Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 8 April 2019

    Sebagian besar indeks futures di  bursa Asia tercatat ‘hijau’ indikasi ada potensi naiknya indeks di bursa Asia ahri ini, terbantu dengan sentimen positif dari naiknya indeks di hmapir semua bursa global  ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.100  s.d Rp.14.130 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Keyakinan konsumen (IKK) turun pada Maret 2019 menjadi 124,5. Penurunan ini terjadi selama tiga bulan berturut-turut. Turunnya IKK efek dari turunnya IKE dan IEK.  Turunnya IKE terutama karena kekawatiran terhadap ketersediaan lapangan kerja dan pembelian barang tahan lama, walaupun penghasilan saat ni masih naik. Dikawatirkan turunnya IKE ini membuat penjualan ritel juga turun, dan efeknya pada Konsumsi Rumah Tangga dan pertumbuhan ekonomi Q1-2019.

     

    Tingkat pengangguran di AS pada Maret 2019 tercatat 3,8%, tetap dibandingkan Februari 2019. Sebelumnya jobless claims per 30 Maret 2019 tercatat paling rendah sejak minggu 6 Desember 1969. Non-farm payroll Maret juga naik. Data ketenagakerjaan yang masih kuat ini membuat the Fed masih pertahankan suku bunga 2,25%-2,5%.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-8-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 5 April 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik didukung dengan naiknya indeks di sebagian besar bursa global walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan HK dolar  dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.190  s.d Rp.14.220 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    ADB perkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,2% tahun 2019 dengan pertimbangan manajemen makroekonomi yang solid dan permintaan domestik yang kuat, akses rumah tangga terhadap kredit yang meningkat, dan iklim investasi yang membaik. Proyeksi ADB ini ‘in line’ dengan median konsensus Bloomberg sebesar 5,2%.

     

    Jobless claims di AS untuk minggu yang berakhir pada 30 Maret tercatat turun 10.000 menjadi 202.000. Kinerja ini merupakan kinerja mingguan terendah setelah 6 Desember 1969. Dengan kinerja ini kemungkinan tingkat pengangguran bisa kembali turun setelah sebelumnya sempat naik menjadi 4% pada bulan Januari 2019 dan kembali ke 3,8% pada Februari 2019.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-5-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 4 April 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi ada potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini didukung dengan naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dokar  dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.200  s.d Rp.14.220 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Pertumbuhan kredit perbankan tercatat 12% yoy pada Februari 2019, sedikit naik dari Januari sebesar 11,9% yoy. Kenaikan terutama bersumber dari kredit investasi, sementara kredit modal kerja tumbuh ‘flat’ dan konsumsi tumbuh melambat. Kredit sektor properti meningkat terutama dari kredit konstruksi. Pertumbuhan kredit ini terbantu dengan naiknya pertumbuhan simpanan sebesar 5,8% yoy karena simpanan berjangka.  Pertumbuhan kredit akan berlanjut naik meespon faktor musiman puasa-lebaran.

     

    The IHS Markit US composite indeks untuk Maret 2019 melambat menjadi 54,6 dari 55,5 pada Februari 2019. PMI untuk sektor jasa dan manufaktur melambat. Survei dari ISM untuk sektor non manufaktur juga mengkonfirmasi perlambatan. Semakin banyak data ekonomi AS yang melambat sebagai indikasi fase puncak ekonomi AS telah dilalui.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-4-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 2 April 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang hampir semuanya hijau ditambah dengan sentiment naiknya indeks di  bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar  dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.200  s.d Rp.14.220 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Inflasi bulan Maret 2019 tercatat 0,11% mom atau 2,48% yoy. Diantara kelompok pengeluaran tercatat Bahan Makanan deflasi sebesar 0,01% mom karena musim panen, dan terkonfirmasi dari komponen yang Bergejolak dengan deflasi sebesar 0,02% mom dan Energi sebesar deflasi 0,2% mom. Secara kumulatif dari Januari s.d Maret 2019 tercatat 0,35% ytd. Ada potensi inflasi 2019 akan dibawah 3,5% jika harga BBM tidak naik selama tahun 2019.

     

    Kesepakatan dagang antara AS-China yang semakin mendekati kenyataan membuat optimisme pasar global membaik. Indeks harga saham di bursa utama global kompak dan harga minyak mentah naik cukup singifikan semalam. Sektor manufaktur di China dan AS juga mencatatkan kenaikan. Imbal hasil TB-10T kembali ke level 2,502 dan tidak lagi tercatat inverted.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-2-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 1 April 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia terlihat hijau memfaktorkan sentimen positif dari pembahasan kesepakatan dagang AS-China yang hampir final ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar  dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.200  s.d Rp.14.240 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi kepemilikan asing pada SBN per 22 Maret tercatat sebesar Rp.961,63 triliun atau naik 7,6% ytd. Kenaikan ini lebih tinggi dibandingkan penerbitan total SBN hingga 22 Maret naik 4,8% ytd yang mencapai Rp.2.481 triliun. Untuk tahun 2019 ini pemerintah berencana menerbitkan SBN gross sebesar Rp.825,7 triliun. Dari nilai tersebut sebesar Rp.296 triliun untuk menutup defisit APBN 2019, dan sebesar Rp.474,68 triliun untuk membayar utang pemerintah yang jatuh tempo di tahun 2019.

     

    Indeks manufaktur China untuk bulan Maret 2019 kembali diatas level ekspansi yaitu 50,2 setelah sebelumnya selama tiga bulan berturut-turut tercatat dibawah level 50 – yang artinya kontraksi. Perbaikan ini terbantu oleh sentimen positif dari potensi kesepakatan perang dagang antara AS-China walaupun pembahasannya masih berlangsung.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-1-April-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 29 Maret 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat naik, indikasi ada potensi indeks akan naik hari ini ditambah sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam, walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar  dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah berlanjut hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.250  s.d Rp.14.270 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Data OJK pada Januari 2019 mencatat kinerja perbankan Indonesia yang mencatatkan perbaikan yaitu CAR dan ROA. Sementara kinerja yang menunjukkan perlambatan adalah: 1). Naiknya BOPO; 2). Turunnya NIM; 3). Melambatanya LDR; 4).  Turunnya Rasio ASet Likuid. Turunnya NIM dari 5,14% pada Desember 2018 menjadi 4,92% pada Janauri 2019 menjadi indikasi cost of fund yang naik tetapi tidak diikuti dengan naiknya suku bunga kredit yang kemungkinan permintaan kredit masih lemah. Secara keseluruhan kinerja perbankan masih sehat.

     

    Pertumbuhan ekonomi AS pada Q4-2018 direvisi turun menjadi 2,2% yoy dari perkiraan sebelumnya 2,6% yoy. Secara keseluruhan tahun 2018 tercatat 2,9% yoy – tertinggi sejak 2015. Ekonomi AS tampaknya sudah melewati titik puncaknya dan berpotensi melambat sebagaimana prediksi the Fed.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-29-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 28 Maret 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat ‘merah’ indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen turunnya indeks di bursa AS semalam, dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar  dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.210  s.d Rp.14.230 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Rekening pemerintah di BI dan di Bank Komersial per Januari 2019 tercatat sebesar Rp.474,28 triliun, naik dari posisi per Desember 2018 yang sebesar Rp.420,3 triliun. Naiknya saldo rekening pemerintah ini sebagai indikasi pemerintah belum belanja dengan signifikan. Kenaikan ini sebagai dampak dari agresifnya penerbitan surat utang pemerintah yang telah mencapai 30,9% dari target per 5 Maret lalu.

     

    Defisit neraca perdagangan AS  Januari 2019 mengecil menjadi US$51,1 miliar dari US$59,9 miliar pada Desember 2018. Kenaikan di sisi ekspor diikuti dengan turunnya impor. Kinerja ini tampaknya sebagai bagian dari mulai berdampaknya kesepakatan perdagangan AS-China. Kemungkinan kinerja neraca perdagangan AS akan semakin membaik dengan kesepakatan dagang AS-China yang menunjukkan kemajuan signifikan.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-28-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 25 Maret 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia terlihat ‘merah’ indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini dengan sentimen turunnya indeks di bursa global semalam, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar  dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.170  s.d Rp.14.170 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi Investasi Indonesia (PII) pada 2018 tercatat bersih sebesar (minus) US$317,8 miliar, sedikit turun dari (minus) US$347 miliar. KFLN yang meningkat menjadi indikasi minat investasi asing di Indonesia terus meningkat. Hanya saja naiknya KFLN ini jga perlu diantisipasi dengan naiknya permintaan USD ketika KFLN ini dilakukan repatriasi yang biasanya mencatatkan puncaknya pada triwulan ke-2.

     

    Pasar global kawatirkan potensi resesi ekonomi AS semakin besar ketika pada perdagangan akhir pekan lalu tercatat inverted yield curve untuk pertama kalinya sejak 2007. Imbal hasil antara UST 10 tahun dan US Bills tercatat sama yaitu 2,46%. Jika inverted berlanjut kemungkinan the Fed justru akan menurunkan suku bunganya untuk mencegah resesi.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-25-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 22 Maret 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini terbawa sentimen naiknya indeks di hampir semua bursa global utama semalam walaupun indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.100  s.d Rp.14.140 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Pada RDG kemarin, BI tetapkan suku bunga acuan 7DRR tetap di 6%. BI juga menyampaikan kebijakan mendorong pertumbuhan kredit perbankan, yaitu: 1). Pelonggaran RIM (Rasio Intermediasi Makroprudensial); 2). Melakukan strategi operasi moneter secara regular dan terjadwal; 3). Mempercepat pendalaman pasar keuangan; 4). Memperkuat kebijakan sistem pembayaran. Data BI mencatat pada Januari 2019, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 11,7% yoy, sedikit melambat dibandingkan Desember 2018 sebesar 11,9% yoy.

     

    Uni Eropa (UE) memberi batas waktu 12 April untuk Inggris keluar dari UE dengan tanpa kesepakatan jika Withdrawl Agreement tidak disetujui oleh House of Commons pada minggu depan, sebaliknya akan diberikan perpanjangan waktu hingga 22 Mei 2019. Krisis Brexit ini tidak memberi pengaruh signifikan pada sentimen pasar global.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-22-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 21 Maret 2019

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia akan turun hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang sebagian besar ‘merah’  namun harga minyak mentah tercatat naik pagi ini yang bisa menjadi sentimen positif dan membuat arah indeks berbalik naik.. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.150 s.d Rp.14.180 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Rapat RDG BI hari ini kemungkinan akan putuskan suku bunga acuan 7DRR tetap 6% dengan pertimbangan data-data domestik yang masih stabil ditambah keputusan the Fed yang pertahankan suku bunganya. Keputusan tetap ini juga untuk menjaga spread suku bunga  obligasi AS-Indonesia supaya tetap menarik bagi investor. Kemungkinan BI bisa pertahankan suku bunganya tetap 6% di tahun 2019 ini.

     

    The Fed pertahankan suku bunga FFRnya sebesar 2,25%-2,5% pada FOMC kemarin. The Fed juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi dan menaikkan tingkat pengangguran dari proyeksi sebelumnya. Untuk tahun 2019 pertumbuhan ekonomi turun menjadi 2,1% dengan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7%. Revisi proyeksi ini membuat the Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunganya selama tahun 2019 ini.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-21-Maret-2019.pdf