Samuel Aset Manajemen

Blog

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 13 Februari 2017

    Kendati sebagian besar indeks futures di bursa Asia hijau, indikasi potensi naiknya indeks di bursa Asia hari ini tetapi provokasi uji coba peluru kendali Korea Utara yang mengarah ke Jepang dikawatirkan membuat ekspektasi risiko keamanan di kawasan Asia meningkat, dan membuat indeks terkoreksi. Begitupun dengan rupiah yang bisa melemah menuju kisaran Rp.13.320 s.d Rp.13.360 per USD.
     
    CAD pada Q4-2016 tercatat minus 0,8% dari PDB, dan di tahun 2016 tercatat defisit sebesar minus 1,8% dari PDB. Di neraca finansial tercatat surplus yang naik 73% yoy, sehingga neraca pembayaran Indonesia mencatat surplus sebesar US$12,1 miliar, dari defisit US$1,1 miliar di tahun 2015.
     
    Korea Utara melakukan provokasi penembakan peluru kendali ke Laut Timur (Laut Jepang) di tengah kunjungan PM Abe ke AS. Presiden Trump menyampaikan Jepang ‘100%’ sekutu AS. Sementara Korea Utara merupakan sekutu China. Hingga saat ini Presiden Trump belum menunjukkan sikap yang bersahabat dengan China. Provokasi ini dikawatirkan membuat risiko keamanan di kawasan Asia meningkat.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-13-Februari-2017.pdf

  • Penawaran Perdana Reksa Dana SAM DANA KAS

    Penawaran Perdana Reksa Dana SAM DANA KAS

    Samuel Aset Manajemen (SAM) menerbitkan produk investasi reksa dana terbaru, yakni produk Reksa Dana Pasar Uang – SAM DANA KAS, pada hari Jumat, 10 Februari 2017, dengan minimal investasi awal dan investasi berikutnya hanya Rp100.000,- (Seratus Ribu Rupiah).

    Bagi investor yang sudah terbiasa dengan melakukan investasi pada produk tabungan atau deposito, ada baiknya untuk mencoba mulai berinvestasi di reksa dana pasar uang.
    Berikut ini karakteristik reksa dana pasar uang:

    • Dibandingkan dengan jenis reksa dana lainnya seperti reksa dana saham, campuran dan pendapatan tetap, risiko pada reksa dana pasar uang paling kecil.
    • Keuntungannya sedikit lebih optimal dibandingkan deposito dengan fleksibilitas penarikan dana yang dapan dilakukan kapan saja tanpa harus menunggu waktu jatuh tempo.
    • Reksa dana pasar uang cocok bagi investor pemula atau investor yang memiliki horizon investasi  jangka pendek dan menerima risiko relatif kecil.
    • Reksa dana pasar uang  juga dapat menjadi alternatif investasi bagi  investor yang  sudah memiliki jenis reksa dana saham atau campuran tetapi ingin melakukan diversifikasi investasi ke jenis produk yang lebih kecil risikonya.

     

    Ringkasan Produk:

    Nama Produk: SAM DANA KAS

    Jenis Reksa Dana: Reksa Dana Pasar Uang

    Tanggal Penerbitan: 10 Februari 2017

    Manajer Investasi: PT  Samuel Aset Manajemen

    Bank Kustodian: PT Bank CIMB Niaga Tbk

    Tujuan Investasi:

    Memberikan suatu tingkat pengembalian investasi yang menarik melalui investasi pada instrumen pasar uang dan/atau Efek Bersifat Utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun serta menurunkan tingkat resiko melalui diversifikasi penempatan instrumen pasar uang dan/atau Efek Bersifat Utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun ang dipilih secara selektif dan bertujuan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan dana tunai dalam waktu yang singkat.

    Kebijakan Investasi:

    100% (seratus persen) dari Nilai Aktiva Bersih pada instrumen pasar uang dalam negeri dan/atau Efek Bersifat Utang yang diterbitkan dengan jangka waktu tidak lebih dari 1 (satu) tahun dan/atau sisa jatuh temponya tidak lebih dari 1 (satu) tahun yang telah ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dan/atau deposito; sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

    Kebijakan Pembagian Hasil Investasi :

    Setiap hasil investasi yang diperoleh Reksa Dana SAM DANA KAS dari dana yang diinvestasikan, sesuai dengan kebijakan investasi, jika ada, akan dibukukan ke dalam Reksa Dana SAM DANA KAS sehingga selanjutnya akan meningkatkan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana SAM DANA KAS.

    Pemegang Unit Penyertaan yang ingin menikmati hasil investasi dapat menjual kembali sebagian atau seluruh Unit Penyertaan yang dimilikinya.

    Batas Minimum Pembelian Awal dan selanjutnya Unit Penyertaan: Rp. 100,000,- (Seratus Ribu Rupiah)

    Indikasi imbal hasil : 7% p.a. (nett)

    Manfaat bagi Pemegang Unit Penyertaan:

    1. Pengelolaan Secara Profesional
    2. Diversifikasi Investasi
    3. Transparansi Informasi
    4. Kemudahan Investasi

    Faktor Risiko Utama:

    1. Berkurangnya Nilai Aktiva Bersih
    2. Perubahan Kondisi Ekonomi dan Politik
    3. Likuiditas
    4. Wanprestasi
    5. Pembubaran dan Likuidasi

    Rekening Subscription:

    Bank CIMB Niaga Cabang Sudirman Tower

    Atas Nama : Reksa Dana Sam Dana Kas

    No. Rekening : 800 143 230 100

    Biaya yang dibebankan pada pemegang Unit Penyertaan:

    Pembelian (Subscription Fee)                    : Tidak ada

    Penjualan Kembali (Redemption Fee)     : Tidak ada

    Pengalihan (Switching Fee)                        : Tidak ada

     

    Untuk pemesanan produk dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi Marketing SAM:

    Pada no. telephone:

    021 28 548 500 [hunting]

    021 28 548 800 [hunting]

    021 28 548 824 [direct]

    021 28 548 825 [direct]

    021 28 548 826 [direct]

     

    Fax: +62-21 8370 3278

    Email: [email protected]

    Website: www.sam.co.id

     

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 9 Februari 2017

    Kemungkinan indeks di bursa Asia hari ini ditutup turun terlihat dari indeks futuresnya yang ‘merah’. Sedangkan rupiah berpotensi menguat dengan sentimen naiknya ‘outlook’ utang Indonesia oleh Moody’s dari stabil ke positif, dengan kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.320 per USD.

     

    Moody’s perbaiki outlook utang luar negeri Indonesia dari stabil menjadi positif karena menurunnya kerentanan eksternal dan stabilitas makro ekonomi, disiplin fiskal, dan berlanjutnya reformasi struktural. Pada 21 Desember 2016 lalu, Fitch menaikkan outlook utang luar negeri Indonesia dari stabil menjadi positif dengan mempertimbangkan ketahanan eksternal, perbaikan iklim investasi, dan standar tata kelola. Perbaikan outlook dari kedua lembaga pemeringkat ini membuka peluang perbaikan peringkat (rating) untuk 6-12 bulan ke depan.

     

    Harga minyak mentah masih belum stabil, sempat naik karena cadangan untuk bahan bakar (gasoline) AS turun, tetapi kemungkinan bisa kembali turun dengan naiknya cadangan minyak mentah AS pada minggu ke-3 Februari. Sebelumnya dengan pemangkasan produksi minyak mentah oleh OPEC, harga minyak diharapkan bisa menembus US$60 pbrl.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-9-Februari-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 8 Februari 2017

    Ada potensi penguatan indeks di bursa Asia hari ini terlihat dari indeks futuresnya yang positif. Rupiah bergerak mixed dengan sentimen posisi cadangan devisa yang naik untuk Januari 2017 tetapi defisit perdagangan AS yang turun bisa membuat USDolar menguat, dengan kemungkinan bergerak di kisaran antara Rp.13.310 s.d Rp.13.340 per USD.

     

    Posisi cadev Indonesia pada Januari 2017 tercatat sebesar US$116,9 miliar, naik dibandingkan posisi Desember 2016 sebesar US$116,4 miliar. Kenaikan ini berasal dari masuknya devisa hasil ekspor, penerimaan pajak dari repatriasi TA, dan lelang SBBI Valas. Naiknya cadev ini juga membantu penguatan rupiah selama bulan Januari yang sebesar 0,91% mom.

     

    Defisit perdangan AS menurun menjadi US$44,3 miliar pada Desember 2016 dari US$45,7 miliar pada November. Ekspor naik 2,7% mom, lebih tinggi dibandingkan naiknya impor 1,5% mom.  Defisit dengan Meksiko naik, dan dengan China turun. Terkait kebijakan perdagangan Presiden AS Trump telah instruksikan menarik AS dari keanggotaan NAFTA. Turunnya defisit ini membuat USDolar menguat.

     

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-8-Februari-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 7 Februari 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat negatif, indikasi indeks di bursa Asia berpotensi terkoreksi pada hari ini. Rupiah juga berpotensi melemah menuju kisaran Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD.
     
    Ekonomi Indonesia 2016 tumbuh 5,02% yoy, membaik dibandingkan 2015 sebesar 4,88% yoy. Untuk Q4-2016 masih negatif 1,77% qtq atau 4,94% yoy. Penguatan ekonomi masih berasal dari sisi pengeluaran yang bersumber dari konsumsi rumah tangga, sedangkan konsumsi pemerintah justru tumbuh negatif.  Perbaikan ekonomi juga terbantu dengan ekspor yang membaik karena naiknya harga komoditas.

     
    Investor di pasar modal mulai kawatirkan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang lebih fokus pada kebijakan Immigration ban dan perdagangan yang protektif dibandingkan kebijakan fiskal stimulus dan reformasi perpajakan. Goldman Sach memberikan 3 catatan risiko yang perlu diperhatikan.
     
     
     
    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-7-Februari-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 6 Februari 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat naik indikasi indeks di bursa Asia akan naik hari ini terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah dan naiknya indeks di bursa global pada akhir perdagangan minggu lalu. Untuk rupiah kemungkinan menguat dengan naiknya harga minyak mentah menuju kisaran Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD.

     
    Pertumbuhan ekonomi di Q4-2016 kemungkinan tumbuh negatif 1,95% qtq dibandingkan Q3-2016 yang tumbuh 3,2% qtq, mengikuti pola normalnya yang biasanya negatif pada Q4-2016. Secara tahunan kemungkinan juga melambat sebesar 4,97% yoy pada Q4-2016 dari 5,02% yoy pada Q3-2016. Sumber pertumbuhan masih berasal dari konsumsi rumah tangga. Kendati ada potensi perlambatan di Q4-2016 tetapi untuk tahun 2016 (FY) akan bisa mencapai 5% yoy, lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang sebesar 4,79% yoy.

     
    Data tenaga kerja AS di sektor non-farm untuk Januari 2017 tercatat naik 227K, lebih tinggi dibandingkan Desember 2016 sebesar 157K, dan tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Kenaikan terutama bersumber dari sektor perdagangan (ritel), konstruksi, dan aktivitas keuangan. Peningkatan ini bisa menjadi pertimbangan the Fed naikkan suku bunganya pada pertemuan 14-15 Maret mendatang.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-6-Februari-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 3 Februari 2017

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi indeks di bursa Asia berpotensi naik hari ini, juga terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah jenis WTI pagi ini. Rupiah kemungkinan melemah terbawa sentimen melemahnya sebagian besar mata uang kuat Asia yang dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini, menuju kisaran Rp.13.350 s.d Rp.13.370 per USD.
     
    Menteri ESDM keluarkan tiga aturan terkait investasi di sektor listrik.
    Ketiga aturan tersebut berkaitan erat dengan mekanisme jual beli listrik, penyediaan gas bagi pembangkit listrik, serta regulasi dan ketentuan tarif listrik energi baru terbarukan. Asosiasi Produsen Listrik Swasta menyambut positif aturan ini sebagai standardisasi jual beli listrik dan memberi kepastian pihak swasta untuk berinvestasi di sektor listrik.

     
    FAO sebutkan terjadi kenaikan indeks harga pangan yang melonjak 2,1% mom sebagai yang tertinggi dalam dua tahun terakhir. Kenaikan terutama karena naiknya harga sereal, minyak sayur, produk susu, daging, dan gula akibat naiknya bea masuk di sejumlah negara. FAO memperkirakan indeks harga pangan bisa melaju lebih cepat di tahun 2017 karena ketidakpastian global. Kemungkinan angka inflasi Indonesia bisa diatas target inflasi 4%±1%.
     
     
     
    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-3-Februari-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 2 Februari 2017

    Pagi ini harga minyak mentah dibuka naik untuk jenis WTI. Kenaikan ini berpotensi membuat indeks di bursa Asia hari ini naik didukung dengan indeks futures bursa Asia yang terlihat naik. Sementara sebagian besar mata uang kuat Asia dibuka melemah terhadap USDolar pagi ini dengan kemungkinan bergerak menuju kisaran Rp.13.370 s.d Rp.13.380 per USD.
     
    Angka inflasi Januari 2017 tercatat sebesar 0,97% atau 3,49% yoy karena naiknya biaya administrasi STNK, tarif listrik 900VA, bahan bakar dan rokok. BPS perkirakan tekanan inflasi dari naiknya tarif listrik bisa berlanjut hingga Mei 2017. Kami perkirakan angka inflasi 2017 bisa mencapai 5,3% dengan mempertimbangkan potensi naiknya harga minyak mentah yang berimbas pada harga komoditas pangan.

     
    The Fed pertahankan suku bunga acuannya sebesar 0,5%-0,75% pada FOMC 31 Januari s.d 1 Februari kemarin. The Fed mencatat kenaikan keyakinan pelaku usaha dan konsumen terhadap perekonomian, naiknya inflasi menuju target, dan risiko jangka menengah untuk outlook perekonomian yang berimbang. Kami perkirakan The Fed akan naikkan FFRnya 3-4 kali di tahun 2017 ini.
     
     
     
    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-2-Februari-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 1 Februari 2017

    Indeks futures bursa Asia tercatat mixed, indikasi indeks di bursa Asia akan bergerak bervariasi hari ini tetapi dengan kecenderungan melemah terbawa sentimen pelemahan sebagian besar indeks di bursa global semalam. Sedangkan rupiah berpotensi menguat menuju kisaran Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD dengan pernyataan dari Trump administration bahwa euro dibuat undervalued terhadap USDolar.
     
    BI meubah kebijakan lelang operasi pasar terbuka (OPT) dari fixed rate tenders (FRT) menjadi variable rate tenders (VRT). Sebelum 2015, BI menggunakan metode VRT. Metode ini membuat BI lebih responsif terhadap kondisi likuiditas di PUAB, sehingga kebijakan OPT ini bisa lebih efektif memperngaruhi suku bunga bank.
     
    Drama politik Presiden Trump pasca pelarangan imigran dari 7 negara berlanjut dengan pemecatan Jaksa Agung yang menolak setujui kebijakan tersebut ditambah dengan pernyataan euro under valued terhadap USDolar dan China dan Jepang akan melakukan rencana di pasar uang nya membuat US Dolar melemah terhadap euro dan yen, indeks saham Dow turun, imbal hasil turun, harga komoditas dan emas naik.
          Salam, Lana Soelistianingsih Kepala Riset/Ekonom Samuel Aset Manajemen Telp: 62 21 28548828

     

     

    Samuel Aset Manajemen | Your Life Long Investment Partner

    Menara Imperium Ground Floor, Jl. HR. Rasuna Said Kav.1, Jakarta Indonesia 12980

    About Us | Unsubscribe

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-1-Februari-2017.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 31 Januari 2017

    • Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat turun yang bisa menjadi indikasi potensi koreksi di bursa Asia hari ini ditambah dengan sentimen negatif dari bursa global yang kompak ditutup turun semalam.  Kemungkinan rupiah berlanjut menguat menuju kisaran Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD dengan sentimen dari beberapa mata uang Asia utama yang dibuka menguat pagi in
    • Pemerintah akan keluarkan paket kebijakan XV pada Februari mendatang untuk membenahi masalah logistik dan arus barang, sehingga bisa menurunkan biaya logistik dan dwelling time melalui pembenahan Indonesia National Single Window (INSW). Saat ini posisi Indonesia berada pada peringkat 63 diantara 160 negara dalam Bank Dunia Logistic Performance Index (LPI). Perbaikan ini sebagai upaya menurunkan angka inflasi dan memperbaiki daya saing barang Indonesia.
    • Pasar global mulai merespon negatif kebijakan Immigration Ban yang dikeluarkan oleh Presiden Trump pada Jumat lalu. Trump juga berencana melakukan revisi yang cukup besar aturan perbankan dalam Dodd-Frank Act. Sektor berbasis airlines, tekonologi dan perbankan terkoreksi cukup lumayan. Bahkan indeks Dow mengalami koreksi yang lumayan sejak rally mulai November lalu pasca kemenangan Donald Trump.

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-31-Januari-2017.pdf