Samuel Aset Manajemen

Author: samadmin

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 21 Juli 2017

    Ada potensi indeks di sebagian besar bursa Asia akan naik hari ini terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah pagi ini. Untuk rupiah kemungkinan melemah terbawa sentimen pelemahan sebagian besar mata uang Asia kuat  terhadap USDolar pagi ini, menuju kisaran antara Rp.13.340 s.d Rp.13.350 per USD.

     

    BI tetapkan suku bunga acuan 7DRR tetap 4,75%, deposit facility tetap sebesar 4%, dan lending facility tetap sebesar 5,5%. Keputusan ini dengan mempertimbangkan stabilitas makroekonomi dan mendorong proses pemulihan ekonomi domestik. BI melihat proses pemulihan tidak sekuat sebelumnya karena perlambatan konsumsi meski ada peningkatan investasi. Kami perkirakan 7DRR bisa bertahan di 4,75% hingga akhir tahun jika the Fed tidak agresif menaikkan suku bunganya.

     

    Sebagaimana diperkirakan ECB dan BoJ memutuskan tetap mempertahankan suku bunga acuannya dan stimulus moneter untuk mendorong perekonomian melalui pembelian obligasi. Untuk ECB stimulus moneter sebesar 60 miliar per bulan diperpanjang hingga Desember 2017 dan bahkan bisa berlanjut jika diperlukan. Sementara BoJ mempertahankan stimulus senilai 80 triliun yen setiap tahunnya dan merevisi target inflasi 2% dari sebelumnya di tahun 2017-2018 menjadi 2018-2019.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-21-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 20 Juli 2017

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang ‘hijau’ ditambah sentimen penguatan indeks di bursa global semalam. Kemungkinan rupiah akan menguat dengan sentimen positif investor terhadap pertemuan ECB dan BoJ pada hari ini. Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.320 per USD.

     

    Keuntungan dua bank BUMN pada semester 1 2017 mencatat kenaikan yang signifikan, dan menjadi titik balik dari titik terendahnya di semester1-2016 lalu. Perbaikan kinerja kedua bank ini bisa menjadi indikasi proses konsolidasi sektor perbankan sudah selesai dan bank bisa fokus dalam memberikan kredit yang lebih agresif di semester 2-2017 nanti. Hasil survei Perbankan BI mencatat untuk triwulan ke-3 ada peningkatan permintaan kredit baru yang akan direspon bank dengan memberikan kelonggaran kredit seiring dengan membaiknya likuiditas.

     

    Investor menanti hasil pertemuan ECB dan BoJ hari Kamis ini, dengan ekspektasi kedua bank sentral tersebut tidak meubah kebijakan moneter longgarnya saat ini. Ekspektasi ini membuat euro dan yen menguat terhadap USDollar, diikuti dengan indeks di bursa global yang kompak naik semalam. 

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-20-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 19 Juli 2017

    Ada potensi sebagian besar indeks di bursa Asia akan terkoreksi pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang merah dan terbawa sentimen koreksi indeks di sebagian besar bursa global semalam walaupun pagi ini harga minyak mentah dibuka naik. Rupiah kemungkinan melemah setelah tiga hari berturut-turut menguat, menuju kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.320 per USD.

     

    Subsidi energi untuk RAPBNP 2017 disepakati bertambah menjadi Rp.101,2 triliun, dari pagu awal Rp.77,3 triliun. Kenaikan tersebut diberikan untuk subsidi BBM (termasuk gas) dan listrik. Pada Juni lalu pemerintah umumkan tidak menaikkan harga BBM dan gas, namun subsidi untuk pengguna listrik 900VA dicabut pada Januari s.d Mei 2017 lalu. Kenaikan subsidi ini untuk menaikkan daya beli masyarakat yang masih lemah, namun dikritisi sebagai tidak konsistennya rencana pemerintah untuk mengurangi subsidi dan me-realokasi subsidi ke pengeluaran yang produktif.

     

    Kepemilikan China pada US T-Bond mencatatkan kenaikan dalam 4 bulan terakhir menjadi US$1,1 triliun, sedikit dibawah posisi Jepang yang mencapai US$1,11 triliun. Jepang dan China mencapai sepertiga dari total US T-Bond yang dimiliki asing sebesar US$6,12 triliun. Total aliran dana yang masuk ke obligasi AS tercatat sebesar US$132,6 miliar ytd di tengah isu naiknya suku bunga the Fed.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-19-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 18 Juli 2017

    Kemungkinan bursa Asia akan mixed pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang bervariasi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen naiknya harga minyak mentah. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa  menjadi sentimen positif penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.320 per USD.
     
    Neraca perdagangan Juni tercatat surplus sebesar US$1,63 miliar. Surplus terjadi karena impor turun (minus) 27,3% mom, lebih besar dibandingkan penurunan ekspor yang teratat minus 18,8% mom. Penurunan impor terjadi terutama pada bahan baku/penolong, dan barang modal, sebagai indikasi melambatnya permintaan domestik untuk 3 bulan mendatang. Namun kemungkinan volume impor akan meningkat memasuki triwulan ke-4 seiring dengan semakin agresifnya realisasi belanja pemerintah.
     
    Ekonomi China untuk Q2-2017 tumbuh 6,9% yoy diatas ekspektasi konsensus analis Bloomberg sebesar 6,8% yoy. Pertumbuhan ini didukung dengan data-data lainnya yang mencatatkan kinerja yang meningkat. Pemerintah China menargetkan ekonominya tumbuh di kisaran antara 6,5%-7% untuk tahun 2017. Kinerja ekonomi China ini menjadi sentimen positif investor di pasar modal Asia. Ekonomi China menjadi motor ekonomi Asia.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-18-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 17 Juli 2017

    Kemungkinan bursa Asia akan mixed pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang bervariasi dengan kecenderungan naik terbawa sentimen naiknya harga minyak mentah. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar yang bisa  menjadi sentimen positif penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD.
     
    Survei perbankan BI untuk Q2-2017 mencatat permintaan kredit (SBT) yang meningkat sebesar 84,8% , lebih tinggi dibandingkan Q2-2016 yang sebesar 78,8%. Kenaikan permintaan terutama untuk kredit konsumsi, modal kerja, sedangkan investasi turun. Untuk perkiraan pada Q3-2017 tercatat kenaikan SBT sebesar 99,3%. Dan bank akan prioritaskan pada kredit modal kerja, investasi, dan konsumsi.
     
    Beberapa data yang menjadi perhatian investor minggu ini, antara lain dari AS yaitu penjualan rumah, dari Asia terutama pertumbuhan ekonomi China pada Q2-2017, dan dari BoJ dan ECB mengenai kebijakan suku bunganya. Kemungkinan tidak ada data yang membuat ‘shock’ negatif, bahkan ada kemungkinan data pertumbuhan ekonomi China bisa lebih baik dari ekspektasi.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-17-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 14 Juli 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia masih akan naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang positif, didukung dengan naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang membaik pagi ini. Sedangkan mata uang Asia pagi ini sebagian besar melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini menuju kisaran Rp.13.350 s.d Rp.13.360 per USD.

     

    Data OJK mencatat NPL dissektor pertambangan tercatat 7,72% per Mei 2017. NPL ini diperkirakan masih akan naik seiring dengan kelesuan di sektor pertambangan yang masih akan berlanjut. Survei BI untuk SKDU mencatat kelesuan berlanjut dari membesarnya minus SBT sektor ini dari minus 1,63% di Q2-2017 menjadi minus 3,15% di Q3-2017. Kelesuan ini juga terkonfirmasi dari kapasitas produksi terpakai yang dibawah rata-rata nasional.

     

    Dengar pendapat Yellen dengan Congress AS pada 12-13 Juli mengindikasikan ekonomi AS menunjukkan perbaikan tetapi sulit untuk bisa tumbuh 3% sebagaimana target Presiden Trump. Perbaikan ekonomi membuat the Fed akan meninggalkan kebijakan suku bunga rendah tetapi kenaikannya tidak akan terlalu tinggi, dan the Fed masih akan memberikan kelonggaran kebijakan untuk mendorong ekonomi.

     

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-14-Juli–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 13 Juli 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia naik hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang positif, ditambah sentimen naiknya indeks di bursa global semalam yang merespon pidato Yellen walaupun harga minyak mentah kembali turun pagi ini. Nilai tukar rupiah kemungkinan menjadi menguat menuju kisaran Rp.13.360 s.d Rp.13.370 per USD mengikuti sentimen positif pasar secara umum.

     

    Indeks penjualan ritel pada Juni 2017 tercatat 8,9% mom atau 6,7% yoy. Secara bulanan ada perbaikan, tetapi secara tahunan melambat dibandingkan Juni 2016 yang tumbuh 16,3% yoy. Perlambatan terjadi di hampir semua jenis ritel, kecuali barang budaya dan rekreasi yang naik dan peralatan rumah tangga yang turun. Survei BI sebelumnya seperti SKDU, IKK juga mencatatkan perlambatan untuk Juni 2017 dibandingkan Juni 2016. Ada indikasi pertumbuhan ekonomi Q2-2017 dibawah pertumbuhan Q2-2016 yang sebesar 5,18% yoy.

     

    Testimony Yellen di depan Congress AS mensinyalkan the Fed tidak akan tergesa-gesa melakukan kebijakan moneter ketat melalui kenaikan suku bunga dan pengurangan neracanya. Investor merespon positif pernyataan ini. Imbal hasil obligasi pemerintah AS turun, dan indeks Dow mencetak rekor tertingginya.

     

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-13-Juli–2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 12 Juli 2017

    Kemungkinan bursa Asia akan terkoreksi pada hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang merah ditambah dengan sentimen turunnya harga minyak mentah. Pagi ini sebagian besar mata uang Asia dibuka menguat terhadap USDolar tetapi nilai tukar rupiah kemungkinan masih bergerak relatif flat  ke kisaran antara Rp.13.385 s.d Rp.13.390 per USD.

     

    Survei BI untuk keyakinan konsumen  (IKK) pada Juni 2017 tercatat melambat 122,4 dari 125,9 pada Mei 2017. Perlambatan terjadi pada kedua komponen pembentuk IKK yaitu IKE dan IEK walaupun masih berada diatas level 100 yang artinya masih optimis. Namun salah satu pembentuk IKE yaitu ketersediaan lapangan kerja kembali turun dibawah 100. Melambatnya IKK di tengah faktor musiman di bulan Juni ini patut diwaspadai sebagai indikasi melambatnya kondisi ekonomi.

     

    Investor menunggu testimony Gubernur the Fed Yellen yang akan disampaikan di depan Congress AS pada Rabu dan Kamis ini untuk memberikan konfirmasi arah mengenai kebijakan the Fed untuk mengurangi neraca yang saat ini senilai US$4,5 triliun yang kemungkinan mulai dilakukan pada Desember 2017 dengan strategy ‘monthly cap’. Pengurangan awal akan dilakukan sebesar US$8 miliar untuk obligasi pemerintah AS dan sebesar US$4 miliar untuk MBS.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-12-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 11 Juli 2017

    Ada potensi indeks di bursa Asia hari ini akan naik terindikasi dari naiknya sebagian besar indeks futures bursa Asia ditambah sentimen positif dari naiknya sebagian besar bursa global utama hari ini. Pagi ini harga minyak mentah dibuka turun tipis untuk jenis WTI. Nilai tukar rupiah kemungkinan akan menguat dengan rupiah yang relatif flat  ke kisaran antara Rp.13.390 s.d Rp.13.395 per USD.
     
    Hasil survey BI untuk SKDU  Q2-2017 tercatat seebsar 17,36, naik dibandingkan Q1-2017 sebesar 4,8. Namun jika dibandingkan dengan Q2-201 yang tercatat sebesar 18,4, SBT pada Q2-2017 tersebut melambat. Perlambatan ini memberi indikasi potensi melambatnya ekonomi pada Q2-2017 dibandingkan Q1-2016 yang tercatat sebesar 5,18% yoy. Potensi ini dikonfimasi dengan BI yang memproyeksi turun pertumbuhan Q2-2017 dari 5,11% yoy, menjadi diabwah 5,1%, sedangkan untuk tahun 2017 turun dari 5,2% menjadi 5,17% yoy.
     
    PBoC memberikan stimulus seebsar US$67,6 miliar pada minggu ini melalui instrumen REPO dan medium lending facility. Stimulus PBoC sempat tidak dilakukan sejak Maret lalu. Injeksi ini dilakukan untuk antisipasi likuiditas pada periode pembayaran. Sentimen ini bisa membawa efek positif pada pasar obligasi Asia.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-11-Juli-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 10 Juli 2017

    Indeks futures bursa Asia terlihat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak mixed pada hari ini dengan kecenderungan naik didukung dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini untuk jenis WTI. Nilai tukar rupiah kemungkinan melemah terhadap USDolar yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah hari ini. Rupiah kemungkinan melemah ke kisaran antara Rp.13.400 s.d Rp.13.410 per USD.
     
    Posisi cadangan devisa BI pada Juni 2017 tercatat turun US$1,86 miliar menjadi US$123,09 miliar. Penurunan ini karena kebutuhan likuiditas valas perbankan dalam menghadapi libur panjang Lebaran dan bersifat berjaga-jaga. Kendati terjadi penurunan, tetapi posisi tersebut masih sangat aman, mencapai 8,9 bulan impor dan 8,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Nilai tukar rupiah juga relatif stabil.
     
    Pertemuan G20 yang diadakan pada 7-8 Juli di Hamburg, Jerman tidak menghasilkan kesepakatan yang konkrit. AS tetap pada pendirian untuk tidak sepakati isu perubahan iklim. Dalam pertemuan tersebut ada perbedaan yang semakin lebar antara AS dengan 19 negara lainnya. Bahkan China dan Perancis jelas-jelas mengkritik kebijakan perdagangan AS. Pertemuan sepertinya tidak membahas isu mengenai risiko global jangka menengah yang disampaikan oleh IMF.
     
     
    Salam,
    Lana Soelistianingsih
    Kepala Riset/Ekonom
    Samuel Aset Manajemen
    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-10-Juli-2017.pdf