Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 22 Maret 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan cenderung naik hari ini terbawa sentimen naiknya indeks di hampir semua bursa global utama semalam walaupun indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi dan harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.100  s.d Rp.14.140 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Pada RDG kemarin, BI tetapkan suku bunga acuan 7DRR tetap di 6%. BI juga menyampaikan kebijakan mendorong pertumbuhan kredit perbankan, yaitu: 1). Pelonggaran RIM (Rasio Intermediasi Makroprudensial); 2). Melakukan strategi operasi moneter secara regular dan terjadwal; 3). Mempercepat pendalaman pasar keuangan; 4). Memperkuat kebijakan sistem pembayaran. Data BI mencatat pada Januari 2019, pertumbuhan kredit perbankan mencapai 11,7% yoy, sedikit melambat dibandingkan Desember 2018 sebesar 11,9% yoy.

     

    Uni Eropa (UE) memberi batas waktu 12 April untuk Inggris keluar dari UE dengan tanpa kesepakatan jika Withdrawl Agreement tidak disetujui oleh House of Commons pada minggu depan, sebaliknya akan diberikan perpanjangan waktu hingga 22 Mei 2019. Krisis Brexit ini tidak memberi pengaruh signifikan pada sentimen pasar global.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-22-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 21 Maret 2019

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia akan turun hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang sebagian besar ‘merah’  namun harga minyak mentah tercatat naik pagi ini yang bisa menjadi sentimen positif dan membuat arah indeks berbalik naik.. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.150 s.d Rp.14.180 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Rapat RDG BI hari ini kemungkinan akan putuskan suku bunga acuan 7DRR tetap 6% dengan pertimbangan data-data domestik yang masih stabil ditambah keputusan the Fed yang pertahankan suku bunganya. Keputusan tetap ini juga untuk menjaga spread suku bunga  obligasi AS-Indonesia supaya tetap menarik bagi investor. Kemungkinan BI bisa pertahankan suku bunganya tetap 6% di tahun 2019 ini.

     

    The Fed pertahankan suku bunga FFRnya sebesar 2,25%-2,5% pada FOMC kemarin. The Fed juga merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi dan menaikkan tingkat pengangguran dari proyeksi sebelumnya. Untuk tahun 2019 pertumbuhan ekonomi turun menjadi 2,1% dengan tingkat pengangguran naik menjadi 3,7%. Revisi proyeksi ini membuat the Fed kemungkinan akan mempertahankan suku bunganya selama tahun 2019 ini.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-21-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 20 Maret 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat hijau, indikasi ada potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini tetapi harga minyak mentah dibuka turun pagi ini. Mata uang kuat Asia yen, HK dolar, dan Sin dolar kompak dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen pelemahan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.240  s.d Rp.14.260 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Realisasi APBN 2019 per 28 Februari 2019 tercatat penerimaan Negara sebesar Rp.217,2 triliun dan belanja Negara tercatat sebesar Rp.217,8 triliun, sehingga defisit APBN mencapai Rp.54,6 triliun. Realisasi APBN 2019 ini relatif stabil walaupun ada sedikit perlambatan dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun 2018. Kinerja APBN biasanya relatif stagnan pada triwulan ke-1, dan akan mulai agresif di triwulan ke-2.

     

    The Fed kemungkinan pertahankan kebijakan suku bunga FFRnya di 2,5% sebagaimana saat ini. Ekspektasi tetap ini sesuai dengan pernyataan Gubernur the Fed Powell yang menilai suku bunga FFR mendekati normalnya ditambah data-data ekonomi AS yang relatif masih stabil. Kemungkinan BI juga akan mempertahankan kebijakan suku bunga acuannya 7DRR sebesar 6% pada RDG 20-21 Maret ini.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-20-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 19 Maret 2019

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan bergerak mixed hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang bervariasi pagi ini, namun cenderung naik dengan sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah menuju kisaran antara  Rp.14.200  s.d Rp.14.230 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Pertumbuhan ekonomi Q2-2019 menjanjikan tumbuh sebagai puncak pertumbuhan ekonomi di tahun 2019. Selain karena faktor musiman juga pemerintah menambah amunisi dorongan pertumbuhan ekonomi melalui meningkatnya ngaji PNS dan Polri sebesar 5%, THR,  Bansos, dan Dana Pemilu. POtensi pertumbuhan Q2-2019 bisa mencapai tertinggi 5,3% jika pencairan anggaran bisa dilakukan tepat waktu.

     

    Posisi kepemilikan asing di SBN per 14 Maret 2019 tercatat naik Rp.47,15 triliun menjadi Rp.940,4 triliun atau naik 5,3% ytd. Porsi asing tersebut mencapai 38,03% dari total outstanding sebesar Rp.2.472,95 triliun. IBPA mencatat Indonesia Composite Bond Index (ICBI) mencapai level 249,64 naik 3,56% ytd. Kinerja pasar obligasi ini diperkirakan masih akan naik seiring dengan berkurangnya risiko global dan perbaikan data di dalam negeri.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-19-Maret-2019.pdf

  • SAM ULasan Ekonomi Harian Senin 18 Maret 2019

    Ada potensi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari hampir semua indeks futuresnya tercatat ‘hijau’ ditambah sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global akhir pekan lalu walaupun pagi ini harga minyak mentah dibuka turun. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.240  s.d Rp.14.260 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Neraca perdagangan Indonesia bulan Februari 2019 kembali surplus sebesar US$329,5 juta setelah 4 (empat) bulan sebelumnya berturut-turut tercatat defisit. Surplus terjadi karena impor turun lebih besar dari turunnya ekspor, terutama karena sektor migas yang turun 30,5% yoy, sedangkan ekspor migas turun 21,75% yoy. Turunnya ekspor-impor migas ini diantaranya karena Pertamina wajib membeli minyak dari dalam negeri. Kemungkinan Maret 2019 kinerja neraca perdagangan kembali defisit karena memasuki musim persiapan puasa.

     

    ULN Indonesia per Janauri 2019 tercatat sebesar US$383 miliar, naik 1,45% mom (8,75% yoy) dari posisi Desember 2018. Per akhir 2018, kinerja tersebut tercatat 36,18% dari PDB naik dari 34,17% dari PDB per akhir 2017. Sudah melewati batas sangat aman 35% dari PDB walaupun masih dibawah 60% sebagaimana Undang-undang.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828


     

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-18-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 15 Maret 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan beragam hari ini dengan kecenderungan terkoreksi terbawa sentimen harga minyak mentah yang terkoreksi pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan membantu sentimen penguatan rupiah menuju kisaran Rp.14.250 s.d Rp.14.270 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Fitch pada kemarin (14/3) tetapkan peringkat utang luar negeri Indonesia tetap BBB dengan outlook stabil dengan pertimbangan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah, dan struktural lainnya yang masih lebih baik dibandingkan ‘peers’nya. Afirmasi Fitch ini menjadi faktor positif terhadap keyakinan investor terhadap investasi di Indonesia.

     

    Harga rumah perdana di China naik 0,5% mom atau 10,4% yoy pada Februari 2019. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi sejak 21 bulan terakhir. Naiknya harga rumah ini menjadi indikasi ekonomi China masih cukup kuat. Tetapi beberapa waktu lalu, pemerintah China memangkas pertumbuhan ekonomi China dari 6,5% menjadi 6% untuk tahun 2019. Perlambatan ini bisa berdampak pada melambatnya ekonomi global.

     

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-15-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 14 Maret 2019

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia akan naik hari ini terlihat dari indeks futures bursa Asia yang hampir semuanya ‘hijau’  ditambah sentimen positif dari naiknya indeks di bursa global semalam dan harga minyak mentah yang naik. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka melemah terhadap USDolar  pagi ini, kemungkinan membantu sentiment pelemahan rupiah menuju kisaran Rp.14.270 s.d Rp.14.280 per USD (kurs tengah Bloomberg).

     

    Penerimaan pajak sangat tergantung pada kontribusi 30 WP besar yang meliputi 24 WP badan usaha dan 6 WP orang pribadi dengan rerata lebih dari Rp.1 triliun per WP. Realisasi 2018, 30 WP tersebut menyumbang penerimaan pajak sebesar Rp.418,73 triliun atau 31,8% dari realisasi penerimaan tahun 2018, naik dari Rp.361,84 triliun pada 2017. Dari ke-30 WP besar tersebut sebagian besar adalah BUMN, dan sebagian lainnya perusahaan berbasis komoditas. Dengan struktur ini penerimaan pajak cukup kuat dipengaruhi oleh perkembangan harga komoditas.

     

    Krisis Brexit berlanjut. Parlemen Inggris kembali menolak proposal PM May, sementara Brexit efektif mulai pada tanggal 29 Maret ini. Kemelut Brexit ini kemungkinan berakhir dengan keluarnya Inggris dari Uni Eropa tanpa kesepakatan. Pada perdagangan kemarin pound menguat terhadap USDolar  seiring dengan ekspektasi kemungkinan  peluang dilakukannya referandum kedua.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-14-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 13 Maret 2019

    Indeks futures bursa Asia tercatat bervariasi, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak ‘mixed’ dengan kecenderungan naik terbantu sentimen harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.260  s.d Rp.14.260 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Likuiditas bank ketat terlihat dari rata-rata harian volume transaksi PUAB yang meningkat. Data BI mencatat pada Januari 2019 transaksi tersebut mencapai Rp.20,6 triliun, naik dari Desember 2018 yang sebesar Rp.16,6 triliun, dan Januari 2018 sebesar Rp.14,7 triliun. BI mengimbangi ketatnya likuiditas tersebut dengan meningkatkan leleng term repo dan swap valas. Ketatnya O/N ini bisa membuat cost of fund bank naik.

     

    Inflasi AS bulan Februari 2019 tercatat 1,5% yoy, melambat dari 1,6% yoy pada Januari 2019. Inflasi AS menunjukkan perlambatan yang berturut-turut sejak 4 bulan terakhir terutama karena turunnya harga energy (BBM) dan sandang. Angka inflasi tersebut masih diabwah target the Fed 2%, sehingga semakin besar kemungkinan the Fed akan mempertahankan suku bunganya.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-13-Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 12 Maret 2019

    Dear nasabah,

     

    Mohon maaf atas keterlambatan sistem dalam pengiriman SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 12 Maret 2019 pagi ini.

     

    Terima kasih

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    From: Lana Soelistianingsih Sent: Tuesday, March 12, 2019 8:52 AM To: Client All <[email protected]> Subject: SAM Ulasan Ekonomi Selasa 12 Maret 2019

     

    Kemungkinan indeks di bursa Asia akan naik hari ini, terlihat dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘positif’, ditambah dengan sentimen indeks di bursa global yang kompak  ditutup naik semalam dan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia HK dolar dan Sin dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.250  s.d Rp.14.290 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Indeks Penjualan Eceran (IPE) pada Januari 2019 tercatat tumbuh 7,2% yoy – melambat dibandingkan Desember 2018 yang tumbuh 7,7% yoy. Sedangkan secara bulanan, Januari 2019 tumbuh minus 7,7% mom, dari positif 10,6% mom pada Desember 2018. Untuk Februari 2019, IPE diperkirakan membaik 1,7% yoy tetapi survei BI terkait indeks keyakinan konsumen (IKK) masih mencatatkan perlambatan.

     

    OECD perkirakan perlambatan ekonomi global menguat dan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global untuk tahun 2019 dari 3,5% menjadi 3,3%, dan untuk tahun 2020 menjadi 3,4%. Perlambatan tersebut diantaranya karena potensi perdagangan internasional yang tertekan, termasuk potensi melambatnya ekonomi China karena ekonomi China menyumbang 35,2% pada pertumbuhan ekonomi global.



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    SAM-Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-12–Maret-2019.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 11 Maret 2019

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat ‘merah’ indikasi ada potensi koreksi indeks di bursa Asia hari ini walaupun ada kecenderungan arah indeks berbalik arah menguat karena sentimen positif dari kesepakatan AS-China yang semakin jelas, ditambah dengan harga minyak mentah yang dibuka naik pagi ini. Mata uang kuat Asia yen dan HK dolar dibuka menguat terhadap USDolar pagi ini yang bisa menjadi sentimen penguatan rupiah hari ini menuju kisaran antara  Rp.14.250  s.d Rp.14.300 per USD  (kurs tengah Bloomberg).

     

    Cadev per Februari tercatat sebesar US$123,3 miiar, naik dari US$120,1 miliar. Kenaikan tersebut diantaranya karena penerbitan obligasi sukuk global senilai US$2 miliar pada 2 Februari 2019 lalu. Posisi cadev tersebut setara dengan 6,9 bulan impor dan 6,7 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Namun kenaikan cadev ini tidak cukup menahan rupiah melemah pada Jumat lalu karena faktor eksternal dari penguatan USD yang cukup kuat.

     

    Tingkat pengangguran AS pada bulan Februari tercatat 3,8%, turun dari 4% pada Januari 2019, didukung dengan kenaikan dari sektor non pertanian. Dari China, inflasi bulan Februari 2019 melambat menjadi 1,7% yoy –  terendah sejak Januari 2018. Dan surplus neraca perdagangan turun tajam efek dari Tahun Baru China.

     



     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

     

     

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-11-Maret-2019.pdf