Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada PT Samuel Aset Manajemen untuk mengelola dana Bapak/Ibu melalui Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA.
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 29 Agustus 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal 1 September 2025.
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 September 2025.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp215.000.000 (dua ratus lima belas juta Rupiah)*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 26 Agustus 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,42% atau Rp4.3 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Penguatan didukung oleh rilis laporan keuangan emiten
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 7%. Indeks saham Korea Selatan (KOSPI) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Afrika Selatan (FTSE/JSE), Meksiko (S&P/BMV IPC), dan Brazil (BOVESPA) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Thailand (SET), Malaysia (FTSE KLCI), dan Filipina (PSEi) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Korea Selatan (KOSPI), diikuti oleh Hong Kong (Hang Seng), Jerman (DAX), dan Inggris (FTSE 100). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Taiwan (TWSE), dan Jepang (Nikkei 225) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Keuangan, Perindustrian, dan Telekomunikasi cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Barang Konsumen Non-Primer, Kesehatan, dan Barang Konsumen Primer relatif tertinggal.
Sepanjang bulan Juli 2025, pasar saham global mengalami penguatan yang didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga oleh bank sentral utama. Rilis kinerja emiten yang solid memberi sentimen positif, khususnya di sektor teknologi dan keuangan. Penguatan pasar saham global ini juga merupakan efek musiman (seasonality) yang dalam 10 hingga 20 tahun terakhir cenderung ditutup positif pada buan Juli.
Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
PDB riil tumbuh 5,12%, ditopang tingginya pertumbuhan investasi
Pada Triwulan II-2025 ekonomi Indonesia tumbuh 5,12% secara tahunan, tertinggi dalam enam triwulan terakhir. Konsumsi Rumah Tangga (RT) tumbuh sedikit lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya dari 4,95% menjadi 4,97%. Investasi (PMTDB) tumbuh 6,99%, tertinggi sejak 2021. Adapun Konsumsi Pemerintah masih terkontraksi seiring dengan efisiensi anggaran sejak awal tahun.
Berdasarkan sumber pertumbuhan PDB, tingginya pertumbuhan investasi membuat sektor tersebut berkontribusi 2,06 percentage point (pp) atas pertumbuhan PDB yang sebesar 5,12%. Penyumbang terbesar pertumbuhan PDB masih berasal dari Konsumsi RT dengan sumbangan sebesar 2,64 pp.
Menurut lapangan usaha, sektor agrikultur tumbuh 1,79% secara tahunan di Triwulan II-2025, melambat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,62%. Sektor industri manufaktur tumbuh 5,68%, tertinggi sejak 2021. Sektor jasa mengalami kenaikan pertumbuhan dari 5,35% di Triwulan I-2025 menjadi 5,77% di Triwulan II-2025.
Pertumbuhan investasi didorong belanja modal pemerintah
Di dalam sektor PMTDB, sektor Mesin dan Perlengkapan mengalami pertumbuhan tertinggi mencapai 25,30%, jauh lebih tinggi dibandingkan Triwulan I-2025 yang sebesar 7,95%. Capaian pertumbuhan tahunan tersebut adalah salah satu yang tertinggi yang pernah dicapai oleh sektor Mesin dan Perlengkapan.
Tingginya pertumbuhan sektor Mesin dan Perlengkapan di Triwulan II-2025 sejalan dengan tingginya impor barang modal dimana sepanjang Triwulan II-2025 tumbuh sebesar 32,5% secara tahunan. Adapun impor barang konsumsi dan bahan baku/penolong tumbuh jauh lebih rendah masing-masing sebesar 7,6% dan 4,5% secara tahunan.
Pada Triwulan II-2025 belanja modal pemerintah tumbuh 30,28% secara tahunan, sejalan dengan tingginya impor barang modal serta tingginya pertumbuhan sektor Mesin dan Perlengkapan.
Tema Investasi Khusus: GIIAS 2025
Empowering the future
GIIAS (Gaikindo Indonesia International Auto Show) kembali digelar tahun ini di ICE BSD City, Tangerang, dari 24 Juli hingga 3 Agustus 2025. Ajang tahunan yang diselenggarakan GAIKINDO ini sudah menjadi barometer perkembangan industri otomotif Indonesia, sekaligus etalase teknologi dari berbagai merek global maupun lokal. Tahun ini, skala penyelenggaraan terasa lebih besar, dengan 63 merek kendaraan—mulai dari mobil penumpang, kendaraan komersial, hingga sepeda motor—serta ratusan industri pendukung yang meramaikan pameran.
Mengusung tema “Empowering the Future”, GIIAS 2025 fokus pada kendaraan listrik, mobilitas pintar, dan inovasi masa depan. Hampir semua merek menampilkan lini elektrifikasi mereka, baik berupa mobil listrik murni, hybrid, maupun teknologi penunjang seperti sistem konektivitas dan fitur keselamatan pintar. Pabrikan ban nasional seperti Gajah Tunggal ikut memamerkan teknologi terbaru, menandakan bahwa transisi menuju era kendaraan ramah lingkungan juga melibatkan industri pendukung.
Panggung GIIAS 2025 juga dipenuhi peluncuran produk baru. Mazda memperkenalkan dua varian CX-60—Sport dan Pro—dengan sistem penggerak AWD dan interior premium, BYD mencuri perhatian dengan debut ATTO 1, hatchback listrik mungil, supercar listrik U9, dan MPV mewah DENZA D9. Kehadiran merek-merek baru seperti Geely, Jaecoo, dan Xpeng semakin memperkaya pilihan konsumen di pasar domestik.
Jumlah pengunjung GIIAS 2025 memecahkan rekor, namun nilai transaksi penjualan menurun dibanding tahun lalu, mencerminkan tekanan daya beli. Meski begitu, Toyota membukukan 4.250 SPK, Mitsubishi 4.110 dengan SUV Destinator sebagai penyumbang terbesar, dan Wuling 2.395 SPK plus lebih dari seribu sesi test drive. Ajang ini kembali membuktikan diri sebagai momentum strategis yang mempertemukan pemain global dan lokal, mendorong transfer teknologi, serta memantapkan arah industri menuju elektrifikasi dan mobilitas masa depan.
PT Samuel Aset Manajemen, selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM DANA BERKEMBANG, menginformasikan beberapa perubahan yang akan dilakukan terhadap KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM DANA BERKEMBANG terkait hal-hal sebagai berikut:
perubahan ketentuan mengenai biaya pembelian Unit Penyertaan (subscription fee) yang semula “sebesar maksimum 1% (satu persen) dari nilai transaksi pembelian Unit Penyertaan” menjadi “maksimum sebesar 2,5% (dua koma lima persen) dari nilai transaksi pembelian Unit Penyertaan”;
perubahan ketentuan mengenai biaya Penjualan Kembali Unit Penyertaan (redemption fee) yang semula “sebesar maksimum 1% (satu persen) dari nilai transaksi penjualan kembali Unit Penyertaan” menjadi “maksimum sebesar 1,5% (satu koma lima persen) dari nilai transaksi penjualan kembali Unit Penyertaan;
perubahan ketentuan mengenai biaya pengalihan investasi (switching fee) yang semula tidak dikenakan menjadi ” maksimum sebesar 1,5% (satu koma lima persen) dari nilai transaksi pengalihan investasi”;perubahan alamat korespondensi Bank Kustodian;penambahan ketentuan mengenai bea meterai yang dikenakan bagi Pemegang Unit Penyertaan, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku (jika ada); dan
penyesuaian ketentuan dalam KIK dan Prospektus terhadap Undang-Undang, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”), dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) antara lain sebagai berikut:
Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tanggal 12 Januari 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan;
POJK Nomor: 22/POJK.04/2017 tanggal 21 Juni 2017 tentang Pelaporan Transaksi Efek;
POJK Nomor: 18/POJK.07/2018 tanggal 10 September 2018 tentang Layanan Pengaduan Konsumen Di Sektor Jasa Keuangan;
POJK Nomor: 2/POJK.04/2020 tanggal 8 Januari 2020 tentang Perubahan atas POJK 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif;
POJK Nomor: 25/POJK.04/2020 tanggal 22 April 2020 tentang Pedoman Bentuk Dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum Reksa Dana;
POJK Nomor: 31/POJK.07/2020 tanggal 22 April 2020 tentang Penyelenggaraan Layanan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan;
POJK Nomor: 61/POJK.07/2020 tanggal 14 Desember 2020 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan;
POJK Nomor: 56/POJK.04/2020 tanggal 31 Desember 2020 tentang Pelaporan dan Pedoman Akuntansi Reksa Dana;
POJK Nomor: 17/POJK.04/2022 tanggal 1 September 2022 tentang Pedoman Perilaku Manajer Investasi;
POJK Nomor 4 Tahun 2023 tanggal 30 Maret 2023 tentang Perubahan Kedua atas POJK 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif;
POJK Nomor 8 Tahun 2023 tanggal 14 Juni 2023 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang, Pencegahan Pendanaan Terorisme, dan Pencegahan Pendanaan Proliferasi Senjata Pemusnah Massal di Sektor Jasa Keuangan;
POJK Nomor 22 Tahun 2023 tanggal 20 Desember 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan;
POJK Nomor 33 Tahun 2024 tanggal 19 Desember 2024 tentang Pengembangan dan Penguatan Pengelolaan Investasi di Pasar Modal; dan
SEOJK Nomor: 1/SEOJK.04/2020 tanggal 17 Februari 2020 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Atau Bukti Konfirmasi dan Laporan Berkala Reksa Dana Secara Elektronik Melalui Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu.
Rincian rencana perubahan KIK dan Prospektus dapat diperoleh di Manajer Investasi atau dapat dilihat pada website Manajer Investasi yaitu https://www.sam.co.id/.
Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan REKSA DANA SAM DANA BERKEMBANG serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 6 Agustus 2024
PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980
Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Informasi ini juga dipublikasikan di surat kabar nasional, Ekonomi Neraca, terbit Selasa, 6 Agustus 2025, halaman 4
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 31 Juli 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal 1 Agustus 2025
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 4 Agustus 2025.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp175.000.000 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah ).*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 29 Juli 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,49% atau Rp5,00 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Likuiditas global masuk ke negara-negara berkembang
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 5%. Indeks saham Korea Selatan (KOSPI) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Thailand (SET) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Afrika Selatan (FTSE/JSE), Meksiko (S&P/BMV IPC), dan Brazil (BOVESPA) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Thailand (SET), Malaysia (FTSE KLCI), dan Filipina (PSEi) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Korea Selatan (KOSPI), diikuti oleh Hong Kong (Hang Seng), Jerman (DAX), dan Kanada (S&P/TSX). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Taiwan (TWSE), dan Swedia (OMX Stockholm) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Telekomunikasi, Keuangan, dan Perindustrian cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Barang Konsumen Non-Primer, Kesehatan, dan Energi relatif tertinggal.
Pasar saham Asia dan negara-negara berkembang reli di tengah tercapainya kesepakatan perang dagang antara Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya. Pelemahan nilai tukar dolar AS yang masih terjadi pada tahun berjalan ini membuat terjadinya rotasi arus dana ke negara-negara berkembang. Hal ini ditandai dari penguatan nilai tukar mata uang dan menguatnya indeks saham mau pun obligasi di berbagai negara-negara berkembang.
Rotasi global dipicu dari pelemahan dolar AS
Kondisi pasar global saat ini terlihat adanya kelegaan paska terjadinya kesepakatan dagang dan menurunnya eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah. Beberapa kelas aset berhasil mencapai ke level tertingginya sepanjang masa pada bulan ini. Sentimen secara global cenderung menunjukkan potensi mood yang bullish.
Data Citi Economic Surprise Index menunjukkan seluruh kawasan ekonomi besar di dunia berada pada teritori yang positif, yang artinya actual data ekonomi yang telah rilis lebih baik dari ekspektasi konsensus sebelumnya. Beberapa kawasan ekonomi memiliki nilai indeks yang lebih baik dari Amerika Serikat. Hal ini menjadi salah satu pemicu terjadinya rotasi global selain karena perlemahan nilai tukar dolar AS.
Potensi katalis positif berikutnya dari sisi makro global adalah bila the Fed dapat memangkas tingkat suku bunganya sehingga likuiditas global bisa berpotensi meningkat.
Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
Menurunnya daya beli konsumen
Indeks Keyakinan Konsumen masih dalam tren menurun sejak awal tahun dimana di bulan Juni 2025 tercatat pada level 117,80, sedangkan di awal tahun berada di level 127,17. Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini sebesar 106,72, naik dari bulan sebelumnya sebesar 105,98. Adapun Indeks Ekspektasi Konsumen turun dari 129,01 di bulan Mei menjadi 128,88 di bulan Juni.
Indeks Penjualan Eceran Riil tercatat pada level 232,45, turun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 235,55 dan bulan Maret ketika masa Lebaran sebesar 248,28. Secara tahunan, indeks tersebut tumbuh 1,90%, membaik dibandingkan pertumbuhan tahunan di bulan sebelumnya sebesar -0,31%.
Dana Pihak Ketiga (DPK) Rumah Tangga di perbankan di bulan April tumbuh -0,15% secara tahunan, masih melanjutkan tren penurunan sejak pertengahan tahun 2023. Menurunnya pertumbuhan DPK Rumah Tangga diiringi dengan meningkatnya Kredit Macet (Non-Performing Loan) Rumah Tangga di perbankan.
Alokasi Aset
Rekomendasi skenario alokasi aset dasar 40:60 pada 3Q25
Kami melihat potensi pasar saham mulai rebound terutama pada beberapa nama big caps yang memiliki dividend yield atraktif. Potensi imbal hasil masing-masing aset (sebelum dividen saham), yaitu 4,3% (IHSG) dan 3,8% (indeks obligasi INDOBeX Total Return) – data per 30 Juni 2025.
Alokasi aset yang sedikit condong kepada instrumen pendapatan tetap kami pandang cukup bijak dan efisien dalam menyeimbangkan risiko dan potensi imbal hasil. Kami melihat bahwa rasio 40:60 antara saham dan obligasi cukup optimal.
Perlu selalu kami sampaikan bahwa alokasi aset yang ideal bagi setiap investor sangat bergantung pada: 1) tujuan; 2) jangka waktu investasi; dan 3) profil risiko. Pada Grafik 14, kami tampilkan alokasi aset yang secara teori bisa dikatakan ideal sesuai dengan profil risiko setiap investor.
Investasi itu penting, tapi kok buat beberapa orang masih terasa ribet, ya? Dengar kata reksa dana aja udah pusing, belum lagi istilah-istilah lain yang bikin kening makin berkerut, seperti pasar uang, pendapatan tetap, tujuan keuangan atau profil risiko. Ini mungkin akan terdengar membingungkan buat kamu yang pertama kali berinvestasi di reksa dana dan ingin memilih produk yang ingin kamu beli. Tapi tenang, kamu nggak sendiri!
Banyak investor pemula yang merasa ragu untuk mengambil langkah pertama, karena takut salah pilih produk atau tidak tahu reksa dana seperti apa yang sesuai dengan kondisi keuangan mereka. Untungnya, Samuel Aset Manajemen (SAM) menyajikan panduan praktis berupa flowchart atau alur logika sederhana yang bisa membantu kamu memilih produk reksa dana berdasarkan profil risiko dan tujuan keuanganmu.
Mengapa Harus Reksa Dana?
Sebelum kita bahas alurnya, mari kita pahami dulu kenapa reksa dana bisa jadi pilihan investasi yang tepat, terutama buat kamu yang baru mulai.
Reksa dana adalah instrumen investasi kolektif, artinya dana dari banyak investor dikumpulkan dan dikelola oleh Manajer Investasi profesional untuk dibelikan portofolio efek seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang. Keuntungan utamanya:
Modal Investasi Terjangkau: Bisa mulai dari Rp10.000,-hingga Rp100.000.- saja
Likuid: Umumnya reksa dana dapat dibeli dan/atau dicairkan kapan saja pada waktu transaksi di hari operasional bursa.
Dikelola Profesional: Kamu tidak perlu repot memilih dan menganalisa saham atau obligasi sendiri
Diversifikasi: Risikonya lebih tersebar karena dana ditempatkan di berbagai aset dan instrumen investasien
Mudah: Melakukan pendaftaran, proses transaksi dan memantau perkembangan nilai investasi bisa dilakukan secara online melalui aplikasi di smartphone atau melalui website.
Langkah Awal: Cek Kondisi Keuanganmu
Flowchart dari SAM dimulai dari pertanyaan yang sangat mendasar: “Apakah penghasilan kamu lebih kecil dari pengeluaran?”
Kalau jawabannya iya, itu artinya kamu belum siap mulai investasi sekarang juga, tetapi itu tidak terlalu masalah asalkan kamu menyusun ulang prioritas keuanganmu dan memperbaiki cashflow.
Cashflow alias arus kas adalah fondasi utama dari keuangan sehat. Kalau arus kas kamu negatif (pengeluaran lebih besar daripada pemasukan), artinya kamu sedang berdiri di atas tanah yang goyang. Bukan saat yang tepat untuk menanam pohon investasi, karena bisa roboh kapan saja.
Sebaiknya kamu fokus dulu pada menambah penghasilan dan belajar memahami perencanaan keuangan pribadi maupun keluarga. Menambah income kadang terdengar klise, tapi ini satu-satunya jalan keluar jangka panjang kalau pengeluaran udah kamu tekan semaksimal mungkin.
Beberapa opsi menambah penghasilan yang bisa kamu pertimbangkan, seperti freelance sesuai keahlian diri, jual barang atau jasa online, membuat konten secara serius, melamar pekerjaan tambahan atau shift kedua, atau memanfaatkan aset yang ada misalnya punya motor atau mobil, kamu bisa jadi driver ojek online atau sewa kendaraan.
Selagi kamu berusaha meningkatkan pemasukan, pelajari juga cara mengatur keuangan dengan lebih baik. Banyak orang bukan kekurangan penghasilan, tapi belum tahu cara mengelola uangnya.
Coba mulai dengan hal-hal sederhana seperti:
Buat budgeting keuangan untuk bulanan
Catat pengeluaran harian selama sebulan
Bedakan antara kebutuhan dan keinginan
Jangan lupa periksa apakah kamu memiliki utang yang memiliki bunga tinggi, apalagi yang sifatnya konsumtif seperti pinjaman online, pay-latter di aplikasi market place, KTA atau pemakaian kartu kredit, karena prioritas utama dari perencanaan keuangan sebaiknya adalah melunasi utang konsumtif terlebih dahulu. Investasi memang penting, tapi jangan sampai kamu menanam uang untuk masa depan, tapi di masa kini masih terlilit utang.
Langkah Kedua: Cek Sudah Punya Dana Darurat?
Jika penghasilanmu sudah cukup untuk menutupi pengeluaran dan masih ada sisa, pertanyaan selanjutnya adalah: “Sudah punya dana darurat?”
Dana darurat adalah simpanan yang bisa digunakan dalam situasi tak terduga seperti kehilangan pekerjaan, biaya rumah sakit, atau kebutuhan mendesak lainnya. Idealnya, kamu perlu menyimpan dana darurat sebesar 3–6 kali pengeluaran bulanan.
Kalau belum punya, sebaiknya kamu mulai membangun dana darurat dulu melalui Reksa Dana Pasar Uang, yang relatif stabil dan mudah dicairkan.
Kenapa pasar uang? Karena jenis ini rendah risiko, cocok untuk menyimpan dana mendesak untuk jaga-jaga kebutuhan mendadak. Kamu bisa mencairkannya kapan saja tanpa khawatir nilainya anjlok karena fluktuasi pasar.
Langkah Ketiga Sesuaikan Tujuan Keuangan dan Profil Risiko.
Setelah dana darurat aman, kamu bisa mulai berinvestasi sesuai tujuan dan jangka waktu. Pertanyaannya: “Tujuan keuanganmu kurang dari 1 tahun?”
Kalau iya, kembali ke Reksa Dana Pasar Uang. Tapi kalau lebih dari 1 tahun, maka kita bisa memilih instrumen dengan potensi return lebih tinggi, yang tentunya dengan risiko juga lebih tinggi. Setiap orang punya tingkat toleransi risiko yang berbeda-beda. Flowchart ini membagi ke dalam tiga kategori utama:
Konservatif. Kamu cenderung menghindari risiko, tidak nyaman melihat nilai investasimu turun, dan lebih memilih hasil yang stabil. Rekomendasi produk Reksa Dana Pendapatan Tetap yang umumnya berisi obligasi negara atau korporasi yang memberikan imbal hasil tetap, meski tidak seaman pasar uang.
Moderat. Kamu masih bisa toleransi risiko sedang, dengan harapan mendapatkan return lebih tinggi dalam jangka menengah–panjang. Produk reksa dana campuran bisa jadi pilihan untuk kamu: menggabungkan saham, obligasi, dan pasar uang dalam satu wadah. Risikonya lebih tinggi dari pendapatan tetap, tapi juga lebih fleksibel.
Agresif. Kamu nyaman dengan fluktuasi pasar dan siap berinvestasi dalam jangka panjang untuk hasil maksimal, produk reksa dana saham bisa jadi pilihan untukmu. isiko tinggi, tapi potensi imbal hasil juga tinggi.
Flowchart dari Samuel Aset Manajemen adalah alat bantu yang sederhana tapi powerful. Kamu tinggal ikuti alurnya, dan di akhir akan tahu jenis reksa dana mana yang cocok.
Memulai investasi nggak harus rumit. Dengan memahami kondisi keuangan, tujuan investasi, dan profil risiko, kamu sudah bisa memilih produk reksa dana pertamamu. Jangan tunggu sampai uangnya cukup karena waktu adalah aset paling berharga dalam investasi. Semakin cepat kamu mulai, semakin besar potensi hasilnya. Yuk, mulai sekarang!
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 3 bulan terakhir.
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
PHI dengan nilai minimal Rp1.000.000 (satu juta rupiah) dibagikan ke nasabah secara tunai dan PHI yang lebih rendah dari nilai tersebut dibagikan dalam bentuk tambahan Unit Penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 30 Juni 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal: 1 Juli 2025
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Juli 2025.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga NAV per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.*
Perkiraan PHI yang dibagikan adalah sekitar Rp610.000.000,- (enam ratus sepuluh juta rupiah) untuk seluruh Pemegang Unit Penyertaan SAM Sukuk Syariah Sejahtera.*
*) sebagai ilustrasi bila nilai total PHI sebagaimana disebutkan di atas dibagikan dengan menggunakan informasi NAB SAM Sukuk Syariah Sejahtera tanggal 23 Juni 2025 maka setiap Pemegang Unit Penyertaan akan menerima PHI sekitar Rp31,8 per unit. Harga NAB per unit akan terkoreksi sebesar PHI per unit yang dibagikan tersebut atau sekitar -1,3%. Nilai PHI per unit penyertaan dapat berubah sesuai dengan jumlah Unit Penyertaan saat Cum Date.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 30 Juni 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal 1 Juli 2025
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Juli 2025.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp175.000.000 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah).*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 23 Juni 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,44% atau Rp4,44 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 30 Juni 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal 1 Juli 2025
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Juli 2025.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp175.000.000 (seratus tujuh puluh lima juta rupiah). *)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 23 Juni 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,44% atau Rp4,44 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Ulasan Pasar Global Pasar saham global reli dipimpin oleh bursa saham Jerman
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 3%. Indeks saham Jerman (DAX) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Thailand (SET) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Meksiko (S&P/BMV IPC), Afrika Selatan (FTSE/JSE), dan Brazil (BOVESPA) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Thailand (SET), Malaysia (FTSE KLCI), dan Filipina (PSEi) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Jerman (DAX), diikuti oleh Hong Kong (Hang Seng), Korea Selatan (KOSPI), dan Eropa (STOXX 600). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Taiwan (TWSE), dan Jepang (Nikkei 225) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Keuangan, Telekomunikasi, dan Utilitas cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Energi, Barang Konsumen Non-Primer, dan Kesehatan relatif tertinggal.
Pasar melanjutkan pemulihan sepanjang bulan Mei 2025 paska koreksi akibat ketidakpastian mengenai perang tarif dagang di bulan April lalu. Data ekonomi Amerika Serikat berangsur menunjukkan tren yang positif setelah sebelumnya muncul kembali kekhawatiran mengenai potensi resesi. Faktor potensi risiko dari sisi pasar global terlihat dari kenaikan imbal hasil obligasi negara di berbagai kawasan negara maju terutama Jepang. Tingkat imbal hasil obligasi jangka panjang negara Jepang telah mencapai level yang tertinggi sejak tahun 2000.
Tema Investasi Khusus: Budaya Kopi Indonesia Merayakan Indonesia sebagai tuan rumah World of Coffee Asia 2025
Pada 15-17 Mei 2025 yang lalu, Indonesia menjadi tuan rumah World of Coffee Asia 2025, suatu ajang trade show industri kopi dunia, yang juga dirangkaikan dengan kejuaraan barista kopi World Brewers Cup 2025. Barista Indonesia, Bayu Prawiro, terpilih menjadi juara kedua dalam ajang tersebut. World of Coffee Asia 2025 adalah acara World of Coffee pertama yang diadakan di negara penghasil kopi. Indonesia termasuk ke dalam empat besar penghasil kopi dunia, bersama Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut menunjukkan semakin berkembangnya budaya kopi Indonesia yang berawal sejak VOC memulai perkebunan kopi pada abad ke-18. Cara masyarakat Indonesia meminum kopi juga terus berubah dan berkembang, dari “kopi rakyat” seperti kopi tubruk dan kopi luwak, hingga kedai kopi artisan yang tidak sekadar menyediakan asupan kafein, tetapi juga pengalaman mencecap aneka dimensi rasa kopi, dipandu barista bertalenta.
Kopi juga menjadi jembatan sosial manusia dari beragam latar belakang. Apapun jenis kopi yang diminum, baik itu seduhan kopi ala Eropa seperti cappuccino sampai dengan kopi susu gula aren khas Indonesia, aneka perbincangan dapat terjalin lewat secangkir kopi. Kedai kopi juga bertambah kegunaan menjadi ruang ketiga manusia untuk berkumpul, juga sebagai perpanjangan ruang tamu keluarga masyarakat.
Departemen Pertanian AS memperkirakan konsumsi kopi dalam negeri Indonesia mencapai 4,8 juta karung, didorong oleh gelombang industri kopi terkini yang disebut sebagian orang sebagai fourth-wave coffee. Gelombang ini secara timbal balik dikembangkan dan ditangkap oleh para pelaku industri, baik perusahaan privat maupun publik, di antaranya Kopi Tuku, Kopi Kenangan, Fore Coffee (FORE IJ), serta artisan slow bar, seperti Coffee of Things, Setjangkir, dan Vuur Coffee. Kopi memang bermula di Afrika, namun ia telah membudaya dan melekat erat dalam keseharian masyarakat Indonesia.