Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • Pengumuman Pelaksanaan Perubahan Kontrak Investasi Kolektif (‘KIK’) Dan Prospektus Reksa Dana SAM Mutiara Nusa Campuran

    Menindaklanjuti rencana perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM MUTIARA NUSA CAMPURAN yang telah diumumkan melalui surat kabar “Harian Ekonomi Neraca” tertanggal 17 April 2025, kami, PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM MUTIARA NUSA CAMPURAN, dengan ini bermaksud menyampaikan pelaksanaan perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM MUTIARA NUSA CAMPURAN sebagaimana termaktub dalam akta addendum KIK REKSA DANA SAM MUTIARA NUSA CAMPURAN.

    Rincian rencana perubahan KIK dan Prospektus dapat diperoleh di Manajer Investasi atau dapat dilihat pada website Manajer Investasi yaitu www.sam.co.id.

    Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan REKSA DANA SAM MUTIARA NUSA CAMPURAN serta pihak-pihak yang berkepentingan.

    Jakarta, 11 Juni 2025

    Manajer Investasi

    PT Samuel Aset Manajemen
    Menara Imperium, Lantai Dasar,
    Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980

    Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan


    Informasi ini juga dipublikasikan di Harian Nasional Neraca, terbit hari Rabu, 11 Juni 2025.

  • SAM Quarterly Newsletter: Ulasan Pasar & Ekonomi Triwulanan II-2025

    Ulasan Pasar Global

    Pasar saham global mengalami pelemahan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan penurunan sebesar -1%. Indeks saham Hong Kong (Hang Seng) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Thailand (SET) menjadi yang paling tertinggal.

    Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Brazil (BOVESPA), Afrika Selatan (FTSE/JSE), dan Meksiko (S&P/BMV IPC) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Thailand (SET), Indonesia (IHSG), dan Malaysia (FTSE KLCI) relatif tertinggal sejak awal tahun.

    Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Hong Kong (Hang Seng), diikuti oleh Jerman (DAX), Eropa (STOXX 600), dan Inggris (FTSE 100). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Teknologi AS (NASDAQ), dan Taiwan (TWSE) tercatat tertinggal.

    Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Energi, Keuangan, dan Utilitas cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Teknologi, Barang Konsumen Non-Primer, dan Perindustrian relatif tertinggal.

    Pasar saham global mengalami gejolak hebat akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Pada 2 April, Trump mengumumkan “Liberation Day” dengan tarif impor yang signifikan, memicu aksi jual besar-besaran di pasar global. Namun, pada 9 April, Trump mengejutkan pasar dengan menangguhkan tarif untuk sebagian besar negara selama 90 hari, yang menyebabkan reli di pasar saham. Meskipun demikian, ketidakpastian tetap ada karena tarif terhadap China tetap berlaku. Secara keseluruhan, pasar saham global masih dibayangi ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan yang berubah-ubah.

    Pasar saham Eropa sejak awal tahun memimpin kenaikan pasar saham global setelah rencana ekspansi kebijakan fiscal di Jerman dan beberapa negara lainnya. Pelemahan indeks dolar AS membuat risk appetite investor untuk berinvestasi di luar AS, terutama pada negara maju lainnya, menjadi meningkat.

    Kami melihat kondisi pasar global dalam jangka pendek masih berpotensi terjadi volatilitas. Saat ini pasar dalam sentimen kelegaan atas penundaan tarif perdagangan. Namun, latar belakang kondisi tensi perang dagang tidak sepenuhnya berubah.

    Indeks dolar AS yang melemah sejak awal tahun disebabkan oleh dua faktor utama. Dari sisi AS, data ekonomi yang melemah meningkatkan ekspektasi the Fed untuk memotong tingkat suku bunga. Sementara di sisi lain, pertumbuhan ekonomi di Eropa diperkirakan membaik seiring perubahan rezim kebijakan fiskal.

    Ulasan Makro Ekonomi Indonesia

    Sejak awal tahun hingga akhir bulan Maret 2025, nilai tukar Rupiah melemah 2,84% terhadap Dolar AS, relatif tertinggal dibandingkan kinerja mata uang negara lain. Adapun dalam satu tahun terakhir nilai tukar Rupiah melemah 4,45%, relatif lebih baik dibandingkan Won Korea Selatan, Peso Meksiko, dan Real Brazil.

    Neraca dagang Indonesia masih melanjutkan tren surplus dalam 58 bulan terakhir. Surplus tersebut turut meningkatkan cadangan devisa yang per Februari 2025 tercatat sebesar AS$154,5 miliar, naik sekitar AS$24 miliar dalam 58 bulan terakhir.

    Di sisi pasar modal, terjadi arus modal keluar oleh investor asing di pasar saham sebanyak sekitar Rp31 triliun. Sedangkan di pasar SBN dan SRBI investor asing tercatat mengalami arus modal masuk masing-masing sebesar Rp15,2 triliun dan Rp10 triliun.

    Alokasi Aset

    Kami melihat potensi pasar saham mulai rebound terutama pada beberapa nama big caps yang memiliki dividend yield atraktif. Potensi imbal hasil masing-masing aset (sebelum dividen saham), yaitu 15,4% (IHSG) dan 9,5% (indeks obligasi INDOBeX Total Return) – data per 11 April 2025.

    Alokasi aset yang sedikit condong kepada instrumen pendapatan tetap kami pandang cukup bijak dan efisien dalam menyeimbangkan risiko dan potensi imbal hasil. Kami melihat bahwa rasio 60:40 antara saham dan obligasi cukup optimal.

    Perlu selalu kami sampaikan bahwa alokasi aset yang ideal bagi setiap investor sangat bergantung pada: 1) tujuan; 2) jangka waktu investasi; dan 3) profil risiko. Pada Grafik 14, kami tampilkan alokasi aset yang secara teori bisa dikatakan ideal sesuai dengan profil risiko setiap investor.

  • Pembagian Hasil Investasi (“PHI”) pada Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D – September 2024

    Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana“), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
    2. PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
    3. Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
    4. Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal: 30 September  2024 dan Ex-date PHI pada tanggal: 1 Oktober 2024
    5. Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Oktober 2024.
    6. Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
    7. Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
    8. Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp85.000.000,- (delapan puluh lima juta rupiah).*)

    *) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 23 September 2024 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,50% atau Rp6,15 per unit.

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].

  • Pembagian Hasil Investasi (“PHI”) pada Reksa Dana SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA – September Q3 2024

    Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 3 bulan terakhir.
    2. PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
    3. PHI dengan nilai minimal Rp1.000.000 (satu juta rupiah) dibagikan ke nasabah secara tunai dan PHI yang lebih rendah dari nilai tersebut dibagikan dalam bentuk tambahan Unit Penyertaan.
    4. Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 30 September 2024 dan Ex-date PHI pada tanggal: 1 Oktober 2024.
    5. Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Oktober 2024
    6. Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
    7. Harga NAV per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.*
    8. Perkiraan PHI yang dibagikan adalah sekitar Rp590.000.000,- (lima ratus sembilan puluh juta rupiah) untuk seluruh Pemegang Unit Penyertaan SAM Sukuk Syariah Sejahtera.*

    *) sebagai ilustrasi bila nilai total PHI sebagaimana disebutkan di atas dibagikan dengan menggunakan informasi NAB SAM Sukuk Syariah Sejahtera tanggal 23 September 2024 maka setiap Pemegang Unit Penyertaan akan menerima PHI sekitar Rp29,64 per unit. Harga NAB per unit akan terkoreksi sebesar PHI per unit yang dibagikan tersebut atau sekitar -1,24%. Nilai PHI per unit penyertaan dapat berubah sesuai dengan jumlah Unit Penyertaan saat Cum Date.

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].

  • Pembagian Hasil Investasi (“PHI”) pada Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S – September Q3 2024

    Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama 3 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas S
    2. PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan kelas S sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
    3. Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
    4. Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 30 September 2024 dan Ex-date PHI pada tanggal: 1 Oktober 2024.
    5. Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Oktober 2024.
    6. Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
    7. Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
    8. Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas S adalah sekitar Rp300.000.000,- (tiga ratus juta Rupiah).*)

    *) sebagai ilustrasi bila menggunakan informasi NAB SAM Obligasi Optima Kelas S per 23 September 2024 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 1,46% NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S atau Rp15,00 per unit.

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].

    Unduh surat pemberitahuan

  • Pengumuman Rencana Penggantian Bank Kustodian dan Perubahan Kontrak Investasi Kolektif dan Prospektus Reksa Dana SAM DANA CERDAS

    PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi SAM DANA CERDAS dengan ini mengumumkan rencana penggantian Bank Kustodian dari semula “PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk” menjadi “PT Bank CIMB Niaga Tbk” serta perubahan-perubahan ketentuan lain dalam Kontrak Investasi Kolektif dan Prospektus SAM DANA CERDAS, sehingga secara keseluruhan mengubah ketentuan-ketentuan antara lain sebagai berikut:

    1. Pihak penandatanganan Kontrak Investasi Kolektif SAM DANA CERDAS;
    2. Pasal tentang Definisi terkait Bank Kustodian;
    3. Pasal tentang Pemberitahuan terkait korespondensi Para Pihak; dan
    4. Rencana perubahan terhadap Prospektus SAM DANA CERDAS adalah meliputi seluruh aspek keterbukaan informasi mengenai Bank Kustodian serta penyesuaian dengan perubahan pada Kontrak Investasi Kolektif SAM DANA CERDAS yang terkait dengan perubahan-perubahan tersebut di atas.

    Rincian perubahan ketentuan dalam KIK dan Prospektus tersebut di atas dapat diperoleh di Manajer Investasi.

    Rencana perubahan KIK dan Prospektus di atas telah diberitahukan oleh Manajer Investasi kepada OJK pada tanggal yang sama dengan pengumuman ini.

    Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan SAM DANA CERDAS serta pihak-pihak lain yang berkepentingan.

    Jakarta, 26 September 2024

    Manajer Investasi SAM DANA CERDAS

    PT Samuel Aset Manajemen

    berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

    Menara Imperium Lantai Dasar
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980

  • Ulasan Pasar dan Ekonomi Triwulanan III-2024

    Ulasan Pasar Global

    Pasar saham negara maju di Kawasan Asia Pasifik reli di Triwulan II-2024

    Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 7%. Indeks saham Taiwan (TWSE) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Meksiko (S&P/BMV IPC) menjadi yang paling tertinggal.

    Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham India (SENSEX), Malaysia (FTSE KLCI), dan Afrika Selatan (FTSE/JSE) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Meksiko (S&P/BMV IPC), Thailand (SET), dan Brazil (BOVESPA) relatif tertinggal sejak awal tahun.

    Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Taiwan (TWSE), diikuti oleh Denmark (OMX Copenhagen), Jepang (Nikkei 225), dan Teknologi AS (NASDAQ). Sementara indeks saham Hong Kong (Hang Seng), Kanada (S&P/TSX), dan Korea Selatan (KOSPI) tercatat tertinggal.

    Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Teknologi, Telekomunikasi, dan Perindustrian cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Bahan Baku, Barang Konsumen Primer, dan Barang Konsumen Non-Primer relatif tertinggal.

    Pasar saham egara-negara maju di kawasan Asia Pasifik seperti Jepang dan Taiwan reli ke level tertingginya sepanjang masa. Secara historis pelemahan nilai mata uang Yen menjadi salah satu faktor penguatan indeks saham di Jepang yang merupakan negara eksportir. Secara global penguatan indeks negara-negara maju masih didominasi oleh tema sektor yang berelasi dengan teknologi.

    Penguatan pasar saham global semakin merata

    Kami melihat sentimen pasar global yang bullish terutama di negara-negara yang ditandai dengan reli yang semakin merata pada di berbagai Kawasan, tidak hanya terpusat di Amerika Serikat. Beberapa indeks saham negara-negara maju mencapai level tertinggi sepanjang masa pada paruh pertama tahun ini.

    Skenario pasar yang masih positif menjadi asumsi dasar kami, di mana narasi soft landing atau pun no landing teteap berpeluang untuk terjadi. Asumsi di didasarkan pada harapan ekonomi negara maju yang tetap kokoh dan ekonomi Tiongkok yang dapat menunjukkan stabilisasi.

    Tingkat volatilitas aset finansial mencapai kisaran titik terendah sejak akhir 2021 atau sebelum terjadinya konflik Rusia dan Ukraina. Hal ini mencerminkan mood pasar yang masih bullish, yang terlihat dari relinya aset-aset yang berisiko sejak awal tahun di berbagai kawasan.

    Ulasan Makro Ekonomi Indonesia

    Fiskal masuk ke zona defisit di semester 1 2024, tetapi ada buffer dari SAL yang masih tinggi

    Realisasi fiskal di Semester I-2024 defisit Rp77,3 triliun atau -0,34% terhadap PDB, berbeda arah dibandingkan dengan realisasi di Semester I-2023 yang surplus 0,71% terhadap PDB. Pada Semester I-2024 pendapatan negara turun -6,2% secara tahunan, sementara realisasi belanja negara naik 11,3% secara tahunan.

    Defisit fiskal di Semester I-2024 berbeda dengan realisasi Semester I-2022 dan Semester I-2023 yang masing-masing mencatatkan surplus 0,39% dan 0,71% terhadap PDB. Adapun realisasi Semester I-2020 dan Semester I-2021 tercatat defisit -1,57% dan -1,72% terhadap PDB.

    Di akhir tahun 2023 pemerintah memiliki Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp459,5 triliun, yang bersumber dari akumulasi Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran dan penggunaan SAL itu sendiri. Pada saat dibutuhkan, SAL dapat digunakan untuk menjadi salah satu sumber penerimaan pembiayaan selain dari utang.

    Alokasi Aset
    Rekomendasi skenario alokasi aset dasar 50:50

    Kami melihat potensi imbal hasil saham cukup baik, ditopang oleh kinerja sektor-sektor yang bersifat cyclical value. Potensi imbal hasil kami masih baik (sebelum dividen saham), masing-masing 6,0% (IDX80) dan 6,8% (indeks obligasi INDOBeX Total Return)

    Alokasi aset yang sedikit condong kepada instrumen saham kami pandang cukup bijak dan efisien dalam menyeimbangkan risiko dan potensi imbal hasil. Kami melihat bahwa rasio 50:50 antara saham dan obligasi cukup optimal.

    Perlu selalu kami sampaikan bahwa alokasi aset yang ideal bagi setiap investor sangat bergantung pada: 1) tujuan; 2) jangka waktu investasi; dan 3) profil risiko. Pada Grafik 14, kami tampilkan alokasi aset yang secara teori bisa dikatakan ideal sesuai dengan profil risiko setiap investor.

    Download lebih lengkap Ulasan Pasar Triwulanan III-2024