Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Haian Kamis 7 November 2019

    Sebagian besar indeks futures d bursa Asia tercatat ?hijau?, yang bisa menjadi indikasi naiknya indeks di bursa Asia hari ini walaupun indeks di bursa global ditutup bervariasi semalam. Harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.970  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Keyakinan konsumen untuk Oktober 2019 tercatat 118,4, turun dari 121,8 pada September. DUa indeks pembentuk IKK yaitu IKE dan IEK juga tercatat turun di semua komponen pembentuknya. Penurunan juga terlihat pada penjualan eceran untuk bulan September, dan PMI untuk bulan Oktober. Kemungkinan ada perbaikan sentimen pada bulan November dan Desember karena faktor musiman. 

    Penandatangan perjanjian dagang AS-China kemungkinan diundurkan ke Desember 2019. Kemungkinan mundur ini menjadi indikasi ada potensi penundaan dan bahkan mungkin tidak terjadi kesepakatan. Harga minyak mentah turun 1,6% kemarin. Investor masih fokus pada apakah kesepakatan  akan ditandatangi. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-7–November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 5 November 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini mengikuti naiknya indeks di semua bursa global semalam terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ?hijau? dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.020  s.d Rp.14.04kl0 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Survei IHS Markit Indonesia untuk sektor manufaktur Indonesia pada bulan Oktober 2019 tercatat kontraksi 47,7, memburuk dari kontraksi sebelumnya 49,1 pada September. Penurunan ini sudah terjadi sejak Juli lalu. Penurunan ini diantaranya karena turunnya permintaan konsumen. Penurunan ini membawa implikasi turunnya permintaan bahan baku dan penggunaan tenaga kerja. Kemungkinan kegiatan usaha membaik pada bulan November sebagai faktor musiman menjelang akhir tahun tetapi belum akan kembali ke level diatas 50.

    Investor memfaktorkan tercapainya kesepakatan dagang AS-China pada 15-16 November ini. Indeks di bursa AS mencetak rekor tertingginya, dan spread imbal hasil antara 10T dan 2T melebar sebagai indikasi kekawatiran terhadap resesi ekonomi AS menurun.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-5-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 4 November 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini mengikuti naiknya indeks di semua bursa global akhir pekan lalu terlihat dari indeks futuresnya yang hampir semuanya ?hijau? walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar, dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.040  s.d Rp.14.060 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Inflasi bulan Oktober 2019 tercatat 0,02% mom atau 3,13% yoy. Inflasi yang rendah ini terutama berasal dari deflasi pada kelompok pengeluaran Bahan Makanan dan Trasnportasi, Komuikasi, dan Jasa Keuangan. Deflasi pada Bahan Makanan terutama karena turunnya harga cabe merah dan telor. Secara kumulatif dari Januari s.d Oktober tercatat 2,22% ytd. Tersisa dua bulan hingga akhir tahun 2019, tampaknya infasi masih terjaga dibawah 3,3% walaupun pada dua bulan terakhir biasanya inflasi cukup tinggi. 

    Arab Saudi sinyalkan setujui IPO Aramco. Kemungkinan Aramco akan menjual 1%-2% sahamnya kepada publik dengan nilai US$20 miliar s.d US$40 miliar. Per September, penerimaan bersih Aramco mencapai US$68 miliar. IPO ini bisa membuat harga minyak mentah naik. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-4-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 1 November 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia dibuka ?merah?, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi mengikuti sentimen turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah, tetapi kemungkinan rupiah akan melemah secara teknikal menuju kisaran antara Rp.14.050  s.d Rp.14.070 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Uang beredar dalam arti luas (M2) pada September tumbuh 7,1% yoy, melambat dari Agustus 2019 yang sebesar 7,3% yoy. Perlambatan tersebut karena melambatnya uang kuasi (M1) yang berasal dari simpanan berjangka dan giro dalam valuta asing. Penghimpunan DPK juga melambat menjadi 7,1% yoy, dari 7,3% yoy. Alhasil penyaluran kredit perbankan juga melambat menjadi 8% yoy, dari 8,7% yoy. Melambatnya pertumbuhan M2 ini memberi indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi pada Q3-2019 yang bisa dibawah 5% yoy. 

    Pelaku pasar kembali pesimis dengan beberapa ketidakpastian, yaitu: 1). Mixed signal dari the Fed terkait kebijakan suku bunganya; 2). Potensi impeachment terhadap Presiden Trump yang semakin besar; 3). Penandatanganan kesepakatan dagang. Kendati data consumer spending masih tumbuh 0,2% yoy. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-1-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 30 Oktoebr 2019

    Indeks futures bursa Asia dibuka bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ?mixed? hari ini. Harga minyak menath dibuka bervariasi pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.040  s.d Rp.14.070 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Penyaluran pinjaman fintech mengalami peningkatan pesat. Data OJK mencatat nilai pinjaman per September mencapai Rp.60,41 triliun, dibandingkan perbankan, yang mencapai Rp.5.490,5 triliun, dengan pertumbuhan kredit yang sangat tinggi sebesar 166,51% ytd sampai bulan September 2019, dibandingkan perbankan yang mencapai  3,16% ytd per Agustus 2019. Sedangkan kredit bermasalah tercatat 2,89% dibandingkan perbankan sebesar 2,59%. Ke depan perkembangan pinjaman fintech ini masih akan berkembang. 

    Gubernur BI sampaikan proyeksi ekonomi Indonesia 2019 sebesar 5,05% dengan deviasi hingga 5,1%. Proyeksi ini turun dari sebelumnya 5%-5,4%. Proyeksi turun ini mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi global. Beberapa badan dunia lain juga perkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% tahun 2019 ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-30-Oktober-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 29 Oktober 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, ditambah sentimen indeks di bursa global yang hampir semuanya naik semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.030  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    BKPM dan para pengusaha nikel sepakat untuk mempercepat penghentian ekspor nikel mentah pada Selasa ini (29/10) dari rencana semula 1 Januari 2020. Pertemuan tersebut juga menyepakati 3 hal, namun pelaku usaha masih menunggu tata niaga perdagangan nikel dalam negeri termasuk pemberian sanksi tegas untuk perusahaan yang tidak mengikuti harga patokan mineral (HPM).  Keputusan penghentian ini akan membuat harga nikel naik. Indonesia merupakan salah satu eksportir nikel dunia. 

    Sentimen pelaku pasar global positif terhadap kemungkinan kesepakatan dagang AS-China, penundaan tarif 25% yang akan berakhir pada 28 Desember mendatang, dan kemungkinan the Fed turunkan suku bunganya. Sentimen positif ini kemungkinan diikuti oleh bursa Asia hari ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-29-Oktober-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 28 Oktober 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini mengikuti naiknya indeks di hampir semua bursa global akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar, dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.040  s.d Rp.14.080 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Defisit PABN 2019 kemungkinan melebar. Dari target awal 1,84% dari PDB, kemudian menjadi 1,93% dari PDB, dan kemungkinan kembali melebar menjadi 2%-2,2%. Defisit yang semakin melebar ini karena pemerintah mempertahankan belanja negara di tengah penerimaan negara yang sedang turun. Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah menambah penerbitan global senilai US$1 miliar dan 1 milair euro. Kendati melebar namun defisit tersebut masih aman karena dibawah 3% dari PDB. 

    Pelaku pasar menunggu keputusan the Fed pada pertemuan tanggal 30 Oktober ini. Kemungkinan turun cukup besar terkait risiko terutama efek dari perang dagang AS-China yang berpotensi membuat ekonomi AS berlanjut melambat pada Q3-2019 ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-28-Oktober-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 25 Oktober 2019

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat naik, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini, didukung dengan naiknya hampir semua indeks di bursa global semalam. Harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.060  s.d Rp.14.080 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    BI turunkan suku bunganya pada RDG kemarin sebesar 25 bps sehingga menjadi 5%, dan juga menurunkan suku bunga deposit facility dan lending facility menjadi 4,25% dan 5,75%. Kebijakan ini oleh BI dikatakan sebagai upaya ?pre-emptive? mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah melambatnya ekonomi dunia. Kemungkinan turunnya suku bunga ini baru akan efektif mendorong pertumbuhan ekonomi pada semester-2 tahun 2020. 

    The IHS PMI sektor manufaktur untuk AS pada Oktober 2019 naik menjadi 51,5 karena naiknya kegiatan usaha, pesanan baru, dan ketenagakerjaan. Namun survey lain mencatat pesanan baru untuk barang tahan lama sektor manufaktur turun diikuti dengan turunnya penjualan rumah baru. Beberapa data yang turun ini menjadi indikasi ekonomi AS yang melambat. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-25-Oktober-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 24 Oktober 2019

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat naik, indikasi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini, didukung dengan naiknya sebagian besar indeks di bursa global semalam. Harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.000  s.d Rp.14.030 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Presiden Jokowi telah melantik 34 menteri dan 4 pejabat tinggi setingkat menteri kemarin. Dari total 34 menteri tersebut tercatat 18 menteri berasal dari partai atau mencapai hampir 53% dari komposisi, lebih tinggi dari janji Jokowi sebelumnya 45%. Secara umum susunan kabinet tersebut dapat diterima pasar terlihat dari IHSG yang naik dan nilai tukar rupiah yang menguat. Kinerja para menteri ini baru akan terlihat dalam 1-2 tahun mendatang. 

    Partai Demokrat menargetkan pengajuan impeachment terhadap Presiden Trump pada Desember 2019 ini dengan tuduhan ?abuse of power and obstuction?. Proses impeachment tdaklah mudah karena harus disetujui oleh House yang dkuasai oleh partai Demokrat dan Senat yang dikuasai oleh partai Republik ? partai pedukung Presiden Trump. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-24-Oktober-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 21 Oktober 2019

    Indeks di bursa Asia kemungkinan bergerak ?mixed? hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi tetapi cenderung turun mengikuti penurunan indeks di bursa global akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.120  s.d Rp.14.140 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Joko Widodo dan Ma?ruf Amin dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober kemarin oleh MPR. Ada lima tahapan besar yangn ingin dicapai dalam periode ke-2nya Jokowi dengan prioritas pertama pada pembangunan sumber daya manusia (SDM). Ke-5 tahapan ini sebagai upaya meraih cita-cita di tahun 2045 dengan PDB per kapita sebesar Rp.320 juta per tahun, dengan PDB nominal mencapai US$7 triliun, menjadi 5 besar ekonomi dunia, dan tingkat kemiskinan mendekati nol persen. 

    Ekonomi China pada Q3-2019 tumbuh 6%  yoy, melambat dari 6,2% yoy pada Q2-2019 dan 6,4% pada Q1-2019. Ekonomi China diperkirakan masih berlanjut melambat terlebih jika perang dagang dengan AS berlanjut. Ekonomi China dianggap sedang menuju ?new normal?. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-21-Oktober-2019.pdf