Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 26 Mei 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat naik, indikasi potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini tetapi harga minyak mentah kembali turun tajam yang bisa membuat indeks balik arah menjadi turun. Sementara itu pagi ini mata uang Asia utama dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa membantu rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.270 s.d Rp.13.280 per USD.

     

    Bom terjadi lagi di Jakarta, tepatnya di halte bis Kampung Melayu Jakarta Timur. Bom ini merupakan yang ke-7 kalinya di Jakarta sejak tahun 2003. Sebelumnya bom Thamrin terjadi pada 14 Januari 2016. Kemungkinan efeknya ke pasar tidak signifikan karena teror bom bisa terjadi dimana saja. Hanya saja risiko keamanan ini masih akan menjadi kendala dalam berinvestasi di Indonesia.

     

    Pertemuan OPEC 25 Mei 2017 kemarin memutuskan pemangkasan produksi berlanjut  untuk 9 bulan mendatang. Pemangkasan ini merupakan kelanjutan dari pemangkasan yang disepakati sebelumnya pada bulan November 2016 yang tidak efektif mengurangi kelebihan produksi minyak global seiring dengan naiknya produksi ‘shale oil’ dari AS. Kesepakatan OPEC tampaknya hanya untuk menjaga harga minyak mentah disekitar US$50-an pbrl.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-26-Mei–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 24 Mei 2017

    Indeks futures bursa Asia yang terlihat bervariasi dengan kecenderungan naik terbantu sentimen naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah. Sementara sebagian besar mata uang kuat Asia dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa membuat sentimen pelemahan rupiah dengan kemungkinan bergerak menuju kisaran Rp.13.300 s.d Rp.13.320 per USD.

     

    Pemerintah akan ajukan RUU PPh dengan rencana penurunan tarif dari posisi saat ini 25%. Tarif PPh Badan ini masih diatas rata-rata di Asia yang sebesar 21,28%. Penurunan ini dimaksudkan membuat iklim usaha di Indonesia menjadi lebih kompetitif tetapi di sisi lain ada potensi turunnya penerimaan pajak yang bisa membuat tax ratio turun. Data IMF 2015 mencatat tax ratio Indonesia masih sebesar 10,8%.

     

    BI perkirakan harga komoditas tidak berlanjut di tahun 2018 kendati ada potensi pertumbuhan global akan menjadi 3,6% di tahun 2018 dari 3,5% tahun 2017. BI berharap konsolidasi di sektor riil antara korporasi dan perbankan bisa selesai pada tahun ini. Namun pemerintah meyakini ekonomi Indonesia bisa tumbuh antara 5,4%-6,1% tahun 2018 terbantu dengan terealisasinya proyek-proyek infrastruktur di tahun 2018.

     

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-24-Mei-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 23 Mei 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat naik, indikasi potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini, ditambah dengan sentimen naiknya harga minyak mentah
    .
    Untuk rupiah juga berpotensi menguat mengikuti penguatan mata uang Asia yang pagi ini dibuka menguat terhadap USDolar. Rupiah kemungkinan menuju kisaran antara Rp.13.280 s.d Rp.13.300 per USD.

     
    Kenaikan peringkat S&P pada pekan lalu akan membuat biaya pembiayaan (cost of borrowing) menurun. Kemungkinan akan membuat penerbitan obligasi korporasi termasuk perbankan akan naik tahun ini dari perkiraan sebelumnya sebesar Rp.110 triliun, dan terdapat sebesar Rp.70 triliun surat utang yang jatuh tempo.
     
    Dalam sebulan terakhir ini harga minyak mentah mencatatkan kenaikan merespon pertemuan OPEC yang dijadwalkan pada 25 Mei mendatang. Kemungkinan OPEC akan sepakati pemangkasan yang lebih dalam karena saat ini suplai masih lebih besar dibandingkan demand nya. Pada pemangkasan sebelumnya di 1 Januari 2017 relatif tidak terlalu efektif mendongkrak harga minyak mentah mencapai target OPEC di US$60 pbrl.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-23-Mei–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 22 Mei 2017

    Hampir semua indeks futures di bursa Asia tercatat naik, indikasi potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini, ditambah dengan sentimen naiknya harga minyak mentah
    .
    Untuk rupiah juga berpotensi menguat berlanjut dengan sentimen positif dari naiknya peringkat S&P dan melemahnya USDolar, dengan kemungkinan menuju kisaran antara Rp.13.300 s.d Rp.13.320 per USD.

     
    Badan pemeringkat S&P pada Jumat 19 Mei lalu menaikkan peringkat utang luar negeri Indonesia dari BB+ (speculative – non investment) menjadi BBB- (lower medium grade – investment grade). Kenaikan ini membuat persepsi risiko investasi di Indonesia menurun yang bisa membuat dana asing masuk. Dana asing yang masuk ke obligasi telah tercatat sebesar US$7 miliar, jumlah tertinggi masuknya dana asing dalam 5 bulan pertama untuk apsar obligasi Indonesia.
     
    Korea Utara kembali berulah dengan menembakkan rudal dengan jarak luncur 500 km  mencapai Sea of Japan walaupun tidak mencapai zona ekonomi Jepang. PM Abe dalam pernyataannya mengatakan provokasi ini tidak bisa diterima  di tengah upaya mencapai perdamaian. Provokasi ini dikawatirkan membuat risiko geopolitik di Asia yang meningkat.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-22-Mei–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 19 Mei 2017

    Walaupun indeks futures bursa Asia sebagian besar masih tercatat merah tetapi kemungkinan indeks bisa naik terbantu dengan sentimen naiknya indeks di bursa AS semalam dan harga minyak mentah yang pagi ini dibuka naik. Pagi ini mata uang Asia utama juga dibuka menguat yang bisa menjadi sentimen positif penguatan rupiah menuju kisaran
    antara Rp.13.330 s.d Rp.13.3
    5
    0 per USD.
     
    Dalam RDG kemarin, BI memutuskan suku bunga acuan BI 7DRR tetap di 4,75% sesuai dengan ekspektasi konsensus analis. Keputusan tetap ini dengan mempertimbangkan kebijakan suku bunga the Fed dan stabilitas makro ekonomi domestik. Terkait dengan potensi naiknya suku bunga the Fed, BI perkirakan masih ada potensi 2x kenaikan yaitu pada Juni dan September. Sementara itu suku bunga PUAB menunjukkan kenaikan sejak awal minggu lalu yang kemungkinan karena pola normal menjelang faktor musiman puasa-lebaran.
     
    Sentimen pasar membaik dengan ekspektasi akan ada impeachment terhadap Presiden AS Trump yang akan digantikan oleh Wakil Presidennya Mike Pence. Dengan Mike Pence, agenda partai Republik untuk pemangkasan pajak dan pelonggaran regulasi tetap bisa dijalankan. Indeks di Dow membaik, USD indeks menguat, tetapi imbal hasil 10T masih naik.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-19-Mei–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 18 Mei 2017

    Ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futures yang kompak ‘merah’ ditambah sentimen negatif dari bursa global yang kompak turun semalam. Pagi ini mata uang Asia utama kompak melemah terhadap USDolar, yang bisa membuat rupiah juga akan melemah pada hari ini menuju kisaran antara Rp.13.325 s.d Rp.13.340 per USD.

    Penjualan mobil untuk bulan Januari s.d April 2017 mencatatkan kenaikan 6,05% yoy, dengan penjualan tertinggi pada merek TOYOTA yang naik 7% yoy. Membaiknya penjualan ini terbantu dengan angka inflasi yang rendah dan faktor musiman menjelang Lebaran yang biasanya menjadi momentum penjualan tertinggi. Di sisi lain juga menjadi konfirmasi keyakinan konsumen yang menguat dan naiknya daya beli masyarakat sehingga berpotensi membuat peningkatan konsumsi rumah tangga pada PDB Q2-2017 mendatang.

    Investor global semakin kawatirkan potensi memburuknya politik di AS pasca Presiden Trump memecat kepala FBI. Indeks Dow turun sangat tajam, imbal hasil TB 10T naik dan spread antara imbak hasil 10T dan 2T menipis yang artinya risiko jangka pendek meningkat. Hal ini terkonfirmasi dengan naiknya volatility index (VIX) yang tajam. Di tengah naiknya risiko tersebut, harga emas dan minyak mentah mencatatkan kenaikan.

     
     Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-18-Mei-2017.pdf

  • Pemberitahuan

    Yth. Nasabah dan Mitra Investasi

    Samuel Aset Manajemen

    Sehubungan dengan adanya gangguan jaringan listrik di kantor pusat PT Samuel Aset Manajemen, Menara Imperium Lt. Dasar Jl. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan, yang menyebabkan terjadinya gangguan komunikasi maka untuk sementara pada hari ini (Rabu, 17 Mei 2017) sampai adanya pemberitahuan lebih lanjut:

    •  Layanan Customer Service ReksadanaSAM selain di nomor 021-28548800, dapat dihubungi pada nomor HP  sementara di:  0812-9914-635
    • Pengiriman bukti transaksi dan surat melalui mesin faksimili di nomor 021-83703278 tidak dapat dijalankan. Bukti transaksi dapat dikirimkan melalui email ke [email protected] atau melalui aplikasi Whats App di nomor +622128548133.

    Demikian pemberitahuan ini kami sampaikan dan mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.

    Hormat Kami,

    PT  Samuel Aset Manajemen

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 17 Mei 2017

    Indeks futures di bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini dengan kecenderungan terkoreksi terbawa sentimen negatif dari harga minyak mentah yang dibuka turun pada pagi ini. Tetapi kemungkinan rupiah berlanjut menguat karena sentimen melemahnya USDolar justru akan membuat rupiah menguat menuju kisaran
    antara Rp.13.280 s.d Rp.13.3
    0
    0 per USD.
     
    Utang luar negeri Indonesia bertambah di Q1-2017 menjadi US$326,3 miliar atau naik 2,92% qtq dari posis8 Q4-2016. Kenaikan terutama berasal dari sektor pemerintah dqn bank sentral, sedangkan sektor swasta naik tipis sebesae 0,69% qtq. Kendati posisi ULN tercatat naik tetapi sebagai rasio dari PDB masih relatif aman dengan rasio sebesar 34,07% pada Q1-2017, sedikit naik dari posisi 33,99% pada 2016.
     
    Investor mulai mengkawatirkan situasi politik di AS terkait dengan pemecatan direktur FBI James Comey dan terlebih lagi karena adanya internal memo yang meminta FBI untuk mengakhiri investigasi terkait keterlibatan Rusia dalam Pemilihan Presiden AS pada November lalu. Kekawatiran ini membuat indeks USDolar melemah dan S&P Futures turun sementara yen menguat dan harga emas naik. Investor memgkawatirkan kebijakan fiskal ekspansinya akan tertunda.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-17-Mei–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 10 Mei 2017

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat naik, indikasi potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini tetapi harga minyak mentah pagi ini dibuka sedikit turun dibandingkan pembukaan kemarin. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia utama dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini tetapi kemungkinan BI melakukan penjagaan rupiah di kisaran Rp.13.340 s.d Rp.13350 per USD.
     
    Survei BI untuk keyakinan konsumen (IKK) pada bulan April mencatat kenaikan menjadi 123,7 dibandingkan Maret sebesar 121,5. Kenaikan IKK tersebut karena naiknya IKE (keyakinan ekonomi saat ini) dari ke-3 komponen pembentuknya yaitu penghasilan saat ini, ketersediaan lapangan kerja, dan pembelian barang tahan lama. Naiknya IKE ini biasa terjadi menjelang faktor musiman puasa-lebaran pada Mei dan Juni ini.
     
    Data ekonomi AS yang diumumkan kemarin mencatat kenaikan untuk investor pada pedagang besar dan job openings. Naiknya inventori tersebut sebagai indikasi ekspektasi pedagang besar terhadap naiknya penjualan mendatang. Ekspektasi ini juga didukung dengan naiknya job openings yang bisa menjadi faktor naiknya pendapatan pekerja.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-10-Mei-2017.pdf