Samuel Aset Manajemen

Category: Uncategorized

  • Pembagian Hasil Investasi (“PHI”) pada Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S – Q3 (September) 2025

    Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak/Ibu yang selama ini telah memberikan kepercayaan kepada PT Samuel Aset Manajemen untuk mengelola dana Bapak/Ibu melalui Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA

    Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM OBLIGASI OPTIMA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama 3 bulan terakhir kepada Pemegang Unit Penyertaan Kelas S
    2. PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau non-tunai berupa Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan kelas S sebagaimana yang dimuat dalam prospektus Reksadana.
    3. Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date minimal Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah) akan menerima PHI secara tunai, sementara untuk Pemegang Unit Penyertaan Kelas S dengan nilai investasi saat cum date lebih rendah dari jumlah tersebut akan memperoleh PHI secara non-tunai berupa tambahan unit penyertaan.
    4. Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 30 September 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal: 1 Oktober 2025
    5. Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 2 Oktober 2025.
    6. Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
    7. Harga Nilai Aktiva Bersih (NAB) per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
    8. Perkiraan PHI yang dibagikan kepada seluruh Pemegang Unit Penyertaan Kelas S adalah sekitar Rp500.000.000,- (lima ratus juta Rupiah).*)

    *) sebagai ilustrasi bila menggunakan informasi NAB SAM Obligasi Optima Kelas S per 26 September 2025 maka Nilai PHI yang dibagikan tersebut mendekati 1,4 % NAB SAM OBLIGASI OPTIMA Kelas S atau Rp14,5 per unit.

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].

  • Pembagian Hasil Investasi (“PHI”) pada Reksa Dana SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA – Maret 2025

    Sehubungan dengan pengelolaan Reksa Dana SAM SUKUK SYARIAH SEJAHTERA (“Reksadana”), kami sampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi akan melakukan Pembagian Hasil Investasi (PHI) yang berasal dari sebagian hasil investasi yang dibukukan oleh Reksadana selama periode 3 bulan terakhir.
    2. PHI tersebut dilakukan dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan kepada Pemegang Unit Penyertaan.
    3. PHI dengan nilai minimal Rp1.000.000 (satu juta rupiah) dibagikan ke nasabah secara tunai dan PHI yang lebih rendah dari nilai tersebut dibagikan dalam bentuk tambahan Unit Penyertaan.
    4. Manajer Investasi akan menetapkan Cum Date PHI pada tanggal: 27 Maret 2025 dan Ex-date PHI pada tanggal: 8 April 2025
    5. Pembayaran PHI dalam bentuk tunai atau Unit Penyertaan akan dilakukan pada tanggal: 9 April 2025.
    6. Biaya transaksi yang timbul atas pembayaran PHI menjadi beban Pemegang Unit Penyertaan.
    7. Harga NAV per unit akan terkoreksi sebesar nilai PHI per unit yang dibagikan kepada Pemegang Unit Penyertaan.*
    8. Perkiraan PHI yang dibagikan adalah sekitar Rp615.000.000,- (enam ratus lima belas juta rupiah) untuk seluruh Pemegang Unit Penyertaan SAM Sukuk Syariah Sejahtera.*

    *) sebagai ilustrasi bila nilai total PHI sebagaimana disebutkan di atas dibagikan dengan menggunakan informasi NAB SAM Sukuk Syariah Sejahtera tanggal 25 Maret 2025 maka setiap Pemegang Unit Penyertaan akan menerima PHI sekitar Rp32,2 per unit. Harga NAB per unit akan terkoreksi sebesar PHI per unit yang dibagikan tersebut atau sekitar -1,3%. Nilai PHI per unit penyertaan dapat berubah sesuai dengan jumlah Unit Penyertaan saat Cum Date.

    Demikian informasi ini kami sampaikan. Jika Bapak/Ibu memerlukan penjelasan lebih lanjut, dapat menghubungi narahubung PT Samuel Aset Manajemen atau melalui nomor telepon (021) 28548800 dan email [email protected].

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 27 November 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak bervariasi pada hari Jumat, (24/11). Dow dan S&P 500 terapresiasi masing – masing sebesar 0.33% dan 0.06%, Nasdaq terdepresiasi sebesar -0.11%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 0.06% dan 0.33%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,532. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.17% dan 0.08% diperdagangkan pada level US$ 80.62 dan US$ 75.61 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan meningkat sebesar 0.43%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 0.26%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.16%, -0.21% dan -0.29%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    China kemungkinan akan menunggu hingga awal tahun depan untuk menurunkan suku bunga kebijakan untuk mendukung perekonomian.  Perkiraan tersebut berdasarkan dari survei terbaru Bloomberg, meskipun bentuk-bentuk pelonggaran lain sebelum akhir tahun ini melalui pemangkasan suku bunga jangka pendek atau rasio cadangan masih memungkinkan. Menurut survei tersebut, responden menyatakan bahwa mereka memperkirakan suku bunga fasilitas pinjaman jangka menengah satu tahun China tetap pada level 2,5% pada akhir 2023, dibandingkan dengan perkiraan median sebelumnya yang mencakup pemangkasan sebanyak 5 basis poin. Pemangkasan kemungkinan besar akan terjadi pada kuartal I/2024. Sebanyak 12 dari 20 ekonom memperkirakan bank sentral China atau PBOC menurunkan suku bunga pinjaman satu tahun sebesar 5 bps atau lebih. (Bisnis)

    Kementerian Keuangan mencatat realisasi pembiayaan melalui penerbitan utang mencapai Rp203,6 triliun hingga Oktober 2023. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa realisasi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang target awal yang sebesar Rp696,3 triliun. Dibandingkan dengan realisasi per Oktober 2022 yang mencapai Rp507,3 triliun, realisasi pembiayaan utang pada tahun ini juga jauh lebih rendah, atau mengalami penurunan sebesar 59,9%. Jika dirincikan, realisasi penerbitan SBN hingga Oktober 2023 baru mencapai Rp185,4 triliun, dari target APBN sebesar Rp712,9 triliun. Realisasi ini juga lebih rendah atau turun 62,9% secara tahunan. (Bisnis)

    Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing yang masuk ke pasar keuangan domestik senilai Rp 7,03 triliun pada 20-23 November 2023. Kepala Dewan Komunikasi BI Erwin Haryono merinci, aliran modal asing masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 1,59 triliun, melalui pasar saham sebesar Rp 300 miliar. Pada saat yang sama aliran modal asing juga masuk melalui instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 5,13 triliun. Secara kumulatif dari 1 Januari sampai dengan 23 November 2023 transaksi yang terjadi adalah nonresiden beli neto Rp 62,54 triliun di pasar SBN, jual neto Rp 17,77 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp 27,14 triliun melalui SRBI. (Investor)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—27-November-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 15 Agustus 2023

    Kilas Pasar

    Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Senin (14/8). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.07%, 0.58%, dan 1.05%. Dari Eropa, indeks bergerak bervariasi. FTSE 100 terdepresiasi sebesar -0.23% dan STOXX600 terapresiasi sebesar 0.15%.

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,350. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak menguat masing-masing sebesar 0.14% dan 0.08% diperdagangkan pada level US$ 86.33 dan US$ 82.56 per barel.

    Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan terdepresiasi sebesar -0.79%, NIKKEI Jepang bertumbuh sebesar 0.82%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak menguat pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.01%, 0.11%, dan 0.20%.

    Isu Ekonomi dan Pasar

    Bank Sentral Amerika Serikat (AS) diperkirakan baru menurunkan suku bunga acuan pada pertengahan tahun depan. Ekonom Goldman Sachs Group memprediksi bahwa tingkat suku bunga mulai diturunkan pada akhir Juni 2024 mendatang, dan terjadi secara bertahap setiap kuartal. Goldman Sachs memprediksi bahwa rapat FOMC tidak akan mengubah posisi bunga di rapat bulan berikutnya. Diprediksi angka inflasi inti sudah melambat pada November 2023. (Kontan)

    Rupiah menunjukkan tanda-tanda pelemahan pada penutupan perdagangan Senin (14/08) sebesar 0,63 persen atau 96 poin menjadi Rp 15.315 per dolar AS dari sebelumnya Rp 15.219 per dolar AS. Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan tersebut terjadi karena dipengaruhi permintaan dolar Amerika Serikat (AS) yang semakin diminati setelah rilis indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS meningkat. Tidak hanya itu, Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra juga berpendapat bahwa rupiah berpotensi melemah terhadap dolar AS seiring kenaikan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang dipicu  oleh penurunan peringkat utang AS serta risiko kenaikan inflasi.  (Investor)

    Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan bahwa kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) berpotensi menambah retensi devisa hingga sekitar US$ 60 miliar. Bila menilik data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian ekspor pada sepanjang tahun lalu sebesar US$ 291,98 miliar atau bila dibulatkan sekitar US$ 292 miliar sehingga apabila angka ekspor diasumsikan tidak berubah pada tahun ini, maka diperkirakan tetap menambah retensi devisa hingga US$60 miliar meskipun pertumbuhan ekspor saat ini makin melambat seiring dengan koreksi harga komoditas global. (Kontan)

    Best Regards,

    SAM Investment

    SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—15-Agustus-2023.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 14 Januari 2020

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ?hijau?,  indikasi indeks di bursa Asia hari ini naik terbawa naiknya indeks di bursa AS semalam walaupun harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka melemah terhadap US dolar, yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.700  s.d Rp.13.750 per USD  (kurs tengah Bloomberg).                         

    SKDU pada Q4-2019 tercatat dengan nilai SBT sebesar 7,79, turun dari Q3-2019 yang sebesar 13,39. Penurunan ini biasa terjadi pada triwulan ke-4, namun naik dibandingkan Q4-2018 yang sebesar 6,19. Hanya saja kapasitas utilisasi pada Q4-2019 turun dibandingkan Q4-2018. Pengunaan tenaga kerja dan PMI juga turun walaupun masih diatas 50. Untuk Q1-2020, SBT ini diperkirakan naik mencapai 10,7, lebih tinggi dibandingkan Q1-2019 yang mencapai 8,65. Hampir semua sektor naik kecuali sektor konstruksi turun. 

    India setop pembelian CPO dari Malaysia setelah PM Mahathir mengkritik tindakan India di Kashmir dan UU Kewarganegaraan India yang baru. Untuk sementara harga CPO bisa naik karena turunnya permintaan yang berdampak pada turunnya suplai dari Malaysia.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN 

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia 

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-14-Januari-2020.pdf

  • Hello world!

    Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start writing!