Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 27 November 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen positif dari indeks di bursa utama global yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Pagi ini mata uang kuat Asia yen dan HK dolar menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.450 s.d Rp.14.470 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Realisasi APBN 2018 per Oktober 2018 tercatat membaik dibandingkan periode yang sama tahun 2017. Pendapatan Negara naik 20,7% yoy, dan belanja Negara naik 11,9% yoy. Defisit baru mencapai 1,6% dari PDB dari pagu 2,19% dari PDB, dan turun 23,1% yoy. Namun realisasi masih dibawah 80% dari pagu. Dengan sisa waktu 2 bulan ke depan tampaknya sulit mencapai realisasi 100%.

     

    Sentimen pasar global membaik pada awal minggu ini setelah pada pekan sebelumnya sempat tertekan. Investor merespon positif kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris terkait Brexit dan penjualan Black Friday di AS yang dianggap sukses. Sentimen positif ini kemungkinan berlanjut didukung dengan US Chicago Fed National Activity Index yang tercatat naik untuk bulan Oktober 2018, namun Presiden Trump kembali mengancam China terkait pengenaan tarif impor.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-27-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 26 November 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini, walaupun harga minyak mentah dibuka sedikit naik pagi ini. Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar tetapi kemungkinan rupiah berlanjut menguat dengan sentimen potensi melemahnya USDolar terhadap mata uang kuat dunia. Kemungkinan rupiah menuju kisaran 4Rp.14.480 s.d Rp.14.520 per USD  dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah berencana merelaksasi revisi DNI yang dimumkan pada awal pekan lalu setelah para pelaku usaha menyatakan keberatan dengan dibukaya sektor berbasis UMKM kepada investor asing.  Sebelumnya data BKPM untuk realisasi investasi asing di Q3-2018 yang turun 20,02% yoy, dan turunnya peringkat EODB dari 72 menjadi 73. Belum diketahui relaksasi yang dimaksudkan pemerintah.

     

    Investor mulai kawatirkan perlambatan ekonomi AS. Pemeritnah AS keluarkan laporan terbaru mengenai perubahan iklim yang bisa mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi AS hingga 10%. Survei the Markit juga mencatat penurunan indeks untuk sektor jasa, swasta dan manufaktur. Harga minyak mentah juga turunkan kawatirkan melemahnya permintaan.

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-26-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 21 November 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’ indikasi ada potensi koreksi mengikuti koreksi yang terjadi  pada bursa gobal utama semalam, ditambah harga minyak mentah yang bervariasi dengan harga WTI yang dibuka naik dan harga Brent yang turun pagi ini. Sedangkan mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat rupiah melemah menuju kisaran Rp.14.590 s.d Rp.14.610 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pada akhir pekan lalu, pemerintah keluarkan paket kebijakan ke XVI dan revisi DNI. Tujuan paket kebijakan ini untuk menarik minat investasi asing ke Indonesia. Selain memberi kelonggaran kepemilikan juga memberikan insentif pajak berupa tax holiday dan tax allowance. Data BKPM untuk Q3-2018 mencatat realisasi PMA turun 6,9% qtq atau minus 20,2% yoy. Efektivtas paket kebijakan ini juga mendapat tantangan dari turunnya EODB Indonesia tahun 2019 dari 72 menjadi 73.

     

    Kemarin, indeks global terkoreksi tajam baik di bursa AS maupun di Uni Eropa karena saham berbasis teknologi dan ritel, turunnya harga minyak mentah, dan melambatnya perekonomian ekonomi. Dow indeks turun 2,2%, indeks S&P turun 1,8%, indeks Nasdaq turun 1,7%. Sementara imbal hasil UST 10 T turun menjadi 3,07%.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-21-November-2018.pdf

  • SAM ULasan Ekonomi Harian Senin 19 November 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini, didukung dengan sentimen positif dari naiknya indeks di bursa AS pada akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sedangkan mata uang Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat rupiah menguat menuju kisaran Rp.14.590 s.d Rp.14.610 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Posisi ULN Indonesia per September 2018 mencapai US$359,8 miliar atau turun 0,32% mom (naik 4,23% yoy). Turunnya posisi ini karena turunnya ULN Pemerintah, sedangkan ULN Swasta tercatat naik. Kenaikan ULN Swasta sebagian besar untuk modal kerja dan investasi. Posisi ULN Indonesia tercatat turun tipis menjadi 34,5% dari PDB dari 34,75% dari PDB pada September 2017.

     

    Pertemuan tingkat tinggi APEC di Papua Nuigini gagal sepakati komunike. Kegagalan ini merupakan yang pertama sejak pertemuan APEC dilangsungkan karena perbedaan pendapat yang sangat tajam antara China dan AS terkait perdagangan dan investasi. Kegagalan ini mungkin tidak berdampak signifikan terhadap sentimen pasar tetapi menjadi sinyal semakin sulitnya kesepakatan perdagangan antara AS dan China.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-19-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 16 November 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang hampir semuanya hijau, dan terbantu dengan sentimen positif indeks di bursa AS yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini  yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.14.670 s.d Rp.14.700 per USD  (kurs tengah Bloomberg) walaupun tetap dengan penjagaan BI.

     

    BI naikkan suku bunga acuan 25 bps pada RDG kemarin sehingga menjadi 6%. Kenaikan ini tampaknya mengantisipasi potensi pelemahan rupiah pasca diumumkannya neraca perdagangan yang defisit cukup signifikan mencapai US$1,8 miliar. Sebagaimana siaran persnya, BI menaikkan suku bunga ini untuk membawa kembali defisit transaksi berjalan ke level yang aman dan stabilisasi rupiah. Kemungkinan BI masih akan naikkan suku bunga acuannya satu (1) kali lagi pada RDG 19-20 Desember mendatang.

     

    Neraca perdagangan pada Oktober 2018 tercatat seebsar US$1,8 miliar karena impor tumbuh jauh diatas pertumbuhan ekspor. Defisit terutama disumbang dari Kenaikan impor migas yang volumenya naik sebesar 20,37% mom dan harga migas yang naik sebesar 5,48% mom.  

     

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-16-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 15 November 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada kenaikan indeks di bursa Asia hari ini tetapi ada kemungkinan terkoreksi terbawa sentimen negatif dari turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah pagi ini. Mata uang Asia yen, HK dolar dan Sin dolar kompak dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini  tetapi kemungkinan rupiah akan melemah ke kisaran Rp.14.750 s.d Rp.14.800 per USD  (kurs tengah Bloomberg) karena kemungkinan neraca perdagangan kembali defisit.

     

    Kami perkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuannya 7DRR pada pertemuan RDG 14-15 November ini di 5,75%. Kemungkinan BI akan naikkan satu (1) kali lagi pada RDG 19-20 Desember mendatang merespon potensi kenaikan suku bunga the Fed pada FOMC 18-19 Desember. Pada bulan November ini the Fed tidak adakan FOMC yang mestinya cukup membantu sentimen stabilnya rupiah.

     

    Inflasi AS tercatat 2,5% yoy untuk bulan Oktober, naik dari 2,3% yoy pada September. Kenaikan ini terutama karena naiknya harga bahan bakar minyak (enery), sementara inflasi inti naik relatif moderat. . Kenaikan inflasi ini belum menjadi indikasi ekonomi AS menuju ‘overheating’, namun bisa menjadi indikasi semakin besarnya kemungkinan the Fed naikkan suku  bunganya pada FOMC 18-19 Desember mendatang.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-15-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 14 November 2018

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ pada hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi tetapi dengan kecenderungan turun dengan sentiment harga minyak mentah yang turun tajam. Pagi ini mata uang kuat Asia yen dan HK dolar melemah terhadap USDolar ditambah dengan turunnya harga minyak mentah bisa menjadi sentiment pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.810 s.d Rp.14.850 per USD  walaupun tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah akan revisi DNI dalam minggu ini untuk membuat daya tarik investasi di Indonesia. Revisi terkait dengan sektor industri, kesehatan, perhubungan, dan lingkungan hidup dengan peningkatan kepemilikan asing dan insentif pajak berupa tax holiday. Data BKPM pada Q3-2018 mencatat penurunan investasi asing (PMA) hingga 20% yoy , dan ranking EODB Indonesia yang turun.

     

    Harga minyak mentah turun hingga 7% kemarin menembus dibawah US$56 pbrl, terendah sejak November 2017. Penurunan ini seiring dengan meningkatnya produksi, melemahnya ancaman AS terhadap Iran, dan proyeksi OPEC terhadap permintaan minyak dunia yang turun seiring dengan melemahnya pertumbuhan ekonomi global, ditambah Presiden Trump yang menekan OPEC untuk tidak memangkas produksi.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-14-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 13 November 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat kompak ‘merah’, indikasi ada potensi koreksi indeks berlanjut pada hari ini ditambah sentimen negatif dari indeks di bursa utama global yang kompak turun semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Pagi ini mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar  melemah terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.850 s.d Rp.14.950 per USD  walaupun tetap dalam penjagaan BI.

     

    BI lakukan lelang perdana DNDF dan meraup sebesar US$73 juta dari target indikatif US$100 juta, kendati lelang yang masuk mencapai US$149 juta dari 9 bank. Transaksi DNDF ini tidak menggunakan cadangan devisa (valas) tetapi menggunakan rupiah dengan memperhitungkan selisih rupiah dan kurs DNDF BI. Instrumen ini merupakan inovasi BI dalam melakukan pendalaman pasar valas yang bisa membuat likuiditas pasar valas meningkat. Sebelumnya pasar NDF aktif diperdagangan di Singapura yang pencatatannya bisa berdampak spekulasi terhadap penentuan kurs valas dalam negeri.

     

    Pada perdagangan kemarin terjadi global sell-off termasuk indeks Dow yang terkoreksi tajam 2,32%, sebagai respon dari menguatnya USDolar. Ketidakpastian yang cukup tinggi membuat USDolar menguat terhadap mata uang dunia lainnya.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-13-November-2018.pdf

  • SAM ULasan Ekonomi Harian Senin 12 NOvember 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen koreksi di bursa global pada akhir perdagangan minggu lalu, walaupun harga minyak mentah dibuka sedikit naik pagi ini. Mata uang Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini  yang bisa membuat rupiah melemah menuju kisaran Rp.14.680 s.d Rp.14.700 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    NPI Q3-2018 tercatat defisit sebesar US$4,4 miliar, dengan NTB tercatat defisit sebesar US$8,85 miliar dan NF tercatat surplus US$4,16 miliar. Defisit ini meningkat dibandingkan kinerja NPI pada Q2-2018. Pada NTB tercatat defisit sebesar 3,37% dari PDB, membesar dari defisit NTB pada Q2-2018 sebesar 3,02%. Defisit yang meningkat ini menjadi sentimen negatif terhadap rupiah.

     

    Pasar global terkoreksi pada akhir perdagangan minggu lalu, tak terkecuali indeks di bursa AS. Investor kawatirkan perlambatan ekonomi global dan naiknya suku bunga. Kendati beberapa data ekonomi AS masih menguat seperti inventori pada pedagang besar dan naiknya indeks harga produsen.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-12-November-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 8 November 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang hampir semuanya hijau, dan terbantu dengan sentimet positif indeks global yang komapk naik semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini  tetapi kemungkinan rupiah akan melemah menuju kisaran Rp.14.650 s.d Rp.14.650 per USD  (kurs tengah Bloomberg) karena penguatan tajam dalam dua hari terakhir.

     

    Posisi cadev BI per Oktober 2018 tercatat US$115,2 miliar, naik dari US$114,8 miliar pada September 2018.  Posisi ini setara dengan 6,4 bulan impor dan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Pada minggu lalu BI juga menambah bantalan valas dengan bilateral currency swap dengan MAS senilai US$10 miliar. Posisi cadev yang meningkat ini menambah keyakinan terhadap rupiah yang masih  mempunyai volatilitas cukup tinggi saat ini.

     

    Rupiah menguat 580,5 poin dari posisi Rp.15.127,5 per USD pada Kamis minggu lalu. Penguatan juga terjadi pada mata uang non USDolar lainnya. Ada kombinasi faktor global dan domestik yang mendukung penguatan rupiah tersebut. Namun penguatan ini perlu pengujian lebih lanjut ketika the Fed naikkan suku bunganya pada FOMC Desember mendatang.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-8-November-2018.pdf