Kilas Pasar
Indeks saham di Amerika Serikat menguat pada hari Kamis (30/3). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0.43%, 0.57% dan 0.73%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.74%, STOXX600 terapresiasi sebesar 1.03%.
Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 14,985. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 0.05% dan 0.15% diperdagangkan pada level US$ 78.64 dan US$ 74.48 per barel.
Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan tumbuh sebesar 1.01%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 1.02%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat menguat pada pagi hari ini dengan Dow Jones, S&P dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0.20%, 0.30% dan 0.36%.
Isu Ekonomi dan Pasar
Menteri Keuangan AS Janet Yellen mengatakan pada hari Rabu (29/3/2023), Amerika Serikat bekerja keras untuk melawan pengaruh China di lembaga-lembaga internasional dan dalam memberikan pinjaman kepada negara-negara berkembang. Melansir Reuters, Yellen mengatakan, dirinya prihatin dengan beberapa aktivitas China secara global, khususnya dalam memberikan pinjaman kepada negara-negara berkembang. “Saya sangat prihatin dengan beberapa kegiatan yang dilakukan China secara global, melibatkan negara-negara dengan cara yang membuat mereka terjebak dalam utang dan tidak mempromosikan pembangunan ekonomi,” katanya. Sebuah studi yang baru-baru ini diterbitkan menunjukkan, China menghabiskan dana sebesar US$ 240 miliar untuk menyelamatkan 22 negara berkembang antara tahun 2008 dan 2021. Bahkan jumlahnya melonjak dalam beberapa tahun terakhir karena lebih banyak yang berjuang untuk membayar kembali pinjaman yang dihabiskan untuk membangun infrastruktur “Belt and Road”. Menurut laporan yang dirilis oleh para peneliti dari Bank Dunia, Harvard Kennedy School, AidData dan Kiel Institute for the World Economy, hampir 80% dari pinjaman dilakukan antara 2016 dan 2021, terutama ke negara-negara berpenghasilan menengah termasuk Argentina, Mongolia dan Pakistan. (Kontan)
Jumlah warga Amerika Serikat yang mengajukan klaim tunjangan pengangguran baru naik pekan lalu. Hal ini menunjukkan belum adanya tanda-tanda dampak material pengetatan kondisi kredit pada pasar tenaga kerja. Berdasarkan data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (30/3/2023), klaim tunjangan pengangguran awal naik 7.000 menjadi 198.000 untuk pekan yang berakhir 25 Maret, sedikit lebih tinggi dari proyeksi ekonom dalam survei Reuters sebesar 196.000 klaim. Klaim pengangguran awal tetap sangat rendah meskipun ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di sektor teknologi. Para ekonom mengatakan rendahnya tingkat klaim ini disebabkan oleh faktor penyesuaian musiman yang digunakan pemerintah untuk menghilangkan fluktuasi musiman dari data. (Bisnis)
Best Regards,

Leave a Reply