Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen koreksi di bursa global pada akhir perdagangan minggu lalu, walaupun harga minyak mentah dibuka sedikit naik pagi ini. Mata uang Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat rupiah melemah menuju kisaran Rp.14.680 s.d Rp.14.700 per USD (kurs tengah Bloomberg).
NPI Q3-2018 tercatat defisit sebesar US$4,4 miliar, dengan NTB tercatat defisit sebesar US$8,85 miliar dan NF tercatat surplus US$4,16 miliar. Defisit ini meningkat dibandingkan kinerja NPI pada Q2-2018. Pada NTB tercatat defisit sebesar 3,37% dari PDB, membesar dari defisit NTB pada Q2-2018 sebesar 3,02%. Defisit yang meningkat ini menjadi sentimen negatif terhadap rupiah.
Pasar global terkoreksi pada akhir perdagangan minggu lalu, tak terkecuali indeks di bursa AS. Investor kawatirkan perlambatan ekonomi global dan naiknya suku bunga. Kendati beberapa data ekonomi AS masih menguat seperti inventori pada pedagang besar dan naiknya indeks harga produsen.
Salam,
Lana Soelistianingsih
Kepala Riset/Ekonom
Samuel Aset Manajemen
Telp: 62 21 28548828
PT SAMUEL ASET MANAJEMEN
Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia
t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474 |www.sam.co.id
Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-12-November-2018.pdf