Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 18 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham Amerika Serikat tercatat kembali melemah pada perdagangan Kamis (17/9). Dow ditutup 130,40 poin lebih rendah, atau 0,47% menjadi 27.901,98. Sementara S&P 500 turun 0,84% menjadi 3.357,01 dan Nasdaq Composite turun 1,27% menjadi 10.910,28.

     

    Pasar saham Eropa juga mengalami hal serupa. Tercatat FTSE turun 28,56 poin atau 0,47% menjadi 6.049,92 sementara Stoxx600 turun 1,90 poin atau 0,51% menjadi 371,23.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.830,0. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent menguat bersamaan masing-masing sebesar 0,12% dan 0,09%,

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan menguat hari ini, didorong sentimen pasar saham Asia dan pergerakan harga minyak dunia. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat masing-masing sebesar 0,22% dan 0,25%. Sentimen positif lain juga diberikan oleh  indeks futures di Amerika Serikat yang juga menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,01%, 0,03% dan 0,18%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Bank of Japan (BoJ) menyampaikan akan mempertahankan kebijakan moneter sangat longgar. langkah ini diambil untuk mendukung pemulihan ekonomi, yang sebelumnya ambruk akibat krisis virus corona Covid-19. Senada dengan hal tersebut, Bank of England (BoE) pada Kamis (17/9) memberikan sinyal terkuat akan menerapkan suku bunga negatif, untuk mendukung perekonomian Inggris yang dihadapkan pada dua tantangan berat. Pertama untuk bangkit dari dampak pandemi virus corona Covid-19 dan kedua dari kerumitan Brexit.

     

    Bank Indonesia (BI) mempertahankan BI7DRR pada 4,00%, untuk menjaga stabilitas Rupiah dengan tetap fokus pada transmisi kebijakan saat ini. BI menyatakan ekonomi global dan ekonomi domestik mulai membaik dan mengharapkan perdagangan global yang lebih baik ke depan. Di bidang likuiditas, dinyatakan bahwa likuiditas saat ini lebih dari cukup dan mengharapkan suku bunga pinjaman yang lebih rendah ke depan. Pertumbuhan deposito di Agustus berada di 11,64% sementara pertumbuhan pinjaman di 1,04% y-y. BI akan melanjutkan penerapan pelonggaran GWM Rupiah sebesar 50bps bagi bank yang menyalurkan kredit kepada UMKM, bisnis terkait perdagangan internasional dan sektor-sektor penting.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 17 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham Amerika Serikat tercatat mix pada perdagangan Rabu (16/9). Dow naik 36,78 poin, atau 0,1% menjadi 28.032,38. S&P 500 turun 0,5% menjadi 3.385,49. Nasdaq Composite turun 1,25% menjadi 11.050,47. Penurunan pada pasar merespon keputusan kebijakan moneter terbaru dari Federal Reserve yang mencerminkan sikap pesimistis akan perbaikan ekonomi AS dalam waktu dekat.

     

    Dari pasar saham Eropa, indeks juga tercatat mix. FTSE turun 27,06 poin atau 0,44% menjadi 6.078,48 sementara Stoxx600 naik 2,17 poin atau 0,58% menjadi 373,13.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.835,0. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah bersamaan masing-masing sebesar 0,17% dan 0,31%,

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan melanjutkan pelemahan kembali hari ini. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka melemah masing-masing sebesar 0,39% dan 0,30%. Sentimen negatif juga diberikan oleh  indeks futures di Amerika Serikat yang juga melemah. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,13%, 0,13% dan 0,12%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari update kasus Covid-19 global, presiden Donald Trump mengatakan pemerintah AS dapat mulai mendistribusikan vaksin virus corona paling cepat Oktober, perkiraan yang jauh lebih optimis daripada apa yang telah disarankan oleh pejabat kesehatannya sendiri secara terbuka. Sementara dari India, kasus infeksi virus corona Covid-19 terkonfirmasi melonjak melewati 5 juta kasus pada Rabu (16/9).

     

    The Fed berjanji mempertahankan suku bunga rendah Rabu (16/9/2020). Suku bunga akan tetap dikisaran 0 hingga 0,25%. Jerome Powell, ketua The Fed, mengindikasikan bank sentral akan terus memompa suku bunga rendah dan memungkinkan inflasi untuk mendorong melebihi 2% untuk memacu lapangan kerja AS pulih dari pandemi virus corona (Covid-19).

     

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pemerintah tengah berfokus pada  investasi ke sektoryang memberikan nilai tambah dan menghentikan ekspor untuk produk barang mentah, khususnya nikel, dengan membangun hilirisasi produk mentah nikel.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—17-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 16 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Indeks saham Amerika Serikat tercatat menguat pada perdagangan Selasa (15/9). Dow ditutup 2,27 poin lebih tinggi menjadi 27.995,60. S&P 500 naik 0,5% menjadi 3.401,20. Sementara Nasdaq Composite naik 1,21% menjadi 11.190,32.

     

    Dari pasar saham Eropa, indeks juga tercatat menguat. FTSE naik 79,29 poin atau 1,32% menjadi 6.105,54 sementara Stoxx600 naik 2,45 poin atau 0,66% menjadi 370,96. Kenaikan atau reli pada pasar saham global didorong oleh data ekonomi positif dari Tiongkok dan kenaikan produksi dari pabrik di Amerika.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.845,0, menguat dari penutupan sebelumnya di Rp 14.860,0. Komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI menguat sebesar 0,50%, sementara Brent naik tipis sebesar 0,02%,

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan mix cenderung melemah hari ini karena sentimen negatif dari pasar Asia. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka melemah masing-masing sebesar 0,08% dan 0,06%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga melemah. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,12%, 0,18% dan 0,38%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Penjualan ritel Tiongkok naik pada Agustus 2020, pertama kali sejak pandemi virus corona Covid-19 melanda. Data resmi yang dirilis pada Selasa (15/9) menunjukkan sentimen konsumen naik 0,5% sepanjang tahun hingga bulan lalu. Sementara itu, tingkat pengangguran perkotaan turun tipis menjadi 5,6%.

     

    Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2020 mengalami surplus US$ 2,33 miliar, jauh lebih besar dibandingkan periode sama tahun lalu yang hanya surplus US$ 92,6 juta. Lonjakan surplus neraca perdagangan tetap terjadi saat kinerja ekspor turun, karena pada saat yang sama nilai impor mengalami penurunan yang jauh lebih tajam.

     

    Pemerintah mengalokasikan penyertaan modal negara (PMN) kepada badan usaha milik negara (BUMN) pada 2021 sebesar Rp 37,38 triliun. Angka ini naik 18,74% dibandingkan tahun ini sebesar Rp 31,48 triliun, sesuai dengan Perpres Nomor 72 Tahun 2020. Dana PMN akan disalurkan kepada delapan perusahaan BUMN, yakni PT Sarana Multigriya Finansial, PT Hutama Karya, PT PLN, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT BPUI, PT Pelindo III, PT PAL Indonesia, dan PT Kawasan Industri Wijayakusuma.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—16-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 15 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Senin (14/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat menguat di mana Dow naik 327,69 poin atau 1,18% menjadi 27.993,33, S&P 500 naik 1,27% atau 42,57 poin menjadi 3.383,54, dan Nasdaq Composite naik 1,27% menjadi 11.056,65. Kenaikan ini didukung perkembangan uji medis vaksin Covid-19.

     

    Sedangkan dari pasar saham Eropa, indeks tercatat mix. FTSE turun 5,84 poin atau 0,1% menjadi 6.026,25 sementara Stoxx600 naik 0,55 poin atau 0,15% menjadi 368,51.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.880,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan melemah masing-masing sebesar 0,27% dan 0.20%,

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan mix hari ini didorong oleh aksi pelaku pasar yang menunggu rilis data neraca perdagangan. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka melemah masing-masing sebesar 0,82% dan 0,05%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga melemah. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,15%, 0,15% dan 0,17%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari Amerika, pemerintahan Trump pada hari Senin mengesampingkan rencana perluasan larangan impor yang luas untuk produk kapas dan tomat dari wilayah Xinjiang, Tiongkok serta mengumumkan penyempitan larangan pada lima entitas/perusahaan tertentu.

     

    Parlemen Inggris pada Senin (14/9) kembali memperdebatkan Brexit, dengan ancaman perlawanan dan pengunduran diri atas rencana kontroversial Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dengan rancangan undang-undang (UU) Brexit yang baru, yang akan melanggar perjanjian pemisahan dari keanggotaan Uni Eropa (UE). UU kontroversial tersebut akan membuat pemerintah Inggris secara sepihak mengatur perdagangan Inggris dan bantuan negara di dalam provinsi Inggris tersebut. Sekaligus dapat mengabaikan Perjanjian Uni Eropa yang memberi Komisi Eropa suara berkelanjutan atas hubungan perdagangan dengan Irlandia Utara

     

    Kebijakan perpajakan masih menuai tantangan di 2021, lantaran ekonomi diproyeksi belum pulih 100%. Kondisi ini membuat pajak sebagai instrumen fiskal tidak hanya sebagai budgeter tapi juga regulated. Menkeu, Sri Mulyani, menyatakan tahun depan penerimaan perpajakan akan turun Rp 37,4 Triliun dari Rp .481,9 Triliun yang telah ditargetkan dalam RAPBN 2021.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—15-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 14 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Jumat (11/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat mix. Dow naik 131,06 poin atau 0,48% menjadi 27.665,64. S&P 500 naik tipis 0,05% atau 1,78 poin menjadi 3.340,97. Sementara Nasdaq Composite turun 0,6% menjadi 10.853,54.

     

    Dari pasar saham Eropa, indeks tercatat menguat dengan FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup naik 28,77 poin atau 0,48% menjadi 6,032.09 dan 0,48 poin atau 0,13% menjadi 367,96.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.890,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan juga menguat masing-masing sebesar 0,48% dan 0.20%, memberikan sinyal positif terhadap pasar.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan menguat hari ini, didorong oleh perkembangan kebijakan PSBB terbaru untuk wilayah DKI Jakarta. Pagi ini indeks Nikkei 225 dan Kospi dibuka menguat masing-masing sebesar 0,55% dan 0,76%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,73%, 0,83% dan 1,12%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Uji coba fase ketiga untuk vaksin virus korona AstraZeneca telah dilanjutkan di Inggris setelah dihentikan awal pekan ini karena masalah keamanan. AstraZeneca mengatakan telah menerima konfirmasi dari Medicines Health Regulatory Authority Inggris bahwa sudah aman untuk melanjutkan uji klinis.

     

    Total bantuan subsidi upah atau gaji yang disalurkan ke pekerja berpenghasilan di bawah Rp 5 juta telah mencapai Rp 5,84 triliun. Terkait program ini, dana yang disiapkan pemerintah mencapai Rp 37,7 triliun untuk 15,7 juta pekerja lebih dengan besaran bantuan Rp 2,4 juta per pekerja yang disalurkan dalam dua tahap.

     

    Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 berada di kisaran minus 3% hingga minus 1%. Sedangkan pertumbuhan ekonomi sepanjang 2020 berada di kisaran minus 1% hingga 0,25%. IMF memprediksi, ekonomi RI tumbuh minus 0,3% dan positif 6,1% pada 2020 dan 2021. Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di 0% dan 4,8% untuk tahun 2020 dan 2021. Asian Development Bank (ADB) memprediksi pertumbuhan ekonomi RI minus 1% dan positif 5,3% untuk 2020 dan 2021. Sementara itu, OECD memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh minus 2,8% pada 2020 dan 5,2% pada 2021.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—14-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Jumat 11 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Kamis (10/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat melemah. Dow turun 405,89 poin, atau 1,45%, menjadi 27.534,58. S&P 500 turun 1,8% menjadi 3.339,19. Sementara Nasdaq Composite juga turun 1,99% menjadi 10.919,59.

     

    Dari pasar saham Eropa, indeks juga tercatat menlemah secara kompak. FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 9.52 poin atau 0,16% menjadi 6,003.32 dan 2,17 poin atau 0,59% menjadi 367,48.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.855,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan menguat masing-masing sebesar 0,19% dan 0.68%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mix  cenderung melemah hari ini masih merespon pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar untuk wilayah DKI Jakarta. Dari pasar Asia, indeks Nikkei 225 pagi ini dibuka menguat sebesar 0,02% dan 1,07%, sedangkan Kospi melemah 0,04%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,46%, 0,45% dan 0,54%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo, mendesak negara-negara di Asia Tenggara untuk memutus hubungan dengan perusahaanperusahaan Tiongkok yang membantu pembangunan pulau buatan di Laut Tiongkok Selatan (LTS). Pernyataan itu disampaikan dalam pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) di Hanoi, Vietnam, Kamis (10/9), yang dibayangi berbagai masalah perseteruan antara AS-Tiongkok, mulai dari perdagangan hingga virus corona Covid-19. Ketegangan antara dua negara adidaya tersebut juga meningkat di seputar isu LTS.

     

    Pemerintah Inggris melakukan pembicaraan darurat dengan Uni Eropa (UE) pada Kamis (10/9), setelah mendapat peringatan akan menghadapi gugatan hukum terkait rancangan undang-undang (RUU) Brexit yang baru. Amerika Serikat (AS) ikut campur dengan mengingatkan Inggris untuk memenuhi kewajiban terhadap Irlandia Utara.

     

    Pemerintah berencana untuk melanjutkan program bantuan subsidi gaji hingga 2021 dari semula hanya dari September sampai Desember 2020. Ini dilakukan untuk mendorong daya ungkit sisi permintaan (demand) masyarakat, yang kemudian bisa mendorong pemulihan ekonomi nasional (PEN).

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—11-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Kamis 10 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Rabu (9/9), indeks saham Amerika Serikat tercatat menguat. Dow menguat 439,58 poin, atau 1,6%, menjadi 27.940,47. S&P 500 naik 2% menjadi 3.398,96. Sementara Nasdaq Composite naik 2,7% menjadi 11.141,56. Rebound dari saham-saham teknologi mendorong pasar secara keseluruhan untuk kembali naik setelah koreksi selama 3 hari.

     

    Dari pasar saham Eropa, indeks juga tercatat menguat secara kompak. FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 82.54 poin atau 1,39% menjadi 6,012.84 dan 5,90 poin atau 1,62% menjadi 369,65.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.785,0 melemah dari Rp 14.760,0 pada penutupan kemarin. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent bersamaan melemah masing-masing sebesar 0,92% dan 0.20%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mix  cenderung melemah hari ini merespon keputusan pemberlakuan kembali pembatasan sosial berskala besar untuk wilayah DKI Jakarta. Meski demikian, terdapat sentiment positif dari pasar Asia dimana indeks Nikkei 225 dan Kospi pagi ini dibuka menguat masingn-masing sebesar 0,65% dan 1,07%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga menguat. Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq naik masing-masing sebesar 0,10%, 0,12% dan 0,32%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari Inggris, AstraZeneca menghentikan uji coba vaksin virus korona setelah subjek penelitian menderita penyakit. Hal ini menimbulkan keraguan pada prospek peluncuran awal salah satu vaksin COVID-19 tercanggih yang sedang dikembangkan.

     

    Sederetan negara mulai Brunei Darussalam, Australia, Arab Saudi, Jepang, Malaysia hingga Amerika Serikat menutup pintunya untuk Warga Negara Indonesia sejalan dengan perkembangan kasus COVID-19 dalam negeri. Per 8 September 2020, total kasus Covid-19 bahkan menembus 200.000 sehingga Indonesia menjadi negara kedua dengan jumlah kasus virus Corona terbanyak di kawasan Asia Tenggara.

     

    Bank Indonesia (BI) menyatakan, pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah pada Rabu (9/9) dipicu oleh sikap menghindari risiko para investor atas ketidakpastian akhir dari pandemi  Covid-19, menyusul hasil uji coba vaksin yang tidak sesuai ekspektasi. Selain itu, ketegangan antara Amerika dan Tiongkok, ketidaksepakatan negosiasi Brexit, serta kontraksi pertumbuhan ekonomi Eropa juga memicu pelemahan tersebut.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—10-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 9 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Selasa (8/9), indeks saham Amerika Serikat kompak melemah. Dow turun 632,42 poin, atau 2,3%, menjadi 27.500,89. S&P 500 turun 2,8% menjadi 3.331,84. Sementara Nasdaq Composite ditutup 4,1% lebih rendah ke 10.847,69 yang sekaligus menjadikan Nasdaq turun 10% dalam 3 hari.    

     

    Dari pasar saham Eropa, indeks tercatat melemah secara kompak. FTSE dan Stoxx600 masing-masing ditutup turun 7,1 poin atau 0,12% menjadi 5,930.30 dan 4,22 poin atau 1,15% menjadi 363,75.

     

    Secara umum, pasar ekuitas global dan harga minyak jatuh pada hari Selasa karena aksi jual tajam saham teknologi dan meningkatnya kekhawatiran atas Inggris yang meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian perdagangan ditambah dengan gagasan Presiden AS Donald Trump untuk memisahkan ekonomi AS dan China.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.765,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI menguat sebesar 0,05% sedangkan Brent melemah sebesar 0,08%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak melemah hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dan Kospi dibuka dengan pelemahan masingn-masing sebesar 1,23% dan 1,16%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat tercatat mix. Dow Jones dan S&P 500 turun masing-masing sebesar 0,24% dan 0,17%, sementara Nasdaq naik sebesar 0,30%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Uni Eropa dan Inggris berseteru soal Brexit lantaran langkah Perdana Menteri Inggris Boris Johnson yang mengusulkan perubahan undang-undang (UU) domestik di saat-saat terakhir pembicaraan Brexit. Usulan Johnson untuk melakukan perubahan UU domestik terbatas memicu kekhawatiran bahwa Inggris telah mengingkari perjanjian yang ditandatangani dengan UE

     

    Data resmi yang dirilis Pemerintah Jepang pada Selasa (8/9) menunjukkan kontraksi ekonomi pada kuartal April-Juni  mencapai 7,9% QoQ pada kuartal II-2020. Angka itu lebih tinggi dari 7,8% dalam perkiraan awal.

    Direktorat Jenderal Pajak (DJP) telah menunjuk 12 perusahaan yang memenuhi kriteria sebagai pemungut pajak pertambahan nilai (PPN) atas barang dan jasa digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—9-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Selasa 8 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada saham Amerika serikat tutup pada Senin (7/9) dalam memperingati hari buruh. Data terakhir menunjukkan hasil perdagangan hari Jumat (4/9) di mana Dow ditutup turun 0,6%, menjadi 28.133,313. S&P 500 turun 0,81% menjadi 3.426,96 dan Nasdaq turun 1.3% menjadi 11.313,13.    

     

    Dari pasar saham Eropa, Senin (7/9), indeks tercatat menguat secara kompak seiring dengan investor yang memantau perkembangan vaksin Covid-19 dan kecenderungan untuk menutup kerugian berturut-turut pada pekan lalu. FTSE dan Stoxx600 ditutup naik 138,32 poin atau 2,39% menjadi 5,937.40, sedangkan Stoxx600 turun 1.67% menjadi 367,97.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.740,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI melemah sebesar 1,31% sedangkan Brent menguat sebesar 0,33%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak mix hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dibuka dengan kenaikan sebesar 0,31% dan Kospi juga naik sebesar 0,43%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat mix, di mana Dow Jones dan S&P 500 naik masing-masing sebesar 0,76% dan 0,50%, sementara Nasdaq turun sebesar 0,09%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Dari Reuters, Menjelang pemilu AS, Presiden Donald Trump pada hari Senin kembali mengangkat gagasan untuk memisahkan ekonomi AS dan China, yang juga dikenal sebagai decoupling, menunjukkan seakan Amerika Serikat yakin tidak akan kehilangan uang jika dua ekonomi terbesar dunia tidak lagi berbisnis.

     

    Ekspor China naik untuk bulan ketiga berturut-turut pada Agustus, didorong oleh lebih banyak mitra dagang yang melonggarkan kebijakan pengetatan sosial terkait Covid-19. Ekspor pada Agustus naik 9,5% YoY, data bea cukai pada hari Senin (7/9) menunjukkan kenaikan terkuat sejak Maret 2019. Angka tersebut juga mengalahkan ekspektasi analis untuk pada angka 7,1% dan juga peningkatan 7,2% pada Juli. Impor, di sisi lain, merosot 2,1%.

     

    Bank Indonesia mencatat, cadangan devisa (cadev) Indonesia kembali mencetak rekor tertinggi pada Agustus 2020, yakni sebesar US$137,0 miliar. Nilai tersebut meningkat dibandingkan dengan posisi akhir Juli 2020 yang sebesar US$135,1 miliar. Peningkatan cadev pada Agustus 2020 lebih dipengaruhi oleh penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—8-September-2020.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Senin 7 September 2020

    Kilas Pasar

     

    Pada perdagangan Jumat (4/9), pasar saham Amerika membukukan penurunan secara kompak. Dow ditutup 159,42 poin lebih rendah, atau 0,6%, menjadi 28.133,313. S&P 500 turun 0,81% menjadi 3.426,96, sedangkan Nasdaq turun paling rendah sebesar 1.3% atau 144,97 poin menjadi 11.313,13.    

     

    Tidak jauh berbeda, indeks di Eropa juga tercatat melemah secara kompak. FTSE ditutup turun 51,78 poin atau 0,88% menjadi 5,799.08, sedangkan Stoxx600 turun 1.13% menjadi 361,93.

     

    Pagi ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada pada level RP 14.747,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI dan Brent melemah masing-masing sebesar 1,99% dan 1,09%.

     

    Prediksi Hari Ini

     

    Pasar diperkirakan bergerak melemah hari ini. Pagi ini, Nikkei 225 dibuka dengan penurunan sebesar 0,41% dan Kospi juga turun sebesar 0,08%. Di sisi lain, indeks futures di Amerika Serikat juga tercatat melemah, di mana Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq turun masing-masing sebesar 0,18%, 0,50% dan 1,33%.

     

    Isu Ekonomi dan Pasar

     

    Suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) akan tetap rendah hingga beberapa tahun ke depan. Jerome Powell, gubernur The Federal Reserve (The Fed) mengungkapkan bahwa ekonomi AS membutuhkan hal tersebut dalam upaya bangkit dari keterpurukan yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona Covid-19. Selain itu, The Fed sekarang menetapkan inflasi akan dibiarkan mengambang di atas target 2% hingga beberapa waktu. Disebutkan bahwa The Fed siap menerapkan kebijakan ini selama apapun hingga ekonomi bangkit.

     

    Ketua Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Nasional, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pagu anggaran untuk program subsidi bunga sebesar Rp35 triliun terlampau besar. Sejauh ini realisasi penyerapan anggaran untuk program tersebut baru mencapai Rp3 triliun dan diprediksi mencapai maksimal Rp10 triliun pada akhir tahun. Sisa anggaran yang tidak terpakai tersebut bisa dikonversi ke program-program lain yang terkait dengan UMKM.

     

    Pemerintah melalui Kementerian Keuangan memastikan skema burden sharing yang disepakati dengan Bank Indonesia dalam memenuhi pembiayaan untuk penanganan dampak dari Covid-19 khusus komponen public goods hanya berlaku untuk tahun ini. Namun, BI disebut tetap menjadi pembeli siaga atau standby buyer surat berharga negara (SBN) hingga 2022,  sesuai dengan UU No. 2/2020.

     

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

     

     


    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-September-2020.pdf