Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 16 Juni 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini bergerak bervariasi dengan indeks futuresnya yang tercatat mixed, tetapi ada kecenderungan turun terbawa sentimen turunnya indeks di bursa global semalam. Pagi ini harga minyak mentah turun, dan mata uang Asia dibuka melemah terhadap USDolar. Pelemahan ini bisa menjadi sentimen rupiah menuju kisaran antara Rp.13.290 s.d Rp.13.300 per USD.

     

    Pada RDG kemarin, BI putuskan suku bunga acuan  7-day Reverse Repo rate tetap 4,75% dengan suku bunga deposit facility tetap 4% dan lending facility tetap 5,5% kendati sebelumnya suku bunga the Fed naik 25 bps menjadi 1,25%. Kenaikan suku bunga the Fed ini menjadi salah satu risiko yang dipertimbangkan BI. Sementara itu risiko dari dalam negeri terutama dampak penyesuaian administered prices  terhadap inflasi. Dengan perkembangan terkini kami perkirakan suku bunga acuan ini masih akan bertahan di 4,75% hingga akhir tahun 2017.

     

    Neraca perdagangan pada Mei 2017 tercatat sebesar US$474 juta, jauh dibawah kinerja surplus 5 bulan sebelumnya yang tembus diatas US$1 miliar. Turunnya surplus ini karena ekspor tumbuh 7,6% mom sedangkan impor tumbuh 16% mom. Naiknya impor cukup signifikan sebagai indikasi membaiknya permintaan dari dalam negeri seiring dengan membaiknya ekonomi.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-16-Juni–2017.pdf

  • Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Sejatinya reksa dana syariah memiliki prinsip yang sama dengan reksa dana konvensional dalam hal analisis dan prinsip kehatihatian. Perbedaan paling dasar di antara keduanya terletak dalam pemilihan perusahaan yang akan
    digunakan dalam portofolio investasi. Perusahaan yang dapat dipilih dalam reksa dana berbasis syariah adalah
    perusahaan yang mengikuti prinsip syariah dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) karena tidak semua perusahaan dapat dipilih.

    Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam DES pun akan ditinjau kembali setiap enam bulan sekali untuk memastikan perusahaan tersebut tetap mengikuti prinsip syariah. Dalam jangka waktu tersebut pula DES akan melakukan penyesuaian apabila ada perusahaan yang baru tercatat atau dihapuskan. Selain perusahaan, efek sukuk
    dan pasar uang syariah pun menjadi tempat untuk menanamkan investasinya.

    Hal ini membuat reksa dana syariah menarik untuk dijadikan divergensi portofolio investasi. Biasanya, ketika reksa dana konvensional dalam kondisi menurun, reksa dana syariah akan mengalami penguatan. Dengan demikian, investor akan selalu mendapatkan keuntungan di kondisi apapun. Walaupun tak menutup kemungkinan kedua reksa dana tersebut akan mengalami kenaikan dan penurunan pada saat yang bersamaan.

    Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Intansyah Ichsan menyatakan reksa dana syariah dapat memberikan
    imbal hasil yang menarik, sama seperti reksa dana konvensional. “Tak dapat dipungkiri dalam dua-tiga tahun terakhir ini kondisi reksa dana syariah sedang menurun. Hal ini disebabkan harga komoditas yang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Walaupun demikian, kami optimis reksa dana syariah akan mengalami perbaikan,” ujar Ichsan.

    Optimisme ini berdasarkan pada keadaan domestik Indonesia yang membaik. Ichsan melihat pemerintah mulai solid dan tegas dalam membuat keputusan serta pendanaan infrastruktur yang mulai berjalan. Dengan demikian, confidence para investor pun mulai positif sehingga kondisi iklim investasi secara keseluruhan pun akan semakin membaik.

    Reksa dana Syariah SAM
    SAM sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia memiliki tiga produk yang dapat mewakili tiga karakter investasi seseorang, yaitu SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, dan SAM Sharia Equity Fund. Ketiga produk ini dibuat untuk memberikan kebebasan bagi para investor ataupun calon investor untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka.

    Menurut Ichsan, antusiasme masyarakat atau  pun institusi di Indonesia terhadap produk reksa dana syariah cukup
    tinggi. Tak hanya di kalangan yang beragama Islam, tetapi juga bagi semua kalangan agama. “Di SAM terlihat banyak institusi non-Islam menempatkan investasinya di reksa dana syariah. Terutama institusi yang mementingkan ethical aspect dalam pemilihannya.

    Perusahaan yang tergabung dalam DES sudah terbukti menjalankan perusahaan sesuai dengan moral dan etika serta governance yang lebih ketat,” tutur Ichsan.

    Oleh sebab itu, reksa dana syariah pun menjadi semakin menarik untuk dijadikan sebagai instrumen investasi. Apalagi penyertaan minimum investasinya pun terbilang rendah. Di SAM, cukup dengan Rp 250 ribu Anda sudah bisa berinvestasi. Menarik bukan?

    Foto: literasi reksadana syariah di kantor Samuel Aset Manajemen, 2017

     

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 14 Juni 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terindikasi dari sebagian besar indeks futuresnya yang ‘hijau’ ditambah sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global utama semalam walaupun harga minyak mentah kembali turun pagi ini. Sedangkan rupiah kemungkinan melemah terbawa sentimen pelemahan mata uang Asia yang dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini menuju  kisaran Rp.13.300 s.d Rp.13.310 per USD.

     

    Data OJK mencatat pertumbuhan kredit  perbankan naik 10,39% yoy pada Mei, lebih tinggi dari April 9,3% yoy. Kenaikan tersebut terutama berasal dari agresifnya kredit dari bank BUMN sebesar 14% yoy. Kenaikan kredit ini terkait dengan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang dikejar penyelesaiannya untuk mudik dan infrastruktur serentak di DKI Jakarta. OJK meyakini target pertumbuhan kredit 12% tahun 2017 akan tercapai.

     

    Pemerintah dan Komisi XI DPR sepakati asumsi-asumsi makro yang akan digunakan sebagai basis perhitungan RAPBN 2018. Diantaranya pertumbuhan ekonomi yang disepakati antara 5,2%-5,6%, turun dari usulan pemerintah 5,4%-6,1%. Asumsi kesepakatan tersebut masih mungkin tercapai di batas bawah dengan mempertimbangkan kondisi saat ini.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-14-Juni–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 14 Juni 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terindikasi dari sebagian besar indeks futuresnya yang ‘hijau’ ditambah sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global utama semalam walaupun harga minyak mentah kembali turun pagi ini. Sedangkan rupiah kemungkinan melemah terbawa sentimen pelemahan mata uang Asia yang dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini menuju  kisaran Rp.13.300 s.d Rp.13.310 per USD.

     

    Data OJK mencatat pertumbuhan kredit  perbankan naik 10,39% yoy pada Mei, lebih tinggi dari April 9,3% yoy. Kenaikan tersebut terutama berasal dari agresifnya kredit dari bank BUMN sebesar 14% yoy. Kenaikan kredit ini terkait dengan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang dikejar penyelesaiannya untuk mudik dan infrastruktur serentak di DKI Jakarta. OJK meyakini target pertumbuhan kredit 12% tahun 2017 akan tercapai.

     

    Pemerintah dan Komisi XI DPR sepakati asumsi-asumsi makro yang akan digunakan sebagai basis perhitungan RAPBN 2018. Diantaranya pertumbuhan ekonomi yang disepakati antara 5,2%-5,6%, turun dari usulan pemerintah 5,4%-6,1%. Asumsi kesepakatan tersebut masih mungkin tercapai di batas bawah dengan mempertimbangkan kondisi saat ini.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-13-Juni–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 13 Juni 2017

    Sebagian indeks futures di bursa utama Asia tercatat ‘merah’ indikasi potensi indeks turun di bursa Asia hari ini, namun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini yang bisa membuat arah balik indeks. Sementara itu mata uang Asia kuat dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini, respon antisipasi kenaikan suku bunga the Fed. Kemungkinan rupiah melemah menuju  kisaran Rp.13.310 s.d Rp.13.320 per USD.

     

    Survei Jones Lang LaSalle (JLL) menunjukkan minat investasi produsen global Indonesia, India, Vietnam dan Malaysia akan tinggi, bahkan melebihi China untuk tahun 2017 hingga tahun 2020 karena pertimbangan biaya operasional yang murah, konsumsi masyarakat yang terus meningkat, dan perkembangan infrastruktur. Khusus untuk Indonesia, sektor manufaktur diperkirakan tumbuh antara 6%-7%  per tahun selama 2017-2021, lebih tinggi dari saat ini 5% yoy. Survei JLL juga didukung oleh survei Kohlberg Kravis Roberts (KKR).

     

    Data per April 2017 mencatat permintaan pembelian mesin di sektor manufaktur justru turun, dari ekspektasi naik. Termasuk juga pembelian peralatan komputer di sektor jasa keuangan dan asuransi. Penurunan ini menjadi indikasi potensi melambatnya ekonomi Jepang di Q2-2017. Penurunan ini diantaranya karena ketidakpastian global terutama berasal dari ekonomi AS.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-13-Juni–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 12 Juni 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi dengan kecenderungan terkoreksi terbawa sentimen harga minyak mentah yang masih rendah. Walaupun pagi ini mata uang utama Asia dibuka menguat, tetapi kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.300 s.d Rp.13.320 per USD karena antisipasi kenaikan suku bunga the Fed pada pertemuan 13-14 Juni ini.
     
    Kemungkinan inflasi bulan Juni 2017 akan moderat. Data Kementrian Perdagangan pada minggu ke-1 Juni mencatat penurunan di harga bahan makanan seperti cabe merah, daging ayam broiler, dan telur ayam ras. Ada sedikit kenaikan pada bawang merah dan tepung terigu. Relatif terjaganya harga bahan makanan ini selain karena koordinasi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga pasokan, juga karena daya beli masyarakat yang masih lemah.
     
    Investor diperkirakan akan merespon potensi kenaikan suku bunga the Fed pada pertemuan FOMCS 13-14 Juni ini. USDolar kemungkinan akan menguat membuat mata uang kuat dunia melemah, dan berdampak pada pelemahan rupiah. Investor perkirakan the Fed akan naikkan FFR 2 kali lagi pada pertemuan Juni dan September. Investor juga antisipasi potensi mengurangan neraca the Fed yang kemungkinan akan mulai dilakukan pada akhir 2017.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-12-Juni-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 9 Juni 2017

    Sebagian indeks futures di bursa utama Asia tercatat ‘merah’ indikasi potensi indeks turun di bursa Asia hari ini ditambah dengan sentimen turunnya harga minyak mentah. Pagi ini sebagian mata uang utama Asia dibuka menguat yang akan lebih kuat pengaruhnya terhadap rupiah. Kemungkinan rupiah menguat tipis ke  kisaran Rp.13.290 s.d Rp.13.300 per USD.

     

    Cadev BI per Mei 2017 tercatat naik mennjadi US$124,95 miliar, mencapai rekor tertinggi dari rekor sebelumnya US$124,6 miliar pada Agustus 2011. Posisi tersebut mampu membiayai 8,9 bulan impor dan 8,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Posisi cadev ini akan cukup menopang pasokan valas dan membantu stabilitas rupiah di tengah isu the Fed akan kurangi neracanya yang bisa membuat USDolar menguat.

     

    Hasil sementara pemilu di Inggris mencatat partai Buruh unggul terhadap partai Konservatif yang dipimpin oleh PM Theresa May. Pound melemah 2% terhadap USDolar. Dari AS, kesaksian James Comey mantan kepala FBI mengisyaratkan permintaan Presiden Trump menghentikan investigasi terhadap mantan penasihat keamanan nasional yang diduga ‘main mata’ dengan Rusia. Namun indeks Dow tercatat naik semalam.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-9-Juni–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 8 Juni 2017

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang sebagian besar naik, ditambah sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam tetapi harga minyak mentah kembali turun mendekati US$45 pbrl untuk jenis WTI yang bisa membuat indeks balik arah. Pagi ini sebagian mata uang utama Asia dibuka melemah yang bisa membuat rupiah melemah ke  kisaran Rp.13.310 s.d Rp.13.320 per USD.

     

    IKK pada survei Mei mencatatkan kenaikan. Kenaikan IKK terutama berasal dari naiknya IKE pada komponen ketersediaan lapangan kerja yang naik ke level 104,9 – level optimis, lompat dari 98,8 – level pesimis. Sementara pada IEK ada penurunan pada komponen kegiatan usaha 6 bulan mendatang. IKK ini menunjukkan kenaikan sejak Februari 2017. Walaupun ada faktor musiman di bulan Mei, tetapi kenaikan 4 bulan berturut-turut ini sebagai indikasi penguatan permintaan konsumen yang mestinya diimbangi dengan naiknya penghasilan konsumen.

     

    Harga minyak mentah kembali turun mendekati US$45 prbl atau turun 5% kemarin, terendah sejak Maret 2017. Penurunan ini karena naiknya cadangan minyak mentah AS akibat ekspor yang turun dan impor yang naik. Naiknya cadangan ini tidak normal menjelang musim panas. Turunnya harga WTI menyeret turunnya harga Brent. Harga minyak mentah diperkirakan masih di kisaran US$45-US$50 pbrl.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-8-Juni–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 7 Juni 2017

    Ada potensi koreksi pada indeks di bursa Asia berlanjut untuk hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang negatif walaupun harga minyak mentah membaik. Rupiah kemungkinan berlanjut melemah mengikuti sentimen dari pelemahan sebagian besar mata uang utama Asia yang melemah pagi ini, menuju kisaran Rp.13.300 s.d Rp.13.310 per USD.

     

    Pemerintah ajukan asumsi pertumbuhan ekonomi pada APBN 2018 5,4%-6,1%. Menkeu meyakini target asumsi 6,1% akan tercapai dengan mendorong konsumsi rumah tangga tumbuh 5,4% dan investasi tumbuh 8%. Sementara Bank Dunia dalam Laporan Global Economic Prospect Juni 2017 yang disampaikan kemarin memproyesikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,3% di tahun 2018. Asumsi target pemerintah tersebut akan mempengaruhi postur APBN 2018.

     

    Perhatian investor untuk tanggal 8 Juni esok: 1). Pertemuan ECB; 2). Pemilihan Umum di Inggris; 3). Testimony mantan kepala FBI James Comey di depan Congress AS. Testimony ini menjadi penting untuk menentukan seberapa efektif secara politik pemerintahan Trump. Indeks USDolar mencatatkan pelemahan terendah dalam 8 bulan terakhir, sebaliknya harga emas naik.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-7-Juni–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 6 Juni 2017

    Indeks di bursa Asia hari ini kemungkinan bergerak mixed terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi, tetapi ada potensi koreksi terbawa sentimen negatif turunnya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah membaik. Rupiah kemungkinan menguat menuju Rp.13.260 s.d Rp.13.270 per USD dengan sentimen menguatnya sebagian besar mata uang Asia utama terhadap USD pagi ini.

     

    Realisasi per April APBN 2017 mencatat penerimaan negara dan hibah naik 18,4% yoy, sedangkan belanja negara turun 1,2% yoy dibandingkan realisasi  per April APBN 2016. Realisasi tersebut belum maksimal mengingat penerimaan negara dan hibah baru mencapai 26,1% dari pagu dan belanja negara mencapai 25,9% dari pagu. Sehingga defisit baru tercatat Rp.80,4 triliun atau 24,4% dari pagu. Ada potensi belanja negara tidak mencapai 100% di akhir tahun anggaran yang bisa membuat asumsi pertumbuhan ekonomi pemerintah 5,3% sulit tercapai.

     

    Bank Dunia proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,2% tahun 2017 dan 5,3% tahun 2018 dalam Global Economic Prospect edisi Juni 2017. Proyeksi ini tidak berubah sebagaimana yang disampaikan dalam laporan Bank Dunia bulan April 2017. Selain karena membaiknya kondisi domestik dan eksternal, tetapi potensi melambatnya ekonomi China akan berdampak pada ekonomi regional.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-6-Juni–2017.pdf