Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 30 Juni 2026 dan Ex-date PHI pada tanggal 1 Juli 2026
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Juli 2026
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp267.000.000 (dua ratus enam puluh tujuh juta Rupiah)*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 26 Juni 2026 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,46% NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D atau Rp4,6 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 29 Mei 2026 dan Ex-date PHI pada tanggal 2 Juni 2026
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 3 Juni 2026.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp258.500.000 (dua ratus lima puluh delapan juta lima ratus ribu Rupiah)*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 22 Mei 2026 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,46% NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D atau Rp4,6 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Menindaklanjuti rencana perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM DANA BERKEMBANG yang telah diumumkan melalui surat kabar “Harian Ekonomi Neraca” tertanggal 6 Agustus 2025, kami, PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM DANA BERKEMBANG, dengan ini bermaksud menyampaikan pelaksanaan perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM DANA BERKEMBANG sebagaimana termaktub dalam akta addendum KIK REKSA DANA SAM DANA BERKEMBANG.
Rincian rencana perubahan KIK dan Prospektus dapat diperoleh di Manajer Investasi atau dapat dilihat pada website Manajer Investasi yaitu https://www.sam.co.id/.
Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan REKSA DANA SAM DANA BERKEMBANG serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 2 April 2026
Manajer Investasi
PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980
Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 31 Maret 2026 dan Ex-date PHI pada tanggal 1 April 2026
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 April 2026.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp250.000.000 (dua ratus lima puluh juta Rupiah)*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 25 Maret 2026 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,45% NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D atau Rp4,6 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 9%. Indeks saham Korea Selatan (KOSPI) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Thailand (SET), Brazil (BOVESPA), dan Meksiko (S&P/BMV IPC) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Indonesia (IHSG), India (SENSEX), dan Malaysia (FTSE KLCI) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Korea Selatan (KOSPI), diikuti oleh Taiwan (TWSE), Jepang (Nikkei 225), dan Swedia (OMX Stockholm). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Teknologi AS (NASDAQ), dan Amerika Serikat (S&P 500) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Energi, Bahan Baku, dan Perindustrian cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Barang Konsumen Non-Primer, Keuangan, dan Telekomunikasi relatif tertinggal.
Pasar saham AS tertinggal setelah rilis data ekonomi AS. Di sisi lain, pasar saham Asia Pasifik unggul ditopang dari sektor semikonduktor terutama pada pasar saham di Korea Selatan dan Taiwan. Divergensi kebijakan bank sentral dan kekhawatiran terhadap disrupsi AI turut mewarnai volatilitas sepanjang bulan Februari.
Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
Akselerasi belanja pemerintah turut meningkatkan aktivitas perekonomian
Hingga bulan Februari 2026 realisasi pendapatan negara tercatat sebesar Rp358 triliun atau 11,4% dari APBN. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pendapatan negara tumbuh 12,8%. Adapun realisasi belanja negara tercatat sebesar Rp493,8 triliun atau 12,8% dari APBN. Belanja negara tumbuh 41,9% secara tahunan. Defisit APBN hingga bulan Februari 2026 sebesar Rp135,7 triliun, lebih besar dibandingkan defisit di periode yang sama tahun lalu sebesar Rp30,7 triliun.
Hingga bulan Februari 2026 defisit APBN tercatat sebesar -0,53% terhadap PDB. Realisasi tersebut merupakan salah satu defisit terbesar untuk dua bulan pertama tahun fiskal. Menurut UU Keuangan Negara batas maksimal defisit APBN sepanjang tahun adalah sebesar 3% terhadap PDB.
Di bulan Januari 2026 jumlah uang beredar tumbuh 10% secara tahunan, melanjutkan tren kenaikan selama 9 bulan terakhir. Kredit perbankan tumbuh 10,2% secara tahunan, juga melanjutkan tren kenaikan selama 7 bulan terakhir. Di bulan Februari 2026 Inflasi tercatat sebesar 4,76% yang salah satu penyebab utamanya adalah efek low-base penerapan diskon tarif listrik tahun lalu.
Tema Investasi Khusus: Crude Oil
Reading the signs
Harga minyak mengawali 2026 dalam tekanan. Brent dan WTI masuk ke tahun baru di kisaran $57–61/bbl, melanjutkan tren pelemahan hampir 20% sepanjang 2025. Saat itu, pasar masih fokus pada satu narasi besar: oversupply. Produksi dari AS, Brasil, dan Kanada terus meningkat, sementara permintaan global belum cukup kuat untuk menyerap tambahan supply tersebut. Konsensus analis pun cenderung bearish, baik EIA maupun J.P. Morgan sama-sama memproyeksikan rata-rata Brent di kisaran $58–60/bbl untuk sepanjang tahun.
Kenyataannya, Q1 bercerita lain. Brent melonjak 16% di Januari saja, didorong oleh risk premium geopolitik yang meningkat tajam. Setelah sempat koreksi di awal Februari, harga kembali rally dan per awal Maret sudah bergerak di kisaran $77–85/bb, jauh di atas proyeksi awal tahun. Volatilitas ini menjadi pengingat bahwa fundamental saja tidak cukup untuk menangkap pergerakan harga minyak.
Dari sisi supply, OPEC+ menunjukkan dinamika menarik. Setelah menahan produksi selama Q1, kelompok produsen utama memutuskan untuk mulai menambah output sekitar 206.000 barel per hari mulai April, langkah yang dibaca sebagai sinyal pergeseran dari menopang harga ke merebut pangsa pasar. Di saat bersamaan, arus perdagangan global juga mengalami reshuffling: tekanan sanksi dan tarif AS mendorong India mengurangi impor minyak Rusia ke level terendah sejak akhir 2022, sementara barrel Rusia dialihkan ke China. Setiap perubahan kebijakan tarif atau sanksi kini bisa mengubah peta aliran crude dalam hitungan minggu.
Bagi Indonesia, lonjakan harga minyak relatif bukan kabar baik. Sebagai net importir minyak, harga yang lebih tinggi memperlebar defisit neraca perdagangan migas, menambah tekanan pada rupiah, dan mempersulit ruang fiskal pemerintah, terutama untuk subsidi BBM. Di sisi inflasi, kenaikan harga energi ikut mendorong inflasi Februari melonjak ke 4,76%, level tertinggi sejak Maret 2023, yang semakin mempersempit ruang Bank Indonesia untuk memangkas suku bunga. Kombinasi ini menciptakan headwind bagi pasar obligasi dan saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga.
Namun tidak semua sektor terdampak negatif. Saham-saham energi dan komoditas justru menjadi beneficiary dan beberapa emiten di bursa mencatat kenaikan signifikan di tengah pelemahan IHSG. Situasi ini menegaskan pentingnya diversifikasi portofolio, karena konsentrasi berlebih di satu sektor bisa sangat rentan terhadap pergeseran sentimen komoditas. Ke depan, yang perlu dicermati adalah apakah risk premium akan bertahan atau mulai menipis karena jika sentimen mereda sementara OPEC+ konsisten menambah produksi, rotasi sektor bisa terjadi dengan cepat.
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cum date PHI pada tanggal 27 Februari 2026 dan Ex-date PHI pada tanggal 2 Maret 2026.
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 3 Maret 2026.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp242.000.000 (dua ratus empat puluh dua juta Rupiah)*)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 24 Februari 2026 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,43% NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D atau Rp4,5 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].
Ulasan Pasar Global Pasar saham global reli dipimpin oleh bursa saham Jerman
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 3%. Indeks saham Jerman (DAX) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Thailand (SET) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Meksiko (S&P/BMV IPC), Afrika Selatan (FTSE/JSE), dan Brazil (BOVESPA) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Thailand (SET), Malaysia (FTSE KLCI), dan Filipina (PSEi) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Jerman (DAX), diikuti oleh Hong Kong (Hang Seng), Korea Selatan (KOSPI), dan Eropa (STOXX 600). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Taiwan (TWSE), dan Jepang (Nikkei 225) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Keuangan, Telekomunikasi, dan Utilitas cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Energi, Barang Konsumen Non-Primer, dan Kesehatan relatif tertinggal.
Pasar melanjutkan pemulihan sepanjang bulan Mei 2025 paska koreksi akibat ketidakpastian mengenai perang tarif dagang di bulan April lalu. Data ekonomi Amerika Serikat berangsur menunjukkan tren yang positif setelah sebelumnya muncul kembali kekhawatiran mengenai potensi resesi. Faktor potensi risiko dari sisi pasar global terlihat dari kenaikan imbal hasil obligasi negara di berbagai kawasan negara maju terutama Jepang. Tingkat imbal hasil obligasi jangka panjang negara Jepang telah mencapai level yang tertinggi sejak tahun 2000.
Tema Investasi Khusus: Budaya Kopi Indonesia Merayakan Indonesia sebagai tuan rumah World of Coffee Asia 2025
Pada 15-17 Mei 2025 yang lalu, Indonesia menjadi tuan rumah World of Coffee Asia 2025, suatu ajang trade show industri kopi dunia, yang juga dirangkaikan dengan kejuaraan barista kopi World Brewers Cup 2025. Barista Indonesia, Bayu Prawiro, terpilih menjadi juara kedua dalam ajang tersebut. World of Coffee Asia 2025 adalah acara World of Coffee pertama yang diadakan di negara penghasil kopi. Indonesia termasuk ke dalam empat besar penghasil kopi dunia, bersama Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah ajang tersebut menunjukkan semakin berkembangnya budaya kopi Indonesia yang berawal sejak VOC memulai perkebunan kopi pada abad ke-18. Cara masyarakat Indonesia meminum kopi juga terus berubah dan berkembang, dari “kopi rakyat” seperti kopi tubruk dan kopi luwak, hingga kedai kopi artisan yang tidak sekadar menyediakan asupan kafein, tetapi juga pengalaman mencecap aneka dimensi rasa kopi, dipandu barista bertalenta.
Kopi juga menjadi jembatan sosial manusia dari beragam latar belakang. Apapun jenis kopi yang diminum, baik itu seduhan kopi ala Eropa seperti cappuccino sampai dengan kopi susu gula aren khas Indonesia, aneka perbincangan dapat terjalin lewat secangkir kopi. Kedai kopi juga bertambah kegunaan menjadi ruang ketiga manusia untuk berkumpul, juga sebagai perpanjangan ruang tamu keluarga masyarakat.
Departemen Pertanian AS memperkirakan konsumsi kopi dalam negeri Indonesia mencapai 4,8 juta karung, didorong oleh gelombang industri kopi terkini yang disebut sebagian orang sebagai fourth-wave coffee. Gelombang ini secara timbal balik dikembangkan dan ditangkap oleh para pelaku industri, baik perusahaan privat maupun publik, di antaranya Kopi Tuku, Kopi Kenangan, Fore Coffee (FORE IJ), serta artisan slow bar, seperti Coffee of Things, Setjangkir, dan Vuur Coffee. Kopi memang bermula di Afrika, namun ia telah membudaya dan melekat erat dalam keseharian masyarakat Indonesia.
Meningkatnya volatilitas pasar saham global di tengah gejolak perang dagang
Pasar saham global mengalami pelemahan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang terdiri dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan penurunan sebesar -1%. Indeks saham Hong Kong (Hang Seng) tercatat sebagai pemimpin indeks saham global, sementara indeks saham Thailand (SET) menjadi yang paling tertinggal.
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal dibandingkan dengan indeks saham global pada tahun ini. Indeks saham Brazil (BOVESPA), Afrika Selatan (FTSE/JSE), dan Meksiko (S&P/BMV IPC) tercatat berkinerja lebih baik. Di sisi lain, indeks saham Thailand (SET), Indonesia (IHSG), dan Malaysia (FTSE KLCI) relatif tertinggal sejak awal tahun.
Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil positif pada tahun ini. Indeks saham yang relatif unggul adalah Hong Kong (Hang Seng), diikuti oleh Jerman (DAX), Eropa (STOXX 600), dan Inggris (FTSE 100). Sementara indeks saham Denmark (OMX Copenhagen), Teknologi AS (NASDAQ), dan Taiwan (TWSE) tercatat tertinggal.
Dari sisi kinerja sektoral saham pada kawasan-kawasan ekonomi besar di dunia, sektor Energi, Keuangan, dan Utilitas cenderung memimpin sejak awal tahun. Sementara sektor Teknologi, Barang Konsumen Non-Primer, dan Perindustrian relatif tertinggal.
Pasar saham global mengalami gejolak hebat akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump. Pada 2 April, Trump mengumumkan “Liberation Day” dengan tarif impor yang signifikan, memicu aksi jual besar-besaran di pasar global. Namun, pada 9 April, Trump mengejutkan pasar dengan menangguhkan tarif untuk sebagian besar negara selama 90 hari, yang menyebabkan reli di pasar saham. Meskipun demikian, ketidakpastian tetap ada karena tarif terhadap China tetap berlaku. Secara keseluruhan, pasar saham global masih dibayangi ketidakpastian akibat kebijakan perdagangan yang berubah-ubah.
Pelemahan Indeks Dolar AS dapat menjadi katalis positif
Pasar saham Eropa sejak awal tahun memimpin kenaikan pasar saham global setelah rencana ekspansi kebijakan fiscal di Jerman dan beberapa negara lainnya. Pelemahan indeks dolar AS membuat risk appetite investor untuk berinvestasi di luar AS, terutama pada negara maju lainnya, menjadi meningkat.
Kami melihat kondisi pasar global dalam jangka pendek masih berpotensi terjadi volatilitas. Saat ini pasar dalam sentimen kelegaan atas penundaan tarif perdagangan. Namun, latar belakang kondisi tensi perang dagang tidak sepenuhnya berubah.
Indeks dolar AS yang melemah sejak awal tahun disebabkan oleh dua faktor utama. Dari sisi AS, data ekonomi yang melemah meningkatkan ekspektasi the Fed untuk memotong tingkat suku bunga. Sementara di sisi lain, pertumbuhan ekonomi di Eropa diperkirakan membaik seiring perubahan rezim kebijakan fiskal.
Ulasan Makro Ekonomi Indonesia
Pelemahan IDR sepanjang tahun 2025 akibat arus modal asing keluar dari pasar saham
Sejak awal tahun hingga akhir bulan Maret 2025, nilai tukar Rupiah melemah 2,84% terhadap Dolar AS, relatif tertinggal dibandingkan kinerja mata uang negara lain. Adapun dalam satu tahun terakhir nilai tukar Rupiah melemah 4,45%, relatif lebih baik dibandingkan Won Korea Selatan, Peso Meksiko, dan Real Brazil.
Neraca dagang Indonesia masih melanjutkan tren surplus dalam 58 bulan terakhir. Surplus tersebut turut meningkatkan cadangan devisa yang per Februari 2025 tercatat sebesar AS$154,5 miliar, naik sekitar AS$24 miliar dalam 58 bulan terakhir.
Di sisi pasar modal, terjadi arus modal keluar oleh investor asing di pasar saham sebanyak sekitar Rp31 triliun. Sedangkan di pasar SBN dan SRBI investor asing tercatat mengalami arus modal masuk masing-masing sebesar Rp15,2 triliun dan Rp10 triliun.
Alokasi Aset
Rekomendasi skenario alokasi aset dasar 60:40 pada 2Q25
Kami melihat potensi pasar saham mulai rebound terutama pada beberapa nama big caps yang memiliki dividend yield atraktif. Potensi imbal hasil masing-masing aset (sebelum dividen saham), yaitu 15,4% (IHSG) dan 9,5% (indeks obligasi INDOBeX Total Return) – data per 11 April 2025.
Alokasi aset yang sedikit condong kepada instrumen pendapatan tetap kami pandang cukup bijak dan efisien dalam menyeimbangkan risiko dan potensi imbal hasil. Kami melihat bahwa rasio 60:40 antara saham dan obligasi cukup optimal.
Perlu selalu kami sampaikan bahwa alokasi aset yang ideal bagi setiap investor sangat bergantung pada: 1) tujuan; 2) jangka waktu investasi; dan 3) profil risiko. Pada Grafik 14, kami tampilkan alokasi aset yang secara teori bisa dikatakan ideal sesuai dengan profil risiko setiap investor.
PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi (“Manajer Investasi”) REKSA DANA SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS (selanjutnya disebut “SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS”) dengan ini mengumumkan rencana pembubaran SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS.
Berkaitan dengan rencana tersebut di atas, dengan ini Manajer Investasi menyampaikan hal-hal sebagai berikut:
Bahwa telah terjadi kondisi dimana total Nilai Aktiva Bersih SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS kurang dari Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) yang dimulai sejak tanggal 18 Desember 2024 dan bahwa atas kondisi tersebut Para Pihak telah sepakat untuk melakukan pembubaran SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS tanpa menunggu berakhirnya jangka waktu kewajiban membubarkan SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS apabila total Nilai Aktiva Bersih kurang dari Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) selama 120 (seratus dua puluh) hari bursa berturut-turut, sebagaimana diatur dalam Pasal 45 huruf d Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.04/2016 tanggal 13 Juni 2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif jis. Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 2/POJK.04/2020 tanggal 8 Januari 2020 tentang Perubahan atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 4 Tahun 2023 tanggal 30 Maret 2023 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif (“POJK tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif”), yang menyatakan bahwa SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS wajib dibubarkan apabila Nilai Aktiva Bersih SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS kurang dari Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) selama 120 (seratus dua puluh) hari bursa berturut-turut.
Manajer Investasi telah memberitahukan rencana pembubaran SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS, kepada Otoritas Jasa Keuangan dan telah menginstruksikan Bank Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS sejak tanggal 6 Maret 2025.
Pembubaran dan dimulainya proses likuidasi akan dilakukan dengan ditandatanganinya akta pembubaran SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS di hadapan notaris.
Demikian pengumuman ini dibuat untuk dapat diketahui oleh publik.
Jakarta, 6 Maret 2025 PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980 berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
—–
*pengumuman ini juga di publikasikan di Harian Neraca terbit Kamis, 6 Maret 2025, Halaman 6
Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana“),
kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:
Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasl yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 1 bulan terakhir kepada Pemegang unit Penyertaan Kelas D
PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
Pemegang Unit Penyertaan delas D dengan nilai investasi saat com date minimal Rp25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah) akan menerima PHI Secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas D dengan nilai investasi saat cumdate lebih rendah dari jumtah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
Manajer Investasi akan menetapkan cumdate PHI pada tanggal: 30 Agustus 2024 dan Ex-date PHI pada tanggal: 2 September 2024
Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 3 September 2024.
Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang unit Penyertaan.
Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas D adalah sekitar Rp85.000.000,- (delapan puluh lima juta rupiah).”)
*) sebagai ilustrasi bila menggunakan Informasi NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas D per 27 Agustus 2024 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 0,48% atau Rp4,87 per unit.
Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].