Sebagian besar indeks futures bursa Asia terlihat negatif, indikasi indeks di bursa Asia berpotensi terkoreksi pada hari ini. Rupiah juga berpotensi melemah menuju kisaran Rp.13.320 s.d Rp.13.340 per USD.
Ekonomi Indonesia 2016 tumbuh 5,02% yoy, membaik dibandingkan 2015 sebesar 4,88% yoy. Untuk Q4-2016 masih negatif 1,77% qtq atau 4,94% yoy. Penguatan ekonomi masih berasal dari sisi pengeluaran yang bersumber dari konsumsi rumah tangga, sedangkan konsumsi pemerintah justru tumbuh negatif. Perbaikan ekonomi juga terbantu dengan ekspor yang membaik karena naiknya harga komoditas.
Investor di pasar modal mulai kawatirkan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang lebih fokus pada kebijakan Immigration ban dan perdagangan yang protektif dibandingkan kebijakan fiskal stimulus dan reformasi perpajakan. Goldman Sach memberikan 3 catatan risiko yang perlu diperhatikan.
Salam,
Lana Soelistianingsih
Kepala Riset/Ekonom
Samuel Aset Manajemen
Telp: 62 21 28548828
Ekonomi Indonesia 2016 tumbuh 5,02% yoy, membaik dibandingkan 2015 sebesar 4,88% yoy. Untuk Q4-2016 masih negatif 1,77% qtq atau 4,94% yoy. Penguatan ekonomi masih berasal dari sisi pengeluaran yang bersumber dari konsumsi rumah tangga, sedangkan konsumsi pemerintah justru tumbuh negatif. Perbaikan ekonomi juga terbantu dengan ekspor yang membaik karena naiknya harga komoditas.
Investor di pasar modal mulai kawatirkan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang lebih fokus pada kebijakan Immigration ban dan perdagangan yang protektif dibandingkan kebijakan fiskal stimulus dan reformasi perpajakan. Goldman Sach memberikan 3 catatan risiko yang perlu diperhatikan.
Salam,
Lana Soelistianingsih
Kepala Riset/Ekonom
Samuel Aset Manajemen
Telp: 62 21 28548828
Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-7-Februari-2017.pdf