Samuel Aset Manajemen

Category: Ulasan Ekonomi

Ulasan Ekonomi

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 21 April 2017

    Hampir semua indeks di bursa Asia tercatat positif, indikasi indeks di bursa Asia akan naik ditambah dengan sentimen kenaikan indeks di bursa global semalam. Sementara mata uang Asia utama pagi ini dibuka mixed terhadap USDolar, dan kemungkinan rupiah akan cenderung melemah menuju kisaran antara Rp.13.325 s.d Rp.13.335  per USD.

     

    BI putuskan suku bunga acuan 7DRR bertahan di 4,75%, deposit facility tetap di 4% dan lending facility tetap di 5,5%. Keputusan BI ini dengan mempertimbangkan risiko global dan domestik. Dari domestik terutama karena masih berlanjutnya konsolidasi korporasi dan perbankan yang menyebabkan belum optimalnya dampak stimulus perekonomian. Kami perkirakan BI akan menaikkan suku bunganya apda semester ke-2 tahun ini dengan pertimbangan rencana the Fed turunkan posisi neracanya.

     

    The Fed sosialisasikan rencana penurunan neracanya dengan pelaku pasar terutama pasar obligasi. Bahkan the Fed New York juga melakukan survey untuk mengukur ekspektasi pelaku pasar mengenai besaran normalisasi yang diperkirakan.  Dalam notulensi pertemuan Maret 2017 lalu, the Fed mensinyalkan akan melakukan normalisasi ini secara bertahap dan terukur yang akan dilakukan disekitar akhir tahun ini.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-21-April-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 20 April 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat mixed, indikasi indeks di bursa Asia akan bervariasi hari ini ditambah dengan sentimen turunnya harga minyak mentah. Sebagian besar mata uang Asia utama dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.320 s.d Rp.13.330  per USD.

     

    Putaran kedua Pilkada DKI Jakarta kemarin (Rabu, 19/4) menghasilkan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur baru DKI Jakarta. DKI Jakarta merupakan kekuatan ekonomi nasional dengan lebih dari 70% peredaran uang beredar di Jakarta. Perekonomian Jakarta terutama ditunjang oleh s ektor perdagangan, jasa, properti, industri kreatif, dan keuangan.

     

    Ekspor Jepang Maret 2017 naik 12% yoy, diatas ekspektasi konsensus 6,7% yoy. Ekspor ini menyumbang sekitar 17% dari PDB Jepang dengan negara mitra dagang utama adalah Amerika Serikat, China, Korea Selatan, dan Taiwan. Meningkatnya ekspor Jepang ini sebagai indikasi membaiknya permintaan dari negara mitra dagang, terutama pada ekonomi AS dan China. Penguatan ekonomi AS dan China ini juga indikasi perbaikan ekonomi global.  

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-20-April-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 18 April 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat hijau, indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terbantu dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pada pagi ini. Namun sebagian besar mata uang Asia utama dibuka melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.290 s.d Rp.13.300  per USD.

     

    Kinerja neraca perdagangan pada Maret 2017 ini tercatat surplus sebesar US$1,23 miliar, dan secara kumulatif Januari-Maret 2017 (Q1-2017) tercatat sebesar US$3,93 miliar, diatas surplus Q1-2016 sebesar US$1,66 miliar
    . Membaiknya kinerja ini tertolong dengan nilai ekspor yang naik karena harga dan volume sebagai indikasi naiknya permintaan global. Namun pada kinerja impor sebaliknya, kendati nilai impornya naik tetapi kenaikan ini lebih karena harga sedangkan volume impor turun yang artinya permintaan dalam negeri masih melemah pada Q1-2017 ini dibandingkan Q1-2016.

     

    Ekonomi Tiongkok pada Q1-2017 tercatat naik sebesar 6,9% yoy, diatas pertumbuhan pada Q1-2016 sebesar 6,8% yoy. Kenaikan ini didukung dengan naiknya output di sektor industri, penjualan ritel, dan investasi pemerintah. Perbaikan ekonomi Tiongkok ini menjadi sinyal positif ekonomi global. Perbaikan ini juga mengkonfirmasi meningkatnya ekspor Indonesia ke Tiongkok. 

     

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-18-April-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 17 April 2017

    Ada potensi koreksi indeks di bursa Asia berlanjut turun hari ini walaupun indeks futures bursa Asia tercatat mixed karena terbawa sentimen negatif dari bursa global yang kompak turun. Pagi ini mata uang Asia utama dibuka melemah yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah, menuju kisaran antara Rp.13.280 s.d Rp.13.290  per USD.
     
    Bank Dunia proyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh rata-rata 5,3% antara tahun 2017-2019
    . Proyeksi ini dengan mempertimbangkan fundaemtnal yang kuat, defisit transaksi berjalan yang rendah  dan defisit fiskal yang konservatif di tengah tantangan eksternal terkait dengan kebijakan moneter di AS dan perlambatan ekonomi China, dan tantangan domestic terkait dengan peningkatan inflasi dan penerimaan negara yang lemah. Untuk tahun 2017, Bank Dunia perkiraka ekonomi Indonesia tumbuh 5,2%.
     
    Investor akan fokus pada pemilihan Presiden Perancis pada 23 April mendatang yang bisa dianggap mengkawatirkan dan bisa menjadi risiko eksternal seiring dengan kemungkinan kemenangan partai Front nasional Perancis yang beraliran kanan dan ultra nasionalis yang dipimpin oleh Marine Le Pen.  Le Pen relatif popluer di tengah dua kandidat lainnya yang terkena skandal. Diperkirakan sekitar 30% dari 45,7 juta pemilih akan abstain.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-17-April-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 13 April 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah sebagai indikasi potensi koreksi di bursa Asia hari ini ditambah dengan sentimen negatif dari harga minyak mentah yang pagi ini dibuka turun. Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.260 s.d Rp.13.270  per USD karena efek pernyataan Presiden Trump.

     

    Menkeu perkirakan ekonomi 2017 bisa tumbuh 5,2%, diatas asumsi APBN 2017 sebesar 5,1%, dengan dorongan pertumbuhan dari  konsumsi rumah tangga 5% yoy, pengeluaran pemerintah 4,8% yoy, investasi tumbuh 6,1% yoy. Kekuatan ekonomi masih mengandalkan konsumsi rumah tangga. Sementara SAM perkirakan pertumbuhan ekonomi 2017 di kisaran 4,92% yoy s.d 5,15% yoy.

     

    Presiden Trump dalam wawancaranya dengan Wall Street Journal mengatakan ‘dollar is getting too strong’ dan menarik label China sebagai negara yang memanipulasi mata uang.’ Pernyataan ini mengindikasikan kebijakan perdagangan Trump khususnya dengan China tidak sekeras pernyataan Trump dalam kampanyenya. Pernyataan ini membuat indeks Dow terkoreksi dan Bloomberg USDolar Indeks melemah. Dampaknya yen semakin menguat.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-13-April-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 April 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan terkoreksi terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘merah’ tetapi naiknya harga minyak mentah bisa membuat indeks berbalik menguat. Kenaikan ini kemungkinan rupiah juga terbantu menguat menuju kisaran antara Rp.13.270 s.d Rp.13.275  per USD.
     
    Hasil SKDU BI untuk Q1-2017 mencatatkan kenaikan SBT sebesar 4,8%, lebih tinggi dibandingkan kenaikan SBT pada Q4-2016 sebesar 3,13%. Namun sektor industri pengolahan tercatat turun. Penurunan ini terkait dengan hasil Survei  Penjualan Ecerean (SPE) BI yang mencatat penurunan penjualan pada Januari dan Februari, walaupun Maret diperkirakan naik. SKDU mencatat untuk Q2-2017 diperkirakan SBT naik 25,26% terkait dengan faktor musiman puasa-lebaran-mudik-tahun ajaran baru.

     
    Mata uang yen mencatatkan penguatan dan menembus dibawah 110 per USD, tertinggi sejak November 2016. Mata uang yen menjadi pilihan diantara mata uang kuat G10 lainnya di tengah meningkatnya ekskalasi geoploitik di Asia Timur dan Timur Tengah. Harga minyak mentah naik dan USDolar melemah. Penguatan yen membuat rupiah terbawa menguat.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-12-April-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 10 April 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat naik sebagai indikasi indeks di bursa Asia akan naika pada hari ini terbantu dengan ekspektasi naiknya harga minyak mentah seiring dengan ketegangan di Suriah yang meningkat. Kemungkinan rupiah juga terbantu menguat menuju kisaran antara Rp.13.315 s.d Rp.13.320  per USD.
     
    Posisi cadev Maret tercatat sebesar US$121,8 miliar, tertinggi kedua setelah Agustus 2011 sebesar US$124,6 miliar. Terdapat kenaikan sebesar US$1,7 miliar dibandingkan posisi Februari 2017. Kenaikan terbantu dengan penerbitan obligasi sukuk global sebesar US$3 miliar. Posisi cadev ini mestinya bisa menguatkan nilai tukar rupiah. Sebagai perbandingan pada Agustus 2011, nilai tukar rupiah tercatat seebsar Rp.8.534 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     
    Pertemuan dua pemimpin Donald Trump dari AS dan XI Jinping dari China pada 6-7 April di Florida, AS berakhir tanpa kesepakatan resmi terkait dengan kebijakang perdagangan dan ketegangan politik terkait Korea Utara. Pertemuan ini bersifat penjajagan yang akan dilanjutkan di tingkat menteri dari kedua negara. Dit ahun 2016, AS mengalami defisit neraca perdagangan dengan China sebesar US$347 miliar.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-10-April-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 7 April 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat mixed sebagai indikasi indeks di bursa Asia hari ini akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen kenaikan indeks di bursa global semalam. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia utama dibuka melemah terhadap USDolar, yang bisa membuat sentimen pelemahan menuju kisaran antara Rp.13.325 s.d Rp.13.335 per USD.
     
    Indeks keyakinan konsumen (IKK) pada survei Februari mencatatkan kenaikan ke level 117,3 dibandingkan 115,3 pada Januari 2017, dan kemungkinan berlanjut pada bulan Maret 2017 menjadi 121,5. Kenaikan IKK dibentuk oleh kenaikan IKE dan IEK. Namun komponen ketersediaan lapangan kerja pada IKE masih dibawah level 100 yang artinya masih pesimis. Di sisi lain, kenaikan IKK belum terkonfirmasi dengan penjualan ritel yang masih melambat. Konsumen memperkirakan harga untuk 3 bulan mendatang akan naik karena adanya faktor musiman dan harga untuk 6 bulan mendatang akan turun.

     
    Jobless claims di AS untuk minggu ke-1 April tercatat turun 25.000 menjadi 234.000, dari sebelumnya naik pada Januari dan Februari. Penurunan ini sebagai indikasi penguatan kondisi pasar tenaga kerja di AS yang bisa membuat the Fed masih akan naikkan suku bunganya dengan indikasi meningkat menjadi 2-3 kali lagi di tahun 2017.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 6 April 2017

    Kemungkinan indeks di bursa Asia hari  ini akan bergerak bervariasi terlihat dari indeks futures bursa Asia yang mixed tetapi dengan kecenderungan turun terbawa sentimen turunnya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mnetah yang pagi ini dibuka turun. Kemungkinan rupiah berpotensi melemah menuju kisaran antara Rp.13.325 s.d Rp.13.335 per USD.
     
    Data OJK per Februari 2017 mencatat beberapa kinerja perbankan masih baik, diantaranya NPL sebesar 3,16% naik dari 3,09% pada Januari 2017. LDR sebesar 89,12% masih dibawah batas maksimum 92%. NPL yang naik dan LDR yang masih dibawah batas menunjukkan bank masih belum menyalurkan kreditnya. Data BI mencatat pertumbuhan kredit per Februari masih single digit yaitu 8,4%. Sementara itu kinerja 10 bank besar mencatat pertumbuhan aset sebesar 12% yoy dan laba sebesar 11,96% yoy.

     
    The Fed sinyalkan akan mengurangi posisi neracanya yang saat ini mencapai US$4,5 triliun. Kebijakan the Fed naikkan suku bunganya diikuti dengan menurunnya jumlah aset (kebijakan moneter kontraksi) ini berpotensi menaikkan imbal hasil obligasi. Sejak 2008 lalu, posisi neraca the Fed memcatatkan kenaikan hampir sebesar US$3,5 triliun terutama dalam bentuk obligasi. Naiknya imbal hasil obligasi di AS akan menaikkan imbal hasil obligasi di EMs.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828  

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-6-April-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 5 April 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang ‘hijau’, ditambah sentimen positif naiknya bursa global semalam, dan harga minyak mentah yang pagi ini dibuka naik. Kenaikan ini mestinya membantu penguatan rupiah tetapi mata uang Asia utama pagi ini dibuka melemah terhadap USDolar. Kemungkinan rupiah bergerak mixed antara Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD.
     
    Presiden Joko Widodo memerintahkan K/L untuk melakukan penghematan belanja barang di tahun 2017 dan 2018 tidak melebihi realisasi belanja barang di tahun 2016 yaitu sebesar Rp257,7 triliun, padahal di APBN 2017 pagu belanja barang sebesar Rp.292,2 triliun. Penghematan ini akan direalokasikan menjadi belanja modal terutama untuk proyek infrastruktur. Dalam jangka menengah-panjang realokasi ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi, namun dalam jangka pendek berisiko mengurangi konsumsi pemerintah yang bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi.

     
    Defisit neraca perdagangan AS menurun menjadi US$43,6 miliar dari Januari sebesar defisit US$48,2 miliar. Ekspor naik 0,2% mom sedangkan impor turun 1,8% mom. Perbaikan ini diantaranya karena melemahnya mata uang USDolar. Perbaikan ini menjadi indikasi awal dari membaiknya permintaan global.

     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-5-April–2017.pdf