Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 12 Maret 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan naik terlihat dari sebagian besar indeks futuresnya yang ‘hijau’ ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini.  Yen dan HK dollar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah ditambah dengan penjagaan BI, kemungkinan rupiah bergerak di kisaran antara Rp.13.760 s.d Rp.13.780 per USD.

     

    Indeks penjualan eceran untuk Januari 2018 tercatat minus 7,2% mom atau minus 1,8% yoy. Kinerja ini tidak lebih baik dibandingkan Januari 2017 lalu. Dikawatirkan menurunnya kinerja ini akan membuat konsumsi rumah tangga pada Q1-2018 melambat dibandingkan Q1-2017 walaupun hasil SPE untuk Februari menunjukkan ada perbaikan, naik 1% yoy (minus 2,1% mom). Kenaikan terutama berasal dari kategori suku cadang dan asesoris.

     

    Tingkat pengangguran di AS pada Februari 2018 tercatat 4,1%, terendah sejak 17 tahun terakhir. Kenaikan ini diikuti dengan naiknya payrolls di sektor non pertanian.  Investor merespon positif penguatan data ketenagakerjaan ini. Penguatan ini mestinya mengkonfirmasi naiknya suku bunga the Fed pada pertemuan 20-21 Maret mendatang.    

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-12-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 9 Maret 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi kenaikan indeks di bursa Asia hari ini terbantu dengan sentimen naiknya indeks di bursa global semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia dibuka bervariasi pagi ini. Kemungkinan BI akan membawa rupiah kembali ke kisaran antara Rp.13.770 s.d Rp.13.780 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    BI sinyalkan tidak akan menaikkan suku bunga untuk menahan laju pelemahan rupiah saat ini, dan tetap akan melakukan intervensi di pasar valas.  Nilai tukar rupiah saat ini mencatatkan undervalued terhadap USDolar. Namun pelemahan ini memberi efek positif untuk APBN 2018 dengan perkiraan neto surplus  anggaran sebesar Rp.1,6 triliun s.d Rp.1,7 triliun mengacu pada analisis sensitivitas dalam Nota Keuangan APBN 2018.

     

    ECB pertahankan kebijakan suku bunganya di 0% dan menginjeksi perekonomian dengan 30 miliar euro per bulan sampai setidaknya bulan September 2018 mendatang. ECB meyakini ekonomi Uni Eropa menguat. Proyeksi ekonomi untuk tahun 2018 sebesar 2,4%, dan 1,9% di tahun 2019 dan 1,7% tahun 2020. Namun angka inflasi per Februari 2018 masih 1,2% yoy, dibawah target 2%. ECB masih belum akan menaikkan suku bunganya dalam waktu dekat.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-9-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 8 Maret 2018

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan bergerak bervariasi dengan indeks futuresnya yang bervariasi namun ada kecenderungan terkoreksi ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini.  Yen dan Sin dollar dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah, namun kemungkinan BI masih akan menjaga rupiah di kisaran antara Rp.13.720 s.d Rp.13.750 per USD.

     

    Posisi cadev per Februari 2018 tercatat sebesar US$128,06 miliar, turun dari posisi Januari 2018 sebesar US$131,98 miliar. Penurunan ini untuk membayar utang luar negeri pemerintah dan stabilisasi rupiah. Selama bulan Februari 2018, mata uang Asia mengalami tekanan pelemahan terhadap USDolar kecuali mata uang yen yang justru menguat. Rupiah terdepresiasi sebesar 2,32% di sepanjang Februari tersebut. Pelemahan ini kemungkinan berlanjut karena investor masih menunggu hasil pertemuan the Fed pada 21 Maret mendatang.

     

    Ekonomi Jepang pada Q4-2018 tumbuh 0,4% qtq atau 1,6% yoy. Ekonomi Jepang ini mencatatkan ekspansi 8 triwulan berturut-turut, dan merupakan ekspansi terpanjang sepanjang 30 tahun. Kinerja ekonomi Jepang ini efek dari stimulus moneter BoJ. Kemungkinan BoJ akan melakukan normalisasi suku bunga pada awal tahun fiskal 2019. 

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-8-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 7 Maret 2018

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini didukung dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Tiga mata uang Asia dibuka bervariasi terhadap USDolar pagi ini. Rupiah berpotensi bergerak di kisaran antara Rp.13.770 s.d Rp.13.780 per USD untuk mencegah rupiah menembus level p.14.000 per USD.

     

    IKK pada Februari 2018 turun. Pembentuk IKK yaitu IKE dan IEK mencatatkan penurunan terutama pada indeks penghasilan saat ini dan indeks ekspektasi penghasilan. Penurunan ini mengkofirmasi potensi daya beli yang masih melambat.  Konsumen memperkirakan harga pada 3 bulan mendatang akan naik karena faktor musiman puasa-lebaran, sedangkan untuk 6 bulan mendatang turun. Pelemahan IKK ini menjadi indikasi potensi penurunan penjualan ritel pada bulan Februari melanjutkan penurunan pada bulan Januari.

     

    Economic optimis index AS untuk bulan Maret tercatat turun dari posisi Februari yang sempat tertinggi dalam 13 bulan terakhir. Penurunan juga terlihat untuk Economic Outlook 6 bulan ke depan. Penurunan ini karena ekspektasi terhadap kebijakan the Fed yang menaikkan suku bunganya dari perkiraan sebelumnya 2-3 kali menjadi 3-4 kali di tahun 2018.    

        

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-7-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 6 Maret 2018

    Indeks futures bursa saham Asia tercatat bervariasi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen ‘rebound’ bursa global semalam, ditambah dengan naiknya harga minyak mentah pagi ini. Mata uang kuat Asia dibuka kompak melemah terhadap USDolar, membuat sentiment rupiah melemah berlanjut walaupun BI masih akan menjaga. Kemungkinan kisaran rupiah antara Rp.13.770 s.d Rp.13.780 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Kepemilikan asing di SBN per 2 Maret 2018 sebesar 39,31% dengan nilai sebesar Rp.842,58 triliun, naik Rp.6,43 triliun dari posisi akhir tahun 2017. Dari posisi tersebut sebesar Rp.142,29 triliun dimiliki oleh Bank Sentral, Total outstanding SBN tercatat sebesar Rp.2.143,17 triliun. Pasar obligasi Indonesia masih menjadi incaran investor global. Korporasi swasta juga marak menerbitkan obligasi. Data OJK mencatat penerbitan obligasi korporasi swasta mencapai Rp.21,6 triliun per Februari 2018.  

     

    Sentimen pasar global kembali positif pada perdagangan semalam setelah Presiden Trump menawarkan negosiasi kepada Kanada dan Meksiko terkait tarif impor untuk baja dan alumunium. Sentimen positif bertambah dengan HIS Markit untuk Composite PMI yang naik dari 53,8 menjadi 55,8 pada Februari yang disumbang oleh PMI sektor jasa-jasa. Outlook kondisi dunia usaha dan perekonomian masih positif.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-6-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 5 Maret 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini namun harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini yang bisa membuat sebagian indeks akan naik. Tiga mata uang Asia dibuka bervariasi terhadap USDolar pagi ini. Walaupun rupiah berpotensi melemah tetapi kemungkinan BI akan menjaga rupiah di kisaran antara Rp.13.740 s.d Rp.13.750 per USD.

     

    Indeks manufaktur Indonesia yang disurvei oleh Nikkei dan Markit untuk bulan Februari 2018 tercatat 51,4 indikasi ekspansi, tertinggi sejak Juni 2016. Meningkatnya kegiatan sektor manufaktur ini terkonfirmasi dengan naiknya impor bahan baku /penolong pada bulan Januari 2018 sebesar 2,34% mom. Membaiknya indeks ini juga sebagai indikasi antisipasi faktor musiman puasa-lebaran pada Mei-Juni 2018.

     

    Presiden Trump realisasikan janji kampanyenya terkait proteksi perdagangan dengan memberikan tarif (bea masuk) untuk baja dan alumunium masing-masing 25% dan 10%. Kanada merupakan mitra dagang yang paling dirugikan dengan kebijakan ini. Kebijakan ini akan memicu perang dagang dan pembalasan pengenaan tarif. Respon jangka pendek, USDolar melemah dan dalam jangka menengah kebijakan ini akan merugikan ekonomi domestik.     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-5-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 1 Maret 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat kompak merah, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi hari ini didukung dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Tiga mata uang Asia dibuka bervariasi terhadap USDolar pagi ini. Rupiah berpotensi berlanjut melemah tetapi kemungkinan BI akan menjaga rupiah di kisaran antara Rp.13.700 s.d Rp.13.750 per USD.

     

    Hari ini BPS kan umumkan angka inflasi. Perkiraan SAM akan mencapai 0,16% mom dengan tekanan inflasi berasal dari harga bahan makanan terutama beras yang sempat naik di dua minggu pertama Februari sebelum pemerintah mengimpor dan naiknya harga BBM non subsidi. Untuk tahun 2018, kami perkirakan inflasi bisa mencapai lebih dari 4% yoy dengan naiknya harga BBM dan tarif dasar listrik non subsidi, walaupun saat ini proyeksi inflasi SAM untuk tahun 2018 mencapai 3,91% yoy.

     

    Pertumbuhan ekonomi AS pada Q4-2017 sebesar 2,5% yoy, dikoreksi dari 2,6% yoy pada pengumuman sebelumnya. Di sepanjang tahun 2017, ekonomi AS tumbuh 2,5% yoy naik dari 1,5% yoy di tahun 2016, dan lebih tinggi dari ekspektasi 2,3% yoy. Penguatan ekonomi AS diperkirakan berlanjut efek dari ekspansi fiskal melalui pengkasan pajak.   

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-1-Maret-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 28 Februari 2018

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi indeks di bursa Asia terkoreksi hari ini mengikuti sentimen negatif bursa global semalam ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Dua mata uang kuat Asia dibuka menguat terhadap USDolar, namun rupiah berpotensi melemah di kisaran antara Rp.13.670 s.d Rp.13.680 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    LPS mencatat laba bank sepanjang 2017 tercatat Rp.131,1 triliun atau naik 23,1%  yoy di tengah perlambatan pertumbuhan kredit yang sebesar 8,24% yoy. Dari jumlah laba tersebut, pendapatan Bungan bersih hanya tumbuh 4,5% yoy. Di sisi perbankan terjadi konsolidasi sedangkan di sisi permintaan terjadi perlambatan pencairan kredit yang sudah disetujui. Target pertumbuhan kredit 2018 diharapkan bisa menjadi 10%-12%.

     

    Pidato perdana Jerome Powell Gubernur the Fed kemarin direspon negatif pelaku pasar. Pernyataan Powell bahwa ekonomi AS akan menguat dalam dua tahun ke depan menjadi landasan kenaikan suku bunga the Fed secara bertahap. Pernyataan Powell yang hawkish ini membuat ekspektasi naiknya suku bunga the Fed berpotensi menjadi 4x di tahun 2018 ini. Pertemuan the Fed 20-21 Maret mendatang diperkirakan suku bunga the Fed akan naik 25 bps menjadi 1,75%.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-28-Februari-2018.docx.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 27 Februari 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat kompak hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini didukung dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Tiga mata uang Asia dibuka bervariasi terhadap USDolar pagi ini. Kemungkinan rupiah bisa mneguat dengan sentimen naiknya harga minyak mentah menuju kisaran antara Rp.13.630 s.d Rp.13.650 per USD.

     

    Tarif listrik dipastikan tidak naik sampai tahun 2019 untuk kelompok pelanggan subsidi agar daya beli terjaga. Kemungkinan pemerintah akan memberikan tambahan subsidi dari anggaran sekarang sebesar Rp.47,6 triliun. Di sisi lain, pemerintah merancang formulasi tarif listrik baru untuk pelanggan 1.300 VA ke atas dengan memasukkan komponen harga batu bara. Kendati ada kenaikan harga pada kelompok ini kemungkinan inflasi masih bisa terjaga di kisaran antara 3,8% s.d 4,2% tahun 2018.

     

    Investor merespon positif rencana pidato Gubernur the Fed yang baru Jerome Powell pada Selasa waktu AS ini dengan ekspektasi the Fed tidak akan menaikkan suku bunganya secara agresif. Indeks di bursa AS kompak naik, imbal hasil turun, dan harga komoditas naik. Kemungkinan indeks di bursa Asia akan terbawa sentimen positf pada hari ini.    

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-27-Februari-2018.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 23 Februari 2018

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan ‘mixed’ hari ini dengan kecenderungan naik terbawa efek dari harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia kompak menguat pagi ini terhadap USDolar yang kemungkinan membuat rupiah cenderung menguat di kisaran antara Rp.13.640 s.d Rp.13.670 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Penerbitan utang SBN pemerintah pada Januari 2018 tercatat sebesar Rp.21,4 triliun, turun hingga 73,9% dari penerbitan pada Januari 2017 yang sebesar Rp.82,1 triliun padahal pemerintah berencana melakukan ‘front loading’ 60% di semester 1 ini dari penerbitan total tahun ini sebesar Rp.793,2 triliun (kotor). Di saat yang sama isu naiknya suku bunga the Fed diperkirakan semakin agresif mestinya front loading ini diperlukan untuk mengurangi biaya peminjaman utang pemerintah. Posisi kepemilikan asing pada SBN tercatat sebesar 40,4%, tertinggi sepanjang sejarah.

     

    Inventori minyak AS turun menjadi 1,616 juta barel per 16 Februari, dibawah perkiraan konsensus 1,795 juta barel, dan dibawah minggu sebelumnya sebesar 1,841 juta barel. Penurunan ini membuat harga minyak mentah kembali naik pagi ini. Penurunan ini juga menjadi indikasi meningkatnya kegiatan usaha di AS, terlihat dari naiknya PMI.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-23-Februari-2018.docx.pdf