Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 21 November 2016

    Ada potensi koreksi pada indeks di bursa Asia hari ini dengan memfaktorkan naiknya suku bunga the Fed. Sentimen ini juga akan membuat rupiah cenderung melemah, tetapi untuk hari ini kemungkinan rupiah dapat dijaga BI di kisaran antara Rp.13.400 s.d Rp.13.430 per USD.

     

    Data OJK mencatat kredit yang tidak dicairkan per September 2016 menjadi Rp.1.277,52 triliun atau naik 4,75% mom. Dari total kredit nilai tersebut sebesar  30,33%. Naiknya kredit yang tidak dicarikan ini indikasi dari permintaan yang masih lemah. Di sisi penawaran kredit, NPL bank yang masih tinggi. Kedua faktor ini membuat kredit perbankan juga masih seret.

     

    Pertemuan APEC di Lima, Peru kembali menekankan kerjasama perdagangan bebas di kawasan Asia Pasifik perlu ditingkatkan. Penekanan ini disampaikan oleh Presiden Rusia dan Presiden China yang kemungkinan dimaksudkan untuk merespon rencana kebijakan perdagangan yang cenderung proteksi oleh Presiden terpilih AS Donald Trump.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT Samuel Aset Manajemen

    Telp: 021 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-21-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 18 November 2016

    Indeks futures bursa Asia tercatat mixed dengan kecenderungan terkoreksi memfaktorkan naiknya FFR dalam waktu dekat. Kemungkinan rupiah juga akan melemah menuju kisaran antara Rp.13.380 s.d Rp.13.430 per USD, kecuali dengan penjagaan BI kemungkinan rupiah melemah terbatas.

     

    BI putuskan suku bunga 7DRR tetap 4,75% dan suku bunga deposit facility tetap 4%, dan lending facility tetap 5,5% dengan pertimbangkan kondisi eksternal (global) pasca pemilihan umum (Pemilu AS) dan kemungkinan the Fed naikkan suku bunganya pada pertemuan 13-14 Desember mendatang. Kemungkinan 7DRR akan bertahan 4,75% hingga akhir tahun 2016.

     

    Beberapa data ekonomi AS pada bulan Oktober membaik termasuk inflasi yang naik menjadi 1,6% yoy. Gubernur the Fed Yellen beri pernyataan kenaikan FFR dalam waktu dekat secara bertahap. Naiknya suku bunga the Fed dan implikasi kebijakan fiskal Donald Trump akan membuat ekonomi AS kontraksi.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT Samuel Aset Manajemen

    Telp: 021 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-18-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 17 November 2016

    Perdagangan di bursa Asia hari ini berpotensi terkoreksi terlihat dari sebagian besar indeks futuresnya negatif, ditambah dengan turunnya harga minyak mentah. Rupiah juga berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.13.370 s.d Rp.13.390 per USD.

     

    BI diperkirakan putuskan 7DRR tetap di 4,75% pada RDG hari ini dengan mempertimbangkan faktor eksternal yang lebih kuat  yaitu ketidakpastian pasca terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden terpilih AS, dan naiknya suku bunga the Fed, dibandingkan faktor domestik seperti inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang aman, dan kebutuhan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

     

    Indeks Dow terkoreksi semalam 0,3%. Investor mulai faktorkan the Fed akan naikkan suku bunga pada pertemuan 13-14 Desember mendatang. Investor perkirakan efek inflasi dari ekspansi fiskal Presiden Terpilih Donald Trump akan membuat the Fed lebih agresif naikkan suku bunganya.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Director

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-17-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 16 November 2016

    Sebagian besar Indeks futures bursa Asia masih tercatat merah, tetapi naiknya harga minyak mentah kemungkinan bisa menahan koreksi yang berlanjut. Rupiah juga berpotensi menguat terbantu dengan naiknya harga minyak mentah, dengan kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.330 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Neraca perdagangan Oktober 2016 tercatat surplus sebesar US$1,2 miliar karena nilai ekspor sebesar US$12,7 miliar dan impor sebesar US$11,5 miliar. Ekspor naik karena volume ekspor ke China dari beberapa komoditas seperti CPO, batubara, dan besi dan baja. Sedangkan impor bahan baku/penolong dan barang modal naik secara bulanan, kemungkinan karena mulai agresifnya belanja pemerintah menjelang akhir tahun anggaran 2016.

     

    Sentimen terhadap EMs mulai membaik kemarin setelah dalam 3 hari terakhir mengalami koreksi yang lumayan, tertolong dengan sentimen naiknya harga minyak mentah yang naik hingga 3% kemarin. Investor masih menunggu detil kebijakan yang diambil oleh Presiden terpilih Donald Trump.

     

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Director

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-16-November-2016.pdf

  • Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Ekonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana BersinarEkonomi Indonesia Cerah, Investasi Reksa Dana Bersinar

    Tahun 2016 mendekati akhir dan tahun baru segera menyambut. Bagaimanakah perkiraan kondisi perekonomian Indonesia pada tahun 2017? Apakah iklim investasi akan ramah bagi para investor dan sektor apa saja yang paling prospektif?

    Secara garis besar, ekonomi Indonesia di tahun 2017 akan tetap positif dan berpotensi lebih baik dibanding 2016. Pertumbuhan didorong oleh sektor konsumsi dalam negeri di tengah ekonomi global yang masih relatif stagnan. Daya beli konsumen diharapkan akan tetap tinggi dengan dorongan stimulus dari pemerintah dan membaiknya harga-harga komoditas ekspor kita.

    Stimulus-stimulus tersebut tersirat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 yang lebih ekspansif, melalui disetujuinya defisit APBN 2017 sebesar 2,4%. Pengeluaran belanja negara masih difokuskan pada pembangunan berbagai proyek infrastruktur yang bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Sehingga tercipta efek pengganda atau multiplier terhadap konsumsi rumah tangga dan menambah daya dorong perekonomian untuk bisa tumbuh di atas 5%.

    Dalam APBN 2017, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5,1%. Perkiraan yang konservatif ini terkait dengan potensi tidak tercapainya target penerimaan pajak tahun 2017. Tax Amnesty yang mulai dijalankan tahun 2016 diperkirakan baru akan terasa penuh manfaatnya pada tahun 2018. Ada beberapa reformasi perpajakan yang diharapkan bisa berlaku mulai tahun depan yang berdampak positif terhadap perekonomian.

    Menurut Bank Dunia, ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,3% tahun depan, walaupun ada kemungkinan proyeksi tersebut dapat diturunkan jika pertumbuhan ekonomi global kembali terpangkas. Hasil pemilihan Presiden AS pun akan mewarnai arah perekonomian global yang juga berpengaruh terhadap ekonomi kita.

    Ada beberapa faktor positif bagi perekonomian Indonesia pada tahun 2017. Dari dalam negeri, tingkat inflasi yang masih rendah, suku bunga yang berpotensi turun, dan kredit perbankan yang mulai naik. Sedangkan dari luar negeri, kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tidak agresif, diperkirakan antara 25-50 bps, bank sentral 4 negara utama masih akan memompa likuiditas, dan harga komoditas yang mulai membaik.

    Sektor yang diperkirakan prospektif dan tumbuh baik di 2017 masih yang berkaitan dengan struktur demografi. Di antaranya adalah sektor perbankan, sektor properti, sektor ritel/perdagangan, sektor farmasi/rumah sakit, dan sektor komoditas. Sedangkan sektor konstruksi, sektor konsumsi, dan sektor telekomunikasi relatif tetap stabil.

    Potensi Investasi Reksa Dana
    Pertumbuhan ekonomi yang positif akan membuat dunia investasi bergairah, termasuk reksa dana. Terlihat dari peningkatan dana kelolaan yang tumbuh dari Rp 270 triliun pada tahun 2015 menjadi sekitar Rp 500 triliun di akhir tahun 2016 ini.

    Menurut Agus B. Yanuar, Direktur Utama Samuel Aset Manajemen (SAM), industri reksa dana semakin membaik dari tahun ke tahun.
    “Ada beberapa katalis positif yang berpotensi mendorong industri reksa dana di tahun 2017. Rupiah yang stabil, kinerja keuangan Emiten yang meningkat, perbaikan pada data makro, penguatan harga komoditas, tingkat bunga rendah, inflasi yang terukur, minat investor global pada emerging market yang tetap tinggi, dan banjirnya likuiditas global akan menempatkan IHSG ke tingkat yang lebih tinggi dengan potensi naik 15%-20% tahun depan.

    Bertambahnya partisipasi investor institusi dan semakin meningkatnya pemahaman investor individu tentang perlunya berinvestasi untuk tujuan keuangan jangka menengah dan jangka panjang, akan membuat produk reksa dana semakin menjadi pilihan,” jelas Agus.
    Imbal hasil produk reksa dana sesuai dengan jenis produk dan aset dasarnya. Reksa dana saham berpotensi memberikan imbal hasil antara 18%-25%, reksa dana campuran 13,5%-15%, reksa dana obligasi 7%-12%, sementara reksa dana pasar uang 4%-5%.

    Sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat untuk berinvestasi pada produk reksa dana, SAM sebagai perusahaan Manajer Investasi handal senantiasa menawarkan produk-produk berkualitas. Dan untuk melengkapi ragam produk yang dapat dinikmati investor, tidak lama lagi SAM akan meluncurkan Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Dollar.

    “Semua produk SAM yang menarik dengan imbal hasil yang baik itu, diharapkan dapat menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat dalam mencapai tujuan keuangannya masing-masing, sesuai dengan misi SAM untuk menjadi Your Lifelong Investment Partner” tutup Agus.

    —

    artikel dipublish di Tabloid Kontan, edisi khusus Proyeksi 2017, terbit 11 Nov 2016

    Iklan Chef - PrintAds SAM - Nov 2016 -231x185 Kontan - FA copy

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 14 November 2016

    Ada potensi koreksi berlanjut pada perdagangan hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia tercatat negatif. Kemungkinan rupiah akan bergerak lebar dengan potensi menguat karena penjagaan BI tetapi juga masih berpotensi melemah karena isu global. Rupiah kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.280 s.d Rp.13.420 per USD.

     

    CAD untuk Q3-2016 tercatat sebesar US$4,5 miliar atau 1,83% dari PDB. Surplus tersebut masih disumbang oleh masuknya investasi portofolio.  Kinerja CAD yang rendah ini disumbang oleh impor yang masih turun sebagai indikasi dari permintaan dalam negeri yang masih lemah. Secara keseluruhan NPI tercatat surplus sebsar US$5,7 miliar.

     

    Investor mulai kawatirkan tekanan inflasi di AS efek dari rencana belanja negara yang masif pada pemerintahan Donald Trump sebagai Presiden AS. Imbal hasil 10T obligasi pemerintah AS naik, begitupun imbal hasil dari SUN10T.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT Samuel Aset Manajemen

    Telp: 021 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-14-November-2016.pdf

  • Indonesia, Ekonomi Kuat Rakyat SejahteraIndonesia, Ekonomi Kuat Rakyat Sejahtera

    Indonesia, Ekonomi Kuat Rakyat SejahteraIndonesia, Ekonomi Kuat Rakyat Sejahtera

    Pada ulang tahunnya yang ke-71 tahun, Indonesia mencatatkan pertumbuhan yang manis dari segi perekonomian. Indonesia disebut-sebut sebagai tempat berinvestasi yang baik dan menjadi incaran banyak investor, di sektor riil maupun investasi portofolio. Perkembangan ini pun berdampak baik bagi kehidupan dan kesejahteraan di Indonesia secara nyata.

    Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat bentuk Penanaman Modal Asing (PMA) untuk selama semester I 2016 meningkat 12,3% yoy dan dana asing yang masuk ke pasar saham dan obligasi tercatat hampir US$ 10 miliar hingga akhir Juli 2016 lalu. Majalah The Economist pun mencatat Indonesia sebagai tiga negara terbesar di Asia yang menjadi tujuan investasi paling menarik.

    Posisi ekonomi Indonesia memang semakin diperhitungkan dari tahun ke tahun. Bagaimana tidak, di tengah keadaan ekonomi dunia yang sedang resesi seperti yang terjadi di Jepang dan Uni Eropa, Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi meningkat 5,18% yoy pada triwulan ke-2 2016. “Angka ini mencatatkan Indonesia sebagai negara ke-4 tertinggi se-Asia dalam hal pertumbuhan ekonomi. Dengan rencana pemerintah membangun infrastruktur dalam skala besar, Indonesia pun semakin menjadi incaran para investor karena prospek ekonomi jangka menengah-panjang yang positif,” tutur ekonom Samuel Aset Manajemen (SAM), Dr. Lana Soelistianingsih.

    Tingginya investasi yang ditanamkan akan sejalan dengan penghidupan masyarakat yang lebih baik dan sejahtera. Investasi sendiri merupakan salah komponen Gross Domestic Bruto (GDP) dan langkah awal kegiatan produksi. Kegiatan investasi memungkinkan masyarakat meningkatkan kegiatan ekonomi dan membuka banyak lapangan pekerjaan sehingga taraf hidup pun dapat meningkat.

    Sayangnya, dalam pikiran banyak orang di Indonesia, investasi merupakan sebuah kegiatan yang membutuhkan banyak orang dan untuk kalangan tertentu saja. Padahal kenyataannya tidaklah demikian. Investasi merupakan sebuah kegiatan yang dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapan saja, misalnya melalui reksa dana.

    Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi dari produk keuangan yang dapat dengan mudah diakses oleh siapa saja dengan biaya yang terjangkau. Misalnya saja di SAM, seseorang dapat berinvestasi hanya dengan bermodalkan Rp 250 ribu. Pilihannya pun bervariasi dan dapat dipilih sesuai dengan tujuan seseorang berinvestasi, seperti reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham. Reksa dana juga memiliki produk syariah yang sesuai, diatur, dan diawasi secara saksama oleh Dewan Pengawasan Syariah. Saat ini SAM mengelola reksa dana untuk publik yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, beberapa di antaranya adalah yang terbaik di kelasnya, yaitu SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Syariah Berimbang, SAM Sharia Equity Fund, SAM Dana Berkembang dan SAM Indonesian Equity Fund.

    “Bagi yang bingung memilih produk reksa dana apa yang paling sesuai, konsultasi merupakan hal yang harus dilakukan. Di SAM sendiri kami selalu memberikan konsultasi dan edukasi sehingga seseorang berinvestasi di instrumen yang dapat membawa dirinya mencapai tujuan yang diinginkan. Calon investor pun harus jeli dalam memilih, jangan sampai terjebak dalam investasi bodong atau palsu,” jelas Associate Director SAM, Ayu Widuri.

    Tujuan memang penting dalam menentukan produk investasi yang dipilih. Apa contoh tujuan dalam berinvestasi? Misalnya saja menyiapkan dana pendidikan bagi anak sehingga sang buah hati dapat memiliki masa depan yang lebih cerah. Seperti diketahui dari tahun ke tahun biaya pendidikan terus meningkat dengan tingkat inflasi mencapai 20% per tahun. Tidaklah mudah bagi orang tua untuk menyiapkan dana, terutama jika mengandalkan uang tabungan yang bunganya tak sebesar inflasi yang terjadi.

    Investasi pada reksa dana memang menjadi jawaban banyak orang tua untuk memastikan sang anak bisa mendapatkan pendidikan terbaik. Pendidikan merupakan salah satu warisan terbaik yang dapat diberikan oleh orang tua, tak hanya bagi anak itu sendiri, tetapi juga bagi nusa dan bangsa. Dengan pendidikan yang baik, sang anak dapat meningkatkan kesejahteraan hidupnya dan memiliki penghidupan yang lebih baik. Untuk memastikan hal tersebut tercapai, reksa dana merupakan salah satu pilihan yang sangat tepat.

    Tentu saja masih banyak tujuan yang dapat diraih melalui investasi reksa dana. “Membeli rumah idaman, mengumpulkan aset produktif, biaya pernikahan, liburan, hingga persiapan dana merupakan contoh lainnya yang kerap ditemukan di SAM. Kami pun berusaha sekuat mungkin untuk membantu mereka mencapai tujuan tersebut sehingga hidup bisa menjadi lebih baik. SAM mengajak masyarakat untuk bertransformasi menjadi Masyarakat Investasi dengan menikmati semua potensi terbaik dari pasar modal Indonesia dan menjadikan SAM sebagai mitra terbaik bagi investor institusi dan perorangan dalam meraih masa depan yang lebih makmur dan sejahtera, ujar Ayu lebih lajut.

    ***

    Artikel terbit di Harian Kontan, 16 Agustus 2016, hal. 13

    Pahlawan - PrintAds SAM -  2016 - Kontan

  • Mempersiapkan Dana Liburan KeluargaSmart Spending for Your Vacation

    Mempersiapkan Dana Liburan KeluargaSmart Spending for Your Vacation

    Ada fenomena menarik tentang aktivitas masyarakat urban Indonesia, khususnya di ibu kota Jakarta dan kota-kota besar lainnya, pada setiap tanggal merah libur long weekend. Momen tersebut banyak digunakan untuk beristirahat dari rutinitas pekerjaan yang melelahkan, berkumpul bersama keluarga, refreshing, dan melakukan perjalanan liburan keluar kota atau luar negeri.

    Sayangnya, banyak keluarga yang belum terbiasa mempersiapkan liburan mereka atau bahkan melakukan liburan secara mendadak tanpa memperhitungkan biaya dan pengeluaran di luar dugaan yang mungkin terjadi. Padahal biaya liburan itu apalagi bersama keluarga bisa jadi mahal, apalagi biaya liburan ke luar negeri yang bergantung dari nilai tukar Rupiah terhadap Dollar. Agar dana liburan mencukupi, dan keuangan keluarga Anda sepulang dari liburan tidak terganggu, Anda harus merencanakan anggaran dan mengelola anggaran liburan  dengan baik.

    Seperti tujuan keuangan lainnya, dana liburan juga harus direncanakan supaya tak menganggu rencana lainnya.  Dana liburan memang harus direncanakan karena liburan merupakan kebutuhan konsumtif. Menetapkan kapan waktu berlibur, kemana tujuan wisata yang akan dikunjungi dan jangka waktu yang dihabiskan adalah hal yang paling penting dalam merencanakan dana liburan. Dengan mengetahui kapan dan kemana, Anda dapat menetapkan instrumen investasi keuangan apa yang sesuai untuk menyiapkan kebutuhan dana liburan. Selain itu, Anda juga perlu merencanakan aktivitas apa saja yang akan dilakukan, obyek wisata apa saja yang akan dikunjungi, alat transportasi,  penginapan atau tempat tinggal, uang saku, biaya makan, perlengkapan yang akan dibawa, termasuk oleh-oleh yang akan dibeli. Catatlah setiap rincian anggaran secara detail agar tidak ada kebutuhan berlibur yang terlewatkan.

    Buatlah estimasi besarnya dana yang dibutuhkan untuk berlibur. Untuk mencegah liburan yang boros, tetapkan pula dana maksimum yang akan Anda dan keluarga gunakan ketika berlibur. Setelah rincian anggaran berlibur dibuat, Anda harus mulai menyisihkan sebagian dana secara rutin dengan nominal yang tetap setiap bulannya.

    Untuk mempersiapkan dana liburan, menabung reksa dana bisa jadi alternatif pilihan investasi. Reksa dana terdiri dari beberapa jenis, ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Yang menarik, sebagaimana tabungan, investasi reksa dana sangat terjangkau, dan dapat ditarik kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku di prospektus. Dengan investasi awal hanya Rp 250 ribu saja, dana liburan dapat dikumpulkan dan diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Direktur Utama, Samuel Aset Manajemen, Agus B. Yanuar mengatakan, saat ini masyarakat sudah bisa mempertimbangkan reksadana sebagai alternatif untuk persiapan dana liburan. “Ada klien kami yang merupakan pendaki gunung. Jadi, biaya pendaki gunung tiga tahun ke depan, direncanakan dari sekarang,” ungkapnya.

    Kalau digunakan dua tahun atau tiga tahun mendatang, Agus menyarankan investor untuk membeli produk reksadana campuran atau pendapatan tetap. Atau kalau mau jangka waktu lebih lama, misalnya akan berwisata lima tahun yang akan datang, investor bisa ambil produk yang berbasis saham, baik reksadana campuran atau reksadana saham.

    Samuel Aset Manajemen memiliki produk investasi terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan tujuan keuangan di masa depan. SAM mengelola reksa dana saham SAM Indonesian Equity, dan SAM Sharia Equity Fund. Reksa dana campuran SAM Dana Berkembang Fund dan SAM Syariah Berimbang, dan reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta semangat untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Dengan menyiapkan dana liburan secara bijak dan terencana, maka keinginan berlibur bersama keluarga dapat terwujud dengan tenang dan nyaman! Info lebih lanjut, hubungi 021-28548800.

    image description

    For many of us, a long weekend or holiday means embarking on a getaway or a vacation with loved ones. While a moment like this is precious for bringing family together, it is always exhausting when it comes to costs. developing a plan well in advance for your budget, ticket bookings, reservations or finding deals for better rates or discounts could save you from stressful nights and make your vacations less intimidating and more interesting. But, first you need to ask yourself some questions: Why do you want to travel? Is it to get a break from the mundane? To indulge in adventure sports like river rafting or trekking? A family get-together? once you’ve decided, then you’ll know how much the holiday is going to cost-and how you are going to finance it, e.g., through savings or alternative financial products.

    Today, you have mutual fund to put aside money for your holiday money. Much like ordinary saving accounts, mutual fund products are very affordable and can be withdrawn at just about any time. Funds with high potential returns are typically accompanied by equally high potential risks. selecting a fund that fits in with your investment horizon and objectives is the most crucial investment process.

    Agus B. yanuar, the President director and Chief Investment officer of PT samuel Aset Manajemen (Samuel Asset Management), says that many families consider mutual funds for their alternative financial products when planning a holiday. Agus said one of his investors specifically aimed his investments at covering a mountain climbing holiday that he wanted to do in the next three years.  For this type of spending, investors are advised to buy a balanced or fixed income funds. While those with longer-term goals, e.g., a vacation five years from now, can buy equity based products.

    According to Agus, the wide variety of Samuel Asset Management mutual fund products (SAM Indonesian Equity Fund and SAM Sharia Equity Fund), balanced mutual funds (SAM Dana Berkembang and SAM Syariah Berimbang) and fixed income mutual fund (SAM Sukuk Syariah Sejahtera) can be the perfect match for your financial goals. SAM’s products are the best in their classes and are regularly featured by mutual fund rating agencies. The funds’ excellent returns comes from experience, passion and a commitment to always serve the best for customers.

    Plan your holidays and you’ll be rewarded with your dream vacation. Call 021-28548800 or visit sam.co.id for more information.

    *article also was published in JPlus, The Jakarta Post, Jun 25, 2016

     

  • Merencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAMMerencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAMMerencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAM

    Merencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAMMerencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAMMerencanakan Dana Pendidikan Anak Melalui Reksa Dana SAM

    Mengantarkan si kecil pertama kali masuk sekolah merupakan bagian dari langkah awal dalam mewujudkan cita-cita si buah hati. Karena pendidikan adalah salah satu modal masa depan, kebanyakan orang tua memimipikan untuk dapat menyediakan pendidikan terbaik untuk si buah hati dan tidak jarang berkorban apapun juga agar dapat menyekolahkan sampai ke jenjang yang tertinggi. Namun, biaya pendidikan yang berkualitas tiap tahun terus membubung tinggi, sekitar 10%-20% setiap tahunnya, membuat orang tua harus ekstra cermat dalam memastikan tersedianya dana pendidikan sejak jauh-jauh hari.

    Associate Director PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Ayu Widuri mengatakan “Untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, orang tua dapat mempertimbangkan untuk “menabung” reksa dana karena secara jangka panjang produk investasi reksa dana dapat memberikan imbal hasil lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi.”

    “Reksa dana terdiri dari beberapa jenis, ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat diinvestasikan secara berkala dan dapat dibeli atau dicairkan kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku di prospektus. Jadi reksa dana dapat digunakan sesuai dengan jangka waktu jenjang pendidikan tiap anak,” ujar Ayu lebih lanjut.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Ayu, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap. Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana saham SAM Indonesian Equity, dan SAM Sharia Equity Fund. Reksa dana campuran SAM Dana Berkembang Fund dan SAM Syariah Berimbang, dan reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera,” tambah Ayu.
    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta semangat untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.
    Dengan memahami dan menjadikan reksa dana sebagai suatu pilihan investasi sejak dini maka dana pendidikan anak dapat terencana dengan baik, sehingga orang tua tidak perlu merasa khawatir dengan masa depan pendidikan si buah hati di kemudian hari. Masa depan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita. Rencanakan mulai sekarang.
    Mengantarkan si kecil pertama kali masuk sekolah merupakan bagian dari langkah awal dalam mewujudkan cita-cita si buah hati. Karena pendidikan adalah salah satu modal masa depan, kebanyakan orang tua memimipikan untuk dapat menyediakan pendidikan terbaik untuk si buah hati dan tidak jarang berkorban apapun juga agar dapat menyekolahkan sampai ke jenjang yang tertinggi. Namun, biaya pendidikan yang berkualitas tiap tahun terus membubung tinggi, sekitar 10%-20% setiap tahunnya, membuat orang tua harus ekstra cermat dalam memastikan tersedianya dana pendidikan sejak jauh-jauh hari.

    Associate Director PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Ayu Widuri mengatakan “Untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, orang tua dapat mempertimbangkan untuk “menabung” reksa dana karena secara jangka panjang produk investasi reksa dana dapat memberikan imbal hasil lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi.”

    “Reksa dana terdiri dari beberapa jenis, ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat diinvestasikan secara berkala dan dapat dibeli atau dicairkan kapan saja sesuai ketentuan yang berlaku di prospektus. Jadi reksa dana dapat digunakan sesuai dengan jangka waktu jenjang pendidikan tiap anak,” ujar Ayu lebih lanjut.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Ayu, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap. Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana saham SAM Indonesian Equity, dan SAM Sharia Equity Fund. Reksa dana campuran SAM Dana Berkembang Fund dan SAM Syariah Berimbang, dan reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera,” tambah Ayu.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta semangat untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Dengan memahami dan menjadikan reksa dana sebagai suatu pilihan investasi sejak dini maka dana pendidikan anak dapat terencana dengan baik, sehingga orang tua tidak perlu merasa khawatir dengan masa depan pendidikan si buah hati di kemudian hari. Masa depan anak-anak kita adalah tanggung jawab kita. Rencanakan mulai sekarang.

    ***

    Artikel dimuat di Harian Kontan, 2 Mei 2016.

    Pendidikan - PrintAds SAM - Feb 2016 - Kontan

     

  • Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi Reksa Dana Syariah, Pilihan Menarik Instrumen Investasi

    Sejatinya reksa dana syariah memiliki prinsip yang sama dengan reksa dana konvensional dalam hal analisis dan prinsip kehati-hatian. Perbedaan paling dasar di antara keduanya terletak dalam pemilihan perusahaan yang akan digunakan dalam portofolio investasi. Perusahaan yang dapat dipilih dalam reksa dana berbasis syariah adalah perusahaan yang mengikuti prinsip syariah dan terdaftar dalam Daftar Efek Syariah (DES) karena tidak semua perusahaan dapat dipilih.

    Perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam DES pun akan ditinjau kembali setiap enam bulan sekali untuk memastikan perusahaan tersebut tetap mengikuti prinsip syariah. Dalam jangka waktu tersebut pula DES akan melakukan penyesuaian apabila ada perusahaan yang baru tercatat atau dihapuskan. Selain perusahaan, efek sukuk dan pasar uang syariah pun menjadi tempat untuk menanamkan investasinya.

    Hal ini membuat reksa dana syariah menarik untuk dijadikan divergensi portofolio investasi. Biasanya, ketika reksa dana konvensional dalam kondisi menurun, reksa dana syariah akan mengalami penguatan. Dengan demikian, investor akan selalu mendapatkan keuntungan di kondisi apapun. Walaupun tak menutup kemungkinan kedua reksa dana tersebut akan mengalami kenaikan dan penurunan pada saat yang bersamaan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen (SAM), Intan Syah Ichsan menyatakan reksadana syariah dapat memberikan imbal hasil yang menarik, sama seperti reksa dana konvensional. “Tak dapat dipungkiri dalam dua-tiga tahun terakhir ini kondisi reksa dana syariah sedang menurun. Hal ini disebabkan harga komoditas yang mengalami penurunan yang cukup signifikan. Walaupun demikian, kami optimis di tahun ini reksa dana syariah akan mengalami perbaikan,” ujar Ichsan.

    Optimisme ini berdasarkan pada keadaan domestik Indonesia yang membaik. Ichsan melihat pemerintah mulai solid dan tegas dalam membuat keputusan serta pendanaan infrastruktur yang mulai berjalan. Dengan demikian, confidence para investor pun mulai positif sehingga kondisi iklim investasi secara keseluruhan pun akan semakin membaik.

     Reksadana Syariah SAM

    SAM sebagai salah satu perusahaan manajemen investasi terbesar di Indonesia memiliki tiga produk yang dapat mewakili tiga karakter investasi seseorang, yaitu SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, dan SAM Sharia Equity Fund. Ketiga produk ini dibuat untuk memberikan kebebasan bagi para investor ataupun calon investor untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan mereka.

    Menurut Ichsan, antusiasme masyarakat ataupun institusi di Indonesia terhadap produk reksa dana syariah cukup tinggi. Tak hanya di kalangan yang beragama Islam, tetapi juga bagi semua kalangan agama. “Di SAM terlihat banyak institusi non-Islam menempatkan investasinya di reksa dana syariah. Terutama institusi yang mementingkan ethical aspect dalam pemilihannya. Perusahaan yang tergabung dalam DES sudah terbukti menjalankan perusahaan sesuai dengan moral dan etika serta governance yang lebih ketat,” tutur Ichsan.

    Oleh sebab itu, reksa dana syariah pun menjadi semakin menarik untuk dijadikan sebagai instrumen investasi. Apalagi penyertaan minimum investasinya pun terbilang rendah. Di SAM, cukup dengan Rp 250 ribu Anda sudah bisa berinvestasi. Menarik bukan?

    ***

    Artikel juga tayang di Harian Kontan, 30 Mar 2016, hal 12

    Haji - PrintAds SAM -  2016 - Kontan