Samuel Aset Manajemen

Blog

  • Pemberitahuan: Perubahan Minimal Investasi dan Biaya – Addendum Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dan Prospektus Produk Reksa Dana Samuel Aset  Manajemen

    Pemberitahuan: Perubahan Minimal Investasi dan Biaya – Addendum Kontrak Investasi Kolektif (KIK) dan Prospektus Produk Reksa Dana Samuel Aset Manajemen

    Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada nasabah setia SAM, dengan ini kami beritahukan bahwa SAM melakukan perubahan Minimal Investasi dan Biaya yang tercantum dalam Addendum atas Kontrak Investasi Kolektif dan Prospektus dari produk Reksa Dana SAM Indonesian Equity Fund (SIEF), SAM Dana Berkembang (SDB), SAM Sukuk Syariah Sejahtera (SSSS), SAM Sharia Equity Fund (SSEF) dan SAM Syariah Berimbang (SSB) yang telah selesai dilakukan, dan telah mendapat persetujuan dari OJK, serta telah diumumkan kepada publik pada surat kabar Harian Ekonomi Neraca.

     

    Secara umum ketentuan-ketentuan yang berubah pada KIK dan Prospektus adalah sebagai berikut :

    1. Minimum Pembelian Awal dan selanjutnya sebesar Rp. 100.000. (seratus ribu Rupiah)
    2. Menyeragamkan biaya pembelian (subscription) dan biaya penjualan kembali (redemption) yaitu :
    • Biaya Pembelian Unit Penyertaan sebesar Maks. 1%
    • Biaya Penjualan Kembali Unit Penyertaan sebesar Maks.1%
    1. Penambahan ketentuan Batas Maksimum Penjualan Kembali Unit Penyertaan dan Pengalihan Investasi sebesar 20% (dua puluh persen) dari total Nilai Aktiva Bersih pada hari Bursa diterimanya permohonan Penjualan Kembali Unit Penyertaan dan Pengalihan Investasi .
    2. Penambahan Fitur Elektronik untuk Pembelian dan Penjualan Kembali Unit Penyertaan serta Pengalihan Investasi dan Penyampaian Laporan Bulanan dan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.

     

    Berikut ini ringkasan matriks perubahan pada Reksa Dana SAM:

     

    Addendum
    Minimal Pembelian Awal
    Minimal Penjualan
    Minimal Pengalihan
    Biaya Penjualan Kembali
    Unit Penyertaan
    (Redemption Fee)
    Semula
    Menjadi
    Semula
    Menjadi
    SAM  Dana Berkembang
    Rp250.000,-
    (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
     

     

     

    Rp100.000,-

     

    (Seratuh Ribu Rupiah)

    <1 tahun: 0,75%

    1-2 tahun: 0,5%

    2-3 tahun: 0,25%

    >3 tahun: 0%

     

     

     

     

     

    Maks. 1%

    SAM Indonesian Equity Fund
     

     

     

    0%

    SAM Syariah Equity Fund
    SAM Sukuk Syariah Sejahtera
    SAM Syariah Berimbang

     

    Informasi lebih detil perubahan dapat dibaca di Prospektus Perubahan.

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 31 Agustus 2018

    Hampir semua indeks futures di bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi potensi koreksi di bursa Asia hari ini ditambah sentimen koreksi kompak di indeks bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar melemah terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen pelemahan rupiah tetapi kemungkinan BI akan menjaga dengan ketat sehingga kemungkinan kisaran rupiah ada di kisaran antara Rp.14.670 s.d Rp.14.680 per USD.

     

    Realisasi penerimaan pajak per 20 Agustus tercatat sebesar Rp.760,57 triliun atau setara dengan 53,41% dari target penerimaan pajak dalam APBN 2018 yang sebesar Rp.1.454,5 triliun. Realisasi ini masih dibawah target dengan sisa waktu kurang dari 4 bulan hingga akhir tahun. Sehingga kemungkinan ada potensi ‘short-fall’, yang juga diperkirakan oleh pemerintah mencapai Rp.70 triliun.

     

    Presiden Trump kembali menyampaikan akan siap memberlakukan tarif impor fase kedua senilai US$200 miliar terhadap barang-barang impor dari China. Trump kembali menyatakan adanya manipulasi yuan dan juga mengancam AS akan keluar dari WTO. Kekawatiran investor ini ditunjukkan dengan aksi jual saham di pasar global kemarin,  dan menguatnya USDolar.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-31-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 30 Agustus 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘hijau’ sebagai indikasi potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari didukung dengan naiknya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini.  Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar menguat terhadap USDolar yang bisa membuat sentiment penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.630 s.d Rp.14.640 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah menergetkan defisit transaksi berjalan akan nol persen (0%) terhadap PDB pada tahun 2020 dari posisi defisit selama ini, dan 3% dari PDB pada Q2-2018. Pemerintah akan menempuh beberapa kebijakan, diantaranya yang menjadi andalan adalah perluasan mandatory campuran 20% biodiesel ke solar (B20). Kebijakan ini diperkirakan bisa menghemat devisa sebesar US$2 miliar. Pengurangan defisit transaksi berjalan ini bisa membantu mengurangi volatilitas rupiah di masa mendatang.

     

    Pertumbuhan ekonomi AS untuk Q2-2018 pada revisi ke-3 ini sebesar 4,2% qtq dari perkiraan sebelumnya 4,1% qtq. Perbaikan ini karena naiknya non-residential investment sebagai efek dari kebijakan pemangkasan pajak korporasi, dan juga realisasi impor minyak yang dibawah perkiraan sebelumnya. Secara tahunan ekonomi AS tumbuh 2,9% yoy, naik dari 2,8% dari perkiraan sebelumnya.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-30-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 29 Agustus 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak bervariasi hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar tercatat hijau  dengan kecenderungan naik didukung dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sedangkan mata uang Asia kompak melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.630 s.d Rp.14.640 per USD walaupun tetap dalam  penjagaan BI.

     

    Sejak 13 Agustus lalu, BI berhasil meraup FX swap senilai US$11,16 miliar. Lelang ini bisa membantu menambah cadangan devisa BI. BI mensinyalkan potensi turunnya cadev pada posisi Agustus 2018 dari posisi Juli yang sebesar US$118,3 miliar. Dengan lelang FX swap ini, swap rate lebih efisien dan mendorong swap hedging. Swap rate yang lebih rendah dari imbal hasil SBN akan menjadi daya tarik masuknya dana asing. Kebijakan ini sebagai salah satu upaya untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

     

    Ekonomi AS masih jauh dari resesi, terlihat dari beberapa data yang diumumkan kemarin yang masih mencatatkan kenaikan. Indeks harga rumah dari 20 kota, Richmond Fed manufacturing index, dan inventori untuk pedagang besar. Pertumbuhan ekonomi AS pada Q2-2018 tercatat 4,1% qtq sebagai yang tertinggi sejak Q3-2014.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-29-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 28 Agustus 2018

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan berlanjut naik hari ini didukung dengan indeks futuresnya yang kompak hijau dan terbantu dengan sentimen naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sedangkan mata uang Asia kompak melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.630 s.d Rp.14.640 per USD walaupun tetap dalam  penjagaan BI.

     

    Data OJK per Juni 2018 mencatat NIM bank turun menjadi 5,11% dari 5,35% pada Juni 2017. Penurunan ini dianggap wajar di tengah bank melakukan penyesuaian suku bunga merespon kenaikan suku bunga BI. Kendati turun, laba bank masih mencatatkan kenaikan. Khususnya bank BUMN mencatat kenaikan labar sebesar 17,3% yoy, sedangkan bank swasta naik 1% yoy. Pertumbuhan kredit juga naik menjadi 10,2% yoy. Kinerja perbankan tampak semakin solid di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih stagnan.

     

    AS-Meksiko sepakati kerjasama perdagangan baru dalam kerangka NAFTA untuk sektor automotif dengan memberlakukan standar keaslian (origin standar) yang lebih tinggi dari sebelumnya 62,5% menjadi 75%. Kesepakatan ini mendesak Kanada untuk melakukan kerjasama bilateral serupa. Dari China dikabarkan, laba perusahaan manufaktur mulai turun, efek dari perang dagang dengan AS.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-28-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 27 Agustus 2018

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini tetapi dengan kecenderungan naik terbantu sentimen naiknya indeks di bursa AS pada akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sedangkan mata uang Asia yen dan HK dolar melemah terhadap USD pagi ini.  Ada potensi rupiah menguat tipis antara Rp.14.630 s.d Rp.14.640 per USD dengan penjagaan BI.

     

    Pemerintah akan keluarkan kebijakan menaikkan PPh untuk importir pada bulan September mendatang yang akan dikenakan pada 900 jenis komoditas impor barang konsumsi dari sebelumnya 500 jenis komoditas impor barang konsumsi terutama yang mempunyai substitusi dan diproduksi oleh industri menengah dan kecil. Kebijakan ini diharapkan bisa melengkapi kebijakan Bank Indonesia untuk mengurangi permintaan valas yang berujung untuk menjaga stabilitas rupiah.

     

    Kredit yang tidak dicairkan (undisbursed loan) naik 7,14% yoy menjadi Rp.1.442,72 triliun di tengah pertumbuhan kredit yang membaik menjadi 10,2% yoy pada Juni 2018. Meningkatnya UL ini diantaranya karena debitur melihat realisasi kegiatan usaha tidak sebaik yang diperkirakan sebelumnya.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-27-Agustus-2018.pdf

  • SAM ULasan Ekonomi Harian Kamis 23 Agustus 2018

     

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘hijau’ sebagai indikasi potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari walaupun indeks di bursa global bervariasi semalam tetapi harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.  Mata uang kuat Asia  kompak menguat terhadap USDolar yang bisa membantu sentimen penguatan rupiah hari ini ke kisaran antara Rp.14.540 s.d Rp.14.570 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    OJK longgarkan penerbitan emisi surat utang tanpa perlu proses pemeringkatan. Emiten merespon positif pelonggaran ini karena proses pemeringkatan yang memakan waktu lama. Namun dari sisi risiko sepenuhnya ditanggung investor. Belum jelas bagaimana mekanisme penentuan kupon dan imbal hasil  yang selama ini mengacu pada peringkat surat utang tersebut. Data OJK mencatat penerbitan obligasi di tahun 2018 ini s.d 3 Agustus lalu sebesar Rp.76,25 triliun, sedangkan pada tahun 2017 tercatat sebesar Rp.156,71 triliun.

     

    Minutes meeting the Fed pada pertemuan 31 Juli s.d 1 Agustus mencatat sinyal kesiapan the Fed naikkan suku bunga pada pertemuan 25-26 September. The Fed perkirakan ekonomi AS akan melambat dan kawatirkan risiko dari perang dagang antara AS dengan mitra dagangnya. Ekspektasi kenaikan suku bunga the Fed telah difaktorkan oleh pasar.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-23-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 20 Agustus 2018

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini tetapi dengan kecenderungan naik terbantu sentimen naiknya indeks di bursa AS pada akhir perdagangan minggu lalu. Sedangkan Asia yen dan HK dolar melemah terhadap USD pagi ini.  Ada potensi rupiah bergerak lebar menuju kisaran antara Rp.14.580 s.d Rp.14.620 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pidato Kenegaraan Presiden JKW pada 16 Agustus lalu mensinyalkan RAPBN 2019 yang memperbesar peran pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terlihat dari kenaikan dana desa (21,67%) dan anggaran perlindungan sosial yang naik 32,75% untuk mengurangi tingkat kemiskinan dari posisi saat ini 9,82% menjadi 8,5%-9,5%, masih diatas target RPJMN 2014-2019 untuk tingkat kemiskinan 7%-8%.

     

    Indikator-indikator makro ekonomi pada RAPBN 2019 lebih realistis tetapi juga masih sulit dicapai kendati anggaran sosial yang disiapkan naik sebesar 32,75%. Diantaranya pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan 5,3%. Rata-rata pertumbuhan ekonomi antara 2015-2017 sebesar 5%.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-20-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 16 Agustus 21018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ tetapi dengan kecenderungan turun terbawa koreksi di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.  Mata uang Asia HK dolar dan Sin dolar menguat terhadap USD pagi ini yang mestinya bisa menjadi sentiment penguatan rupiah tetapi kemungkinan rupiah cenderung melemah efek dari neraca perdagangan yang defisit menuju kisaran antara Rp.14.610 s.d Rp.14.630 per USD walaupun tetap dalam penjagaan BI.

     

    Neraca perdagangan Juli 2018 tercatat defisit sebesar US$2,0 miliar, dengan  nilai ekspor sebesar US$16,2 miliar dan impor sebesar US$18,3 miliar.  Baik impor migas maupun non migas mencatatkan kenaikan signifikan secara bulanan. Kenaikan impor terjadi baik di sisi volume maupun harga, sedangkan kenaikan ekspor karena naiknya harga yang lebih besar dibandingkan kenaikan volume. Kinerja neraca perdagangn yang defisit ini membuat sentimen negatif terhadap nilai tukar rupiah.

     

    Penjualan US TB dalam 3 bulan berturut-turut mencatatkan net capital inflows. Pada Juni tercatat sebesar US$114,5 miliar. Kenaikan ini diantaranya karena ketidakpastian global, kebijakan untuk menutup defisit anggaran, dan ekspektasi naiknya suku bunga the Fed. Kenaikan ini bisa membuat risiko menurunnya posisi investor dari Negara-negara EMs.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-16-Agustus-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 15 Agustus 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘hijau’ sebagai indikasi potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen dari indeks di bursa AS yang kompak naik semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini.  Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa membantu sentimen penguatan rupiah hari ini ke kisaran antara Rp.14.560 s.d Rp.14.580 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    OJK longgarkan aturan kredit properti terkait ATMR KPR non subsidi yang disesuaikan dengan rasio LTV, dan melonggarkan kredit tanah untuk pengembang yang menggarap properti untuk KPR non subsidi. Kebijakan OJK ini melengkapi kebijakan LTV BI sebelumnya yang dimaksudkan untuk mendorong sektor properti. Sektor properti sebagai ‘leading sector’ diharapkan bisa menjadi sektor pendorong pertumbuhan ekonomi yang bisa ‘mengajak’ pertumbuhan sektor lainnya.

     

    Realisasi APBN 2018 tampaknya lebih baik. Realisasi APBN 2018 per Julli tercatat pendapatan Negara sebesar Rp.994,4 triliun atau 52,5% dari pagu, sedangkan belanja Negara tercatat Rp.1.145,7 triliun atau sebesar 51,6% dari pagu. Dan defisit tercatat Rp.151,3 triliun atau 1,02% dari PDB. Hingga akhir tahun kami perkirakan bisa mencapai 96%-98% dari pagu.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-15-Agustus-2018.pdf