Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 29 Agustus 2017

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara rupiah kemungkinan bergerak dalam kisaran sempit antara Rp.13.340 s.d Rp.13.350 per USD. Sebagian besar mata uang utama Asia dibuka bervariasi terhadap USDolar pagi ini.

     

    BI perkirakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,1% yoy untuk tahun 2017, dan 5,1% yo – 5,5% yoy, dan tahun 2019 mencapai 5,3% yoy – 5,7% yoy, belum akan mencapai target pertumbuhan sebesar 6% yoy sebagaimana target Presiden Joko Widodo. Sumber pertumbuhan masih mengandalkan permintaan domestik yaitu konsumsi rumah tangga, investasi, dan pengeluaran pemerintah. Ada potensi 2019 tumbuh tinggi terbantu dengan siklus tahun politik.

     

    Korea Utara kembali melakukan provokasi dengan meluncurkan rudal ke arah Jepang bahkan mendarat di luar garis pantai Hokaido Jepang. Provokasi ini sebagai realisasi ancaman Korea Utara terhadap AS yang melakukan latihan perang dengan Korea Selatan. Mata uang USDolar melemah, sedangkan yen menguat. Penguatan provokasi ini belum membuat investor asing keluar dari regional Asia, dan harga minyak belum merespon potensi adanya perang antara Korea Utara dengan AS dan sekutunya.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-29-Agustus–2017.pdf

  • Pengumuman Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana SAM Syariah Berimbang

    Pengumuman Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana SAM Syariah Berimbang

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN, berkedudukan di Jakarta, selaku Manajer Investasi Reksa Dana SAM SYARIAH BERIMBANG, dengan ini mengumumkan rencana perubahan KIK dan Prospektus sebagai berikut:

    1. Perubahan Batas Minimum Pembelian Awal Unit Penyertaan, Batas Minimum Penjualan Kembali Unit Penyertaan dan Batas Minimum Pengalihan Investasi menjadi Rp. 100.000,- (seratus ribu Rupiah);
    2. Perubahan Biaya Penjualan Kembali Unit Penyertaan (redemption fee) menjadi maksimum 1% (satu persen);
    3. Penambahan fitur elektronik untuk pembelian dan penjualan kembali Unit Penyertaan serta pengalihan investasi dan penyampaian Laporan Bulanan dan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan;
    4. Penambahan ketentuan Batas Maksimum Pengalihan Investasi sebesar sampai dengan 20% (dua puluh persen) dari total Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana SAM SYARIAH BERIMBANG pada Hari Bursa diterimanya permohonan pengalihan investasi;
    1. Perubahan ketentuan Pengalihan Investasi, semula dapat dialihkan ke Reksa Dana lainnya yang memiliki fasilitas pengalihan yang dikelola oleh Manajer Investasi, kecuali reksa dana pasar uang dan reksa dana terproteksi, menjadi dapat dialihkan ke Reksa Dana lainnya yang memiliki fasilitas pengalihan yang dikelola oleh Manajer Investasi.
    1. Penyesuaian ketentuan dalam KIK dan Prospektus dengan Peraturan-peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) sebagai berikut:
    • Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Otoritas Jasa Keuangan;
    • Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor III.C.7 yang merupakan salinan Keputusan Ketua BAPEPAM dan LK Nomor KEP-326/BL/2012 tanggal 14 Juni 2012 tentang Sub Rekening Efek Pada Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian;
    • POJK Nomor: 1/POJK.07/2013 tanggal 26 Juli 2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan;
    • POJK Nomor: 1/POJK.07/2014 tanggal 16 Januari 2014 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa di Sektor Jasa Keuangan;
    • POJK Nomor: 39/POJK.04/2014 tanggal 30 Desember 2014 tentang Agen Penjual Efek Reksa Dana;
    • POJK Nomor: 19/POJK.04/2015 tanggal 3 November 2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah;
    • POJK Nomor: 23/POJK.04/2016 tanggal 13 Juni 2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif;
    • POJK Nomor: 28/POJK.04/2016 tanggal 29 Juli 2016 tentang Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu;
    • POJK Nomor: 12/POJK.01/2017 tanggal 16 Maret 2017 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme;
    • SEOJK Nomor: 2/SEOJK.07/2014 tanggal 14 Februari 2014 tentang Pelayanan dan Penyelesaian Pengaduan Konsumen Pada Pelaku Usaha Jasa Keuangan;
    • SEOJK Nomor: 7/SEOJK.04/2014 tanggal 24 April 2014 tentang Penerapan Pelaksanaan Pertemuan Langsung (Face to Face) Dalam Penerimaan Pemegang Efek Reksa Dana Melalui Pembukaan Rekening Secara Elektronik, Serta Tata Cara Penjualan (Subscription), Pengalihan dan Pembelian Kembali (Redemption) Efek Reksa Dana Secara Elektronik;
    • SEOJK Nomor: 12/SEOJK.07/2014 tanggal 24 Juli 2014 tentang Penyampaian Informasi dalam Rangka Pemasaran Produk dan/atau Layanan Jasa Keuangan;
    • SEOJK Nomor: 13/SEOJK.07/2014 tanggal 20 Agustus 2014 tentang Perjanjian Baku;
    • SEOJK Nomor: 14/SEOJK.07/2014 tanggal 20 Agustus 2014 tentang Kerahasiaan dan Keamanan Data dan/atau Informasi Pribadi Konsumen; dan
    • SEOJK Nomor: 1/SEOJK.04/2015 tanggal 21 Januari 2015 tentang Prosedur Penyelesaian Kesalahan Penghitungan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana.
    1. Penyesuaian ketentuan-ketentuan dalam KIK dan Prospektus dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan.

    Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan Reksa Dana SAM SYARIAH BERIMBANG serta pihak-pihak yang berkepentingan.

  • Pengumuman Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana SAM Dana Berkembang

    Pengumuman Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana SAM Dana Berkembang

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN, berkedudukan di Jakarta, selaku Manajer Investasi Reksa Dana SAM DANA BERKEMBANG, dengan ini mengumumkan rencana perubahan KIK dan Prospektus sebagai berikut:

    1. Perubahan jumlah Unit Penyertaan yang ditawarkan semula 500.000.000 (lima ratus juta) Unit Penyertaan menjadi 1.000.000.000 (satu miliar Unit Penyertaan);
    2. Perubahan Batas Minimum Pembelian Awal Unit Penyertaan, Batas Minimum Penjualan Kembali Unit Penyertaan dan Batas Minimum Pengalihan Investasi menjadi Rp. 100.000,- (seratus ribu Rupiah);
    3. Perubahan Biaya Pembelian Unit Penyertaan (subscription fee), Biaya Penjualan Kembali Unit Penyertaan (redemption fee) menjadi maksimum 1% (satu persen);
    4. Penambahan ketentuan Batas Maksimum Pengalihan Investasi sebesar sampai dengan 20% (dua puluh persen) dari total Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana SAM Dana Berkembang pada Hari Bursa diterimanya permohonan pengalihan investasi;
    5. Penambahan fitur transaksi elektronik sesuai dengan SEOJK Nomor: 7/SEOJK.04/2014 tanggal 24 April 2014 tentang Penerapan Pelaksanaan Pertemuan Langsung (Face to Face) Dalam Penerimaan Pemegang Efek Reksa Dana Melalui Pembukaan Rekening Secara Elektronik, Serta Tata Cara Penjualan (Subscription), Pengalihan dan Pembelian Kembali (Redemption) Efek Reksa Dana Secara Elektronik dan fitur Laporan Bulanan Reksa Dana dan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan yang atas persetujuan Pemegang Unit Penyertaan dapat dalam bentuk dokumen elektronik yang dikirimkan ke alamat e-mail Pemegang Unit Penyertaan yang didaftarkan oleh Pemegang Unit Penyertaan;
    6. Penyesuaian ketentuan dalam KIK dan Prospektus dengan Peraturan-peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”);
    7. Penyesuaian ketentuan-ketentuan dalam KIK dan Prospektus dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan.

    Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan Reksa Dana SAM DANA BERKEMBANG serta pihak-pihak yang berkepentingan.

  • Pengumuman Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana SAM Indonesian Equity Fund

    Pengumuman Rencana Perubahan KIK dan Prospektus Reksa Dana SAM Indonesian Equity Fund

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN, berkedudukan di Jakarta, selaku Manajer Investasi Reksa Dana SAM INDONESIAN EQUITY FUND, dengan ini mengumumkan rencana perubahan KIK dan Prospektus sebagai berikut:

    1. Perubahan Batas Minimum Pembelian Awal Unit Penyertaan, Batas Minimum Penjualan Kembali Unit Penyertaan dan Batas Minimum Pengalihan Investasi menjadi Rp. 100.000,- (seratus ribu Rupiah);
    2. Perubahan Biaya Penjualan Kembali Unit Penyertaan (redemption fee) menjadi maksimum 1% (satu persen);
    3. Perubahan Kebijakan Investasi, untuk mengoptimalkan kinerja Reksa Dana SAM INDONESIAN EQUITY FUND, sebagai berikut:

    Semula:

    • minimum 80% (delapan puluh persen) dan maksimum 98% (sembilan puluh delapan persen) pada Efek ekuitas dan turunannya yang diterbitkan, ditawarkan dan/atau diperdagangkan di Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia; dan
    • minimum 2% (dua persen) dan maksimum 20% (dua puluh persen) pada instrumen pasar uang dan/atau setara kas yang diterbitkan, ditawarkan, dan/atau diperdagangkan di Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

    Menjadi:

    • minimum 80% (delapan puluh persen) dan maksimum 100% (seratus persen) pada Efek bersifat ekuitas dan turunannya yang diterbitkan, ditawarkan dan/atau diperdagangkan di Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia; dan
    • minimum 0% (nol persen) dan maksimum 20% (dua puluh persen) pada instrumen pasar uang dan/atau setara kas yang diterbitkan, ditawarkan dan/atau diperdagangkan di Indonesia sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
    1. Penambahan ketentuan Batas Maksimum Pengalihan Investasi sampai dengan 20% (dua puluh persen) dari total Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana SAM INDONESIAN EQUITY FUND pada hari diterimanya permohonan pengalihan investasi;
    1. Perubahan ketentuan Pengalihan Investasi, semula dapat dialihkan ke Reksa Dana lainnya yang memiliki fasilitas pengalihan yang dikelola oleh Manajer Investasi, kecuali reksa dana pasar uang dan reksa dana terproteksi, menjadi dapat dialihkan ke Reksa Dana lainnya yang memiliki fasilitas pengalihan yang dikelola oleh Manajer Investasi.
    1. Penambahan fitur elektronik untuk pembelian dan penjualan kembali Unit Penyertaan serta pengalihan investasi dan penyampaian Laporan Bulanan dan Surat Konfirmasi Transaksi Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan;
    2. Penyesuaian ketentuan dalam KIK dan Prospektus dengan Peraturan-peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”);
    1. Penyesuaian ketentuan-ketentuan dalam KIK dan Prospektus dengan kebijakan Otoritas Jasa Keuangan.

    Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan Reksa Dana Sam Indonesian Equity Fund serta pihak-pihak yang berkepentingan.

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 28 Agustsu 2017

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara rupiah kemungkinan bergerak dalam kisaran sempit antara Rp.13.340 s.d Rp.13.350 per USD. Sebagian besar mata uang utama Asia dibuka bervariasi terhadap USDolar pagi ini.

     

    IHSG mencapai rekor tertinggi barunya, menembus 5.914,02 (11,7% ytd), ditengah dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia, dan menyisahkan posisi sekitar Rp.1,9 triliun di sepanjang tahun 2017 ini. IHSG mencatatkan ‘return’ yang termasuk terbaik di dunia. Sektor penggerak indeks utamanya sektor perbankan.

     

    Pertemuan tahunan bank sentral dunia di Jackson Hole, Wyoming, AS pada 24-26 Agustus kemarin untuk pertama kalinya sejak 2004 dihadiri oleh Gubernur 3 bank sentral utama dunia, the Fed, ECB dan BoJ. Diantara ketiganya Mario Draghi – Gubernur ECB menjadi perhatian utama investor terkait kebijakan ECB selanjutnya. Draghi pernah sinyalkan akan keluar dari kebijakan ECB terkait stimulus termasuk pembelian aset dalam jumlah besar mulai tahun 2018. Ketiga Gubernur ini diperkirakan juga membicarakan inflasi yang masih rendah di tengah tingkat pengangguran yang masih rendah.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-28-Agustus–2017.pdf

  • Press Release: HUT Ke-20 Samuel Aset Manajemen

    Press Release: HUT Ke-20 Samuel Aset Manajemen

    Mitra Sepanjang Masa, Sejahtera Bersama

     Jakarta, 25 Agustus 2017  –  Pada tanggal 21 Agustus 2017, PT Samuel Aset Manajemen (SAM), anak perusahaan dari Samuel Group telah genap berusia 20 tahun.

    Dua dekade merupakan usia yang cukup matang untuk terus menjadi perusahaan Manajer Investasi terpercaya dan berpengalaman. Ini dibuktikan dengan rekam jejak kinerja produk yang konsisten menghasilkan imbal hasil di atas rata-rata imbal hasil pasar Indonesia.  Terbukti mampu melewati beberapa krisis  di tahun 1997, 2005, 2008 dan 2011, membuat kinerja reksa dana kelolaan PT Samuel Aset Manajemen (SAM) jauh melampaui acuannya. Kemampuan mumpuni serta strategi pengelolaan investasi yang fokus pada riset menjadi kunci sukses.

    Dalam perjalanannya sebagai perusahaan, SAM juga menghadapi tantangan dan perubahan. Salah satu tantangan adalah industri reksa dana saat ini masih menghadapi masalah penetrasi pasar. Namun dengan etos kerja yang tinggi perusahaan terus berbenah diri bertransformasi ke arah yang lebih baik, melakukan sinergi untuk mengoptimalkan semua sumber daya dan melakukan berbagai inovasi baru.

    Salah satu bentuk transformasi  yang dijalankan SAM adalah dengan melakukan perubahan besar pada tata kelola perusahaan, menerbitkan produk-produk baru, dan fokus pada pasar domestik. Selain  itu  sejak tahun 2009,  SAM telah secara aktif melakukan literasi mengenai cerdas finansial dan investasi  kepada masyarakat luas dengan cara bekerja sama dengan berbagai mitra seperti regulator, asosiasi reksa dana, financial planner, komunitas-komunitas, sekolah, kampus dan kantor-kantor. Hal tersebut juga dikemukakan oleh Bapak Agus B. Yanuar selaku Presiden Director PT Samuel Aset Manajemen yang berkeinginan agar makin banyak masyarakat Indonesia dapat mengenal dan memiliki investasi reksa dana sekaligus cerdas dalam menerapkan rencana keuangannya. Seiring waktu, pemahaman tentang perlunya berinvestasi serta partisipasi investor domestik di pasar modal, baik dari kalangan institusi maupun perorangan semakin meningkat. Hal ini membuat industri keuangan Indonesia, khususnya reksa dana semakin tumbuh dan berkembang.

    Dengan tema “20 Tahun SAM, Mitra Sepanjang Masa Sejahtera bersama”, SAM merayakan peringatan hari ulang tahun dengan sederhana. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan adalah Doa Bersama dan Pemotongan Tumpeng HUT ke-20, sebagai rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat yang selalu menyertai langkah perusahaan hingga mencapai usia 20 tahun. Acara ditandai dengan kegiatan Pembukaan Perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang dilaksanakan pada hari ini, 25 Agustus 2017. Dalam waktu dekat, SAM juga akan menerbitkan beberapa produk dan layanan terbaru lainnya, antara lain reksa dana  SAM Beta Plus Equity Fund  yang  instrumen investasinya berbasis pada saham-saham blue-chips dan reksa dana terproteksi yang melengkapi ragam produk yang telah ada sebelumnya serta meluncurkan layanan transaksi #ReksadanaSAM Online yang memudahkan nasabah membeli reksa dana SAM dari mana saja.

    Sejalan dengan itu, perusahaan mengharapkan seluruh karyawan dapat bersama-sama bersinergi dalam nilai-nilai yang ditekankan oleh perusahaan yakni Performance, Good Governance and Services  Excellence dengan etos kerja yang berintegritas, profesional, bekerja sepenuh hati, kreatif dan fokus kepada pelanggan sehingga rencana kerja perusahaan yaitu melayani 10.000 nasabah pada tahun 2017 dapat tercapai. SAM yang selama 20 tahun usianya ini menempatkan diri sebagai Your Lifelong Investment Partner, juga mengajak masyarakat Indonesia untuk juga menikmati pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan cara berinvestasi di reksa dana yang sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.

     

    Tentang SAM

    SAM didirikan sesuai dengan Akta No. 166 tanggal 14 Mei 1997 dengan izin usaha Manajer Investasi dari BAPEPAM-LK Nomor SK. Kep. 6/PM/MI/1997 tanggal 21 Agustus 1997. Dikelola oleh tim yang profesional dan berpengalaman dengan rekam jejak yang telah terbukti secara konsisten menghasilkan imbal hasil di atas rata-rata imbal hasil pasar Indonesia. Terbukti dengan diraihnya beberapa penghargaan reksa dana terbaik dari beberapa media bisnis lokal dan internasional

    SAM saat ini mengelola 31 produk  reksa dana, baik berbasis  konvensional maupun syariah dengan total dana kelolaan (per Juli 2017) sejumlah Rp 7,9 Triliun. Beberapa produk reksa dana yang ditawarkan ke investor antara lain: SAM Dana Kas (reksa dana  pasar uang), SAM Dana Berkembang (reksa dana campuran), SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham) dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera (reksa dana pendapatan tetap syariah),  SAM Syariah Berimbang (reksa dana campuran syariah),  dan SAM Sharia Equity Fund (reksa dana saham syariah).

     

    CATATAN PEREKONOMIAN INDONESIA 2017

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Sebagai Press-Release dalam acara Ulang Tahun SAM ke 20 Tahun

     

    Satu semester sudah ekonomi Indonesia berlalu di tahun 2017, ditandai dengan pertumbuhan ekonomi yang menunjukkan tren melambat dari tumbuh sebesar 5,18% pada triwulan ke-2 tahun 2016, menjadi 5,01% di triwulan ke-2 2017 ini. Namun demikian kinerja tersebut jika dibandingkan dengan kinerja negara-negara setidaknya di Asia, relatif masih cukup tinggi – menjadi ke-4 negara dengan pertumbuhan tertinggi setelah China, India, dan Filipina.

    Selain pertumbuhan ekonomi, angka inflasi per Juli 2017 tercatat sebesar 3,88% yoy dan baru mencapai 2,6% secara kumulatif dari Januari s.d Juli 2017, dan sangat terjaga dalam kisaran target inflasi Bank Indonesia yaitu 4%±1%. Upaya pemerintah dalam menekan harga patut diapresiasi dalam menahan harga-harga bahan makanan  yang mempunyai porsi terbesar dalam pengeluaran rumah tangga terutama pada musim puasa-lebaran Juni-Juli 2017 ini. Pemerintah belajar banyak dari lonjakan-lonjakan harga yang terjadi disetiap musim puasa-lebaran sebelumnya. Terkendalinya harga-harga bahan makanan membuat masyarakat khususnya yang berpendapatan rendah relatif tenang. Namun yang masih menjadi catatan adalah rendahnya angka inflasi ini dikawatirkan karena menurunnya permintaan (demand) yang lebih besar dibandingkan meningkatnya pasokan (supply). Menurunnya permintaan diantaranya karena pendapatan riil yang turun efek dari pendapatan nominal naik, tetapi kenaikannya dibawah kenaikan inflasi. Sedangkan naiknya pasokan (suplai) masih ditopang dengan impor, belum karena naiknya produksi dalam negeri. Bahkan ada indikasi produksi dalam negeri melambat khususnya di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang tumbuh 3,33% yoy pada Q2-2017 dari 7,12% yoy pada Q1-2017.

    Kenaikan pendapatan nominal yang melambat juga terdekteksi dengan menurunnya jam kerja sebagaimana survei Biro Pusat Statistik (BPS) terkait Indeks Tendensi Bisnis dan jumlah pekerja yang status pekerjaannya adalah sektor informal. Ada ketidakpastian dalam pendapatan pekerja. Ketidakpastian ini membuat pekerja sebagai konsumen harus memilih konsumsi yang menjadi prioritas seperti kebutuhan bahan makanan dan kebutuhan lain yang menjadi prioritas. Pemilihan atas konsumsi yang menjadi prioritas ini menjadi salah satu faktor yang membuat penjualan ritel terutama barang konsumsi sekunder seperti sandang mencatatkan penurunan.

    Efek perlambatan konsumsi rumah tangga akan berdampak pada penerimaan perpajakan pemerintah terutama dari penerimaan pajak pertambahan nilai (PPN). Oleh karenanya pemerintah fokus untuk mendapatkan target penerimaan perpajakan dari pajak penghasilan non migas (PPh non migas). PPh non migas ini mencapai sekitar 47% dari penerimaan perpajakan untuk APBN-P 2017 yang mencapai Rp.1.478 triliun. Perlambatan ekonomi akan membuat potensi short-fall target penerimaan perpajakan yang bisa berdampak pada menurunnya belanja pemerintah dan mengurangi kemampuan APBN-P 2017 dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, dan tentunya akan sulit mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% sebagaimana asumsi pertumbuhan ekonomi dalam APBN-P 2017. Kurang makasimalnya kemampuan APBN-P 2017 dalam mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu risiko ekonomi Indonesia saat ini.

    Perlambatan ekonomi diperparah dengan sikap perbankan yang sangat hati-hati dan cenderung mengikuti siklus ekonomi. Ketika siklus ekonomi melambat, perbankan cenderung melambatkan pertumbuhan kreditnya. Pertumbuhan kredit per Juni 2017 masih tercatat 7,7% yoy, melambat dibandingkan 8,6% yoy pada Juni 2016. Lambatnya pertumbuhan kredit membuat perlambatan investasi sektor riil dalam negeri. Keyakinan produsen terhadap kegiatan usaha menurun, terlihat dari indeks tendensi bisnis (ITB) di triwulan ke-3 2017 melambat ke 108,82 dari 111,63 di triwulan ke-2 2017. Demikian pula untuk keyakinan konsumen juga melambat terutama karena menurunnya optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini. Menurunnya optimisme konsumen ini diantaranya ketidakyakinan konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja yang berdampak pada ketidakpastian pendapatan dan penundaan barang tahan lama.

    Sementara itu di saat yang sama, ekonomi global walaupun mencatatkan perbaikan pertumbuhan ekonomi juga menambah daftar risiko perekonomian Indonesia. Selain isu kebijakan moneter yang mulai diketatkan baik melalui kenaikan suku bunga maupun penurunan neraca bank sentral, juga ketidakpastian kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump terkait rencana kebijakan ekonomi, perdagangan sebagaimana yang disampaikan pada saat kampanye. Kendati ekonomi utama dunia mencatatkan perbaikan termasuk ekonomi China  tetapi belum cukup kuat mengangkat permintaan ekspor Indonesia yang didominasi hampir 75% oleh komoditas. Ketidakpastian global ini juga menjadi kendala terhadap minat investasi terutama dalam bentuk investasi di sektor riil.

    Permintaan global terhadap energi, komoditas masih lemah. Hanya beberapa komoditas yang mencatatkan kenaikan seperti batubara, tembaga. Sedangkan crude palm oil belum menunjukkan kenaikan yang kontinu. Masih belum menguatnya permintaan global ini membuat ekspor belum bisa menjadi penopang ekonomi yang bisa membuat ekonomi tumbuh terangkat diatas 5,1%.

    Dengan berbagai kendala tersebut diatas, tampaknya ekonomi Indonesia masih akan tetap mengandalkan konsumsi rumah tangga yang saat ini tumbuh sekitar 4,9%-an yoy. Alhasil ekonomi di tahun 2017 ini diperkirakan tumbuh di sekitar 5%-5,05%.

    Di tahun 2018, ada ruang tumbuh yang lebih baik seiring dengan ekspektasi terhadap pertumbuhan ekonomi global yang lebih baik. Dana Moneter Internasional memproyeksikan ekonomi global tumbuh sebesar 3,6% yoy. Dari dalam negeri ada potensi kebijakan pemerintah untuk mendongkrak kesejahteraan akan menjadi fokus kebijakan fiskal yang diharapkan bisa menciptakan efek pengganda pada ekonomi skala kecil dan mikro. Namun asumsi pertumbuhan 5,4% di RAPBN 2018 masih akan menjadi tantangan berat pemerintah untuk memwujudkannya. Di jangka menengah, demografi Indonesia masih menjadi aset ekonomi Indonesia yang bisa membantu menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan (sustainable).

    Download Press Release HUT ke-20 Samuel Aset Manajemen – 25 Agustus 2017
  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 24 Agustus 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi dengan kecenderungan turun terbawa sentimen koreksi di bursa global semalam. Sedangkan harga minyak mentah kembali naik yang bisa emmbuata rah indeks berbalik naik. Kemungkinan rupiah berlanjut melemah menuju kisaran antara Rp.13.360 s.d Rp.13.375  per USD terbawa sentimen mata uang Asia yang dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini

     

    BI akan longgarkan aturan LFR yaitu dengan memasukkan obligasi korporasi yang dimiliki bank. Dikawatirkan pelonggaran ini akan ‘counter-productive’ terhadap penyaluran kredit bank. Bank akan cenderung memperbesar porsi kepemilikan obligasinya dibandingkan menyalurkan kreedit, walaupun pendapatan bunga bank akan turun tetapi  risiko relatif rendah. Data OJK per Juni 2017 mencatat LFR sebesar 89,31% dari maksimum 92%, melambat dibandingkan Juni 2016 sebesar 91,19%.

     

    Presiden AS Donald Trump mengancam akan melakukan ‘government shut down’ dan mengakhiri NAFTA jika Congress AS tidak setujui pembangunan tembok Meksiko senilai US$1,6 miliar. Congress AS menilai permintaan itu akan menambah defisit anggaran dan utang pemerintah. Sementara itu hubungan Presiden Trump dengan partai Republik juga tidak harmonis.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-24-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 23 Agustus 2017

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini didukung dengan naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Untuk rupiah kemungkinan melemah terbatas merespon turunnya suku bunga acuan BI dalam kisaran sempit antara Rp.13.345 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    BI turunkan suku bunga acuan 7DRR 25 bps menjadi 4,5%, dan suku bunga Deposit Facility menjadi 3,75% dan suku bunga Lending Facility menjadi 5,25%. Penurunan ini bertujuan mendongkrak pertumbuhan kredit perbankan yang hingga Juni 2017 tercatat baru tumbuh 7,7% yoy, melambat dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar 8,9% yoy. Penurunan ini pertama kali sejak Oktober 2016. Permintaan kredit melambat karena melambatnya perekonomian.. Dalam jangka pendek, penurunan ini akan memperlebar NIM bank.

     

    OJK mencabut peraturan relaksasi kredit yang tertuang dalam POJK Nomor 11 Tahun 2015 yang akan berakhir pada Agustus ini. Data per Juni 2017 mencatat NPL kembali dibawah 3% yaitu 2,96%, namun kredit dalam pengawasan tercatat tumbuh  11,75% yoy. Bank kemungkinan masih akan sangat hati-hati dalam menyalurkan kreditnya.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-23-Agustus–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 22 Agustus 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat merah, tetapi kemungkinan akan ditutup bervariasi kendati ada sentimen negatif dari bursa global yang ditutup kompak turun pada akhir perdagangan minggu lalu.   Sedangkan rupiah kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.350 s.d Rp.13.370  per USD.

     

    Pemerintah janjikan tidak akan naikkan harga BBM, elpiji 3 kg dan listrik pada tahun 2018 kendati ada kenaikan harga minyak mentah global. BI proyeksikan harga minyak mentah akan menjadi US$52 pbrl, lebih tinggi dari asumsi dalam RAPBN 2018 sebesar US$48 pbrl. Janji ini diikuti dengan naiknya pagu subsidi dari Rp.160 triliun pada APBN-P 2017 menjadi Rp.172,4 triliun pada RAPBN 2018. Dari jumlah tersebut sebesar Rp.51,1 triliun untuk subsidi BBM dan elpiji 3 kg, dan sebesar Rp.52,2 triliun untuk subsidi listrik. Tidak naiknya administered prices ini untuk menjaga daya beli masyarakat.

     

    Survei koran NYT mengindikasikan potensi perang Korea ke-2 terjadi akan cukup besar mengingat kedua Korea ini tidak pernah melakukan pembicaraan perdamaian dan minat Korea Utara yang lebih menyukai aksi militer. Seminggu lalu pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi perbatasan yang hanya berjarak 1 km dari Korea Selatan, membuat spekulasi akan pada provokasi militer.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-22-Agustus-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 21 Agustus 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat merah, tetapi kemungkinan akan ditutup bervariasi kendati ada sentimen negatif dari bursa global yang ditutup kompak turun pada akhir perdagangan minggu lalu.   Sedangkan rupiah kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.350 s.d Rp.13.370  per USD.

     

    Posisi kepemilikan asing di obligasi pemerintah per 16 Agustus 2017 tercatat sebesar Rp.779,57 triliun atau naik 17,1% ytd, dan mencapai 39,2% dari total obligasi pemerintah yang beredar sebesar Rp.1,988,33 triliun. Posisi ini kemungkinan akan semakin meningkat seiring dengan ekspektasi kenaikan peringkat investasi oleh Fitch dan Moody’s setelah kedua badan pemeringkat ini menaikkan ‘outlook’  utang luar negeri Indonesia dari stabil menjadi positif. Imbal hasil obligasi pemerintah masih menarik karena spread imbal hasil antara obligasi pemerintah Indonesia-AS untuk tenor 10T masih menarik.

     

    Presiden Trump mengalami tekanan politik di dalam negeri dengan mundurnya para CEO dalam Dewan Penasehat Bidang Ekonomi, yang akhirnya tim ini dibubarkan, dan ‘chief strategist’ Gedung Putih Steven Bannon. Pasar merespon negatif dan meragukan kepemimpinan Presiden Trump dan dukungan politik partai Republik yang bisa berdampak pada sulitnya negosiasi anggaran yang akan dibicarakan mulai September ini.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-21-Agustus-2017.pdf