SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian Rabu 30 Desember 2020

Kilas Pasar

 

Pasar AS turun secara kompak pada perdagangan Selasa (29/12). Dow Jones turun 68,30 poin atau 0,22% menjadi 30.335,67. S&P dan Nasdaq Composite juga turun masing-masing sebesar 0,22% dan 0,38% menjadi 3.727,04 dan 12.850,22.

 

Sementara itu dari pasar Eropa tercatat variatiff meskipun FTSE dan Stoxx600 naik bersamaan masing-masing sebesar 1,55% dan 0,76% menjadi 6.602,65 dan 401,61.

 

Rupiah terhadap dolar AS pagi ini berada pada level RP 14.130,0. Sementara itu, komoditas utama dunia, yaitu minyak WTI turun 0,08% sedangkan Brent tidak mengalami perubahan namun menguat pada akhir perdagangan kemarin sebesar 0,81%.

 

Pagi ini indeks Nikkei 225 dibuka turun sebesar 0,33% sementara Kospi dibuka turun sebesar 0,25%. Sedangkan indeks futures di Amerika Serikat, Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq juga turun masing-masing sebesar 0,17%, 0,20% dan 0,19%.

 

Isu Ekonomi dan Pasar

 

Moderna Inc mengatakan pada hari Selasa (29/12) bahwa pihaknya sedang berdiskusi dengan pemerintah Korea Selatan dalam menyediakan 40 juta atau lebih dosis vaksin COVID-19. Distribusi vaksin diharapkan dimulai pada kuartal kedua tahun 2021. Sebelumnya, kantor berita Yonhap yang mengutip kantor kepresidenan melaporkan bahwa Korea Selatan akan menandatangani kesepakatan dengan pengembang vaksin untuk menawarkan vaksin COVID-19 bagi 20 juta orang. Ini terjadi sehari setelah para pejabat berjanji untuk mempercepat upaya meluncurkan program vaksinasi virus korona publik. 

 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, industri keuangan syariah berkembang cukup mengesankan selama tiga dasawarsa terakhir, yaitu sejak berdirinya bank Syariah pertama di Indonesia pada 1992. Bahkan, industri keuangan syariah tumbuh positif dan lebih tinggi dibandingkan keuangan konvensional meski ditekan pandemi Covid-19. Sampai September 2020, aset perbankan syariah tumbuh 10,97%, lebih tinggi dibandingkan perbankan konvensional yang hanya 7,7%. Begitu juga dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun perbankan syariah tumbuh 11,56%, masih lebih tinggi dibandingkan konvensional yang mencapai 11,49%.

 

Bank Indonesia mencatat total nilai transaksi dari sebanyak 14 market place sejak awal Januari-November 2020 mencapai Rp 268,88 triliun. Artinya, total nilai transaksi ini sudah melampau prediksi BI sebesar Rp 253 triliun. Untuk tahun 2021, BI memprediksi nilai transaksi e-commerce bisa mencapai Rp 337 triliun.

 

Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil.

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—30-Desember-2020.pdf