Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 Juni 2019

    Ada indikasi indeks di bursa Asia akan turun hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘merah’ ditambah sentimen turunnya indeks di bursa global utama semalam dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan membantu sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.200 s.d Rp.14.230 per USD (kurs tengah Bloomberg).

    Presiden Jokowi meminta dunia usaha agar isu perang dagang AS-China ini bisa menjadi peluang untuk menembus pasar AS menggantikan porsi barang-barang impor China seperti furniture, sepatu, tekstil. Untuk itu Preisden mengirim misi dagang khusus untuk berangkat ke AS. Di sisi impor, Presiden akan menggalakan penggunaan produk dalam negeri. Sementara untuk investasi akan disiapkan insentif khusus dan membangun industri substitusi impor. Perang dagang AS-China ini menjadi risiko global utama. Bank Dunia memangkas prouyeksi pertumbuhan ekonomi global 2019 dari 2,9% menjadi 2,6%.

    The IBD/TIPP Economic Optimism Index untuk Juni 2019 turun menjadi 53,2 dari 58,6 pada Mei lalu. Begitupun untuk prospek ekonomi 6 bulan mendatang juga turun. Ekspektasi melambatnya ekonomi AS ini menjadi peluang semakin besarnya the Fed menurunkan suku bunganya, kemungkinan pada pertemuan September.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-12-Juni-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 11 Juni 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’ sebagai indikasi potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini ditambah sentimen positif dari indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar  dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan membantu sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.200 s.d Rp.14.250 per USD (kurs tengah Bloomberg).

    Inflasi pada Mei 2019 tercatat 0,68% mom atau 3,32% yoy. Dibandingkan inflasi bulan Ramadhan sebelumnya, inflasi bulan Ramadhan ini relatif normal. Kenaikan tertinggi masih pada bahan makanan. Sedangkan inflasi inti tumbuh cukup rendah 0,27% mom di tengah faktor musiman yang mestinya membuat permintaan non makanan meningkat. Secara kumulatif Januari s.d Mei 2019 tercatat 1,48% ytd. Kami perkirakan inflasi 2019 masih disekitar 3,19% yoy.

    Presiden Trump kembali mengancam China dengan kenaikan tarif jika Presiden XI tidak mau melakukan pertemuan bilateral dengan AS pada pertemuan G20 di Osaka, Jepang pada 28-29 Juni mendatang. Sebelumnya AS dan Meksiko telah melakukan kesepakatan terkait imigrasi dan perdagangan. Konflik dagang AS-China masih berlanjut. Di tengah ketidakpastian ini China terus membeli emas, mata uang yuan melemah dan impor turun tajam.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-11-Juni-2019.pdf

  • SAM-Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-31-Mei-2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini mengikuti kenaikan indeks pada hampir semua bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka bervariasi pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah, kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.390  s.d Rp.14.410 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

    Ekonomi Lebaran tahun 2019 telah dimulai sejak Rabu lalu ketika arus mudik mulai menunjukkan peningkatan. Menteri Perhubungan memperkirakan jumlah pemudik nasional tahun 2019 ini mencapai 23 juta orang, naik dari 21,6 juta di tahun 2018, dan 20 juta di tahun 2017. Pengguna moda darat meningkat tajam, sedangkan pengguna moda udara turun tajam karena naiknya harga tiket pesawat. Ritual mudik ini bisa menjadi momentum terbaik pertumbuhan ekonomi daerah.

    Pertumbuhan ekonomi AS pada Q1-2019 direvisi turun menjadi 3,1% yoy dari perkiraan sebelumnya 3,2% yoy. Realisasi ini lebih tinggi dibandingkan Q4-2018 yang sebesar 2,2% yoy, tetapi melambat dibandingkan Q1-2018 yang sebesar 4,2% yoy. Kemungkinan ekonomi AS akan melambat ke depannya seiring dengan naiknya tensi perang dagang AS-China.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-31-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 29 Mei 2019

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini walaupun indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi terbawa  sentimen negatif dari turunnya indeks di bursa global semalam ditambah harga minyak mentah yang dibuka  turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah di tengah aktivitas pasar  rupiah yang mulai turun karena cuti bersama yang cukup panjang, menuju kisaran Rp.14.350 s.d Rp.14.370 per USD (kurs tengah Bloomberg).

    Pemerintah ajukan asumsi-asumsi RAPBN 2020. Diantara asumsi yang disampaikan tampaknya asumsi pertumbuhan ekonomi merupakan tantangan yang cukup berat. Di sepanjang periode Presiden Joko Widodo ke-1 antara 2014-2019, ekonomi tumbuh di kisaran 4,8% s.d 5,15%. Pemerintah asumsikan pertumbuhan ekonomi 2020 antara 5,3%-5,6%, yang pencapaiannya tampaknya masih sangat berat dengan potensi melambatnya pertumbuhan ekonomi global.

    Notulensi the Fed untuk FOMC 30 April-1 Mei lalu diumumkan kemarin mencatat the Fed akan pertahankan kebijakan ‘patient approach’ dengan suku bunga di 2,25%-2,5% untuk sementara waktu kendati ada kenaikan pertumbuhan ekonomi global dan naiknya inflasi. Artinya kemungkinan kecil the Fed naikkan suku bunganya.  Bahkan ada kemungkinan the Fed justru turunkan suku bunganya pada pertemuan Desember 2019 ini.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-29-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 28 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘hijau’, ditambah sentimen positif dari indeks di bursa global yang kompak naik semalam dan harga minyak mentah juga dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.380  s.d Rp.14.400 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Kepemilikan asing pada SBN per 24 Mei 2019 sebesar Rp.951 triliun atau naik 6,5% ytd, secara rasio masih sekitar 38% dari total outstanding SBN. Kenaikan posisi asing ini diimbangi dengan naiknya kepemilikan lokal pada SBN ritel. Posisi kepemilikan asing tertinggi mencapai Rp.962,02 triliun pada 9 Mei lalu. Pemerintah berencana menerbitkan SBN gross sebesar Rp.825,7 triliun. Rencana penerbitan ini akan membuat rasio utang pemerintah terhadap PDB menjadi 30% dari 29,78% tahun 2018.

    Keuntungan perusahaan manufaktur besar di China turun 3,4% yoy pada Jan-April 2019. Dari 41 sektor manufaktur yang disurvei, 14 sektor yang tercatat turun. Pendapatan sektor manufaktur sudah turun sejak November 2018 lalu, dan kemungkinan keuntungan akan semakin turun akibat perang dagang yang kembali datang.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-28-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 27 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini bergerak ‘mixed’ terlihat dari indeks futures bursa Asia yang bervariasi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen indeks di bursa global yang kompak naik akhir pekan lalu dan harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini. Setidaknya rupiah masih dalam penjagaan BI di kisaran antara  Rp.14.400  s.d Rp.14.430 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Ketidakpuasan hasil Pilpres 2019 yang dimumkan KPU pada 21 Mei lalu akhirnya dibawa ke Mahkamah Konstitusi (MK), yang diputuskan pada tanggal 28 Juni mendatang. Hasil Pilpres yang dimumkan KPU lalu membuat ketidakpuasan massa yang berujung pada kerusuhan. Namun demikian kerusuhan tersebut tidak membuat kepanikan pelaku pasar. IHSG turun dan rupiah melemah tetapi tidak tajam. Jika merefleksi pada hasil Pilpres 2014 yang juga diajukan ke MK, mestinya keputusan MK akan diterima dengan baik oleh pihak yang mengajukan sengketa.

    Sentimen global membaik akhir pekan lalu setelah Presiden Trump memberikan pernyataan perang dagang AS-China akan selesai dalam waktu dekat. Indeks di bursa AS kompak naik, harga minyak mentah juga naik termasuk harga jagung juga tercatat rally.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-27-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 24 Mei 2019

    Indeks futures bursa Asia kompak ‘merah’, indikasi kuat indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini mengkuti koreksi di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka sedikit naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka menguat pagi ini yang bisa menjadi sentiment penguatan rupiah, kemugkinan menuju kisaran antara  Rp.14.450  s.d Rp.14.480 per USD  (kurs tengah Bloomberg) dengan tetap dalam penjagaan BI.

    BI persiapkan uang kartal sebesar Rp.217,1 triliun untuk kebutuhan Ramadhan-Lebaran tahun ini, naik 13,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Selain untuk memenuhi kebutuhan THR dan gaji ke-13 PNS/Polri juga untuk mengantisipasi permintaan akibat kenaikan harga terutama harga tiket transportasi. Dengan tambahan ini mestinya akan mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi pada Q2-2019 ini

    Harga minyak pada penutupan perdagangan Kamis kemarin drop hingga 5% menjadi US$57,91 pbrl, dibawah US$60 pbrl untuk jenis WTI. Penurunan ini karena mengkawatirkan perlambatan ekonomi global akibat perang dagang AS-China. Indeks Dow turun terbawa sentimen negatf

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-24-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 23 Mei 2019

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘merah’, sebagai indikasi potensi koreksi di bursa Asia hari ini termasuk indeks di bursa Indonesia (IHSG) yang masih terbawa sentimen negatif dari kerusuhan di beberapa tempat di Jakarta. Walaupun yen dan HK dolar menguat pagi ini tetapi kemungkinan rupiah masih berlanjut melemah menuju kisaran antara  Rp.14.530  s.d Rp.14.550 per USD  (kurs tengah Bloomberg) meski tetap dalam penjagaan BI.

    Kinerja perbankan per Maret 2019 (Q1-2019) masih solid dengan pertumbuhan kredit sebesar 1,5% dan pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar 7,17% yoy, dan LDR sebesar 94% – diatas ketetapan BI 92%. Kinerja lainnya seperti ROA naik menjadi 2,6%, BOPO turun menjadi 82,92%, NIM naik menjadi 4,86%, dan liquid asset ratio membaik menjadi 16%.

    OECD pangkas proyeksi ekonomi global 2019 dari proyeksi sebelumnya 3,3% menjadi 3,2%. Sebelumnya IMF dan Bank Dunia juga memangkas pertumbuhan egokoni global menjadi 3,2% dan 2,9%. Revisi turun ini karena perang dagang AS-China yang kembali memanas dan berharap bisa segera berdamai. OECD proyeksikan ekonomi global 3,3% di tahun 2020.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-23-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 22 Mei 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari sebagian besar indeks futures bursa Asia yang ‘hijau’, termasuk indeks di bursa Indonesia (IHSG) walaupun ada protes terhadap pengumuman KPU terkait hasil Pilpres yang justru dianggap sebagai waktu terbaik untuk membeli. Namun berbeda dengan pasar rupiah yang kemungkinan melemah dengan kondisi protes ini. Kemungkinan rupiah melemah menuju kisaran antara  Rp.14.480  s.d Rp.14.500 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Mengenal 10 janji ekonomi Jokowi-Ma’ruf yaitu: 1). Dana desa yang mencapai Rp.400 triliun untuk 5 tahun mendatang; 2). Percepatan penyelesaian proyek jalan tol yang sedang berjalan; 3). Mendorong industry 4.0; 5). Menambah tiga kartu sakti; 6). Membangun koneksi broadband di Indonesia Timur; 7). Memperluas program tol laut; 8). Pembagian lahan untuk masyarakat; 9). Membangun desa wisata dan desa digital; 10). Meningkatkan layanan publik dengan sistem digital. Dari 10 janji ini akan dituangkan dalam RPJMN Bappenas mendatang untuk menetapkan target indikator-indiaktor ekonomi dan sosial 5 tahun mendatang.

    Dari 10 janji tersebut dapat diringkas 5 tujuan besar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Tampaknya tidak ada ‘big push’ pendorong pertumbuhan ekonomi tetapi lebih fokus pada upaya stabilisasi.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-22-Mei-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 21 Mei 2019

    Walaupun sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat ‘merah’, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi pada hari ini,  tetapi kemungkinan pasar Indonesia akan berlanjut naik terbawa sentimen positif hasil Pilpres yang diumumkan KPU dini hari ini yang mencatat pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin memenangkan 55,5% suara. Sentimen positif ini mestinya juga membuat rupiah menguat menuju kisaran antara  Rp.14.400  s.d Rp.14.450 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Pagi dini hari ini, KPU telah menyelesaikan rekapitulasi perhitungan suara untuk PilPres dan Pileg dan juga mengumumkan hasil perhitungan tersebut,. Hasil Pilpres mencatat pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mendapat suara sebesar 55,5% dari pemilih yang masuk sebanyak 154.257.601 – naik 15,48% dibandingkan pemilih pada PilPres Juni 2014 lalu. Dengan demikian Joko Widodo dan Ma’ruf Amin secara resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019 sd 2024. Kemungkinan pasar akan merespon positif hasil KPU ini.

    The CFNA index untuk April tercatat turun 0,45, dari positif 0,05 pada Maret. Penurunan ini karena turunnya indikator produksi dan personal consumption termasuk sektor perumahan. Penurunan ini belum memfaktorkan gagalnya perundingan dagang AS-China namun penurunan ini belum menjadi indikasi kuat resesi ekonomi AS.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-21-Mei-2019.pdf