Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 14 November 2019

    Indeks futures bursa Asia sebagian besar tercatat merah, indikasi indeks cenderung akan bergerak turun. Harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar, dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.080  s.d Rp.14.100 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Indonesia akan ajukan gugatan ke WTO terkait larangan Uni Erop (UE) terhadap penggunaan biofuel  dalam kebijakan RED II. Larangan ini bisa membuat sentimen negatif terhadap harga CPO yang saat ini sedang naik. Harga CPO saat ini dalam tren naik seiring dengan rencana Malaysia akan melakukan kebijakan B20 dan Indonesia akan menerapkan B30. Kebijakan ini bisa menjadi insentif untuk menaikkan produksi CPO di masa mendatang. 

    Inflasi AS tercatat 1,8% yoy, sedikit naik dari September yang sebesar 1,7% yoy. Angka inflasi yang relatif masih rendah dibandingan target the Fed 2%. Angka inflasi ini mendukung kemungkinan the Fed akan mempertahankan suku bunganya saat ini di level 1,75%. Survei Bloomberg mencatat 93% perkirakan the Fed akan pertahankan suku bunganya saat ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-14-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 12 November 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? dengan kecenderungan terkoreksi. Harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar, dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.070  s.d Rp.14.090 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Penerbitan SBN per 6 November telah lampuai pagu APBN. Penerbitan SBN neto tercatat sebesar Rp.439,03, naik dari pagu sebesar Rp.388,96 triliun. Begitupun dengan penerbitan SBN bruto naik menjadi Rp.896,59 triliun dari Rp.841,78 triliun. Naiknya penerbitan ini karena potensi melebarnya defisit APBN 2019 menjadi seebsar 2,2% dari PDB dari pagu (revisi kedua) 1,93% dari PDB. Dengan kebutuhan ini kemungkinan pemerintah masih akan memberikan imbal hasil yang menarik. 

    Ada potensi kesepakatan dagang kembali mundur. Presiden Trump membalas pernyataan pejabat China sebelumnya bahwa AS-Chian sepakati untuk mengurangi tariff. Presiden Trump menyebutkan AS tidak akan mencabut tariff.  Ada potensi kesepakatan ini gagal dicapai pada Desember 2019 ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-12-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 11 November 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks akan bergerak ?mixed? dengan kecenderungan terkoreksi. Harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar, dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.980  s.d Rp.14.010 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    NPI pada Q3-2019 tercatat defist US$46 juta, turun dibandingkan Q2-2019 yang mencatat defisit sebesar US$2 miliar. Perbaikan tersebut karena turunnya defisit transaksi berjalan menjadi US$7,7 miliar, dan diimbangi dengan surplus transaksi modal dan finansial yang sebesar US$7,6 miliar. BI perkirakan NPI akan membaik didukung dengan potensi terjaganya defisit transaksi berjalan terjaga di kisaran 2,55-3% dari PDB. 

    Harga konsumen (CPI) di China untuk bulan Oktober tercatat inflasi sebesar 3,8% – inflasi tertinggi sejak Januari 2012, sedangkan harga produsen (PPI) tercatat deflasi 1,6% yoy ? terendah dalam tiga (3) tahun terakhir. Turunnya PPI menjadi indikasi melemahnya kegiatan usaha. Berkurangnya produksi membuat harga konsumen naik. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-11-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 9 November 2019

    Hampir semua indeks futures di bursa Asia tercatat ?hijau? indikasi naiknya indeks di bursa Asia hari ini ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini, tetapi rupiah dibuka melemah pagi ini yang kemungkinan berlanjut hingga akhir perdagangan hari ini menuju kisaran antara Rp.14.000  s.d Rp.14.030 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Posisi cadev BI per Oktober 2019 tercatat sebesar US$126,7 miliar, naik dari psosisi September 2019 sebesar US$124,3 miliar. Kenaikan ini sebagian besar berasal dari penerbitan obligasi global pemerintah. Posisi ini snagat aman, mencapai 7,1 bulan impor dan pembayaran utang pemerintah, jauh diatas standar keculupan internasional 3 bulan. Posisi ini sangat membantu mendukung penguatan rupiah, dan stabilitas rupiah ke depan di tengah permintaan valas US dolar yang biasanya meningkat menjelang akhir tahun. 

    Sentimen pasar global kompak positif memfaktorkan pernyataan Beijing bahwa kedua negara  berkoordinasi untuk menurunkan tarif pada saat yang bersamaan dengan nilai yang sama. Pernyataan ini memberikan optimisme fase satu ini akan ditandatangani pada bulan Desember mendatang. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-8-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Haian Kamis 7 November 2019

    Sebagian besar indeks futures d bursa Asia tercatat ?hijau?, yang bisa menjadi indikasi naiknya indeks di bursa Asia hari ini walaupun indeks di bursa global ditutup bervariasi semalam. Harga minyak mentah dibuka naik pagi ini.Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.970  s.d Rp.14.000 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Keyakinan konsumen untuk Oktober 2019 tercatat 118,4, turun dari 121,8 pada September. DUa indeks pembentuk IKK yaitu IKE dan IEK juga tercatat turun di semua komponen pembentuknya. Penurunan juga terlihat pada penjualan eceran untuk bulan September, dan PMI untuk bulan Oktober. Kemungkinan ada perbaikan sentimen pada bulan November dan Desember karena faktor musiman. 

    Penandatangan perjanjian dagang AS-China kemungkinan diundurkan ke Desember 2019. Kemungkinan mundur ini menjadi indikasi ada potensi penundaan dan bahkan mungkin tidak terjadi kesepakatan. Harga minyak mentah turun 1,6% kemarin. Investor masih fokus pada apakah kesepakatan  akan ditandatangi. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-7–November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 5 November 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini mengikuti naiknya indeks di semua bursa global semalam terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ?hijau? dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.020  s.d Rp.14.04kl0 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Survei IHS Markit Indonesia untuk sektor manufaktur Indonesia pada bulan Oktober 2019 tercatat kontraksi 47,7, memburuk dari kontraksi sebelumnya 49,1 pada September. Penurunan ini sudah terjadi sejak Juli lalu. Penurunan ini diantaranya karena turunnya permintaan konsumen. Penurunan ini membawa implikasi turunnya permintaan bahan baku dan penggunaan tenaga kerja. Kemungkinan kegiatan usaha membaik pada bulan November sebagai faktor musiman menjelang akhir tahun tetapi belum akan kembali ke level diatas 50.

    Investor memfaktorkan tercapainya kesepakatan dagang AS-China pada 15-16 November ini. Indeks di bursa AS mencetak rekor tertingginya, dan spread imbal hasil antara 10T dan 2T melebar sebagai indikasi kekawatiran terhadap resesi ekonomi AS menurun.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-5-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 4 November 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini mengikuti naiknya indeks di semua bursa global akhir pekan lalu terlihat dari indeks futuresnya yang hampir semuanya ?hijau? walaupun harga minyak mentah yang dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen dan HK dolar, dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.040  s.d Rp.14.060 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Inflasi bulan Oktober 2019 tercatat 0,02% mom atau 3,13% yoy. Inflasi yang rendah ini terutama berasal dari deflasi pada kelompok pengeluaran Bahan Makanan dan Trasnportasi, Komuikasi, dan Jasa Keuangan. Deflasi pada Bahan Makanan terutama karena turunnya harga cabe merah dan telor. Secara kumulatif dari Januari s.d Oktober tercatat 2,22% ytd. Tersisa dua bulan hingga akhir tahun 2019, tampaknya infasi masih terjaga dibawah 3,3% walaupun pada dua bulan terakhir biasanya inflasi cukup tinggi. 

    Arab Saudi sinyalkan setujui IPO Aramco. Kemungkinan Aramco akan menjual 1%-2% sahamnya kepada publik dengan nilai US$20 miliar s.d US$40 miliar. Per September, penerimaan bersih Aramco mencapai US$68 miliar. IPO ini bisa membuat harga minyak mentah naik. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-4-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 1 November 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia dibuka ?merah?, indikasi indeks di bursa Asia akan terkoreksi mengikuti sentimen turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen, HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah, tetapi kemungkinan rupiah akan melemah secara teknikal menuju kisaran antara Rp.14.050  s.d Rp.14.070 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Uang beredar dalam arti luas (M2) pada September tumbuh 7,1% yoy, melambat dari Agustus 2019 yang sebesar 7,3% yoy. Perlambatan tersebut karena melambatnya uang kuasi (M1) yang berasal dari simpanan berjangka dan giro dalam valuta asing. Penghimpunan DPK juga melambat menjadi 7,1% yoy, dari 7,3% yoy. Alhasil penyaluran kredit perbankan juga melambat menjadi 8% yoy, dari 8,7% yoy. Melambatnya pertumbuhan M2 ini memberi indikasi melambatnya pertumbuhan ekonomi pada Q3-2019 yang bisa dibawah 5% yoy. 

    Pelaku pasar kembali pesimis dengan beberapa ketidakpastian, yaitu: 1). Mixed signal dari the Fed terkait kebijakan suku bunganya; 2). Potensi impeachment terhadap Presiden Trump yang semakin besar; 3). Penandatanganan kesepakatan dagang. Kendati data consumer spending masih tumbuh 0,2% yoy. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-1-November-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 30 Oktoebr 2019

    Indeks futures bursa Asia dibuka bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ?mixed? hari ini. Harga minyak menath dibuka bervariasi pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.040  s.d Rp.14.070 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    Penyaluran pinjaman fintech mengalami peningkatan pesat. Data OJK mencatat nilai pinjaman per September mencapai Rp.60,41 triliun, dibandingkan perbankan, yang mencapai Rp.5.490,5 triliun, dengan pertumbuhan kredit yang sangat tinggi sebesar 166,51% ytd sampai bulan September 2019, dibandingkan perbankan yang mencapai  3,16% ytd per Agustus 2019. Sedangkan kredit bermasalah tercatat 2,89% dibandingkan perbankan sebesar 2,59%. Ke depan perkembangan pinjaman fintech ini masih akan berkembang. 

    Gubernur BI sampaikan proyeksi ekonomi Indonesia 2019 sebesar 5,05% dengan deviasi hingga 5,1%. Proyeksi ini turun dari sebelumnya 5%-5,4%. Proyeksi turun ini mempertimbangkan ketidakpastian ekonomi global. Beberapa badan dunia lain juga perkirakan ekonomi Indonesia tumbuh sekitar 5% tahun 2019 ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-30-Oktober-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 29 Oktober 2019

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau?, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini, ditambah sentimen indeks di bursa global yang hampir semuanya naik semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Sementara mata uang kuat Asia yen HK dolar, dan Sin dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.14.030  s.d Rp.14.050 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

    BKPM dan para pengusaha nikel sepakat untuk mempercepat penghentian ekspor nikel mentah pada Selasa ini (29/10) dari rencana semula 1 Januari 2020. Pertemuan tersebut juga menyepakati 3 hal, namun pelaku usaha masih menunggu tata niaga perdagangan nikel dalam negeri termasuk pemberian sanksi tegas untuk perusahaan yang tidak mengikuti harga patokan mineral (HPM).  Keputusan penghentian ini akan membuat harga nikel naik. Indonesia merupakan salah satu eksportir nikel dunia. 

    Sentimen pelaku pasar global positif terhadap kemungkinan kesepakatan dagang AS-China, penundaan tarif 25% yang akan berakhir pada 28 Desember mendatang, dan kemungkinan the Fed turunkan suku bunganya. Sentimen positif ini kemungkinan diikuti oleh bursa Asia hari ini. 

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-29-Oktober-2019.pdf