Terkait dengan perubahan logo di SAMUEL GROUP dan sehubungan SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT Samuel Aset Manajemen dengan nomor 707/MKT/SAM/VI/23 Tentang Perubahan Logo Perseroan per tanggal 20 Juni 2023, dengan ini kami informasikan kepada Nasabah SAM dan Publik bahwa:- secara bertahap SAM akan melakukan perubahan identitas logo baru pada seluruh atribut komunikasi fisik dan digital perusahaan, seperti dokumen surat menyurat/kop surat, file presentasi, kartu nama, stempel, corporate stationary, marketing toolkits, website/sosial media, dan lain-lain, dengan menggunakan logo baru.
Unduh Surat Keputusan Direksi PT Samuel Aset Manajemen
Disclaimer: Logo perusahaan digunakan untuk keperluan identifikasi dan informasi, bukan sebagai bentuk afiliasi, dukungan, atau endorsement, kecuali dinyatakan lain.
Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin
(12/6). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar
0.56%, 0.93%, dan 1.53%. Dari Eropa, indeks bergerak meningkat. FTSE 100 dan
STOXX600 bertumbuh masing?masing sebesar 0.11% dan 0.16%.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level
Rp.14,874. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat
masing-masing sebesar 0.50% dan 0.31% diperdagangkan pada level US$ 72.18 dan
US$ 67.31 per barel.
Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terapresiasi sebesar
0.33%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 1.55%. Perdagangan indeks futures Amerika
Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow terdepresiasi sebesar
-0.03%, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0.07% dan 0.21%.
Isu Ekonomi dan Pasar
Mantan Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Lawrence Summers
mengatakan bahwa laju inflasi AS tetap sangat panas walaupun cenderung turun
dari level 6-12 bulan lalu. Mengutip pemberitaan Bloomberg, Senin
(12/6/2023) Summers yang juga profesor di Universitas Harvard memperkirakan
bahwa inflasi mencapai kisaran 4,5-5 persen pada Mei 2023. Nilai Inflasi
tersebut masih jauh di atas target sebesar 2 persen, meskipun para pejabat
Federal Reserve telah melakukan berbagai upaya untuk mengurangi tekanan harga.
The Fed akan memantau data inflasi yang dirilis pada Selasa (13/6) sebagai
pertimbangan kebijakan moneter dalam pertemuan Federal Open Market Committee
(FOMC) pada 13-14 Juni 2023 mendatang. Inflasi inti yang tidak termasuk
harga makanan dan energi juga diperkirakan naik 0,4 persen month-on-month
(mom), menandakan kenaikan enam bulan berturut-turut yang menjadi alasan
mengapa suku bunga mungkin tetap tinggi dalam waktu yang lebih lama. (Bisnis)
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengajukan anggaran sebesar Rp
48,35 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN)
2024. Anggaran ini terdiri atas rupiah murni sebesar Rp 38,96 triliun, PNBP Rp
21,76 miliar, hibah luar negeri Rp 1,12 miliar, dan Badan Layanan Umum (BLU) Rp
9,42 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk 133 kegiatan yang meliputi
reformasi perpajakan (Investor)
Bank Indonesia (BI) menyebut survei Konsumen Bank Indonesia pada
Mei 2023 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat
dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan
Konsumen (IKK) Mei 2023 sebesar 128,3, lebih tinggi dibandingkan dengan 126,1
pada April 2023. Menguatnya keyakinan konsumen pada Mei 2023 didorong oleh
Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang
meningkat. (Investor)
Menindaklanjuti
rencana perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM DANA PENDAPATAN TETAP yang
telah diumumkan melalui surat kabar “Harian Ekonomi Neraca” tertanggal 16 Mei 2023, kami, PT Samuel Aset Manajemen,
berkedudukan di Jakarta, selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM DANA PENDAPATAN
TETAP, dengan ini mengumumkan bahwa telah dilaksanakannya perubahan
KIK dan Prospektus
REKSA DANA SAM DANA PENDAPATAN
TETAP, sebagaimana termaktub dalam akta ADDENDUM KONTRAK
INVESTASI KOLEKTIF REKSA DANA SAM DANA PENDAPATAN TETAP No. 04 tanggal 7 Juni 2023, dibuat
di hadapan Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., notaris di Kota Jakarta Selatan.
Demikian pengumuman
ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan REKSA DANA SAM DANA PENDAPATAN
TETAP serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 9 Juni 2023
Manajer Investasi,
REKSA DANA SAM DANA PENDAPATAN TETAP
PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980
Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
*Pemberitahuan ini juga terbit di Harian Neraca, Jumat, 9 Juni 2023
Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari
Senin (22/5). Dow terdepresiasi sebesar -0.42%, S&P 500 dan Nasdaq
terapresiasi masing – masing sebesar 0.02% dan 0.50%. Dari Eropa, indeks FTSE
100 dan STOXX600 meningkat masing – masing sebesar 0.18% dan 0.01%. Nilai tukar
rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,899. Dari komoditas,
perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.50%
dan 0.56% diperdagangkan pada level US$ 76.37 dan US$ 72.45 per barel. Indeks
acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.58%, NIKKEI Jepang
terapresiasi sebesar 0.74%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat
bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq
terapresiasi masing-masing sebesar 0.26%, 0.32%, dan 0.41%.
Isu Ekonomi dan Pasar
Pemerintah India menarik uang kertas 2.000 rupee dari peredaran
selama 4 bulan ke depan. Imbasnya, emas dan properti atau real estat makin
diburu oleh para konsumen. Mengutip dari pemberitaan Bloomberg, Senin
(22/5/2023), keputusan penarikan uang dengan nominal 2.000 rupee memberikan
dorongan sementara bagi India selaku ekonomi terbesar ketiga di Asia. Untuk
menghabiskan uang kertas 2.000 rupee atau sekitar Rp359 ribu dengan cepat, para
ekonom memperkirakan masyarakat India akan membeli emas, properti dan barang-barang
rumah tangga seperti AC dan lemari es. Sebagai catatan, uang kertas 2.000 rupee
akan ditarik selama empat bulan kedepan. Seorang ekonom di DSP Investment
Managers Ankita Pathak berharap bahwa penarikan ini sedikit membantu
pertumbuhan ekonomi India lantaran karena konsumsi diperkirakan akan naik. Bank
sentral India pada Jumat (19/5) memberikan kesempatan kepada warga negara untuk
menyetor uang kertas 2.000 rupee ke bank atau menukarnya dengan denominasi lain
hingga 30 September 2023, mengutip kebijakan uang bersih. (Bisnis)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, hingga 30
April 2023 APBN tercatat mengalami surplus sebesar Rp 234,7 triliun atau 1,12%
terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini menunjukkan pengelolaan yang
prudent dan akuntabel, realisasi pembiayaan terjaga baik dalam mendukung
kinerja APBN. Pembiayaan utang (neto) melalui SBN dan pinjaman hingga akhir
April 2023 terealisasi sebesar Rp 243,9 triliun. Sedangkan keseimbangan primer
mencapai Rp 374,3 triliun pada akhir April 2023. Pemerintah menjalankan
kebijakan pembiayaan secara hati-hati dalam melakukan penerbitan SBN dan
penarikan pinjaman dengan menyesuaikan kondisi kas dan mencermati dinamika
pasar keuangan. Pendapatan negara mencapai Rp 1.000,5 triliun atau 40,6% dari
target APBN. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 17,3% dibandingkan April 2022
yang mencapai Rp 853,2 triliun. Dengan rincian penerimaan pajak Rp 688,1
triliun atau 40,1% dari pagu. Angka ini menunjukan pertumbuhan 21,3%
dibandingkan April 2022 yang Rp 567,3 triliun. (investor)
Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari
Selasa (16/5). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing
sebesar -1.01%, -0.64%, dan -0.18%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 dan STOXX600
menurun masing – masing sebesar -0.34% dan -0.42%. Nilai tukar rupiah terhadap
dollar AS diperdagangkan pada level Rp.14,858. Dari komoditas, perdagangan
minyak Brent dan WTI terdepresiasi masing-masing sebesar -0.05% dan -0.04%
diperdagangkan pada level US$ 74.87 dan US$ 70.83 per barel. Indeks acuan Asia,
KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.69%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar
0.56%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada
pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing-masing
sebesar 0.19%, 0.22%, dan 0.23%.
Isu Ekonomi dan Pasar
Pembelian obligasi pemerintah (US Treasury) oleh investor asing
mencapai level tertinggi dalam lebih dua tahun terakhir pada Maret 2023,
seiring dengan langkah investor mencari aset safe-haven di tengah tekanan
sektor perbankan saat itu. Mengutip Reuters pada Selasa (16/5/2023) Departemen
Keuangan AS melaporkan kepemilikan US Treasury naik menjadi US$7,573 triliun
atau sekitar Rp111 kuadriliun, naik US$230 miliar dari US$7,343 triliun pada
bulan sebelumnya. Analis suku bunga Senior TD Securities Gennadiy Goldberg
mengatakan akumulasi bulanan US Treasury pada bulan Maret adalah yang sebesar
sejak Juni 2021. “Bulan itu [Maret] sangat signifikan karena saat itu ada
volatilitas sektor perbankan. Hal yang paling menarik adalah banyaknya
pembelian Treasuries,” kata Goldberg. Goldberg menambahkan, investor pada
saat itu mengambil risiko karena tekanan perbankan. Mayoritas investor asing
berasal dari China, Jepang, Inggris. (Bisnis)
Pemerintah mematok pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai
kisaran 5,3-5,7 persen pada 2024, meningkat dari proyeksi tahun ini 5,3 persen.
Proyeksi pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dari proyeksi sejumlah lembaga
internasional pada kisaran 4,9 hingga 5,1 persen, melambat dari perkiraan
pertumbuhan ekonomi tahun ini. Pertumbuhan ekonomi yang berpotensi melambat
pada 2024 lantaran masih tingginya ketidakpastian global, juga kembali
normalnya harga komoditas. Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan Institute
for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman
menyampaikan bahwa proyeksi pertumbuhan ekonomi oleh pemerintah dipatok terlalu
tinggi, mengingat masih ada sejumlah tantangan yang membayangi perekonomian
pada 2024. Di sisi domestik, perekonomian Indonesia pada tahun depan akan
dipengaruhi oleh tahun politik, yang mana pelaku usaha biasanya cenderung wait
& see. ?Target pertumbuhan ekonomi 2024 di angka 5,3-5,7 persen adalah
target yang overestimate. Apalagi kondisi ekonomi akan sangat dipengaruhi oleh
tahun politik, yang biasanya investasi akan banyak hold dulu menunggu kepastian
kebijakan oleh presiden terpilih,? katanya kepada Bisnis, Selasa (16/5/2023).
(Investor)
Indeks saham di Amerika Serikat melemah pada hari Selasa (09/5).
Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.17%,
-0.46%, dan -0,63%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 dan STOXX600 menurun masing –
masing sebesar -0.18% dan -0.33%. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS
diperdagangkan pada level Rp.14,730. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent
dan WTI bergerak melemah masing-masing sebesar -0.34% dan -0.52% diperdagangkan
pada level US$ 77.02 dan US$ 73.33 per barel. Indeks acuan Asia, KOSPI Korea
Selatan melemah sebesar -0.06%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.46%.
Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi
hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing-masing
sebesar 0.08%, 0.11%, dan 0.08%.
Isu Ekonomi dan Pasar
Neraca perdagangan China pada April 2023 tumbuh sebesar US$90,21
juta atau lebih tinggi dibandingkan realisasi pada Maret 2023
(month-to-month/mtm) sebesar US$88,19 juta. Laporan tersebut diumumkan oleh
Biro Statistik Nasional China pada Selasa (9/5/2023). Berdasarkan data,
diketahui bahwa impor China mengalami kontraksi per April 2023. Di sisi lain,
ekspor meningkat namun melambat. Dilansir dari Reuters pada Selasa (9/5/2023),
hal ini menunjukkan permintaan domestik tetap lemah, walaupun pembatasan
Covid-19 telah dicabut oleh Presiden Xi Jinping. Hal ini menjadi tekanan pada
ekonomi China yang tengah berjuang menghadapi pertumbuhan global yang melambat.
Mengacu data Bea Cukai, diketahui bahwa inbound China turun sebesar 7,9 persen
(year-on-year/yoy). Penurunan ini memperpanjang menurunan yang terlihat dari
bulan sebelumnya yakni 1,4 persen. Kemudian, data ekspor China diketahui tumbuh
8,5 persen. Data ini berkurang dari lonjakan pada Maret yakni 14,8 persen.
Ekonom memperkirakan bahwa tidak ada pertumbuhan impor dan peningkatan ekspor
sebesar 8 persen. Pejabat pemerintah juga terus memperingatkan bahwa lingkungan
eksternal yang parah dan rumit meningkatkan risiko resesi bagi banyak mitra
dagang utama China. (Bisnis)
Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2023 mengindikasikan
keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi meningkat dibandingkan dengan bulan
sebelumnya. ?Hal ini tecermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2023
sebesar 126,1, lebih tinggi dibandingkan dengan 123,3 pada Maret 2023,? ungkap
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam keterangannya,
Selasa (9/5/2023). Erwin menjelaskan, menguatnya keyakinan konsumen pada April
2023 didorong oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi
Konsumen (IEK) yang meningkat. IKE tercatat meningkat pada seluruh komponen
pembentuknya, terutama pada indeks ketersediaan lapangan kerja dan penghasilan
saat ini. ?IEK juga tercatat meningkat terutama pada indeks ekspektasi
ketersediaan lapangan kerja,? tutupnya. (Investor)
Menindaklanjuti
rencana perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS yang
telah diumumkan melalui surat kabar “Harian Ekonomi Neraca” tertanggal 3 April 2023, kami, PT Samuel Aset Manajemen,
berkedudukan di Jakarta, selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM DANA
OBLIGASI STRATEGIS, dengan ini mengumumkan bahwa telah dilaksanakannya perubahan
KIK dan Prospektus
REKSA DANA SAM DANA OBLIGASI
STRATEGIS.
Demikian pengumuman
ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan REKSA DANA SAM DANA
OBLIGASI STRATEGIS serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Jakarta, 2 Mei 2023
Manajer Investasi, REKSA DANA SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980
Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
*Pemberitahuan ini juga dipublikasikan di Harian Neraca, terbit 2 Mei 2023, hal 6.
Indeks saham negara-negara maju memimpin penguatan indeks saham global
Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun. Rerata indeks saham global, yang merupakan gabungan dari indeks saham negara maju dan negara berkembang, mencatatkan kenaikan sebesar 5%. Terutama digerakan oleh reboundnya indeks saham Teknologi di Amerika Serikat (NASDAQ)
Indeks saham negara-negara berkembang relatif tertinggal. Meskipun pasar saham Meksiko (S&P/BMV IPC), Tiongkok (SCHOMP) dan Afrika Selatan (FTSE/JSE) berkinerja positif, tetapi tertahan oleh pasar saham Brazil (BOVESPA), Malaysia (FTSE KLCI), dan Thailand (SET) yang mengalami koreksi paling dalam.
Indeks saham dunia yang sepanjang tahun lalu turun, mulai rebound. Naiknya NASDAQ juga diikuti oleh indeks saham Jerman (DAX), Taiwan (TWSE), Korea Selatan (KOSPI), Inggris (FTSE 100), Hong Kong (Hang Seng), dan Kanada (S&P/TSX).
Sejak awal tahun ini, saham-saham dari sektor Teknologi, Telekomunikasi, dan Barang Konsumen Non-Primer memiliki kinerja yang paling moncer. Sementara sektor Energi, Kesehatan, Finansial dan Utilitas mengalami koreksi.
Menguatnya sektor teknologi, yang memiliki bobot signifikan pada sebagian besar indeks, tidak terlepas dari mulai menurunnya tingkat inflasi sehingga timbul ekspektasi bahwa kenaikan tingkat suku bunga AS berpotensi tidak terlalu agresif atau bahkan The Fed tidak ada menaikan lagi suku bunga pada akhir tahun ini.
Pasar yang positif di tengah ancaman terjadinya resesi global
Kami melihat kecenderungan bahwa pasar secara global berpotensi mengulang pola yang mirip dengan tahun 2006-2008. Pada periode tersebut pertumbuhan ekonomi global ditopang dari negara-negara berkembang, terutama Tiongkok, sementara pertumbuhan di negara-negara maju mulai melambat dan ada risiko resesi.
Di sisi lain, kami melihat ada peningkatan risiko pasar paska kejatuhan beberapa bank regional di AS. Indikator likuiditas perbankan menjadi penting untuk diperhatikan guna mengetahui level kesehatan perbankan. Potensi risiko terburuk apabila terjadi pengetatan likuiditas secara signifikan sehingga memicu terjadinya masalah likuiditas dan ketidak-mampuan dunia usaha dalam membayar utang-utangnya (credit event).
Mengacu pada indeks volatilitas, saat ini pasar berada dalam tingkat volatilitas yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal. Indikator pasar lainnya yang penting untuk dicermati adalah indeks Dolar AS. Pelemahan indeks Dolar AS biasanya memberikan sentimen yang positif untuk pasar negara berkembang.
Alokasi Aset
Potensi imbal hasil pada aset yang lebih berisiko
Kami melihat potensi upside yang baik hingga akhir tahun 2023, dengan skenario asumsi dasar kami bahwa saham berpotensi memberikan imbal hasil sebesar 8,3% (dari 31 Maret 2022 – 31 Desember 2023) dan obligasi sebesar 5,4%.
Alokasi aset yang relatif berimbang pada instrumen saham dan obligasi dengan sedikit condong ke saham, berpotensi memberikan kompromi antara imbal hasil dan risiko yang optimal. Per saat ini, alokasi aset yang ideal menurut kami adalah antara 60:40 pada instrumen berbasis Saham:Obligasi.
Perlu selalu disampaikan bahwa alokasi aset yang ideal bagi setiap investor sangat bergantung pada: 1) tujuan; 2) jangka waktu investasi; dan 3) profil risiko. Pada Grafik 15, kami tampilkan alokasi aset yang secara teori bisa dikatakan ideal sesuai dengan profil risiko setiap investor
Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari
Selasa (11/4). Dow tumbuh sebesar 0.29% sedangkan S&P 500 dan Nasdaq
terdepresiasi masing-masing sebesar -0.01% dan -0.43%. Dari Eropa, indeks FTSE
100 tumbuh sebesar 0.57%, STOXX600 terapresiasi sebesar 0.62%.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level
Rp. 14,883. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat
masing-masing sebesar 0.11% dan 0.01% diperdagangkan pada level US$ 85.65 dan
US$ 81.54 per barel.
Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.24%,
NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 0.49%. Perdagangan indeks futures Amerika
Serikat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq
terapresiasi masing-masing sebesar 0.06%, 0.02% dan 0.01%.
Isu Ekonomi dan Pasar
Persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini terpantau
meningkat pada bulan Maret 2023. Bank Indonesia (BI) mencatat, Indeks Kondisi
Ekonomi (IKE) Saat Ini Maret 2023 sebesar 113,1 atau naik dibandingkan 112,4
pada Februari 2023. Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin
Haryono mengungkapkan, penguatan IKE Saat Ini didorong oleh meningkatnya
seluruh komponen pembentuknya. “Kenaikan tertinggi pada Indeks Penghasilan
Saat Ini yang meningkat 1,9 poin menjadi 120,4 pada Maret 2023,” terang
Erwin dalam laporan Survei Konsumen, Selasa (11/4). Erwin pun memerinci. Pada
Maret 2023, kenaikan optimisme responden terhadap penghasilan saat ini terutama
terjadi pada responden dengan tingkat pengeluaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta
sebulan. (Kontan)
Bank Dunia menyatakan kesiapannya mengambil peran dalam
membangun kembali Ukraina setelah kehancuran akibat invasi Rusia. Namun, upaya
ini perlu dukungan dari banyak pihak, termasuk dari negara-negara Eropa Barat.
Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (12/4/2023), Presiden Bank Dunia David
Malpass mengatakan dalam pertemuan musim semi Dana Moneter Internasional (IMF)
dan Bank Dunia bahwa lembaganya telah memainkan peran besar dalam membangun
kembali industri baja Eropa setelah Perang Dunia II dan dapat memainkan peran
yang sama di Ukraina. “Namun, jumlah [dana yang dibutuhkan] cukup
besar,” katanya seperti dikutip Bloomberg. Mengacu pada estimasi terbaru,
Malpass mengatakan bahwa pemulihan ekonomi Ukraina membutuhkan dana hingga
US$411 miliar, atau 2,6 kali lipat dari produk domestik bruto (PDB) negara
tersebut pada 2022. Angka tersebut meningkat tajam dari perkiraan US$349 miliar
yang dirilis pada bulan September 2022 lalu. Adapun komitmen Bank Dunia pada
tahun 2022 mencapai US$75 miliar, naik 50 persen dari rata-rata. (Bisnis)
Menindaklanjuti
rencana perubahan KIK dan Prospektus REKSA DANA DANA OBLIGASI STABIL yang telah
diumumkan melalui surat kabar “Harian Ekonomi
Neraca” tertanggal 14 Maret 2023,
kami, PT Samuel
Aset Manajemen, berkedudukan di Jakarta, selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA DANA OBLIGASI
STABIL, dengan ini mengumumkan bahwa telah dilaksanakannya perubahan
KIK dan Prospektus
REKSA DANA DANA OBLIGASI STABIL, sebagaimana
termaktub dalam akta ADDENDUM I DAN PERNYATAAN
KEMBALI KONTRAK
INVESTASI KOLEKTIF REKSA DANA DANA OBLIGASI STABIL No. 12 tanggal 6 April 2023, dibuat
di hadapan Leolin Jayayanti, S.H., M.Kn., notaris di Kota Jakarta Selatan.
Demikian pengumuman
ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan REKSA DANA DANA OBLIGASI
STABIL serta pihak-pihak yang berkepentingan.
Manajer Investasi,
REKSA DANA DANA OBLIGASI
STABIL
PT Samuel Aset Manajemen Menara Imperium, Lantai Dasar,Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980
Manajer Investasi berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan
*Pemberitahuan ini juga dipublikasikan di Harian Neraca, terbit 10 April 2023, hal 5.