Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 17 April 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia bergerak naik terbantu dengan sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam walaupun harga mentah dibuka sedikit turun dibandingkan pembukaan kemarin. Mata uang Asia utama kompak menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran Rp.13.750 s.d Rp.13.760 per USD, dan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Kinerja neraca perdagangan Indonesia per Maret 2018 surplus sebesar US$1,09 miliar. Surplus terutama karena naiknya ekspor dibandingkan impor. Kenaikan ekspor karena naiknya volume sebagai indikasi membaiknya pertumbuhan ekonomi global. Sedangkan impor turun karena turunnya impor barang konsumsi, walaupun impor untuk barang modal dan bahan baku/penolong naik.

     

    Data-data ekonomi AS masih menguat. Inventori untuk manufaktur dan perdagangan per Februari mencatatkan kenaikan sebagai antisipasi kenaikan permintaan. Sementara penjualan ritel per Maret tercatat ‘rebound’ 0,6% mom pada Maret setelah sebelumnya sempat minus dalam tiga bulan berturut-turut. Sedangkan the NAHB Housing Market Index sedikit turun, tetapi turunnya ini bukan menjadi indikasi melambatnya ekonomi AS.


     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-17-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 16 April 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia bergerak mixed hari ini dengan kecenderungan terkoreksi sentimen dari turunnya indeks di bursa AS akhir pekan lalu dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar melemah terhdap USDolar yang bisa membuat pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.13.760 s.d Rp.13.780 per USD walaupun masih dalam penjagaan BI.

     

    Data per Februari 2018 mencatat pertumbuhan kredit sebesar 8,25% yoy, sedangkan pertumbuhan simpanan tercatat 8,2% yoy. Kenaikan kredit terutama berasal dari kredit konsumsi. Menjelang faktor musiman puasa-lebaran-mudik, kemungkinan pertumbuhan kredit meningkat seiring dengan meningkatnya kegiatan usaha, sebaliknya pertumbuhan simpanan melambat dengan meingkatnya konsumsi rumah tangga.

     

    Presiden Trump realisasikan ancamannya dengan menyerang Suriah bersama dengan Inggris dan Perancis pada Sabtu ldini hari lalu. Serangan tersebut dengan alasan pemerintah Suriah menggunakan bahan kimia beracun yang membunuh warga sipil di dekat kota Damaskus pada 7 April lalu. Invansi AS ini diperkirakan membuat harga minyak mentah akan naik menuju US$80 pbrl.


     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-16-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 13 April 2018

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau indikasi indeks di bursa Asia berpotensi naik terbantu dengan sentimen positif dari bursa global yang kompak naik semalam, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US Dolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.13.750 s.d Rp.13.770 per USD (kurs tengah Bloomberg), dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Survei BI untuk dnia usaha (SKDU) pada Q1-2018 mencatat ada kenaikan SBT dibandingkan Q4-2017. Kenaikan juga terjadi pada kapasitas produksi. Namun di sisi penggunaan tenaga kerja tercatat penurunan. Terlebih lagi jika dibandingkan dengan Q1-2017, kinerja pada Q1-2018 ini justru melambat khususnya untuk kapasitas produksi dan penggunaan tenaga kerja. Masih turunnya penggunaan tenaga kerja membuat pendapatan juga masih melambat yang bisa berdampak pada daya beli.

     

     

    Pagi ini Moody’s mengumumkan kenaikan peringkat utang Indonesia menjadi Baa2 dari Baa3 dengan outlook stabil. Keputusan ini dengan pertimbangan Kebijakan fiscal dan moneter yang prudent. Perbaikan peringkat ini akan menurunkan risiko investasi di Indonesia, menjadi sentimen positif pasar dan keyakinan terhadap fundamental makro ekonomi Indonesia. 

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-13-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 12 April 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat positif, indikasi potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini namun ada kemungkinan berbalik terkoreksi karena sentimen dari turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar melemah terhdap USDolar yang bisa membuat pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.13.760 s.d Rp.13.780 per USD walaupun masih dalam penjagaan BI.

     

    ADB perkirakan ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 5,3% untuk tahun 2018-2020 seiring dengan laju investasi yang meningkat dan konsumsi rumah tangga yang membaik. Indonesia dipandang mempunyai manajemen makroekonomi yang kuat dan upaya melakukan reformasi struktural yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Namun ADB juga memberi catatan risiko-risiko global terutama ketegangan perdagangan antara AS-China.

     

    Presiden Trump kembali berkomentar yang membuat ketidakpastian pasar terkait dengan Rusia dan kemungkinan AS akan melakukan serangan ke Suriah. Selain isu geopolitik AS-Rusia ini, investor juga mencermati notulensi the Fed dari FOMC 20-21 Maret lalu diantaranya ‘outlook’ ekonomi dan inflasi AS yang menguat, kemungkinan kenaikan suku bunga yang bertahap, dan risiko kebijakan perdagangan antara AS-China.


     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-12-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 11 April 2018

    Indeks futures di bursa Asia bervariasi, namun indeks di bursa Asia berpotensi naik terbantu dengan sentimen positif dari bursa global yang kompak naik semalam, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka melesat naik pagi ini. Mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap US Dolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.13.730 s.d Rp.13.750 per USD (kurs tengah Bloomberg), dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Pemerintah tetapkan HET untuk 6 jenis bahan pangan untuk pengendalian harga pada musim puasa-lebaran tahun 2018 ini. Kebijakan serupa dilakukan pada periode yang sama tahun 2017 dan relative efektif dalam stabilisasi harga. Namun di luar ke-6 jenis bahan makanan tersebut masih berpotensi terjadi lonjakan harga pada bahan makanan cabe, bawang merah yang bisa mendongkrak inflasi.

     

    IIF mencatat utang global tahun 2017 sebesar US$237 triliun atau 317,8% dari PDB dunia, mengalami kenaikan US$70 triliun dalam 1 dekade terakhir. Diantara Negara berkembang, China mencatatkan pertumbuhan utang yang paling tinggi, dan mencapai 294% dari PDB. IIF mengingatkan di tahun 2018 ini ada senilai US$1,5 triliun obligasi dan pinjaman sindikasi yang akan jatuh tempo terutama pada China, Rusia, Korea Selatan, dan Brasil.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-11-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 10 April 2018

    Indeks futures di bursa Asia bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia cenderung naik terbantu dengan sentiment positif dari bursa global yang kompak naik semalam, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap US Dolar yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.13.740 s.d Rp.13.760 per USD (kurs tengah Bloomberg), dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Survei Penjualan Eceran (SPE) BI untuk Februari 2018 masih melambat walaupun membaik dibandingkan Januari 2018. Sementara secara tahunan, SPE Februari 2018 tersebut masih melambat dibandingkan Februari 2017. Untuk Maret 2018 diperkirakan membaik secara bulanan, tetapi secara tahunan masih melambat dibandingkan Maret 2017. Dengan demikian kinerja untuk Q1-2018 kemungkinan masih melambat dibandingkan Q1-2017. Perlambatan ini membuat perkiraan pertumbuhan ekonomi Q1-2018 menjadi kurang meyakinkan.

     

    Pemerintah memberikan fasilitas pengurangan pajak penghasilan badan dalam bentuk tax holiday sebesar 10%-100% pada 17 industri sebagai upaya membuat investasi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi. Pelaku usaha merespon positif kebijakan ini. Kemungkinan kebijakan ini akan efektif mendorong investasi di tahun 2019.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-10-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 9 April 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan cenderung turun hari ini walaupun indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi terbawa sentimen koreksi indeks di bursa global pada akhir perdagangan minggu lalu walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US Dolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.13.780 s.d Rp.13.790 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Posisi cadev per Maret tercatat sebesar US$126,0 miliar, turun sebesar US$2,056 miliar atau 1,6% mom, sementara kurs tengah rata-rata BI tercatat melemah 1,25% mom. Penurunan cadev tersebut untuk operasi moneter dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Efek kebijakan tarif impor antara AS-China membuat ketidakpastian global yang membuat keluarnya dana. Namun demikian posisi cadev ini masih aman secara standar internasional.  

     

    Posisi cadev China per Maret tercatat sebesar US$3,14 triliun, naik US$8,34 miliar dibandingkan Februari. Kenaikan ini karena menguatnya yuan dan naiknya surplus perdagangan China di tengah isu ancaman kenaikan tarif barang impor China oleh AS.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-9-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 6 April 2018

    Kendati sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat hijau, tetapi ada potensi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini merespon pernyataan Presiden Trump terbaru terkait tarif impor barang dari China. Mata uang kuat Asia HK Dollar dan Sin dollar dibuka melemah terhadap US Dolar pagi ini yang bisa membawa sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.770 s.d Rp.13.780 per USD dengan tetap dalam penjagaan BI.

     

    Survei keyakinan konsumen (IKK) pada Maret melambat karena melambatnya indeks kondisi ekonomi saat ini (IKE). Perlambatan pada IKE terjadi di semua komponen terutama ketersediaan lapangan kerja kembali dibawah level 100 (pesimis). Sedangkan indeks ekspektasi ekonomi (IEK) tercatat naik karena ekspektasi membaiknya kegiatan usaha 6 bulan mendatang. Survei juga mencatat ekspektasi harga 3 bulan mendatang yang diperkirakan naik seiring dengan faktor musiman puasa-lebaran yang berlanjut dengan mudik.

     

    Perang ‘gertak’ perdagangan berlanjut. Pasca China menjawab tantangan kenaikan tarif impor dari AS dua hari lalu, kembali Presiden Trump mengancam akan memberlakukan kenaikan tarif impor barang dari China dengan nilai yang lebih besar mencapai US$100 miliar, dari sebelumnya US$50 miliar. Pernyataan Presiden Trump ini bisa membuat sentimen negatif pasar dalam jangka pendek.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-6-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 5 April 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini walaupun indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi terbawa sentimen penguatan indeks di bursa AS semalam. Sedangkan arga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia kompak dibuka melemah terhadap US Dolar. Yang juga bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.13.760 s.d Rp.13.770 per USD dengan penjagaan BI.

     

    Pemerintah targetkan peringkat EODB dari posisi 72 di tahun 2018 menjadi 40 di tahun 2019 dengan perbaikan kemudahan pembayaran pajak dan kepabeanan (bea cukai). Kendati ada perbaikan peringkat EODB, tetapi salah satu faktor yaitu pembayaran pajak justru mencatatkan penurunan peringkat di tahun 2018 dibandingkan 2017. EODB menjadi salah satu indikator yang bisa membuat investasi di Indonesia menarik, dan menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia.

     

    Pasca AS megumumkan daftar impor barang dari China, segera kemarin China merespon dengan juga mengancam menaikkan tarif impor menjadi 25% diantaranya untuk tembakau, kedelei, produk kimia, dan pesawat terbang. Kendati masih sebatas pengumuman, namun kondisi ini menimbulkan ketidapkastian dan kejutan-kejutan jangka pendek yang berisiko.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-5-April-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 4 April 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini walaupun indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi terbawa sentimen penguatan indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia kompak dibuka menguat terhadap US Dolar. Yang juga bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.13.730 s.d Rp.13.760 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Data Kementrian Keuangan mencatat hasil lelang untuk SBN dari Januari s.d Maret 2018 mencapai hasil lebih tinggi Rp.16,47 triliun dari target atau sebesar Rp.210,97 triliun. Pemerintah menargetkan total pembiayaan untuk tahun 2018 sebesar Rp.793,2 triliun, dan seebsar Rp.325,9 triliun untuk menutup defisit APBN 2018, seebsar Rp.394 triliun untuk membayar utang yang jatuh tempo. Kendati hasil lelang lebih tinggi dari target tetapi tingginya target pembiayaan akan membuat tekanan pada imbal hasil yang lebih tinggi.

     

    AS melanjutkan langkah proteksi perdagangan dengan mengusulkan daftar barang impor dari China yang terkena tariff 25% dengan nilai sebesar US$50 miliar. Kemungkinan China juga akan melakukan hal serupa walaupun negosiasi bilateral masih berlangsung secara tertutup.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-4-April-2018.pdf