Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 21 Agustus 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan turun hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang hampir semuanya ?merah? ditambah sentiment dari bursa global yang kompak turun semalam walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, dan Sin  dolar kompak dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.270  s.d Rp.14.290 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Peraturan Menteri (Permen) PUPR Nomor 11/PRT/M/2019 untuk sektor properti terkait PPJB Rumah, diantaranya jika ada keterlambatan membangun, meneken PPJB, dan AJB maka konsumen dapat membatalkan pembelian dan pengembang wajib mengembalikan seluruh biaya pembelian kepada konsumen. JIka konsumen membatalkan pembelian, maka pengembang bisa mengembalikan uang dengan memotong 10% dari pembayaran yang telah diterima ditambah biaya pajak.  Aturan baru ini dinilai memberatkan pengembang, dan berpihak pada konsumen. 

    Pasar global kembali terkoreksi kawatirkan potensi pelonggaran kebijakan moneter bank sentral utama dunia sebagai upaya menghadapi perlambatan ekonomi global. Pelaku pasar menunggu pidato Gubernur the Fed Jerome Powell pada Jumat akhir pekan ini terkait kebijakan moneter the Fed. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-21-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 19 Agustus 2019

    Ada potensi indeks dhari ini di bursa Asia hari ini akan naik, terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar hijau, ditambah sentimen indeks di bursa global yang kompak naik pada akhir perdagangan minggu lalu dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin  dolar kompak dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.200 s.d Rp.14.240 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Nota Keuangan dan RAPBN 2020 mengutamakan 5 hal yang sebagian besar merupakan kebijakan berbasis peningkatan kualitas sumber daya manusia. RAPBN 2020 akan mengutamakan social spending yang lebih besar, namun pengeluaran pemerintah menjadi kurang maksimal karena efek penggandanya  untuk ekonomi tidak besar dan berdampak jangka panjang, sehingga asumsi pertumbuhan ekonomi 5,3% menjadi tantangan besar di tengah ekonomi global yang melambat dan berpotensi resesi. 

    Presiden Trump melunak dengan mengeluarkan beberapa item perlengkapan rumah tangga dari daftar barang impor China yang dikenakan tarif 10%, termasuk mengijinkan Huawei membeli komponen dari AS setelah China sebelumnya membalas dengan tidak membeli produk-produk pertanian dari AS. Pelaku pasar merespon positif sikap yang melunak ini.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-19-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 15 Agustus 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?merah? indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini ditambah indeks di bursa global yang kompak terkoreksi semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemahterhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.250  s.d Rp.14.280 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Posisi kepemilikan asing per 13 Agustus pada SBN turun Rp.12,79 triliun dari posisi tertingginya di Rp.1.019,36 triliun pada 2 Agustus lalu. Rasio kepemilikan ini mencapai38,73% dari total outstanding SBN yang sebesar Rp.2.591,97 triliun. Turunnya kepemilikan ini membuat rupiah melemah 0,98%. 

    Pasar global kompak terkoreksi kemarin kawatirkan resesi ekonomi di AS dengan indicator imbal hasil TB 2 tahun yang lebih tinggi dibandingkan imbal hasil TB 10 tahun. Spread negatif ini terjadi pertama kali sejak 2007 ? resesi terakhir di AS sebelum krisis keuangan tahun 2008. Proses resesi ini bisa jadi dalam proses karena efek perang dagang yang membuat dua ekonomi besar yaitu AS dan  China melambat. 

    Salam, 

    Lana Soelistianingsih 

    Ekonom/Kepala Riset 

    PT Samuel Aset Manajemen 

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-15-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 14 Agustus 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan membaik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ?hijau? ditambah sentimen naiknya indeks di semua bursa global semalam dan harga minyak mentah juga dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.300  s.d Rp.14.320 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Uni Eropa (UE) resmi menetapkan akan mengutip bea masuk ekspor biodiesel Indonesia sebesar 20%-25%, efektif pada 14 Agustus 2019 ini. UE menuduh perusahaan-perusahaan biodiesel ini mendapat subsidi melalui beberapa cara. UE memberikan waktu 15 hari bagi perusahaan-perusahaan biodiesel tersebut untuk melakukan bantahan. Dengan BMAS ini produk biodiesel Indonesia menjadi mahal dan tidak kompetitif. 

    Pelaku pasar merespon positif keputusan pemerintah AS untuk menunda penerapan tarif 10% atas barang-barang impor China dari 1 September 2019 menjadi 15 Desember  2019 termasuk mengeluarkan beberapa jenis barang dalam daftar yang terkena tarif. Kenaikan terjadi di pasar saham global, minyak mentah, USDolar indeks dan imbal hasil obligasi pemerintah AS. 

    Salam, 

    Lana Soelistianingsih 

    Ekonom/Kepala Riset 

    PT Samuel Aset Manajemen 

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-14-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 12 Agustus 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan terkoreksi terindikasi dari indeks futuresnya yang sebagian besar ?merah?, juga terbawa sentimen koreksi indeks di bursa global yang kompak turun pada akhir perdagangan minggu lalu dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, dan HK dolar kompak dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.150  s.d Rp.14.180 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    NPI pada Q2-2019 tercatat defisit sebesar US$1,977 miliar. Defisit tersebut karena CAD tercatat sebesar US$8,443 miliar dan NFM tercatat sebesar US$7,051 miliar. Kinerja surplus NFM tidak cukup  pada Q2-2019 ini tidak cukup menutup CAD. CAD pada Q2-2019 ini mencapai 3,04% dari PDB, lebih besar dibandingkan Q1-2019 yang sebesar 2,6%dari PDB, dan dari Q2-2018 yang sebesar 3,01% dari PDB. Sesuai siklus, ada potensi pada triwulan selanjutnya CAD bisa meningkat. 

    Pasar global semakin kawatirkan tensi perang dagang yang semakin tinggi. ?Retaliation? terus berlanjut. Goldman Sachs perkirakan probabilita resesi ekonomi global semakin besar dan kesepakatan dagang belum akan selesai sebelum Pemilihan Presiden November 2020 mendatang. GS perkirakan tarif tetap akan diberikan pada barang impor China senilai US$300 miliar. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-12-Agustus-2019.pdf

  • SAM ULasan Ekonomi Harian Kamis 8 Agustus 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ?mixed? hari ini namun ada potensi naik karena sudah mengalami tekanan jual sejak awal pekan ini dan harga minyak mentah yang dibuka sedikit naik pagi ini.  Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar, begitupun dengan yuan yang melemah menjadi 7,06 per USD. Kemungkinan rupiah akan melemah  menuju kisaran antara Rp.14.230  s.d Rp.14.250 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Posisi cadev per Juli 2019 tercatat sebesar US$125,9 miliar, naik dari posisi Juni 2019 sebesar US$123,8 miliar.  Peningkatan ini diperoleh dari penerimaan devisa migas dan valas lainnya dan penarikan utang luar negeri pemerintah. Di awal pekan ini rupiah mendapat tekanan baru dari pelemahan yuan yang kemungkinan masih akan berlanjut. Pelemahan yuan ini sebagai upaya pembalasan China atas rencana penerapan tarif 10% terhadap barang impor China senilai US$300 miliar yang efektif 1 September mendatang. 

    US consumer credit pada Juni 2019 tumbuh 4,3% yoy menjadi sebesar US$14,6 miliar, dibawah ekspektasi pasar US$16 miliar. Data lain juga mencatat imbal hasil 10 tahun TB AS turun dari tertingginya 2,768% pada Maret 219 menjadi 1,6% , begitupun dengan harga minyak mentah. Penurunan ini karena kekawatiran terhadap resesi ekonomi global. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-8-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 7 Agustus 2019

    Ada indikasi indeks di bursa Asia akan ?rebound? hari ini terlihat dari Indeks futures bursa Asian yang sebagian mulai ?hijau? ditambah sentimen di bursa AS yang kompak naik  semalam walaupun Sin dolar dibuka menguat, yang mestinya bisa menjadi sentimen penguatan rupiah ditambah pernyataan PBOC yang tidak akan membiarkan yuan jatuh. Kemungkinan rupiah akan menguat menuju kisaran antara Rp.14.250 s.d Rp.14.270 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Indeks keyakinan konsumen (IKK) untuk bulan Juli tercatat turun dari 126,4 pada Juni menjadi 124,8 pada Juli. Penurunan optimism ini terutama dari IKE. Tiga faktor pembentuk IKE turun, bahkan untuk faktor pembentuk Ketersediaan lapangan kerja tercatat dibawah 100 yang artinya pesimis. Sementara faktor pembentuk IEK yang turun adalah Ketersediaan Lapangan Kerja dan Kegiatan Usaha. Ketidakyakinan konsumen ini bisa membuat konsumen menahan konsumsinya.

    PBoC dalam pertemuannya dengan ?foreign exporter? menyatakan perdagangan USD-yuan berjalan normal dan menyebut tidak akan membiarkan yuan jatuh. Namun pelaku pasar mempunyai ekspektasi yuan masih akan berlanjut melemah. AS menyebut China sebagai manipulator mata uang. Kemungkinan perang mata uang ini masih akan berlanjut.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-7-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 6 Agustus 2019

    Indeks futures bursa Asia kompak tercatat ?merah?, indikasi indeks di bursa Asia berpotensi turun ditambah sentimen koreksi kompak di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat, yang mestinya bisa menjadi sentimen penguatan rupiah namun potensi ini sangat tergantung pada pergerakan China yuan terhadap USD. Jika China yuan masih melemah terhadap US dolar, kemungkinan rupiah mengikuti menuju Rp.14.300 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia Q2-2019 tercatat 5,05% yoy, melambat dibandingkan Q2-2018 yang sebesar 5,27%. Dari sisi produksi, sumber pertumbuhan masih berasal dari sektor industri pengolahan namun dengan kontribusi yang terus melambat, sedangkan dari sisi pengeluaran berasal dari Konsumsi Rumah Tangga dengan konstribusi yang stagnan. Dengan kinerja ini tampaknya sulit bagi pemerintah untuk mencapai asumsi pertumbuhan 5,3% sebagaimana APBN 2019.

    Ketegangan perdagangan AS-China meningkat setelah China membalas ancaman pengenaan tarif sebesar 10% pada barang-barang impor China mulai efektif 1 September mendatang dengan membiarkan yuan melemah menembus yuan 7 per USD dan meminta perusahaan China menunda impor produk pertanian AS. Pelaku pasar global merespon negatif. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Ekonom/Kepala Riset

    PT Samuel Aset Manajemen

    021-28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-6-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 5 Agustus 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan terkoreksi terindikasi dari indeks futuresnya yang hampir semuanya ?merah?, juga terbawa sentimen koreksi indeks di bursa global yang kompak turun pada akhir perdagangan minggu lalu dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar kompak dibuka menguat terhadpa US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.150  s.d Rp.14.180 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Hari ini BPS akan umumkan tingkat pertumbuhan ekonomi Q2-2019, yang kemungkinan kami perkirakan melambat dibandingkan Q2-2018 yang mencapai 5,27% yoy. terindikasi diantaranya penjualan ritel yang melambat,  terkonfirmasi dengan penerimaan pajak PPN. Kemungkinan perlambatan terjadi karena kekawatiran terhadap isu politik. Secara siklus triwulan dengan faktor musiman terkait puasa-lebaran merupakan triwulan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi. Kami perkirakan Q2-2019 beradal dalam kisaran antara 5,18%-5,22% yoy. 

    Neraca perdagangan AS pada Juni tercatat defisit sebesar US$55,2 miliar, sedikit membaik dibandingkan Mei 2019 yang sebesar US$55,3 miliar. Belum ada perbaikan signifikan kendati sudah ada penerapan tarif. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-5-Agustus-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 2 Agustus 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan turun hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang ?sebagian besar ?merah? ditambah dengan sentiment negatif dari turunnya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.  Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap USDolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.030  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Hari ini, BPS akan umumkan angka inflasi bulan Juli 2019 yang kemungkinan ada di kisaran 0,2% mom s.d 0,35% mom. Inflasi kemungkinan berasal dari naiknya harga beberapa komoditas bahan makanan seperti cabe, dan kelompok pengeluaran terkait faktor musiman tahun ajaran baru. Kami perkirakan angka inflasi di akhir tahun 2019 sebesar 3,19% dengan asumsi tidak ada kenaikan harga BBM. 

    The Fed putuskan untuk turunkan suku bunga FFR sebesar 25 bps menjadi 2%-2,25% pada pertemuan FOMC 30-31 Juli kemarin. Gubernur the Fed dalam pernyataan mengatakan penurunan ini sebagai ?mid-cycle adjustment? dan bukan ?turning point? sebagaimana yang diharapkan pelaku pasar. Indeks di bursa AS kompak terkoreksi, US dollar index naik secara signifikan  ke level 98, dan harga minyak mentah turun. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-1-Agustus-2019.pdf