SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 7 Agustus 2023

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat bergerak melemah pada hari Jumat (4/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.43%, -0.53%, dan -0.36%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.47% dan 0.29%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,170. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.44% dan 0.35% diperdagangkan pada level US$ 86.56 dan US$ 83.14 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.20%, NIKKEI Jepang menurun sebesar -0.78%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.18%, 0.28%, dan 0.42%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Tren inflasi Amerika Serikat terpantau melandai dengan beberapa indikator memberi angin segar, yaitu data pekerja di luar sektor pertanian pada Juli 2023 meningkat 187.000, tingkat pengangguran turun menjadi 3.5% dan penghasilan per jam rata-rata naik 4.4% yoy, dilansir dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS. Berkaca pada data tersebut, beberapa kalangan ekonom berasumsi bahwa The Fed berhasil mewujudkan inflasi tanpa harus mereduksi pertumbuhan ekonomi. Kenaikan suku bunga tambahan masih idiperlukan untuk membuat inflasi turun ke target 2%. Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bahwa pembuat kebijakan saat ini masih bersabar dan berharap dapat menurunkan inflasi hingga 2% tanpa menyebabkan resesi (Bisnis).

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II/2023 diprediksi akan mampu menembus 5 persen secara tahunan kembali atau year-on-year (yoy). Menurut Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, perekonomian Indonesia pada kuartal ini tetap ditopang oleh konsumsi rumah tangga, investasi, dan kinerja ekspor. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga diperkirakan berkisar 4,77% (yoy) dari kuartall sebelumnya 4,54% dan tercermin pada tren penurunan inflasi ke level 3,5 persen (yoy).  Peningkatan konsumsi juga  terindikasi dari beberapa indikator seperti penjualan mobil yang tercatat tumbuh 5,79 persen. Namun, hal yang berbeda disampaikan oleh Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad yang melihat ekonomi Indonesia pada kuartal II/2023 sulit menyentuh level pertumbuhan 5 persen, Faktor tekanan ekonomi dalam tigal bulan terakhir mem buat INDEF hanya memasang target di kisaran 4.8 -5 persen.(Bisnis)  

Institute for Demogrpahic and Poverty Studies (IDEAS) menilai bahwa Indonesia harus mewaspadai ancaman krisis pangan global. Direktur IDEAS Yusuf Wibisono mengatakan bahwa Indonesia berpotensi menghadapi ancaman inflasi pangan dari dua sisi sekaligus, yaitu dari tekanan harga beras dan gandum. Efek subtitusi antara gandum dan beras membuat tekanan pada gandum akan lebih mendorong inflasi beras. Ia juga menambahkan bahwa tekanan politik internasional yang terjadi  dan ancaman  El Nino membuat inflasi tahun 2023 ini berpotensi menuju kisaran 4% dari sebelumnya yang berkisar di angka 3% (Kontan)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—7-Agustus-2023.pdf


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *