Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 9 September 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia hari ini akan bergerak naik walaupun sentiment dari indeks di bursa global ditutup bervariasi pada akhir perdagangan minggu lalu. Harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.110  s.d Rp.14.140 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Posisi cadev pada Agustus 2019 tercatat menjadi US$126,4 miliar, naik dari US$125,9 miliar pada Juli 2019. Posisi tersebut sangat aman dengan ukuran 7,4 bulan impor dan 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, Kenaikan cadev ini mendapat respon dengan menguatnya rupiah pada perdagangan akhir pekan lalu yang menguat 0,38%. Membaiknya posisi cadev ini bisa membantu penguatan rupiah yang berlanjut, jika tidak ada sentimen negatif dari eksternal. 

    Efek perang dagang semakin terlihat pada data perdagangan China. Pertumbuhan impor China turun, begitupun pertumbuhan ekspor namun masih tercatat neraca perdagangan yang surplus walaupun dengan surplus yang mengecil. Posisi cadev China juga naik, yang membantu menguatkan fundamental yuan. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-9-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 5 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang hampir semuanya hijau, ditambah dengan sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global  semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.160  s.d Rp.14.180 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kemendus menetapkan 5 sektor utama yaitu Mamin, TPT, Otomotif, Kimia, dan Elektronik dalam program ?Making Indonesia 4.0? dengan target pertumbuhan industri manufaktur mencapai 4,8% s.d 7% dari tahun 2020-2024, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 17,8%-19,3%. Pada Q2-2019 lalu, pertumbuhan sektor industri ini mencapai 3,54% yoy dengan kontribusi sebesar 19,52% dari PDB. Perlambatan ekonomi global membuat PMI sektor manufaktur di banyak negara termasuk Indonesia kontraksi menjadi tantangan dalam pencapaian target tersebut. 

    Pemimpin otooritas Hong Kong Carrie Lam memutuskan mencabut RUU Ekstradisi kemarin. Namun demikian keputusan ini belum memuaskan para demonstran yang menuntut demokrasi yang lebih besar. Indeks Hang Seng melesat 3,9% kemarin sebelum Lam berpidato. Pasar Asia diperkirakan merespon positif keputusan ini. 

    .

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-5-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 4 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan turun hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar merah dan terbawa sentimen turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan Sin  dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.200  s.d Rp.14.220 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    PMI Indonesia untuk sektor manufaktur hasil survey the Markit tercatat di level 49 atau kontraksi, turun dari 49,6 pada Juli, sehingga dalam dua bulan pertama triwulan ke-3 2019 tercatat kontraksi. Kontraksi ini menjadi indikasi sumbangan sektor manufaktur pada PDB nominal akan turun, dan menjadi indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi di Q3-2019. Turunnya PMI juga terjadi di banyak negara di Asia efek turunnya kegiatan supply-chain terkait ekspor. Pemerintah menyiapkan insentif pjak dengan menurunkan tariff PPh Badan dari 25% saat ini menjadi 20%. 

    The ISM Manufacturing PMI AS pada Agustus 2019 tercatat 49,1, turun dari 51,2 pada Juli 2019. Kontraksi ini merupakan yang pertama kali sejak Januari 2016. Sejak perang dagang digulirkan pada Januari 2018, PMI manufaktur AS menunjukkan tren turun terus menerus sejak Januari 2019. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-4-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 3 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan bergerak ?mixed terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi dengan kecenderungan turun terbawa sentimen harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.200  s.d Rp.14.220 per USD  (kurs tengah Bloomberg).. 

    Inflasi bulan Agustus 2019 tercatat sebesar 0,12% mom atau 3,49% yoy. Di tengah musim kemarau panjang, harga bahan makanan justru tercatat deflasi. Deflasi juga terjadi pada Transportasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan. Sedangkan inflasi tertinggi terjadi pada Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga karena tahun ajaran baru di tingkat pendidikan universitas, dan Sandang karena naiknya harga emas. Secara kumulatif inflasi  tercatat 2,48% ytd, masih terjaga di kisaran rata-rata 3,5% hingga akhir tahun 2019. 

    Dampak perang dagang AS-China mulai terlihat dengan turunnya aktivitas manufaktur di negara-negara utama seperti Jepang, China, Taiwan, Korea Selatan, dan India. PMI sektor manufaktur sudah dibawah level 50 yang artinya kontraksi. Kelesuan ini bisa membuat perlambatan pertumbuhan ekonomi pada tahap berikutnya. 

    . 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-3-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 2 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan bergerak ?mixed terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi namun cenderung naik terbawa sentimen indeks di bursa global yang hampir semua naik pada akhir perdagangan minggu lalu walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.200  s.d Rp.14.240 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Perkembangan uang beredar pada Juli 2019 tercatat naik 7,8% yoy, naik dari 6,9% yoy pada Juni 2019. Pertumbuhan kredit tercatat tumbuh 9,7% yoy pada Juli 2019, melambat 9,9% yoy pada Juni 2019, sedangkan DPK naik 7,9% yoy, naik dari 7,2% yoy pada Juni 2019. Melambatnya pertumbuhan kredit dan meningkatnya pertumbuhan DPK bisa menjadi sinyal ketidakyakinan pelaku usaha terhadap perekonomian pada Q3-2019 ini. 

    PMI sektor manufaktur China pada bulan Agustus tercatat kontraksi di level 49,5, turun dari 49,7 pada Juli.  Kontraksi Agustus ini terjadi dalam 4 bulan berturut-turut sebelumnya. Kontraksi ini imbas dari perang dagang dengan AS. Penerapan tariff 25% per 15 Desember mendatang akan membuat kontraksi berlanjut, begitupun perlambatan ekonomi China. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-2-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 30 Agustus 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini  terbawa sentimen positif naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.240  s.d Rp.14.250 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Likuiditas perbankan diperkirakan akan lomggar mulai Oktober 2019 melalui kebijakan Rasio Intermediasi Makroprudensial. (RIM). BI juga membolehkan bank memasukkan pinjaman antar bank sebagai bagian dari pendanan. Data OJK mencatat LDR sebesar 92%. BI juga telah melakukan pelonggaran dengan menurunkan suku bunga acuannya 50 bps sejak Juni lalu sehingga menjadi 5,5%. 

    Pertumbuhan ekonomi AS untuk Q2-2019 tercatat 2% yoy, direvisi turun dari pengumuman pertama sebesar 2,1% yoy. Kinerja pada Q2-2019 ini melambat dibandingkan Q1-2019 yang sebesar 3,1%, juga melambat dibandingkan Q2-2018 yang sebesar 3,5%. Perlambatan ekonomi ini karena melambatnya pengeluaran pemerintah, ekspor, dan inventori, sementara PCE masih tumbuh tinggi 4,7% yoy ? tertinggi sejak Q4-2014. Namun perlambatan ini belum menjadi konfirmasi ekonomi AS memasuki periode resesi. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-30-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 29 Agustus 2019

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak mixed namun cenderung naik dengan sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam ditambah harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, Sin dolar dan HK dolar kompak dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.240  s.d Rp.14.250 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Suku bunga simpanan mulai turun mengikuti penurunan suku bunga acuan 7DRR yang turun dalam dua bulan terakhir ini. Sementara suku bunga kredit belum turun. Dengan kondisi ini, NIM bank masih akan tinggi. Sementara data LPS mencatat kenaikan jumlah rekening 11,7% yoy, dan jumlah simpanan 7,95% yoy. Rekening tabungan mendominasi sebesar 97,14% dari jumlah rekening dengan nilai simpanan sebesar Rp.2.553,4 triliun. 

    Indeks Wall Street naik semalam, terbawa naiknya harga minyak mentah. Harga minyak mentah naik 2% dengan turunnya cadangan minyak AS pada akhir pekan lalu. Kenaikan harga minyak ini juga membuat indeks Baltic yang menjadi acuan mobilitas perdagangan bahan baku melalui laut naik dalam lima tahun terakhir. Membaiknya sentimen ini temporer karena ketidakpastian global yang masih tinggi. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-29-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 28 Agustus 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi ada potensi indeks akan naik hari ini, walaupun ada kecenderungan turun terbawa sentiment turunnya indeks Dow semalam sementara harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.240  s.d Rp.14.250 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Data OJK mencatat kredit yang tidak ditarik pada bulan Juni 2019 mencapai Rp.1.516,2 triliun atau naik 7,7% yoy. Namun demikian beebrapa bank menanggapi kondisi masih relatif stabil. Sebagian besar kredit yang tidak ditarik tersebut berasal dari sektor industry pengolahan, perdagangan, infrastruktur dan pertanian. Sementara pertumbuhan kredit melambat, dan pertumbuhan DPK meningkat. Kinerja ini mengkonfirmasi kegiatan usaha yang melambat selama di Q2-2019.

    Kendati Trump kembali melunak terkait perang dagang dengan China, namun indeks di bursa AS sebagian besar terkoreksi. Pasar pertimbangkan resesi ekonomi global. Ekonomi Jerman tumbuh minus 0,1% di Q2-2019. Di AS, data harga property naik terendah sejak Agustus 2012 diikuti indeks manufaktur di lima distrik naik moderat. Tanda-tanda ekonomi AS melambat semakin kuat.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-28-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 23 Agustus 2019

    Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini  namun cenderung turun terbawa sentimen turunnya indeks di sebagian besar bursa global utama semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin  dolar kompak dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.240  s.d Rp.14.270 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    BI turunkan suku bunga acuannya 25 bps sehingga menjadi 5,5% pada RDG kemarin. Penurunan ini dengan pertimbangan angka inflasi yang rendah dan upaya ?pre emptive? untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai antisipasi perlambatan ekonomi global. Dengan tujuan ini kemungkinan BI masih akan menurunkan suku bunganya minimal 2 kali lagi hingga akhir tahun 2019 . BI masih menargetkan pertumbuhan ekonomi 2019 mencapai titik tengah antara 5,0%-5,4%. 

    Beberapa data ekonomi global yang menunjukkan perlambatan ekonomi, yaitu: 1). PMI sektor manufaktur AS yang 49,9 pada Agustus ini, kontraksi untuk pertama kali sejak 10 tahun terakhir;2). Angka inflasi Jepang melambat; 3). Pernyataam ECB bahwa pertumbuhan ekonomi zona euro dibawah ekspektasi. Pelaku pasar menunggu pidato Gubernur the Fed hari ini waktu AS. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-23-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 22 Agustus 2019

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? hari ini namun cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia Sin dolar dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah tetapi kemungkinan rupiah ditutup menguat dengan penjagaan Bank Indonesia. Kemungkinan rupiah bergerak lebar dalam kisaran  antara Rp.14.230  s.d Rp.14.280 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Hasil RDG BI hari ini kemungkinan memutuskan mempertahankan suku bunga acuan 7DRR tetap di 5,75% walaupun ada pertimbangan turun mengingat pertumbuhan ekonomi di Q2-2019 tercatat 5,05%. Selain pertimbangan faktor dometik, Bi juga pertimbangan keputusan suku bunga the Fed. Kemungkinan the Fed masih akan pertahankan suku bunganya hingga pertemuan bulan Desember 2019 mendatang. 

    Notulensi the Fed hasil pertemuan 30-31 Juli lalu menyatakan bahwa penurunan suku bunga pada pertemuan tersebut merupakan ?mid-cycles adjustment? untuk mengantisipasi ?outlook? ekonomi global yang melambat, ketidakpastian kebijakan perdagangn, dan mempercepat inflasi menuju target. Selanjutnya the Fed akan sangat bergantung pada perkembangan data. 

    Salam, 

    Lana Soelistianingsih 

    Ekonom/Kepala Riset 

    PT Samuel Aset Manajemen 

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-22-Agustus-2019.pdf