SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 31 Oktober 2023

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin, (30/10). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 1.58%, 1.20%, dan 1.16%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.49% dan 0.56%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,880. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.50% dan 0.15% diperdagangkan pada level US$ 86.76 dan US$ 82.73 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.30%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.10%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08%, -0.20%, dan -0.28%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Pemerintah China akan melakukan reformasi keuangan sebagai bagian dari upaya rezim presiden Xi Jinping menjaga stabilitas ekonomi. Terlebih, industry keuangan Negeri Panda itu mencapai US$61 triliun. Adapun, substansi dan arah dari reformasi tersebut akan dipaparkan dalam Financial Policy Conference yang diadakan secara tertutup pada 30 – 31 Oktober 2023. Ekonom Bloomberg Intelligence oleh David Qu mengatakan bahwa sektor properti yang sarat utang dan mengancam sistem keuangan menambah urgensi agenda ini. Stabilitas keuangan menjadi prioritas utama dalam pertemuan ini, karena pihak berwenang berusaha untuk mencegah perekonomian yang lesu dan masalah di industri properti dapat menyebar lebih luas dalam sektor perbankan. (Bisnis)

Tingkat inflasi pada Oktober 2023 diperkirakan meningkat jika dibandingkan dengan periode bulan sebelumnya. Ekonom Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2023 akan mengalami inflasi sebesar 2,48% (year-on-year/yoy) secara tahunan. Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode September 2023, inflasi pada periode tersebut diperkirakan mencapai 0,09% (month-to-month/mtm). Faiz mengatakan inflasi pada Oktober 2023 terutama dipicu oleh inflasi komponen pangan, sebagai dampak dari El Nino. Sejalan dengan itu, Faiz memperkirakan inflasi inti tetap terjaga pada level yang rendah pada Oktober 2023, yaitu sebesar 2,2% yoy. (Bisnis)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memaparkan penyebab pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir. Dia mengatakan, tekanan yang terjadi di Amerika Serikat (AS), besarnya defisit APBN dan situasi politik yang fluktuatif di negara itu, menyebabkan kenaikan suku bunga yang tinggi, hingga mencapai 5%. Fenomena ini memicu terjadinya penarikan dolar AS dari seluruh dunia untuk diinvestasikan kembali ke negara tersebut. Akibatnya, indeks dolar AS mengalami penguatan dan menyebabkan pelemahan mata uang banyak negara. Hal ini disampaikannya dalam Rapat Koordinasi Penjabat Kepala Daerah dalam rangka Pemantapan Penyelenggaraan Pemerintahan dan Pelayanan Publik serta Mengoptimalkan Implementasi Program Strategis Nasional, Senin (30/10/2023). (Bisnis)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—31-Oktober-2023.pdf


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *