Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • Press Release: HUT Ke-20 Samuel Aset Manajemen

    Press Release: HUT Ke-20 Samuel Aset Manajemen

    Mitra Sepanjang Masa, Sejahtera Bersama

     Jakarta, 25 Agustus 2017  –  Pada tanggal 21 Agustus 2017, PT Samuel Aset Manajemen (SAM), anak perusahaan dari Samuel Group telah genap berusia 20 tahun.

    Dua dekade merupakan usia yang cukup matang untuk terus menjadi perusahaan Manajer Investasi terpercaya dan berpengalaman. Ini dibuktikan dengan rekam jejak kinerja produk yang konsisten menghasilkan imbal hasil di atas rata-rata imbal hasil pasar Indonesia.  Terbukti mampu melewati beberapa krisis  di tahun 1997, 2005, 2008 dan 2011, membuat kinerja reksa dana kelolaan PT Samuel Aset Manajemen (SAM) jauh melampaui acuannya. Kemampuan mumpuni serta strategi pengelolaan investasi yang fokus pada riset menjadi kunci sukses.

    Dalam perjalanannya sebagai perusahaan, SAM juga menghadapi tantangan dan perubahan. Salah satu tantangan adalah industri reksa dana saat ini masih menghadapi masalah penetrasi pasar. Namun dengan etos kerja yang tinggi perusahaan terus berbenah diri bertransformasi ke arah yang lebih baik, melakukan sinergi untuk mengoptimalkan semua sumber daya dan melakukan berbagai inovasi baru.

    Salah satu bentuk transformasi  yang dijalankan SAM adalah dengan melakukan perubahan besar pada tata kelola perusahaan, menerbitkan produk-produk baru, dan fokus pada pasar domestik. Selain  itu  sejak tahun 2009,  SAM telah secara aktif melakukan literasi mengenai cerdas finansial dan investasi  kepada masyarakat luas dengan cara bekerja sama dengan berbagai mitra seperti regulator, asosiasi reksa dana, financial planner, komunitas-komunitas, sekolah, kampus dan kantor-kantor. Hal tersebut juga dikemukakan oleh Bapak Agus B. Yanuar selaku Presiden Director PT Samuel Aset Manajemen yang berkeinginan agar makin banyak masyarakat Indonesia dapat mengenal dan memiliki investasi reksa dana sekaligus cerdas dalam menerapkan rencana keuangannya. Seiring waktu, pemahaman tentang perlunya berinvestasi serta partisipasi investor domestik di pasar modal, baik dari kalangan institusi maupun perorangan semakin meningkat. Hal ini membuat industri keuangan Indonesia, khususnya reksa dana semakin tumbuh dan berkembang.

    Dengan tema “20 Tahun SAM, Mitra Sepanjang Masa Sejahtera bersama”, SAM merayakan peringatan hari ulang tahun dengan sederhana. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Doa Bersama dan Pemotongan Tumpeng HUT ke-20, sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat yang selalu menyertai langkah perusahaan hingga mencapai usia 20 tahun. Acara ditandai dengan kegiatan Pembukaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang dilaksanakan pada hari ini, 25 Agustus 2017. Dalam waktu dekat, SAM juga akan menerbitkan beberapa produk dan layanan terbaru lainnya, antara lain reksa dana  SAM Beta Plus Equity Fund  yang  instrumen investasinya berbasis pada saham-saham blue-chips dan reksa dana terproteksi yang melengkapi ragam produk yang telah ada sebelumnya serta meluncurkan layanan transaksi #ReksadanaSAM Online yang memudahkan nasabah membeli reksa dana SAM dari mana saja.

    Sejalan dengan itu, perusahaan mengharapkan seluruh karyawan dapat bersama-sama bersinergi dalam nilai-nilai yang ditekankan oleh perusahaan yakni Performance, Good Governance and Services  Excellence dengan etos kerja yang berintegritas, profesional, bekerja sepenuh hati, kreatif dan fokus kepada pelanggan sehingga rencana kerja perusahaan yaitu melayani 10.000 nasabah pada tahun 2017 dapat tercapai. SAM yang selama 20 tahun usianya ini menempatkan diri sebagai Your Lifelong Investment Partner, juga mengajak masyarakat Indonesia untuk juga menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara berinvestasi di reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

     

    Tentang SAM

    SAM didirikan sesuai dengan Akta No. 166 tanggal 14 Mei 1997 dengan izin usaha Manajer Investasi dari BAPEPAM-LK Nomor SK. Kep. 6/PM/MI/1997 tanggal 21 Agustus 1997. Dikelola oleh tim yang profesional dan berpengalaman dengan rekam jejak yang telah terbukti secara konsisten menghasilkan imbal hasil di atas rata-rata imbal hasil pasar Indonesia. Terbukti dengan diraihnya beberapa penghargaan reksa dana terbaik dari beberapa media bisnis lokal dan internasional

    SAM saat ini mengelola 31 produk  reksa dana, baik berbasis  konvensional maupun syariah dengan total dana kelolaan (per Juli 2017) sejumlah Rp 7,9 Triliun. Beberapa produk reksa dana yang ditawarkan ke investor antara lain: SAM Dana Kas (reksa dana  pasar uang), SAM Dana Berkembang (reksa dana campuran), SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham) dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera (reksa dana pendapatan tetap syariah),  SAM Syariah Berimbang (reksa dana campuran syariah),  dan SAM Sharia Equity Fund (reksa dana saham syariah).

     

    CATATAN PEREKONOMIAN INDONESIA 2017

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Sebagai Press-Release dalam acara Ulang Tahun SAM ke 20 Tahun

     

    Satu semester sudah ekonomi Indonesia berlalu di tahun 2017, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren melambat dari tumbuh sebesar 5,18% pada triwulan ke-2 tahun 2016, menjadi 5,01% di triwulan ke-2 2017 ini. Namun demikian kinerja tersebut jika dibandingkan dengan kinerja negara-negara setidaknya di Asia, relatif masih cukup tinggi – menjadi ke-4 negara dengan pertumbuhan tertinggi setelah China, India, dan Filipina.

    Selain pertumbuhan ekonomi, angka inflasi per Juli 2017 tercatat sebesar 3,88% yoy dan baru mencapai 2,6% secara kumulatif dari Januari s.d Juli 2017, dan sangat terjaga dalam kisaran target inflasi Bank Indonesia yaitu 4%±1%. Upaya pemerintah dalam menekan harga patut diapresiasi dalam menahan harga-harga bahan makanan  yang mempunyai porsi terbesar dalam pengeluaran rumah tangga terutama pada musim puasa-lebaran Juni-Juli 2017 ini. Pemerintah belajar banyak dari lonjakan-lonjakan harga yang terjadi disetiap musim puasa-lebaran sebelumnya. Terkendalinya harga-harga bahan makanan membuat masyarakat khususnya yang berpendapatan rendah relatif tenang. Namun yang masih menjadi catatan adalah rendahnya angka inflasi ini dikawatirkan karena menurunnya permintaan (demand) yang lebih besar dibandingkan meningkatnya pasokan (supply). Menurunnya permintaan diantaranya karena pendapatan riil yang turun efek dari pendapatan nominal naik, tetapi kenaikannya dibawah kenaikan inflasi. Sedangkan naiknya pasokan (suplai) masih ditopang dengan impor, belum karena naiknya produksi dalam negeri. Bahkan ada indikasi produksi dalam negeri melambat khususnya di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 3,33% yoy pada Q2-2017 dari 7,12% yoy pada Q1-2017.

    Kenaikan pendapatan nominal yang melambat juga terdekteksi dengan menurunnya jam kerja sebagaimana survei Biro Pusat Statistik (BPS) terkait Indeks Tendensi Bisnis dan jumlah pekerja yang status pekerjaannya adalah sektor informal. Ada ketidakpastian dalam pendapatan pekerja. Ketidakpastian ini membuat pekerja sebagai konsumen harus memilih konsumsi yang menjadi prioritas seperti kebutuhan bahan makanan dan kebutuhan lain yang menjadi prioritas. Pemilihan atas konsumsi yang menjadi prioritas ini menjadi salah satu faktor yang membuat penjualan ritel terutama barang konsumsi sekunder seperti sandang mencatatkan penurunan.

    Efek perlambatan konsumsi rumah tangga akan berdampak pada penerimaan perpajakan pemerintah terutama dari penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN). Oleh karenanya pemerintah fokus untuk mendapatkan target penerimaan perpajakan dari pajak penghasilan non migas (PPh non migas). PPh non migas ini mencapai sekitar 47% dari penerimaan perpajakan untuk APBN-P 2017 yang mencapai Rp.1.478 triliun. Perlambatan ekonomi akan membuat potensi short-fall target penerimaan perpajakan yang bisa berdampak pada menurunnya belanja pemerintah dan mengurangi kemampuan APBN-P 2017 dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan tentunya akan sulit mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% sebagaimana asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2017. Kurang makasimalnya kemampuan APBN-P 2017 dalam mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu risiko ekonomi Indonesia saat ini.

    Perlambatan ekonomi diperparah dengan sikap perbankan yang sangat hati-hati dan cenderung mengikuti siklus ekonomi. Ketika siklus ekonomi melambat, perbankan cenderung melambatkan pertumbuhan kreditnya. Pertumbuhan kredit per Juni 2017 masih tercatat 7,7% yoy, melambat dibandingkan 8,6% yoy pada Juni 2016. Lambatnya pertumbuhan kredit membuat perlambatan investasi sektor riil dalam negeri. Keyakinan produsen terhadap kegiatan usaha menurun, terlihat dari indeks tendensi bisnis (ITB) di triwulan ke-3 2017 melambat ke 108,82 dari 111,63 di triwulan ke-2 2017. Demikian pula untuk keyakinan konsumen juga melambat terutama karena menurunnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Menurunnya optimisme konsumen ini diantaranya ketidakyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja yang berdampak pada ketidakpastian pendapatan dan penundaan barang tahan lama.

    Sementara itu di saat yang sama, ekonomi global walaupun mencatatkan perbaikan pertumbuhan ekonomi juga menambah daftar risiko perekonomian Indonesia. Selain isu kebijakan moneter yang mulai diketatkan baik melalui kenaikan suku bunga maupun penurunan neraca bank sentral, juga ketidakpastian kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait rencana kebijakan ekonomi, perdagangan sebagaimana yang disampaikan pada saat kampanye. Kendati ekonomi utama dunia mencatatkan perbaikan termasuk ekonomi China  tetapi belum cukup kuat mengangkat permintaan ekspor Indonesia yang didominasi hampir 75% oleh komoditas. Ketidakpastian global ini juga menjadi kendala terhadap minat investasi terutama dalam bentuk investasi di sektor riil.

    Permintaan global terhadap energi, komoditas masih lemah. Hanya beberapa komoditas yang mencatatkan kenaikan seperti batubara, tembaga. Sedangkan crude palm oil belum menunjukkan kenaikan yang kontinu. Masih belum menguatnya permintaan global ini membuat ekspor belum bisa menjadi penopang ekonomi yang bisa membuat ekonomi tumbuh terangkat diatas 5,1%.

    Dengan berbagai kendala tersebut diatas, tampaknya ekonomi Indonesia masih akan tetap mengandalkan konsumsi rumah tangga yang saat ini tumbuh sekitar 4,9%-an yoy. Alhasil ekonomi di tahun 2017 ini diperkirakan tumbuh di sekitar 5%-5,05%.

    Di tahun 2018, ada ruang tumbuh yang lebih baik seiring dengan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik. Dana Moneter Internasional memproyeksikan ekonomi global tumbuh sebesar 3,6% yoy. Dari dalam negeri ada potensi kebijakan pemerintah untuk mendongkrak kesejahteraan akan menjadi fokus kebijakan fiskal yang diharapkan bisa menciptakan efek pengganda pada ekonomi skala kecil dan mikro. Namun asumsi pertumbuhan 5,4% di RAPBN 2018 masih akan menjadi tantangan berat pemerintah untuk memwujudkannya. Di jangka menengah, demografi Indonesia masih menjadi aset ekonomi Indonesia yang bisa membantu menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan (sustainable).

    Download Press Release HUT ke-20 Samuel Aset Manajemen – 25 Agustus 2017
  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 24 Agustus 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi dengan kecenderungan turun terbawa sentimen koreksi di bursa global semalam. Sedangkan harga minyak mentah kembali naik yang bisa emmbuata rah indeks berbalik naik. Kemungkinan rupiah berlanjut melemah menuju kisaran antara Rp.13.360 s.d Rp.13.375  per USD terbawa sentimen mata uang Asia yang dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini

     

    BI akan longgarkan aturan LFR yaitu dengan memasukkan obligasi korporasi yang dimiliki bank. Dikawatirkan pelonggaran ini akan ‘counter-productive’ terhadap penyaluran kredit bank. Bank akan cenderung memperbesar porsi kepemilikan obligasinya dibandingkan menyalurkan kreedit, walaupun pendapatan bunga bank akan turun tetapi  risiko relatif rendah. Data OJK per Juni 2017 mencatat LFR sebesar 89,31% dari maksimum 92%, melambat dibandingkan Juni 2016 sebesar 91,19%.

     

    Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan ‘government shut down’ dan mengakhiri NAFTA jika Congress AS tidak setujui pembangunan tembok Meksiko senilai US$1,6 miliar. Congress AS menilai permintaan itu akan menambah defisit anggaran dan utang pemerintah. Sementara itu hubungan Presiden Trump dengan partai Republik juga tidak harmonis.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-24-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 23 Agustus 2017

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini didukung dengan naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Untuk rupiah kemungkinan melemah terbatas merespon turunnya suku bunga acuan BI dalam kisaran sempit antara Rp.13.345 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    BI turunkan suku bunga acuan 7DRR 25 bps menjadi 4,5%, dan suku bunga Deposit Facility menjadi 3,75% dan suku bunga Lending Facility menjadi 5,25%. Penurunan ini bertujuan mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan yang hingga Juni 2017 tercatat baru tumbuh 7,7% yoy, melambat dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar 8,9% yoy. Penurunan ini pertama kali sejak Oktober 2016. Permintaan kredit melambat karena melambatnya perekonomian.. Dalam jangka pendek, penurunan ini akan memperlebar NIM bank.

     

    OJK mencabut peraturan relaksasi kredit yang tertuang dalam POJK Nomor 11 Tahun 2015 yang akan berakhir pada Agustus ini. Data per Juni 2017 mencatat NPL kembali dibawah 3% yaitu 2,96%, namun kredit dalam pengawasan tercatat tumbuh  11,75% yoy. Bank kemungkinan masih akan sangat hati-hati dalam menyalurkan kreditnya.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-23-Agustus–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 22 Agustus 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat merah, tetapi kemungkinan akan ditutup bervariasi kendati ada sentimen negatif dari bursa global yang ditutup kompak turun pada akhir perdagangan minggu lalu.   Sedangkan rupiah kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.350 s.d Rp.13.370  per USD.

     

    Pemerintah janjikan tidak akan naikkan harga BBM, elpiji 3 kg dan listrik pada tahun 2018 kendati ada kenaikan harga minyak mentah global. BI proyeksikan harga minyak mentah akan menjadi US$52 pbrl, lebih tinggi dari asumsi dalam RAPBN 2018 sebesar US$48 pbrl. Janji ini diikuti dengan naiknya pagu subsidi dari Rp.160 triliun pada APBN-P 2017 menjadi Rp.172,4 triliun pada RAPBN 2018. Dari jumlah tersebut sebesar Rp.51,1 triliun untuk subsidi BBM dan elpiji 3 kg, dan sebesar Rp.52,2 triliun untuk subsidi listrik. Tidak naiknya administered prices ini untuk menjaga daya beli masyarakat.

     

    Survei koran NYT mengindikasikan potensi perang Korea ke-2 terjadi akan cukup besar mengingat kedua Korea ini tidak pernah melakukan pembicaraan perdamaian dan minat Korea Utara yang lebih menyukai aksi militer. Seminggu lalu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi perbatasan yang hanya berjarak 1 km dari Korea Selatan, membuat spekulasi akan pada provokasi militer.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-22-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 21 Agustus 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat merah, tetapi kemungkinan akan ditutup bervariasi kendati ada sentimen negatif dari bursa global yang ditutup kompak turun pada akhir perdagangan minggu lalu.   Sedangkan rupiah kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.350 s.d Rp.13.370  per USD.

     

    Posisi kepemilikan asing di obligasi pemerintah per 16 Agustus 2017 tercatat sebesar Rp.779,57 triliun atau naik 17,1% ytd, dan mencapai 39,2% dari total obligasi pemerintah yang beredar sebesar Rp.1,988,33 triliun. Posisi ini kemungkinan akan semakin meningkat seiring dengan ekspektasi kenaikan peringkat investasi oleh Fitch dan Moody’s setelah kedua badan pemeringkat ini menaikkan ‘outlook’  utang luar negeri Indonesia dari stabil menjadi positif. Imbal hasil obligasi pemerintah masih menarik karena spread imbal hasil antara obligasi pemerintah Indonesia-AS untuk tenor 10T masih menarik.

     

    Presiden Trump mengalami tekanan politik di dalam negeri dengan mundurnya para CEO dalam Dewan Penasehat Bidang Ekonomi, yang akhirnya tim ini dibubarkan, dan ‘chief strategist’ Gedung Putih Steven Bannon. Pasar merespon negatif dan meragukan kepemimpinan Presiden Trump dan dukungan politik partai Republik yang bisa berdampak pada sulitnya negosiasi anggaran yang akan dibicarakan mulai September ini.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-21-Agustus-2017.pdf

  • Dirgahayu ke-20 Samuel Aset Manajemen

    Dirgahayu ke-20 Samuel Aset Manajemen

    Pada tanggal 21 Agustus 2017, PT Samuel Aset Manajemen (SAM), anak perusahaan dari Samuel Group of Companies, telah genap berusia 20 tahun sebagai perusahaan manajer investasi.

    Dua dekade merupakan usia yang cukup matang untuk terus menjadi perusahaan Manajer Investasi terpercaya dan berpengalaman. Ini dibuktikan dengan rekam jejak kinerja produk yang konsisten menghasilkan imbal hasil di atas rata-rata imbal hasil pasar Indonesia. Dalam perjalanannya, SAM juga menghadapi beberapa tantangan dan perubahan. Salah satu tantangan adalah industri reksadana saat ini masih menghadapi masalah penetrasi pasar. Namun dengan etos kerja yang tinggi perusahaan terus berbenah diri ke arah yang lebih baik, melakukan sinergi untuk mengoptimalkan semua sumber daya dan melakukan berbagai inovasi baru.

    SAM yang selama 20 tahun usianya ini menempatkan diri sebagai Your Lifelong Invesment Partner, mengajak masyarakat Indonesia untuk juga menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara berinvestasi di reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 16 Agustus 2017

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini. Sedangkan rupiah berpotensi melemah terbawa sentimen pelemahan mata uang kuat Asia yang dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini dengan kisaran antara Rp.13.367 s.d Rp.13.340  per USD.

     

    Neraca perdagangan pada Juli 2017 tercatat defisit sebesar US$271,2 juta, pertama kali sejak Desember 2015. Kenaikan ini terutama karena dampak hari kerja yang lebih pendek pada kegiatan bongkar-muat pasca Lebaran 2017. Siklus yang sama juga terlihat pada data ekspor-impor Agustus 2016 yang juga melonjak pasca libur Lebaran. Namun kenaikan impor juga bisa menjadi indikasi mulai naiknya permintaan domestik untuk antisipasi triwulan ke-4 dengan meningkatnya kegiatan investasi swasta dan pemerintah.

     

    Beberapa data ekonomi AS mencatatkan kenaikan. Inventori dari sektor manufaktur dan perdagangan pada Juni naik 0,5% mom tertinggi sejak November 2016 meningkat sebagai indikasi antisipasi naiknya permintaan. Ekspektasi ini juga didukung dengan naiknya penjualan ritel pada Juli 2017 sebesar 0,6% mom, tertinggi sejak Desember 2016.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-16-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 15 Agustus 2017

    Indeks futures di bursa Asia kompak hijau, indikasi potensi indeks  di bursa Asia akan naik hari ini terbawa sentimen positif kenaikan indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Kemungkinan rupiah berlanjut menguat dengan mulai redanya ketegangan antara AS-Korea Utara. Rupiah berpotensi menguat di kisaran antara Rp.13.330 s.d Rp.13.340  per USD.
     
    Hasil survei koran Kontan untuk kredit yang tidak dicairkan dari 10 bank besar mencatat kenaikan sebesar 9,92% yoy pada semester 1-2017, naik dari 6,54% yoy pada semester 1-2016.  Pada bank BUMN kredit yang tidak dicairkan lebih banyak untuk kredit investasi, sedangkan di bank swasta nasional lebih banyak dari kredit modal kerja. Ada potensi kredit yang tidak dicairkan ini meningkat dengan pertumbuhan sekitar 10% di akhir tahun 2017 dengan potensi melambatnya kegiatan usaha untuk Q3-2017 hasil survey BI (SKDU).
     
    Produksi di sektor industri zona Euro untuk bulan Juni 2017 naik 2,6% yoy, melambat dibandingkan Mei 2017 sebesar 3,9% yoy. Sedangkan secara bulanan terjadi kontraksi 0,6% mom. Penurunan ini kemungkinan temporer tetapi menjadi indikasi kebijakan moneter longgar masih berlanjut di zona Euro.
     
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828  

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-15-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 14 Agustus 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat negatif (merah), indikasi potensi koreksi di bursa Asia hari ini. Kemungkinan rupiah berpotensi menguat dengan mulai tenangnya investor terhadap ketegangan antara AS-Korea Utara. Kemungkinan  rupiah bergerak di kisaran antara Rp.13.3435 s.d Rp.13.360  per USD.

     

    NPI pada Q2-2017 tercatat surplus US$739 juta, lebih rendah dibandingkan surplus pada  Q2-2016 yang sebesar US$2,1 miliar. Surplus terjadi karena surplus transaksi finansial yang lebih besar dibandingkan defisit transaksi berjalan. Surplus transaksi finansial terutama karena masuknya investasi portofolio. Sementara defisit transaksi berjalan terutama karena meningkatnya kewajiban pembayaran primer termasuk keuntungan, deviden, kupon dari investor asing. Namun demikian defisit transaksi berjalan ini masih relatif aman, sebesar 1,96% dari PDB.

     

    Investor mulai tenang dan melakukan stabilisasi, terbantu data inflasi AS untuk bulan Juli yang sebesar 1,7% yoy dibawah ekpektasi median analis 1,8% yoy. USDolar kembali melemah, indeks Dow dan S&P 500 kembali naik. Namun ketenangan ini kemungkinan sementara karena ancaman Presiden Trump masih berlanjut.

     

     

     


     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-14-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 11 Agustus 2017

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat negatif, indikasi indeks di bursa Asia akan turun hari ini terbawa sentimen koreksi dari indeks di bursa global semalam ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sentimen ini kemungkinan akan membuat rupiah melemah tetapi dalam kisaran sempit antara Rp.13.335 s.d Rp.13.340 per USD.

     

    Realisasi penerimaan berpotensi mengalami ‘short-fall’ yang lebih besar mengingat realisasi penerimaan perpajakan baru mencapai 46,16% dari pagu APBN-P 2017 sebesar Rp.1.473 triliun. Kinerja 7 bulan tersebut berpotensi membuat short-fall sebesar Rp.220,95 triliun dengan pertimbangan realisasi penerimaan perpajakan dalam dua tahun terakhir sebesar 85% dari pagu, lebih besar dari proyeksi pemerintah sebesar Rp.50 triliun. Potensi ini membuat pemangkasan berikutnya atau penundaan realisasi yang bisa membuat asumsi pertumbuhan ekonomi 5,2% semakin sulit dicapai.

     

    Investor global mengkawatirkan potensi aksi militer yang dilakukan oleh Presiden AS Donald Trump terhadap Korea Utara seiring dengan ancaman Presiden Trump yang semakin intensif. Kendati Presiden Trump menolak potensi ‘pre-emptive’ tetapi kemungkinan aksi militer akan cukup serius untuk mendongkrak popularitas Presiden Trump di dalam negeri yang saat ini turun.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-11-Agustus-2017.pdf