Kilas Pasar
Indeks saham di Amerika Serikat menguat pada hari Jumat (31/3). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 1.26%, 1.44% dan 1.74%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.15%, STOXX600 terapresiasi sebesar 0.66%.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 14,994. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 5.28% dan 5.47% diperdagangkan pada level US$ 84.16 dan US$ 79.81 per barel.
Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan tumbuh sebesar 0.14%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 0.70%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat melemah pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terdepresiasi masing-masing sebesar -0.01%, -0.33% dan -0.73%.
Isu Ekonomi dan Pasar
Portofolio deposito sejumlah bank di Amerika Serikat (AS) baru-baru ini dilaporkan mengalami penurunan. Menyusul hal tersebut, kredit bank juga dilaporkan turut tergerus. Melansir laporan Bloomberg, pinjaman bank AS secara keseluruhan susut US$20,4 miliar atau Rp305,36 triliun dalam sepekan hingga 22 Maret 2023 atau sekitar sepekan setelah Silicon Valley Bank (SVB) bangkrut. Alhasil, penurunan portofolio kredit tersebut menjadi yang terbesar sejak Juni 2021. Adapun, susutnya kredit bank AS tersebut utamanya terjadi pada kredit sektor komersial dan kredit industri. Sedangkan, kredit perumahan hingga kredit konsumsi dilaporkan masih mengalami pertumbuhan. Di samping itu, melemahnya pinjaman yang disalurkan sejumlah perbankan di AS juga didorong oleh kebijakan suku bunga agresif yang ditetapkan oleh The Fed. (BIsnis)
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo beserta jajaran atas dukungannya pada acara Opening Session ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (AFMGM), di Nusa Dua Bali, hari ini, Jumat (31/03). Pertemuan ini merupakan AFMGM pertama yang diselenggarakan secara langsung setelah 3 tahun berturut-turut dilakukan secara virtual pada tahun 2020, 2021, dan 2022. Di bawah Keketuaan Proses Keuangan ASEAN dalam AFMGM ke-9 kali ini, Menkeu berkomitmen terus berkoordinasi dengan Menteri Keuangan ASEAN dan Gubernur Bank Sentral untuk memajukan kepentingan bersama dalam Proses Keuangan regional menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat, inklusif, dan berkelanjutan. ?Pertumbuhan ekonomi telah dan akan selalu menjadi kisah ASEAN. Dan untuk memastikan hal ini terus berlanjut, kita harus memperkuat kapasitas ASEAN untuk menjawab tantangan yang kita lihat hari ini, dan tantangan yang diharapkan untuk 20 tahun ke depan,? ungkapnya dalam acara bertajuk ?ASEAN Matters: Epicentrum of Growth? tersebut. Lebih lanjut, Menkeu mengungkapkan bahwa saat ini ASEAN telah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang tinggi sejak tahun 2010 hingga 2019, dimana wilayah ini secara konsisten menyumbang 3% dari PDB riil dunia, meski sempat mengalami kontraksi pada tahun 2020-2021 akibat pandemi. Menkeu berharap, pemulihan penuh terjadi pada tahun 2022 dan memiliki prospek positif pada tahun 2023 namun dengan tetap waspada. (Investor)
Best Regards,

Leave a Reply