Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 25 Juli 2017

     

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik pada hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang hampir semuanya naik ditambah sentimen naiknya harga minyak mentah. Kemungkinan rupiah bisa menguat karena naiknya harga minyak mentah ditambah melemahnya USDolar karena kasus Trump dengan Rusia, berpotensi menuju kisaran antara Rp.13.300 s.d Rp.13.308  per USD.

     

    Komisi IX DPR akhirnya setujui Perppu akses data pajak menjadi UU. Sembilan dari sepuluh fraksi  memberikan persetujuan dengan catatan: 1). Batasan minimal saldo disesuaikan dengan batas OECD yakni setara dengan Rp.3,3 miliar dan; 2). Jaminan pemerintah data itu tidak digunakan diluar kepentingan perpajakan. Namun mengingat Perppu tidak bisa diubah, usulan tersebut akan dimasukkan dalam revisi UU tersebut, sehingga untuk saat ini batas minimal tetap sebesar Rp.1 miliar. Ada potensi sektor properti diuntungkan dari kebijakan ini sebagai pengalihan aset dari simpanan.

     

    USDolar mencatatkan pelemahan terendah dalam 5 bulan terakhir dengan semakin banyak bukti-bukti yang menunjukkan hubungan antara Donald Trump dengan Rusia yang terkait dengan hasil pemilihan Presiden AS pada November 2016 lalu. Dikawatirkan agenda-agenda ekonomi Presiden Trump akan mundur dan menjadi ketidakpastian global.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-25-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 24 Juli 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi potensi koreksi di bursa Asia hari ini. Sedangkan mata uang Asia pagi ini dibuka menguat tetapi dibuka melemah yang berpotensi berlanjut hingga akhir perdagangan hari ini menuju kisaran antara Rp.13.330 s.d Rp.13.340  per USD.

     

    BI mencatat inflasi hingga minggu ke-3 Juli tercatat 0,18% mom, relatif masih rendah. Selain karena permintaan yang terindikasi masih lemah, juga dari sisi pasokan terutama untuk pangan yang relatif terjaga melalui koordinasi hingga di tingkat bupati/walikota. Puncak inflasi tampanya terjadi pada bulan Juni lalu. Kemungkinan angka inflasi bisa terjaga di kisaran antara 4,3%-4,5% hingga akhir tahun 2017

     

    Investor perkirakan the Fed akan pertahankan suku bunga acuannya (FFR) pada pertemuan 25-26 Juli besok dan lusa. Pada pertemuan Juni lalu, the Fed naikkan suku bunganya menjadi 1%-1,25%. Diperkirakan the Fed masih akan menaikkan FFRnya satu kali lagi kemungkinan pada pertemuan September atau Desember 2017. Kendati the Fed sinyalkan pengetatan kebijakan moneter, namun kebijakan tersebut akan dilakukan secara bertahap.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-24-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 21 Juli 2017

    Ada potensi indeks di sebagian besar bursa Asia akan naik hari ini terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah pagi ini. Untuk rupiah kemungkinan melemah terbawa sentimen pelemahan sebagian besar mata uang Asia kuat  terhadap USDolar pagi ini, menuju kisaran antara Rp.13.340 s.d Rp.13.350 per USD.

     

    BI tetapkan suku bunga acuan 7DRR tetap 4,75%, deposit facility tetap sebesar 4%, dan lending facility tetap sebesar 5,5%. Keputusan ini dengan mempertimbangkan stabilitas makroekonomi dan mendorong proses pemulihan ekonomi domestik. BI melihat proses pemulihan tidak sekuat sebelumnya karena perlambatan konsumsi meski ada peningkatan investasi. Kami perkirakan 7DRR bisa bertahan di 4,75% hingga akhir tahun jika the Fed tidak agresif menaikkan suku bunganya.

     

    Sebagaimana diperkirakan ECB dan BoJ memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dan stimulus moneter untuk mendorong perekonomian melalui pembelian obligasi. Untuk ECB stimulus moneter sebesar 60 miliar per bulan diperpanjang hingga Desember 2017 dan bahkan bisa berlanjut jika diperlukan. Sementara BoJ mempertahankan stimulus senilai 80 triliun yen setiap tahunnya dan merevisi target inflasi 2% dari sebelumnya di tahun 2017-2018 menjadi 2018-2019.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-21-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 20 Juli 2017

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang ‘hijau’ ditambah sentimen penguatan indeks di bursa global semalam. Kemungkinan rupiah akan menguat dengan sentimen positif investor terhadap pertemuan ECB dan BoJ pada hari ini. Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.320 per USD.

     

    Keuntungan dua bank BUMN pada semester 1 2017 mencatat kenaikan yang signifikan, dan menjadi titik balik dari titik terendahnya di semester1-2016 lalu. Perbaikan kinerja kedua bank ini bisa menjadi indikasi proses konsolidasi sektor perbankan sudah selesai dan bank bisa fokus dalam memberikan kredit yang lebih agresif di semester 2-2017 nanti. Hasil survei Perbankan BI mencatat untuk triwulan ke-3 ada peningkatan permintaan kredit baru yang akan direspon bank dengan memberikan kelonggaran kredit seiring dengan membaiknya likuiditas.

     

    Investor menanti hasil pertemuan ECB dan BoJ hari Kamis ini, dengan ekspektasi kedua bank sentral tersebut tidak meubah kebijakan moneter longgarnya saat ini. Ekspektasi ini membuat euro dan yen menguat terhadap USDollar, diikuti dengan indeks di bursa global yang kompak naik semalam. 

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-20-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 19 Juli 2017

    Ada potensi sebagian besar indeks di bursa Asia akan terkoreksi pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang merah dan terbawa sentimen koreksi indeks di sebagian besar bursa global semalam walaupun pagi ini harga minyak mentah dibuka naik. Rupiah kemungkinan melemah setelah tiga hari berturut-turut menguat, menuju kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.320 per USD.

     

    Subsidi energi untuk RAPBNP 2017 disepakati bertambah menjadi Rp.101,2 triliun, dari pagu awal Rp.77,3 triliun. Kenaikan tersebut diberikan untuk subsidi BBM (termasuk gas) dan listrik. Pada Juni lalu pemerintah umumkan tidak menaikkan harga BBM dan gas, namun subsidi untuk pengguna listrik 900VA dicabut pada Januari s.d Mei 2017 lalu. Kenaikan subsidi ini untuk menaikkan daya beli masyarakat yang masih lemah, namun dikritisi sebagai tidak konsistennya rencana pemerintah untuk mengurangi subsidi dan me-realokasi subsidi ke pengeluaran yang produktif.

     

    Kepemilikan China pada US T-Bond mencatatkan kenaikan dalam 4 bulan terakhir menjadi US$1,1 triliun, sedikit dibawah posisi Jepang yang mencapai US$1,11 triliun. Jepang dan China mencapai sepertiga dari total US T-Bond yang dimiliki asing sebesar US$6,12 triliun. Total aliran dana yang masuk ke obligasi AS tercatat sebesar US$132,6 miliar ytd di tengah isu naiknya suku bunga the Fed.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-19-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 18 Juli 2017

    Kemungkinan bursa Asia akan mixed pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang bervariasi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen naiknya harga minyak mentah. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa  menjadi sentimen positif penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.320 per USD.
     
    Neraca perdagangan Juni tercatat surplus sebesar US$1,63 miliar. Surplus terjadi karena impor turun (minus) 27,3% mom, lebih besar dibandingkan penurunan ekspor yang teratat minus 18,8% mom. Penurunan impor terjadi terutama pada bahan baku/penolong, dan barang modal, sebagai indikasi melambatnya permintaan domestik untuk 3 bulan mendatang. Namun kemungkinan volume impor akan meningkat memasuki triwulan ke-4 seiring dengan semakin agresifnya realisasi belanja pemerintah.
     
    Ekonomi China untuk Q2-2017 tumbuh 6,9% yoy diatas ekspektasi konsensus analis Bloomberg sebesar 6,8% yoy. Pertumbuhan ini didukung dengan data-data lainnya yang mencatatkan kinerja yang meningkat. Pemerintah China menargetkan ekonominya tumbuh di kisaran antara 6,5%-7% untuk tahun 2017. Kinerja ekonomi China ini menjadi sentimen positif investor di pasar modal Asia. Ekonomi China menjadi motor ekonomi Asia.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-18-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 17 Juli 2017

    Kemungkinan bursa Asia akan mixed pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang bervariasi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen naiknya harga minyak mentah. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa  menjadi sentimen positif penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD.
     
    Survei perbankan BI untuk Q2-2017 mencatat permintaan kredit (SBT) yang meningkat sebesar 84,8% , lebih tinggi dibandingkan Q2-2016 yang sebesar 78,8%. Kenaikan permintaan terutama untuk kredit konsumsi, modal kerja, sedangkan investasi turun. Untuk perkiraan pada Q3-2017 tercatat kenaikan SBT sebesar 99,3%. Dan bank akan prioritaskan pada kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi.
     
    Beberapa data yang menjadi perhatian investor minggu ini, antara lain dari AS yaitu penjualan rumah, dari Asia terutama pertumbuhan ekonomi China pada Q2-2017, dan dari BoJ dan ECB mengenai kebijakan suku bunganya. Kemungkinan tidak ada data yang membuat ‘shock’ negatif, bahkan ada kemungkinan data pertumbuhan ekonomi China bisa lebih baik dari ekspektasi.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-17-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 14 Juli 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia masih akan naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang positif, didukung dengan naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang membaik pagi ini. Sedangkan mata uang Asia pagi ini sebagian besar melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran Rp.13.350 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Data OJK mencatat NPL dissektor pertambangan tercatat 7,72% per Mei 2017. NPL ini diperkirakan masih akan naik seiring dengan kelesuan di sektor pertambangan yang masih akan berlanjut. Survei BI untuk SKDU mencatat kelesuan berlanjut dari membesarnya minus SBT sektor ini dari minus 1,63% di Q2-2017 menjadi minus 3,15% di Q3-2017. Kelesuan ini juga terkonfirmasi dari kapasitas produksi terpakai yang dibawah rata-rata nasional.

     

    Dengar pendapat Yellen dengan Congress AS pada 12-13 Juli mengindikasikan ekonomi AS menunjukkan perbaikan tetapi sulit untuk bisa tumbuh 3% sebagaimana target Presiden Trump. Perbaikan ekonomi membuat the Fed akan meninggalkan kebijakan suku bunga rendah tetapi kenaikannya tidak akan terlalu tinggi, dan the Fed masih akan memberikan kelonggaran kebijakan untuk mendorong ekonomi.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-14-Juli–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 13 Juli 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang positif, ditambah sentimen naiknya indeks di bursa global semalam yang merespon pidato Yellen walaupun harga minyak mentah kembali turun pagi ini. Nilai tukar rupiah kemungkinan menjadi menguat menuju kisaran Rp.13.360 s.d Rp.13.370 per USD mengikuti sentimen positif pasar secara umum.

     

    Indeks penjualan ritel pada Juni 2017 tercatat 8,9% mom atau 6,7% yoy. Secara bulanan ada perbaikan, tetapi secara tahunan melambat dibandingkan Juni 2016 yang tumbuh 16,3% yoy. Perlambatan terjadi di hampir semua jenis ritel, kecuali barang budaya dan rekreasi yang naik dan peralatan rumah tangga yang turun. Survei BI sebelumnya seperti SKDU, IKK juga mencatatkan perlambatan untuk Juni 2017 dibandingkan Juni 2016. Ada indikasi pertumbuhan ekonomi Q2-2017 dibawah pertumbuhan Q2-2016 yang sebesar 5,18% yoy.

     

    Testimony Yellen di depan Congress AS mensinyalkan the Fed tidak akan tergesa-gesa melakukan kebijakan moneter ketat melalui kenaikan suku bunga dan pengurangan neracanya. Investor merespon positif pernyataan ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, dan indeks Dow mencetak rekor tertingginya.

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-13-Juli–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 Juli 2017

    Kemungkinan bursa Asia akan terkoreksi pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang merah ditambah dengan sentimen turunnya harga minyak mentah. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar tetapi nilai tukar rupiah kemungkinan masih bergerak relatif flat  ke kisaran antara Rp.13.385 s.d Rp.13.390 per USD.

     

    Survei BI untuk keyakinan konsumen  (IKK) pada Juni 2017 tercatat melambat 122,4 dari 125,9 pada Mei 2017. Perlambatan terjadi pada kedua komponen pembentuk IKK yaitu IKE dan IEK walaupun masih berada diatas level 100 yang artinya masih optimis. Namun salah satu pembentuk IKE yaitu ketersediaan lapangan kerja kembali turun dibawah 100. Melambatnya IKK di tengah faktor musiman di bulan Juni ini patut diwaspadai sebagai indikasi melambatnya kondisi ekonomi.

     

    Investor menunggu testimony Gubernur the Fed Yellen yang akan disampaikan di depan Congress AS pada Rabu dan Kamis ini untuk memberikan konfirmasi arah mengenai kebijakan the Fed untuk mengurangi neraca yang saat ini senilai US$4,5 triliun yang kemungkinan mulai dilakukan pada Desember 2017 dengan strategy ‘monthly cap’. Pengurangan awal akan dilakukan sebesar US$8 miliar untuk obligasi pemerintah AS dan sebesar US$4 miliar untuk MBS.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-12-Juli-2017.pdf