Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks bergerak mixed hari ini dengan kecenderungan turun terbawa sentimen harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sedangkan mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar melemah terhadap USDolar yang bisa membuat sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.15.220 s.d Rp.15.250 per USD walaupun dengan tetap dalam penjagaan BI.
Survei penjualan eceran (IPE) bulan Agustus 2018 tercatat minus 0,8% mom (6,1% yoy), naik dibandingkan bulan Juli 2018 yang tercatat minus 9,2% mom (2,9% yoy). Untuk bulan September diperkirakan minus 2,6% mom (3,7% yoy), sehingga selama Q3-2018 diperkirakan naik 4,2% yoy, lebih baik dibandingkan kinerja Q3-2017 yang naik 0,2% yoy. Kemungkinan ekonomi Indonesia bisa tumbuh lebih baik pada Q3-2018 dibandingkan Q3-2017 yang tercatat 5,06% yoy. Sumbangan sektor eceran ini diperkirakan mencapai 30% dari PDB.
Pertemuan tahunan WB-IMF di Bali 8-14 Oktober 2018 minggu ini diperkirakan dihadiri oleh 34.000 delegasi dari 189 negara. Pertemuan ini akan berdampak positif terhadap reputasi Indonesia di kalangan investor. Kendati dampak pertemuan ini mungkin terbatas dalam jangka pendek tetapi menjanjikan untuk jangka menengah-panjang.
Salam,
Lana Soelistianingsih
Kepala Riset/Ekonom
Samuel Aset Manajemen
Telp: 62 21 28548828
Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-9-Oktober-2018.pdf