Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi Jumat 4 Oktober 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak ?mixed? terlihat dari indesk futuresnya yang bervariasi namun cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam. Sedangkan harga minyak mnetah dibuka bervariasi pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.180  s.d Rp.14.200 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    BPH migas mencabut himbauan pengendalian kuota BBM bersubsidi jenis solar tahun ini, yang bisa berdampak pada kelebihan kuota konsumsi. Dari 1 Januari hingga 25 September konsumsi solar telah mencapai 80,46% dari kuota, diatas pencapaian pada periode yang sama tahun 2018. Ada potnesi kuota akan kelebihan 1,57 juta kl. Kendati realisasi konsumsi sudah cukup tinggi tetapi secara keuangan masih tercatat 47% dari alokasi anggaran karena realisasi harga ICP dibawah asumsi APBN 2019. 

    Investor kembali optimis dengan ekspektasi the Fed akan turunkan suku bunganya pada pertemuan 29-30 Oktober mendatang seiring dengan data-data ekonomi AS yang melambat diantaranya: ISM PMI  manufaktur dan non manufaktur, factory orders, diikuti dengan jobless claims yang naik. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-4-Oktober-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 1 Oktober 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?merah?, indikasi indeks di busa Asia akan turun hari ini, namun cenderung naik dengan sentiment naiknya indeks di sebagian ebsar bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, tetapi kemungkinan rupiah melemah dengan aksi demo yang lanjutan pada hari ini. Kemungkinan rupiah hari ini bergerak di kisaran antara Rp.14.190  s.d Rp.14.220 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Uang beredar pada Agustus 2019 tumbuh 7,3% yoy, melambat dibandingkan Juli yang tumbuh 7,8% yoy. Perlambatan ini karena melambatnya aset domestik neto (NDA) yang komponen terbesarnya kredit perbankan. Penyaluran kredit melambat menjadi 8,6% yoy dari 9,7% yoy pada Juli. Perlambatan ini terutama berasal dari kredit modal kerja korporasi non finansial. Kondisi yang sama juga terlihat pada DPK Korporasi non finansial yang juag melambat. Hal ini memberi indikasi potensi perlambatan kegiatan usaha pada bulan Agustus 2019. 

    The MNI Chicago Bussiness Barometer untuk September turun menjadi 47,1 ? level kontraksi karena turunnya produksi dan pesanan baru. Namun indeks di bursa AS semalam sebagian besar ditutup naik karena pernyataan pemerintahan Trump yang menyangkal akan mengeluarkan perusahan China dan bursa AS. 

    . 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-1-Oktober-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 30 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang  hampir semuanya tercatat ?merah? ditambah sentimen turunnya indeks di bursa AS akhir pekan lalu walaupun harga minyak mentah dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.150  s.d Rp.14.170 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Posisi PII pada Q2-2019 tercatat neto kewajiban sebesar US$330,3 miliar, sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi pada Q1-2019 yang sebesar US$329,2 miliar. Kenaikan ini karena naiknya KFLN melalui portofolio yang naik sebesar 0,4% qtq karena imbal hasil yang masih menarik dan nilai tukar rupiah yang cenderung menguat. Posisi PII yang meningkat karena naiknya KFLN ini masih relatif aman. Naiknya KFLN dibutuhkan untuk menutup defisit transaksi berjalan. 

    Beberapa data ekonomi AS tercatat naik pada akhir pekan lalu seperti US personal income, US durables goods orders, dan indeks keyakinan konsumen. Sementara US personal spending turun. Data-data ekonomi dari sisi konsumen masih menunjukkan kenaikan dan belum menunjukkan pelemahan sebagai indikasi melambatnya perekonomian. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-30-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 27 September 2019

    Indeks di bursa Asia kemungkinan akan bergerak bervariasi hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang ?mixed?, namun cenderung terkoreksi terbawa sentimen turunnya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  HK  dolar dan Sin dolar  dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan tetapi ada potensi rupiah menguat secara teknikal menuju kisaran antara Rp.14.150  s.d Rp.14.180 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Presiden pertimbangkan keluarkan Perpu revisi UU KPK yang telah disahkan sebelumnya oleh DPR pada 17 September lalu, dari hasil pertemuan Presiden dengan sejumlah budayawan dan tokoh masyarakat kemarin. Revisi UU KPK ini menuai protes keras dari mahasiswa. Dunia usaha menilai penerbitan Perpu ini merupakan langkah tepat untuk meredam gejolak emosi masyarakat sekaligus kekawatiran terhadap iklim usaha. 

    Pengumuman ke-3 angka pertumbuhan ekonomi AS untuk Q2-2019 tercatat 2% yoy, tidak berubah dari pengumuman ke-2 sebelumnya, namun melambat dibandingkan triwulan ke-1 2019 yang tercatat 3,1% yoy. Perlambatan ini karena turunnya personal consumption expenditure dan ekspor. Perkembangan ekonomi AS masih terlihat solid dan belum menunjukkan potensi resesi yang kuat. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-27-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Kamis 26 September 2019

    Nasabah Yang kami hormati, 

    Mohon maaf atas keterlambatan pengiriman SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 26 September 2019 karena gangguan teknis internet di sistem kami. 

    Atas pengertiannya kami ucapkan terima kasih. 

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak bervariasi hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang ?mixed?, namun cenderung naik terbawa sentimen naiknya indeks di bursa AS  semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen, HK  dolar dan Sin dolar kompak dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.120  s.d Rp.14.130 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    ADB revisi turun proyeksi ekonomi Indonesia tahun 2019 dari 5,2% menjadi 5,1% karena beberapa faktor yaitu: ekspor yang turun; investasi domestik di pasar modal yang fluktuatif; dan PMA yang belum meningkat. Untuk tahun 2020, ADB proyeksikan sedikit membaik ke 5,2% dengan andalan konsumsi rumah tangga. Sementara Bank Dunia proyeksikan ekonomi Indonesia 4,9% di tahun 2020. 

    Presiden Trump indikasikan kesepakatan dagang AS-China akan segera dilakukan ?sooner than you think? dari sebelumnya target akhir bulan ini. Indeks di bursa AS merespon positif pernyataan tersebut. Namun di saat yang sama mulai muncul isu Presiden Trump meminta Presiden Ukraina untuk melakukan penyeledikan terhadap kandidat Presiden dari partai Demokrat Joe Biden dan putranya. Partai Demokrat akan mengajukan ?impeachment? terhadap isu ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-26-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 25 September 2019

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak bervariasi hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang ?mixed?, namun cenderung turun terbawa sentimen turunnya indeks di bursa AS  semalam dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen dan HK  dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.120  s.d Rp.14.150 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR dan bebeberapa kota lainnya membuat Pemerintah dan DPR akhirnya menunda pengesahan sejumlah RUU, dan akan meninjau kembali pasal-pasal yang bermasalah dan menyosialisasikan kepada masyarakat. Ada delapan RUU yang menjadi tuntutan, tetapi empat diantaranya sudah disahkan. Aksi demo ini membuat sentimen negatif pasar. 

    Pimpinan partai Demokrat di Congress AS Nancy Pelosi mengisyaratkan impeachment untuk Trump terkait penyalahgunaan dana senilai US$400 juta yang semestinya untuk membantu Ukraina. Indeks di bursa AS bereaksi negatif dengan potensi tersebut ditambah data keyakinan konsumen yang turun, harga rumah naik tetapi kenaikannya terendah dalam 7 tahun terakhir, dan pernyataan Trump yang tidak menginginkan ?bad deals? dalam kesepakatan dagang dengan China. 

    . 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-25-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 24 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian ebsar ?hijau? walaupun indeks d bursa global semalam hampir semuanya ditutup turun dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  Si dolardan HK dolar dibuka menguat terhadap US dolar, namun rupiah dibuka melemah pagi ini yang bisa berlanjut hingga akhir perdagangan menuju kisaran antara Rp.14.090  s.d Rp.14.110 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    DPR akan mengesahkan RAPBN 2020 menjadi APBN 2020 hari ini. Sebagian besar asumsi makro ekonomi tidak berubah dari usulan pemerintah. Diantara asumsi makro, asumsi pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% masih cukup berat dengan mempertimbangkan kondisi saat ini mengingat ketidakpastian glbal yang masih tinggi dan potensi melambatnya permintaan dari negara mitra dagang terhadap produk ekspor Indonesia yang sebagian besar masih berbasis sumber daya alam. 

    Negosiasi dagang antara AS-China dikabarkan menunjukkan perkembangan yang positif. Delegasi China berencana mengunjungi pertanian AS, sebagai salah satu sektor yang menjadi negosiasi utama. Perang dagang AS-China ini sudah berlangsung sejak Maret 2018 hingga sekarang, dan diperkirakan masih akan berlangsung lama. 

    . 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-24-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 23 September 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini dengan kecenderungan naik terbawa sentiment naiknya harga minyak mentah pada pembukan pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.060  s.d Rp.14.100 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Pemerintah diharapkan bisa segera menurunkan tariff pajak penghasilan (PPh) badan dari 25% menjadi 20% dalam waktu dekat mengingat beberpa negara telah melakukannya. India akan memberlakukan tarif PPh 15%-17,01% untuk perusahaan manufaktur pada 1 Oktober 2019. Kebijakan ini sebagi insentif investasi di tengah ekonomi India yang melambat, terendah dalam 6 tahun terakhir. Tarif PPh Badan ini merupakan salah satu faktor daya saing menarik  investasi. 

    PBoC memangkas loan prime rate dari 4,25% menjadi 4,2% untuk tenor satu (1) tahun, namun mempertahankan suku bunga pinjaman untuk tenor lima (5) tahun. Penurunan ini untuk mencegah perlambatan ekonomi yang berlanjut. Pada Q1-2019, ekonomi China tercatat 6,4%, melambat menjadi 6,2% pada Q2-2019. Ekonomi China diperkirakan bisa dibawah 6%. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-23-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 20 September 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan bergerak ?mixed? hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang bervariasi dengan kecenderungan naik terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah pada pembukaan pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia  yen, HK  dolar, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.000  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    BI putuskan suku bunga acuan 7DRR turun 25 bps begitupun dengan deposit facility dan lending facility sehingga menjadi 4,5% dan 5,5%. Pertimbangan turun ini karena inflasi yang rendah dan imbal hasil yang masih menarik. Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, BI melakukan kebijakan makroprudensial yang diharapkan dapat mendorong penyaluran kredit dan permintaan kredit melalui pengaturan RIM, pelonggaran LTV untuk sektor property dan kendaraan bermotor. Kebijakan ini efektif mulai 2 Desember 2019. 

    Pasar repo di AS kembali normal. The Fed New York kembali menginjeksi pasar repo senilai US$75 miliar pada Rabu, dan sebesar US$53 miliar pada Selasa. Injeksi ini cukup efektif membawa pasar repo kembali oversubscribed pada hari Kamis. Di awal pekan ini terjadi lonjakan suku bunga repo hingga mencapai 8,5% karena ketatnya likuiditas. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-20-September-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 19 September 2019

    Hampir semua indeks futures busa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini memfaktorkan keputusan the Fed yang turunkan suku bunganya, walaupun harga minyak mentah dibuka turun dibandingkan pembukaan kemarin. Sementara mata uang kuat Asia  yen dan HK  dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara Rp.14.000  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg). 

    GAPPRI dan PBNU menolak kenaikan cukai rokok sebesar 23%. GAPPRI menilai kenaikan tersebut akan mematikan industri hasil tembakau (IHT). Pernyataan ini didukung survey Nielsen yang mencatat penurunan IHT sebesar 1%-13% dalam 3 tahun terakhir. Sementara PBNU kawatirkan kenaikan ini berdampak negatif bagi petani tembakau dan pekerja pabrik rokok. Sementara cukai rokok menyumbang sekitar 13% dari penerimaan perpajakan. 

    The Fed putuskan turunkan suku bunganya sebesar 25 bps menjadi 1,75%-2% pada pertemuan 17-18 September kemarin. Sejak awal tahun the Fed sudah turunkan suku bunga dua kali, dan kemungkinan the Fed masih akan turunkan satu kali lagi hingga akhir tahun 2019 ini.  Dengan penurunan ini, the Fed proyeksikan ekonomi akan tumbuh lebih baik, yaitu 2,2% d tahun 2019 dari proyeksi Juni lalu 2,1%. 

    .

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id