akhir tahun 2019 ini.  Dengan penurunan ini, the Fed proyeksikan ekonomi akan tumbuh lebih baik, yaitu 2,2% d tahun 2019 dari proyeksi Juni lalu 2,1%. 

    .

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 18 September 2019

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak bervariasi hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang ?mixed?, namun cenderung naik memfaktorkan kemungkinan the Fed turunkan suku bunganya pada pertemuan 17-18 September ini, dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen dan Sin  dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.050  s.d Rp.14.100 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Ada potensi ekspor CPO dan turunannya akan naik di semester II-2019 ini. Ekspor ke India naik karena India telah memberlakukan tarif bea masuk yang sama antara Malaysia dan Indonesia. Begitupun ekspor ke China juga naik karena isu flu babi. Gapki targetkan volume produksi CPO tahun 2019 sebesar 34,7 juta ton. Hingga Juli 2019 produksi telah mencapai 19,76 juta ton naik 6,7% dari Juli 2018. Kenaikan ini memberi harapan membaiknya ekspor Indonesia dan perbaikan ekonomi di wilayah non Jawa. 

    AS dan Jepang mencapai kesepakatan dagang walaupun Presiden Trump masih mengatakan akan melakukan perjanjian perdagangan awal atas tarif dengan Jepang dalam beberapa minggu mendatang. Sementara perundingan dagang dengan China akan mulai dibahas Kamis ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 17 September 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?merah?, indikasi indeks di bursa Asia hari ini cenderung turun ditambah  sentimen dari indeks di bursa global yang hampir semuanya ditutup turun semalam, sedangkan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.050  s.d Rp.14.100 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Neraca perdagangan Agustus 2019 tercatat surplus sebesar US$85,1 juta, karena turunnya impor yang lebih besar daripada turunnya ekspor. Turunnya ekspor dan impor berasal dari turunnya volume dan harga. Turunnya ekspor karena turunnya volume dan harga ekspor migas, sedangkan turunnya impor karena turunnya volume impor non migas dan turunnya harga migas. Kinerja neraca perdagangan dalam dua bulan pertama di Q3-2019 tercatat membaik, yang bisa membantu menjaga pertumbuhan ekonomi pada Q3-2019 ini. 

    Beberapa data ekonomi China menunjukkan perlambatan. Data pertumbuhan produksi sektor industri turun 4,4% yoy, terendah sejak Februari 2002, diikuti perlambatan  ekspor sektor industri, dan penjualan ritel. Kemungkinan PBoC diperkirakan akan memangkas beebrapa suku bunga acuan pada pertemuan minggu ini.  

    . 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 16 Septemebr 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia hari ini akan bergerak naik walaupun sentimen dari indeks di bursa global ditutup bervariasi pada akhir perdagangan minggu lalu. Harga minyak mentah yang dibuka naik tajam pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.13.070  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Pemerintah akan mervisi sekitar 70 undang-undang yang dinilai emnghambat investasi dan menyebabkan ketidakpastian usaha. Kepala BKPM menyebutkan ada 5 kenadal utama yang dikeluhkan investor diantaranya  regulasi yang tumpang tindih dan berubah-ubah secara mendadak. Presiden telah meminta pembahsan perbaikan iklim investasi dilakukan secara marathon. 

    Dua kilang minyak Arab Saudi di propinsi Abqaiq dan Khurais mendapat serangan dari pesawat nirawak. Kilang Abqaiq beberapa kali menjadi sasaran serangan mengingat kilang di propinsi Abqaiq ini mampu menghasilkan 7 juta barel minyak setiap hari. Serangan ini menambah ketegangan geopolitik di TImur Tengah yang sedang memanas dengan adanya sanksi AS terhadap Iran. Harga minyak mentah pagi ini dibuka naik menjadi US$60,85pbrl untuk WTI dan US$67,67 pbrl untuk Brent. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 10 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang hampir semuanya ?hijau? walaupun sentimen dari indeks di bursa global ditutup bervariasi semalam. Harga minyak mentah  dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.110  s.d Rp.14.140 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Bank Dunia menilai Indonesia relatif lambat dalam melakukan reformasi perpajakan. Sementara laporan terkini dari OECD yang berjudul Tax Policy Reforms 2019 menyebutkan negara-negara OECD berlomba menurunkan tarif pajak khususnya pajak penghasilan (PPh) wajib pajak badan. Perang tarif pajak ini dimaksudkan untuk menarik investasi langsung. Pemerintah sedang mengajukan RUU Perpajakan termasuk menurunkan PPh Badan dari 25% saat ini menjadi 20% pada tahun 2021. 

    Harga minyak mentah naik lumayan kemarin dipicu pernyataan Menteri Perminyakan Arab Saudi yang akan melanjutkan kebijakan memangkas produksi dan pernyataan AS yang akan memberikan sanksi pada siapa saja yang melakukan pembelian minyak Iran. Pelaku pasar komoditas ini kawatirkan lesunya permintaan energi karena potensi resesi global. 

    . 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-10-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 9 September 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia hari ini akan bergerak naik walaupun sentiment dari indeks di bursa global ditutup bervariasi pada akhir perdagangan minggu lalu. Harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.110  s.d Rp.14.140 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Posisi cadev pada Agustus 2019 tercatat menjadi US$126,4 miliar, naik dari US$125,9 miliar pada Juli 2019. Posisi tersebut sangat aman dengan ukuran 7,4 bulan impor dan 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, Kenaikan cadev ini mendapat respon dengan menguatnya rupiah pada perdagangan akhir pekan lalu yang menguat 0,38%. Membaiknya posisi cadev ini bisa membantu penguatan rupiah yang berlanjut, jika tidak ada sentimen negatif dari eksternal. 

    Efek perang dagang semakin terlihat pada data perdagangan China. Pertumbuhan impor China turun, begitupun pertumbuhan ekspor namun masih tercatat neraca perdagangan yang surplus walaupun dengan surplus yang mengecil. Posisi cadev China juga naik, yang membantu menguatkan fundamental yuan. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-9-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 5 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang hampir semuanya hijau, ditambah dengan sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global  semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.160  s.d Rp.14.180 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kemendus menetapkan 5 sektor utama yaitu Mamin, TPT, Otomotif, Kimia, dan Elektronik dalam program ?Making Indonesia 4.0? dengan target pertumbuhan industri manufaktur mencapai 4,8% s.d 7% dari tahun 2020-2024, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 17,8%-19,3%. Pada Q2-2019 lalu, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,54% yoy dengan kontribusi sebesar 19,52% dari PDB. Perlambatan ekonomi global membuat PMI sektor manufaktur di banyak negara termasuk Indonesia kontraksi menjadi tantangan dalam pencapaian target tersebut. 

    Pemimpin otooritas Hong Kong Carrie Lam memutuskan mencabut RUU Ekstradisi kemarin. Namun demikian keputusan ini belum memuaskan para demonstran yang menuntut demokrasi yang lebih besar. Indeks Hang Seng melesat 3,9% kemarin sebelum Lam berpidato. Pasar Asia diperkirakan merespon positif keputusan ini. 

    .

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-5-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 4 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan turun hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar merah dan terbawa sentimen turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan Sin  dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.200  s.d Rp.14.220 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    PMI Indonesia untuk sektor manufaktur hasil survey the Markit tercatat di level 49 atau kontraksi, turun dari 49,6 pada Juli, sehingga dalam dua bulan pertama triwulan ke-3 2019 tercatat kontraksi. Kontraksi ini menjadi indikasi sumbangan sektor manufaktur pada PDB nominal akan turun, dan menjadi indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi di Q3-2019. Turunnya PMI juga terjadi di banyak negara di Asia efek turunnya kegiatan supply-chain terkait ekspor. Pemerintah menyiapkan insentif pjak dengan menurunkan tariff PPh Badan dari 25% saat ini menjadi 20%. 

    The ISM Manufacturing PMI AS pada Agustus 2019 tercatat 49,1, turun dari 51,2 pada Juli 2019. Kontraksi ini merupakan yang pertama kali sejak Januari 2016. Sejak perang dagang digulirkan pada Januari 2018, PMI manufaktur AS menunjukkan tren turun terus menerus sejak Januari 2019. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-4-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 3 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan bergerak ?mixed terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi dengan kecenderungan turun terbawa sentimen harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.200  s.d Rp.14.220 per USD  (kurs tengah Bloomberg).. 

    Inflasi bulan Agustus 2019 tercatat sebesar 0,12% mom atau 3,49% yoy. Di tengah musim kemarau panjang, harga bahan makanan justru tercatat deflasi. Deflasi juga terjadi pada Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi pada Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga karena tahun ajaran baru di tingkat pendidikan universitas, dan Sandang karena naiknya harga emas. Secara kumulatif inflasi  tercatat 2,48% ytd, masih terjaga di kisaran rata-rata 3,5% hingga akhir tahun 2019. 

    Dampak perang dagang AS-China mulai terlihat dengan turunnya aktivitas manufaktur di negara-negara utama seperti Jepang, China, Taiwan, Korea Selatan, dan India. PMI sektor manufaktur sudah dibawah level 50 yang artinya kontraksi. Kelesuan ini bisa membuat perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahap berikutnya. 

    . 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-3-September-2019.pdf