Samuel Aset Manajemen

Tag: investasi

  • Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

  • SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-BloombergSAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 by APRDI-BloombergSAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 by APRDI-Bloomberg

    SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-BloombergSAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 by APRDI-BloombergSAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 by APRDI-Bloomberg

    SAM Indonesian Equity Fund – Reksa Dana Campuran Terbaik 2014 versi APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 by APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 by APRDI-Bloomberg

  • SAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 versi APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 by APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 by APRDI-Bloomberg

    SAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 versi APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 by APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 by APRDI-Bloomberg

    SAM Indonesian Equity Fund – Reksa Dana Saham Terbaik  (Dana Kelolaan >500 Milyar) Versi APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 (AUM >500B) by APRDI-BloombergSAM Indonesian Equity Fund – Best Equity Fund 2014 (AUM >500B) by APRDI-Bloomberg

  • Reksa Dana SAM Untuk SemuaReksa Dana SAM Untuk SemuaReksa Dana SAM Untuk Semua

    Ada masa di Indonesia, di mana hanya institusi dan orang-orang kaya yang memiliki rekening di bank. Sebagian besar masyarakat masih menyimpan uangnya dalam bentuk kas. Bahkan pembayaran gaji para profesional pun masih dilakukan secara tunai. Yang membedakan adalah, ada yang menerima amplop gaji yang tipis, ada yang menerima yang lebih tebal.

    Kemudian ada deregulasi perbankan pada tahun 1988, yang memungkinkan masyarakat sudah bisa memiliki rekening tabungan dengan saldo awal hanya Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) saja. Setelah itu banyak perusahaan pemberi kerja yang mewajibkan karyawannya untuk membuka rekening tabungan, sehingga pembayaran gaji mulai dilakukan secara giral. Sejak saat itu kita semua mengawali era menjadi Masyarakat Perbankan, di mana hampir semua aset finansial dan kebanyakan transaksi dilakukan secara giral. Saat ini, lebih dari 30 juta penduduk Indonesia sudah memiliki rekening di bank, dan telah terbiasa menyelesaikan transaksi melalui perbankan.

    Industri reksa dana terbuka (open-ended fund) baru diperkenalkan oleh pemerintah pada tahun 1996, dan sejak itu mengalami pertumbuhan sejalan dengan pemahaman masyarakat investor tentang perlunya berinvestasi pada produk reksa dana. Potensi pertumbuhannya sangat besar, dengan total dana kelolaan sebesar Rp 200 Triliun saat ini, baru 5,7% saja dari Dana Pihak Ketiga di perbankan yang mencapai nilai Rp 3.500 Triliun. Sementara jumlah investor yang hanya 162.000 orang, baru 0,07% dari jumlah penduduk. Berbeda dengan Thailand yang investor domestiknya sudah mencapai 4,7% dan Malaysia yang hampir 60 % dari populasinya memiliki produk reksa dana. Sehingga tidak mengherankan bila tingkat kesejahteraan di kedua negara tetangga tersebut, jauh lebih tinggi dari Indonesia.

    Menurut Agus B. Yanuar, Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM), “Masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara di kawasan, sehingga tidak dilecehkan dan bisa tegak sejajar dengan mereka. Antara lain dengan lebih cermat dan cerdas dalam menerapkan rencana keuangannya.”

    Reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam yang sesuai dengan tujuan investasi masing-masing investor. Ciri khas reksa dana adalah terjangkau dengan investasi awal hanya dengan Rp 100 ribu – Rp 250 ribu saja, dikelola oleh lembaga investasi resmi yang berizin dan diawasi oleh regulator, investasi atas nama investor, diversifikasi portofolio produk yang bisa dipilih sesuai dengan karakter investor dan bentang waktu investasinya, sangat likuid sehingga mudah dibeli dan dijual kapan saja, transparansi produk, serta kinerja historis yang optimal sesuai profil produknya masing-masing.

    Ciri khas seperti itu, memungkinkan reksa dana menjadi salah satu pilihan utama sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan masyarakat kita. Tersedia reksa dana, baik yang konvensional maupun yang syariah, yang bisa digunakan untuk pembiayaan rutin, pembelian aset di masa depan, dana pendidikan, perjalanan religi, persiapan dana pensiun, pengembangan usaha dan sebagai cadangan untuk pembiayaan lainnya yang tidak terduga pada masa yang akan datang.

    Saat ini SAM mengelola reksa dana untuk publik yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, beberapa di antaranya adalah yang terbaik di kelasnya, yaitu: SAM Sukuk Syariah Sejahtera (RD syariah yang berinvestasi pada efek sukuk), SAM Syariah Berimbang (isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Sharia Equity Fund (berisi saham syariah), SAM Dana Berkembang (berinvestasi pada obligasi dan saham konvensional) dan SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham konvensional)

    Sebagai ‘Your Lifelong Investor Partner’, imbuh Agus, melalui reksa dana,  SAM mengajak masyarakat untuk bertransformasi menjadi Masyarakat Investasi dengan menikmati semua potensi terbaik dari pasar modal Indonesia. Sekaligus menjadi mitra terbaik bagi investor institusi dan perorangan dalam meraih masa depan yang lebih makmur dan sejahtera, dengan menjadikan Reksa Dana SAM untuk Semua. ***

     

    Artikel juga dimuat di Tabloid Kontan, edisi Maret 2014.

    RD SAM utk Semua

    Ada masa di Indonesia, di mana hanya institusi dan orang-orang kaya yang memiliki rekening di bank. Sebagian besar masyarakat masih menyimpan uangnya dalam bentuk kas. Bahkan pembayaran gaji para profesional pun masih dilakukan secara tunai. Yang membedakan adalah, ada yang menerima amplop gaji yang tipis, ada yang menerima yang lebih tebal.

    Kemudian ada deregulasi perbankan pada tahun 1988, yang memungkinkan masyarakat sudah bisa memiliki rekening tabungan dengan saldo awal hanya Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) saja. Setelah itu banyak perusahaan pemberi kerja yang mewajibkan karyawannya untuk membuka rekening tabungan, sehingga pembayaran gaji mulai dilakukan secara giral. Sejak saat itu kita semua mengawali era menjadi Masyarakat Perbankan, di mana hampir semua aset finansial dan kebanyakan transaksi dilakukan secara giral. Saat ini, lebih dari 30 juta penduduk Indonesia sudah memiliki rekening di bank, dan telah terbiasa menyelesaikan transaksi melalui perbankan.

    Industri reksa dana terbuka (open-ended fund) baru diperkenalkan oleh pemerintah pada tahun 1996, dan sejak itu mengalami pertumbuhan sejalan dengan pemahaman masyarakat investor tentang perlunya berinvestasi pada produk reksa dana. Potensi pertumbuhannya sangat besar, dengan total dana kelolaan sebesar Rp 200 Triliun saat ini, baru 5,7% saja dari Dana Pihak Ketiga di perbankan yang mencapai nilai Rp 3.500 Triliun. Sementara jumlah investor yang hanya 162.000 orang, baru 0,07% dari jumlah penduduk. Berbeda dengan Thailand yang investor domestiknya sudah mencapai 4,7% dan Malaysia yang hampir 60 % dari populasinya memiliki produk reksa dana. Sehingga tidak mengherankan bila tingkat kesejahteraan di kedua negara tetangga tersebut, jauh lebih tinggi dari Indonesia.

    Menurut Agus B. Yanuar, Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM), “Masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara di kawasan, sehingga tidak dilecehkan dan bisa tegak sejajar dengan mereka. Antara lain dengan lebih cermat dan cerdas dalam menerapkan rencana keuangannya.”

    Reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam yang sesuai dengan tujuan investasi masing-masing investor. Ciri khas reksa dana adalah terjangkau dengan investasi awal hanya dengan Rp 100 ribu – Rp 250 ribu saja, dikelola oleh lembaga investasi resmi yang berizin dan diawasi oleh regulator, investasi atas nama investor, diversifikasi portofolio produk yang bisa dipilih sesuai dengan karakter investor dan bentang waktu investasinya, sangat likuid sehingga mudah dibeli dan dijual kapan saja, transparansi produk, serta kinerja historis yang optimal sesuai profil produknya masing-masing.

    Ciri khas seperti itu, memungkinkan reksa dana menjadi salah satu pilihan utama sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan masyarakat kita. Tersedia reksa dana, baik yang konvensional maupun yang syariah, yang bisa digunakan untuk pembiayaan rutin, pembelian aset di masa depan, dana pendidikan, perjalanan religi, persiapan dana pensiun, pengembangan usaha dan sebagai cadangan untuk pembiayaan lainnya yang tidak terduga pada masa yang akan datang.

    Saat ini SAM mengelola reksa dana untuk publik yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, beberapa di antaranya adalah yang terbaik di kelasnya, yaitu: SAM Sukuk Syariah Sejahtera (RD syariah yang berinvestasi pada efek sukuk), SAM Syariah Berimbang (isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Sharia Equity Fund (berisi saham syariah), SAM Dana Berkembang (berinvestasi pada obligasi dan saham konvensional) dan SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham konvensional)

    Sebagai ‘Your Lifelong Investor Partner’, imbuh Agus, melalui reksa dana,  SAM mengajak masyarakat untuk bertransformasi menjadi Masyarakat Investasi dengan menikmati semua potensi terbaik dari pasar modal Indonesia. Sekaligus menjadi mitra terbaik bagi investor institusi dan perorangan dalam meraih masa depan yang lebih makmur dan sejahtera, dengan menjadikan Reksa Dana SAM untuk Semua. ***

     

    Artikel juga dimuat di Tabloid Kontan, edisi Maret 2014.

    RD SAM utk Semua

    Ada masa di Indonesia, di mana hanya institusi dan orang-orang kaya yang memiliki rekening di bank. Sebagian besar masyarakat masih menyimpan uangnya dalam bentuk kas. Bahkan pembayaran gaji para profesional pun masih dilakukan secara tunai. Yang membedakan adalah, ada yang menerima amplop gaji yang tipis, ada yang menerima yang lebih tebal.

    Kemudian ada deregulasi perbankan pada tahun 1988, yang memungkinkan masyarakat sudah bisa memiliki rekening tabungan dengan saldo awal hanya Rp 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) saja. Setelah itu banyak perusahaan pemberi kerja yang mewajibkan karyawannya untuk membuka rekening tabungan, sehingga pembayaran gaji mulai dilakukan secara giral. Sejak saat itu kita semua mengawali era menjadi Masyarakat Perbankan, di mana hampir semua aset finansial dan kebanyakan transaksi dilakukan secara giral. Saat ini, lebih dari 30 juta penduduk Indonesia sudah memiliki rekening di bank, dan telah terbiasa menyelesaikan transaksi melalui perbankan.

    Industri reksa dana terbuka (open-ended fund) baru diperkenalkan oleh pemerintah pada tahun 1996, dan sejak itu mengalami pertumbuhan sejalan dengan pemahaman masyarakat investor tentang perlunya berinvestasi pada produk reksa dana. Potensi pertumbuhannya sangat besar, dengan total dana kelolaan sebesar Rp 200 Triliun saat ini, baru 5,7% saja dari Dana Pihak Ketiga di perbankan yang mencapai nilai Rp 3.500 Triliun. Sementara jumlah investor yang hanya 162.000 orang, baru 0,07% dari jumlah penduduk. Berbeda dengan Thailand yang investor domestiknya sudah mencapai 4,7% dan Malaysia yang hampir 60 % dari populasinya memiliki produk reksa dana. Sehingga tidak mengherankan bila tingkat kesejahteraan di kedua negara tetangga tersebut, jauh lebih tinggi dari Indonesia.

    Menurut Agus B. Yanuar, Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM), “Masyarakat Indonesia memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalannya dari negara-negara di kawasan, sehingga tidak dilecehkan dan bisa tegak sejajar dengan mereka. Antara lain dengan lebih cermat dan cerdas dalam menerapkan rencana keuangannya.”

    Reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam yang sesuai dengan tujuan investasi masing-masing investor. Ciri khas reksa dana adalah terjangkau dengan investasi awal hanya dengan Rp 100 ribu – Rp 250 ribu saja, dikelola oleh lembaga investasi resmi yang berizin dan diawasi oleh regulator, investasi atas nama investor, diversifikasi portofolio produk yang bisa dipilih sesuai dengan karakter investor dan bentang waktu investasinya, sangat likuid sehingga mudah dibeli dan dijual kapan saja, transparansi produk, serta kinerja historis yang optimal sesuai profil produknya masing-masing.

    Ciri khas seperti itu, memungkinkan reksa dana menjadi salah satu pilihan utama sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan masyarakat kita. Tersedia reksa dana, baik yang konvensional maupun yang syariah, yang bisa digunakan untuk pembiayaan rutin, pembelian aset di masa depan, dana pendidikan, perjalanan religi, persiapan dana pensiun, pengembangan usaha dan sebagai cadangan untuk pembiayaan lainnya yang tidak terduga pada masa yang akan datang.

    Saat ini SAM mengelola reksa dana untuk publik yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, beberapa di antaranya adalah yang terbaik di kelasnya, yaitu: SAM Sukuk Syariah Sejahtera (RD syariah yang berinvestasi pada efek sukuk), SAM Syariah Berimbang (isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Sharia Equity Fund (berisi saham syariah), SAM Dana Berkembang (berinvestasi pada obligasi dan saham konvensional) dan SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham konvensional)

    Sebagai ‘Your Lifelong Investor Partner’, imbuh Agus, melalui reksa dana,  SAM mengajak masyarakat untuk bertransformasi menjadi Masyarakat Investasi dengan menikmati semua potensi terbaik dari pasar modal Indonesia. Sekaligus menjadi mitra terbaik bagi investor institusi dan perorangan dalam meraih masa depan yang lebih makmur dan sejahtera, dengan menjadikan Reksa Dana SAM untuk Semua. ***

     

    Artikel juga dimuat di Tabloid Kontan, edisi Maret 2014.

    RD SAM utk Semua

  • Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”,Jakarta, 22 Februari 2014

    Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”,Jakarta, 22 Februari 2014

    Ellen May web banner hires

    Samuel Aset Manajemen mendukung acara Seminar SMART FINANCIAL PLANNING yang akan diadakan di Jakarta, 22 Februari 2014.

    • Apakah itu FINANCIAL FREEDOM?
    • Bisakah financial freedom dimulai dengan modal kecil?
    • Bagaimana LANGKAH MUDAH untuk KAYA tanpa memandang latar belakang?
    • Bagaimana mempersiapkan MASA DEPAN  Anak Anda dan pensiun Anda?
    • Bagaimana memilih INVESTASI untuk pelipatgandaan aset?

    Info lebih lanjut, silakan email ke [email protected]
    atau sms SMARTFIN#NAMA#EMAIL ke 082327229009.
    Tempat terbatas.

  • PRESS RELEASE: Market Outlook 2014 – Keep Calm, Invest Wisely           PRESS RELEASE: Market Outlook 2014 – Keep Calm, Invest Wisely

    PRESS RELEASE: Market Outlook 2014 – Keep Calm, Invest Wisely PRESS RELEASE: Market Outlook 2014 – Keep Calm, Invest Wisely

    PRESS RELEASE : Market Outlook 2014: Keep Calm, Invest Wisely

    Pada hari Kamis, 19 Desember 2013, bertempat di SAMUEL Exchange Club, Menara Imperium Lt. 7 Jakarta, PT Samuel Aset Manajemen mempresentasikan Market Outlook 2014, bertema “Keep Calm, Invest Wisely”. Acara ini bertujuan memberikan informasi kinerja dan perkembangan produk reksa dana SAM, serta memberikan gambaran pasar, tinjauan dan strategi investasi tahun 2014 pada masyarakat pasar modal pada umumnya.

    Hadir dalam acara ini jajaran direksi PT Samuel Aset Manajemen. Acara dibuka oleh, Agus B. Yanuar selaku President Director dan Intan Syah Ichsan, Chief Operating Officer yang menyampaikan Perkembangan Produk, Dana Kelolaan dan Kinerja SAM di tahun 2013.  Market Outlook makro ekonomi disampaikan oleh Chief Economist & Head of Research, Lana Soelistianingsih. Sementara itu, Strategi Investasi 2014 disampaikan oleh Tim Investasi SAM, yang dipandu oleh Agus Yanuar dan disampaikan oleh Budi Budar, Investment Strategist, Herbie Mohede, Senior Fund Manager dan Dimas Noverio, Investment Analyst.


    Tentang Samuel Aset Manajemen

    PT Samuel Aset Manajemen (SAM) merupakan anggota dari Bursa Efek Indonesia dan memiliki lisensi sebagai manajer investasi. Sebagai perusahaan manajer investasi terpercaya yang telah berdiri secara independen sejak 1997, SAM selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan menetapkan strategi investasi yang tepat. Tim Manajer Investasi SAM yang merupakan praktisi yang berpengalaman di pasar modal dalam dan luar negeri itu, dalam meramu kebijakan investasinya senantiasa menggunakan pendekatan yang rasional dengan metode analisis yang sahih. Dengan memanfaatkan pengalamannya, SAM dapat secara taktis menyesuaikan racikan investasi terbaiknya yang sesuai dengan kondisi pasar.

    Saat ini Samuel Aset Manajemen mengelola reksa dana yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, yaitu SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham) dan SAM Sharia Equity Fund (berbasis efekefek ekuitas syariah, diluncurkan Januari 2013), SAM Syariah Berimbang (reksa dana yang isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Dana Berkembang (reksa dana yang berinvestasi pada efek obligasi dan saham konvensional), dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera (reksa dana syariah yang menginvestasikan dananya pada efek sukuk/obligasi syariah).  Sementara itu, Produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang dikelola SAM pun senantiasa berkinerja baik sesuai dengan tujuan dan kebijakan investasinya.

    ***

    Perkembangan Produk dan Kinerja SAM 2013

    Walaupun didera oleh berbagai tantangan sulit sepanjang tahun 2013, dengan ke hati-hatian dan kerja keras SAM berhasil meningkatkan total aset kelolaannya (AUM) sepanjang Januari  hingga akhir November 2013 menjadi Rp 3,6 triliun. Reksa dana memberikan kontribusi terbesar dengan kenaikan sebesar 227,14% menjadi Rp 2,7 triliun. Peningkatan yang lebih dari 2 kali lipat pada aset kelolaan berbentuk reksa dana ini berhasil menempatkan SAM dalam urutan 15 besar perusahaan Manajer Investasi  berdasarkan jumlah total aset kelolaan reksa dana.

    Sumbangan terbesar dari kenaikan AUM pada produk reksa dana ini datang dari SAM Indonesian Equity Fund yang menyumbangkan 47%% dari total AUM reksa dana SAM. Pada Januari sampai November 2013, SAM Indonesian Equity Fund telah tumbuh sebesar 483,94% menjadi Rp 1,27 triliun.

    Untuk produk reksadana saham, SAM berhasil  menempati urutan 10 besar sedangkan untuk produk reksa dana Syariah, SAM berada pada posisi ke-5 bila dibandingkan dengan produk sejenis pada industrinya. Pada segment reksa dana berimbang dan saham SAM kembali berhasil masuk pada urutan 10 besar dengan total nilai kelolaaan mencapai Rp 2,05 triliun.

    Selain dana kelolaan yang tumbuh dengan pesat, pertumbuhan rekening yang dikelola oleh SAM pun meningkat menjadi 4.634 rekening atau setara dengan 233% bila dibandingkan dengan jumlah rekening yang hanya sebesar 1.393 di tahun 2012. Nasabah individual masih mendominasi komposisi jumlah rekening nasabah SAM, yaitu sebesar 96,07% meskipun sumbangannya kepada total dana kelolaan adalah sebesar 20,95%, lebih kecil bila dibandingkan sumbangan rekening nasabah institusi ke total AUM yang sebesar 79,05%

    Pada nasabah institusi, asuransi dan dana pensiun masih mendominasi total AUM dengan kontribusi masing-masing sebesar 63,72% dan 27,34%.

    Jakarta, 19 Desember 2013

    Intan Syah Ichsan, Chief Operating Officer

    ***

    Economy Outlook 2014

    Berharap pada Global dan Hajatan Pemilu

    Ekonomi 2014 masih akan me”warisi” masalah-masalah ekonomi yang muncul secara signifikan di tahun 2013 terutama yang bersumber dari dalam negeri yaitu defisit transaksi berjalan yang menjadi fokus kebijakan moneter dan fiskal. Kebijakan moneter dilakukan dengan menaikkan suku bunga BI rate sebesar 175 bps menjadi 7,5% dari posisi terendahnya di 5,75% pada Mei lalu membuat laju pertumbuhan kredit melambat. BI menargetkan laju pertumbuhan kredit tahun 2013 sebesar 20%. Perlambatan pertumbuhan kredit mulai terlihat pada data Oktober sebesar 22,2% yoy, turun dari 23% yoy pada September. Perlambatan kredit ini diharapkan bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi. Relatif tingginya pertumbuhan ekonomi dalam 3 tahun terkahir membuat impor mencatat kenaikan signifikan. Sayangnya di saat yang sama ekspor turun karena turunnya permintaan dan harga terutama terkait harga komoditas yang menjadi andalan ekspor non migas Indonesia. Di sisi kebijakan fiskal, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan Agustus dan Desember. Kombinasi kedua kebijakan ini akan membuat ekonomi di tahun 2014 dalam tren turun.

    Namun penurunan ekonomi tersebut kemungkinan bisa tertahan dengan adanya hajatan pemilihan umum (pemilu) di tahun 2014. Belanja pemilu diperkirakan bisa membantu menahan turunnya konsumsi masyarakat seiring dengan turunnya pendapatan. BI memperkirakan hajatan pemilu bisa mendorong sekitar 0,18%-0,2% pertumbuhan ekonomi. Setidaknya hajatan pemilu ini bisa menahan penurunan pertumbuhan ekonomi sampai triwulan ke-2 2014. Sedangkan di triwulan ke-3, ekonomi masih akan terbantu karena faktor musim puasa dan lebaran.

    Di sisi global, ekonomi negara-negara utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Cina juga Jepang diperkirakan lebih baik dari tahun 2013. Perbaikan ekonomi ini diharapkan bisa membawa perbaikan harga komoditas dan ekspor Indonesia. Keputusan the Fed untuk mengurangi stimulusnya mulai bulan Januari sebesar US$10 miliar menjadi US$75 miliar pada FOMC 18 Dsember kemarin memberikan perbaikan sentimen terhadap risiko investasi. Bahkan Gubernur the Fed Bernanke memberikan sinyal yang lebih jelas untuk terus mengurangi di masa mendatang seiring dengan perbaikan ekonomi di AS. Keputusan ini bisa mengurangi ketidakpastian investasi karena investor mulai bisa mengukur risiko investasinya terutama di emerging market (EMs). Namun kemungkinan dana asing belum akan masuk secara masif ke pasar Indonesia karena masih menunggu keputusan calon-calon yang akan maju menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2014.

    Ketidakpastian dari dalam negeri terkait Pemilu ini menjadi kendala yang cukup signifikan ditengah perbaikan ekonomi global di tahun 2014. Ketidakpastian ini kemungkinan baru akan terurai memasuki semester ke-2 tahun 2014 seiring dengan harapan perbaikan defisit di transaksi berjalan yang kemungkinan bisa menjadi 2,8%-2,9% dari PDB di akhir tahun 2014. Sedangkan pertumbuhan ekonomi kami perkirakan masih bisa bekisar antara 5,6%-5,8%. Sedangkan tekanan inflasi melambat menuju 5,5%-6%, diikuti dengan suku bunga (BI rate) yang berpotensi turun menuju 7% di triwulan ke-3 jika perbaikan di transaksi berjalan signifikan diikuti dengan turunnya inflasi. Namun BI rate kemungkinan masih berpotensi naik sebesar 25 bps di triwulan ke-1 sebagai proses percepatan penurunan defisit dan antisipasi inflasi akibat pemilu. Kisaran BI rate kami perkirakan antara 7% -7,75% di sepanjang tahun 2014. Sementara untuk nilai tukar rupiah (IDR) kami melihat nilai teoritisnya di Rp.10.500 per USD. Namun dengan mempertimbangkan masih belum optimisnya investor asing masuk ke pasar Indonesia di semester I 2014, kemungkinan IDR masih bergerak di kisaran antara Rp.11.500 sampai Rp.12.000 per USD. Seiring dengan perbaikan di transaksi berjalan dan sentimen pasca Pemilu Presiden Juni 2014, kami perkirakan IDR bisa menguat dan ditutup di Rp.10.800 sampai Rp.11.000 di akhir tahun 2014.

    Jakarta, 19 Desember 2013

    Lana Soelistianingsih, Chief Economist, Head of Research

     ***

    Strategi Investasi  2014

    Secara jangka panjang (>5 tahun), IHSG optimis untuk bullish didukung oleh kondisi demografi yang relatif muda, balance sheet rumah tangga, korporasi dan negara yang kuat, kondisi  perbankan yang transparan dan sehat,  kondisi politik  yang ‘berimbang’ dan pemerintahan yang pro pertumbuhan. Namun, secara jangka pendek (

    Domestik ekonomi dalam negeri sedang dalam masa ‘penyesuaian’ setelah berkurangnya efek likuiditas global. Penyesuaian sedang berlangsung melalui mekanisme suku bunga dan pelemahan nilai tukar perlambatan ekonomi dari proses ini diharapkan mencapai titik terendah pada semester I. Sementara, proses pemulihan diharapkan dapat terjadi pada awal semester II. Jangka waktu periode penyesuaian bisa lebih cepat atau lebih lambat, tergantung pada Hasil Pemilu 2014 dan Faktor Eksternal.

    Beberapa poin penting perkembangan dari luar yang perlu dicermati dan akan memberi efek pada ekonomi dalam negeri antara lain timing dan besaran pengurangan quantitative easing oleh The Fed, pergerakan imbal hasil US Treasury, pertumbuhan/perlambatan ekonomi China dan  kebijakan bank sentral utama dunia (The Fed, ECB, BOJ, PBoC).

    Strategi investasi dan beberapa sektor pilihan kami antara lain:

    PADA MASA PENYESUAIAN

    Overweight: Consumer Staple, Mining, Plantation

    Neutral: Infrastructure, Utility.

    Underweight : Interest rate sensitive stock (Bank, Property, Construction), Consumer Discretionary (Automotive)

    PADA MASA PEMULIHAN

    Overweight: Interest Rate Sensitive, Consumer Discretionary

    Neutral: Infrastructure, Utility, Consumer Staple

    Underweight: Plantation, Mining

    Jakarta, 19 Desember 2013

     Budi Budar

    Investment Strategist, Senior Portfolio Manager

    ***

    Disclaimer: This report is represented by PT Samuel Aset Manajemen for information purpose only. Under no circumstances is it to be used or considered as an offer to sell or a solicitation of any offer to buy. This report has been produced independently and the forecast, opinions and expectations contained herein are entirely those of PT Samuel Aset Manajemen. While all reasonable care has been taken to ensure that information contained herein is not untrue or misleading at the time of publication, PT Samuel Aset Manajemen makes no representations as to its accuracy or completeness and it should be relied upon as such. Neither PT Samuel Aset Manajemen nor any officer or employee of PT Samuel Aset Mananajemen accepts only liability whatsoever for any direct or consequential loss arising from any use of this report.

     PRESS RELEASE : Market Outlook 2014: Keep Calm, Invest Wisely

    Pada hari Kamis, 19 Desember 2013, bertempat di SAMUEL Exchange Club, Menara Imperium Lt. 7 Jakarta, PT Samuel Aset Manajemen mempresentasikan Market Outlook 2014, bertema “Keep Calm, Invest Wisely”. Acara ini bertujuan memberikan informasi kinerja dan perkembangan produk reksa dana SAM, serta memberikan gambaran pasar, tinjauan dan strategi investasi tahun 2014 pada masyarakat pasar modal pada umumnya.

    Hadir dalam acara ini jajaran direksi PT Samuel Aset Manajemen. Acara dibuka oleh, Agus B. Yanuar selaku President Director dan Intan Syah Ichsan, Chief Operating Officer yang menyampaikan Perkembangan Produk, Dana Kelolaan dan Kinerja SAM di tahun 2013.  Market Outlook makro ekonomi disampaikan oleh Chief Economist & Head of Research, Lana Soelistianingsih. Sementara itu, Strategi Investasi 2014 disampaikan oleh Tim Investasi SAM, yang dipandu oleh Agus Yanuar dan disampaikan oleh Budi Budar, Investment Strategist, Herbie Mohede, Senior Fund Manager dan Dimas Noverio, Investment Analyst.


    Tentang Samuel Aset Manajemen

    PT Samuel Aset Manajemen (SAM) merupakan anggota dari Bursa Efek Indonesia dan memiliki lisensi sebagai manajer investasi. Sebagai perusahaan manajer investasi terpercaya yang telah berdiri secara independen sejak 1997, SAM selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan menetapkan strategi investasi yang tepat. Tim Manajer Investasi SAM yang merupakan praktisi yang berpengalaman di pasar modal dalam dan luar negeri itu, dalam meramu kebijakan investasinya senantiasa menggunakan pendekatan yang rasional dengan metode analisis yang sahih. Dengan memanfaatkan pengalamannya, SAM dapat secara taktis menyesuaikan racikan investasi terbaiknya yang sesuai dengan kondisi pasar.

    Saat ini Samuel Aset Manajemen mengelola reksa dana yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, yaitu SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham) dan SAM Sharia Equity Fund (berbasis efekefek ekuitas syariah, diluncurkan Januari 2013), SAM Syariah Berimbang (reksa dana yang isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Dana Berkembang (reksa dana yang berinvestasi pada efek obligasi dan saham konvensional), dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera (reksa dana syariah yang menginvestasikan dananya pada efek sukuk/obligasi syariah).  Sementara itu, Produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang dikelola SAM pun senantiasa berkinerja baik sesuai dengan tujuan dan kebijakan investasinya.

    ***

    Perkembangan Produk dan Kinerja SAM 2013

    Walaupun didera oleh berbagai tantangan sulit sepanjang tahun 2013, dengan ke hati-hatian dan kerja keras SAM berhasil meningkatkan total aset kelolaannya (AUM) sepanjang Januari  hingga akhir November 2013 menjadi Rp 3,6 triliun. Reksa dana memberikan kontribusi terbesar dengan kenaikan sebesar 227,14% menjadi Rp 2,7 triliun. Peningkatan yang lebih dari 2 kali lipat pada aset kelolaan berbentuk reksa dana ini berhasil menempatkan SAM dalam urutan 15 besar perusahaan Manajer Investasi  berdasarkan jumlah total aset kelolaan reksa dana.

    Sumbangan terbesar dari kenaikan AUM pada produk reksa dana ini datang dari SAM Indonesian Equity Fund yang menyumbangkan 47%% dari total AUM reksa dana SAM. Pada Januari sampai November 2013, SAM Indonesian Equity Fund telah tumbuh sebesar 483,94% menjadi Rp 1,27 triliun.

    Untuk produk reksadana saham, SAM berhasil  menempati urutan 10 besar sedangkan untuk produk reksa dana Syariah, SAM berada pada posisi ke-5 bila dibandingkan dengan produk sejenis pada industrinya. Pada segment reksa dana berimbang dan saham SAM kembali berhasil masuk pada urutan 10 besar dengan total nilai kelolaaan mencapai Rp 2,05 triliun.

    Selain dana kelolaan yang tumbuh dengan pesat, pertumbuhan rekening yang dikelola oleh SAM pun meningkat menjadi 4.634 rekening atau setara dengan 233% bila dibandingkan dengan jumlah rekening yang hanya sebesar 1.393 di tahun 2012. Nasabah individual masih mendominasi komposisi jumlah rekening nasabah SAM, yaitu sebesar 96,07% meskipun sumbangannya kepada total dana kelolaan adalah sebesar 20,95%, lebih kecil bila dibandingkan sumbangan rekening nasabah institusi ke total AUM yang sebesar 79,05%

    Pada nasabah institusi, asuransi dan dana pensiun masih mendominasi total AUM dengan kontribusi masing-masing sebesar 63,72% dan 27,34%.

    Jakarta, 19 Desember 2013

    Intan Syah Ichsan, Chief Operating Officer

    ***

    Economy Outlook 2014

    Berharap pada Global dan Hajatan Pemilu

    Ekonomi 2014 masih akan me”warisi” masalah-masalah ekonomi yang muncul secara signifikan di tahun 2013 terutama yang bersumber dari dalam negeri yaitu defisit transaksi berjalan yang menjadi fokus kebijakan moneter dan fiskal. Kebijakan moneter dilakukan dengan menaikkan suku bunga BI rate sebesar 175 bps menjadi 7,5% dari posisi terendahnya di 5,75% pada Mei lalu membuat laju pertumbuhan kredit melambat. BI menargetkan laju pertumbuhan kredit tahun 2013 sebesar 20%. Perlambatan pertumbuhan kredit mulai terlihat pada data Oktober sebesar 22,2% yoy, turun dari 23% yoy pada September. Perlambatan kredit ini diharapkan bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi. Relatif tingginya pertumbuhan ekonomi dalam 3 tahun terkahir membuat impor mencatat kenaikan signifikan. Sayangnya di saat yang sama ekspor turun karena turunnya permintaan dan harga terutama terkait harga komoditas yang menjadi andalan ekspor non migas Indonesia. Di sisi kebijakan fiskal, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan Agustus dan Desember. Kombinasi kedua kebijakan ini akan membuat ekonomi di tahun 2014 dalam tren turun.

    Namun penurunan ekonomi tersebut kemungkinan bisa tertahan dengan adanya hajatan pemilihan umum (pemilu) di tahun 2014. Belanja pemilu diperkirakan bisa membantu menahan turunnya konsumsi masyarakat seiring dengan turunnya pendapatan. BI memperkirakan hajatan pemilu bisa mendorong sekitar 0,18%-0,2% pertumbuhan ekonomi. Setidaknya hajatan pemilu ini bisa menahan penurunan pertumbuhan ekonomi sampai triwulan ke-2 2014. Sedangkan di triwulan ke-3, ekonomi masih akan terbantu karena faktor musim puasa dan lebaran.

    Di sisi global, ekonomi negara-negara utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Cina juga Jepang diperkirakan lebih baik dari tahun 2013. Perbaikan ekonomi ini diharapkan bisa membawa perbaikan harga komoditas dan ekspor Indonesia. Keputusan the Fed untuk mengurangi stimulusnya mulai bulan Januari sebesar US$10 miliar menjadi US$75 miliar pada FOMC 18 Dsember kemarin memberikan perbaikan sentimen terhadap risiko investasi. Bahkan Gubernur the Fed Bernanke memberikan sinyal yang lebih jelas untuk terus mengurangi di masa mendatang seiring dengan perbaikan ekonomi di AS. Keputusan ini bisa mengurangi ketidakpastian investasi karena investor mulai bisa mengukur risiko investasinya terutama di emerging market (EMs). Namun kemungkinan dana asing belum akan masuk secara masif ke pasar Indonesia karena masih menunggu keputusan calon-calon yang akan maju menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2014.

    Ketidakpastian dari dalam negeri terkait Pemilu ini menjadi kendala yang cukup signifikan ditengah perbaikan ekonomi global di tahun 2014. Ketidakpastian ini kemungkinan baru akan terurai memasuki semester ke-2 tahun 2014 seiring dengan harapan perbaikan defisit di transaksi berjalan yang kemungkinan bisa menjadi 2,8%-2,9% dari PDB di akhir tahun 2014. Sedangkan pertumbuhan ekonomi kami perkirakan masih bisa bekisar antara 5,6%-5,8%. Sedangkan tekanan inflasi melambat menuju 5,5%-6%, diikuti dengan suku bunga (BI rate) yang berpotensi turun menuju 7% di triwulan ke-3 jika perbaikan di transaksi berjalan signifikan diikuti dengan turunnya inflasi. Namun BI rate kemungkinan masih berpotensi naik sebesar 25 bps di triwulan ke-1 sebagai proses percepatan penurunan defisit dan antisipasi inflasi akibat pemilu. Kisaran BI rate kami perkirakan antara 7% -7,75% di sepanjang tahun 2014. Sementara untuk nilai tukar rupiah (IDR) kami melihat nilai teoritisnya di Rp.10.500 per USD. Namun dengan mempertimbangkan masih belum optimisnya investor asing masuk ke pasar Indonesia di semester I 2014, kemungkinan IDR masih bergerak di kisaran antara Rp.11.500 sampai Rp.12.000 per USD. Seiring dengan perbaikan di transaksi berjalan dan sentimen pasca Pemilu Presiden Juni 2014, kami perkirakan IDR bisa menguat dan ditutup di Rp.10.800 sampai Rp.11.000 di akhir tahun 2014.

    Jakarta, 19 Desember 2013

    Lana Soelistianingsih, Chief Economist, Head of Research

     ***

    Strategi Investasi  2014

    Secara jangka panjang (>5 tahun), IHSG optimis untuk bullish didukung oleh kondisi demografi yang relatif muda, balance sheet rumah tangga, korporasi dan negara yang kuat, kondisi  perbankan yang transparan dan sehat,  kondisi politik  yang ‘berimbang’ dan pemerintahan yang pro pertumbuhan. Namun, secara jangka pendek (<12 bulan) akan penuh tantangan sekaligus peluang. Domestik ekonomi dalam negeri sedang dalam masa ‘penyesuaian’ setelah berkurangnya efek likuiditas global. Penyesuaian sedang berlangsung melalui mekanisme suku bunga dan pelemahan nilai tukar perlambatan ekonomi dari proses ini diharapkan mencapai titik terendah pada semester I. Sementara, proses pemulihan diharapkan dapat terjadi pada awal semester II. Jangka waktu periode penyesuaian bisa lebih cepat atau lebih lambat, tergantung pada Hasil Pemilu 2014 dan Faktor Eksternal. Beberapa poin penting perkembangan dari luar yang perlu dicermati dan akan memberi efek pada ekonomi dalam negeri antara lain timing dan besaran pengurangan quantitative easing oleh The Fed, pergerakan imbal hasil US Treasury, pertumbuhan/perlambatan ekonomi China dan  kebijakan bank sentral utama dunia (The Fed, ECB, BOJ, PBoC).

    Strategi investasi dan beberapa sektor pilihan kami antara lain:

    PADA MASA PENYESUAIAN

    Overweight: Consumer Staple, Mining, Plantation

    Neutral: Infrastructure, Utility.

    Underweight : Interest rate sensitive stock (Bank, Property, Construction), Consumer Discretionary (Automotive)

     

    PADA MASA PEMULIHAN

    Overweight: Interest Rate Sensitive, Consumer Discretionary

    Neutral: Infrastructure, Utility, Consumer Staple

    Underweight: Plantation, Mining

     

    Jakarta, 19 Desember 2013

     Budi Budar

    Investment Strategist, Senior Portfolio Manager

     

    ***

    Disclaimer: This report is represented by PT Samuel Aset Manajemen for information purpose only. Under no circumstances is it to be used or considered as an offer to sell or a solicitation of any offer to buy. This report has been produced independently and the forecast, opinions and expectations contained herein are entirely those of PT Samuel Aset Manajemen. While all reasonable care has been taken to ensure that information contained herein is not untrue or misleading at the time of publication, PT Samuel Aset Manajemen makes no representations as to its accuracy or completeness and it should be relied upon as such. Neither PT Samuel Aset Manajemen nor any officer or employee of PT Samuel Aset Mananajemen accepts only liability whatsoever for any direct or consequential loss arising from any use of this report.

     

  • Mengatur Keuangan Keluarga di Awal TahunMengatur Keuangan Keluarga di Awal Tahun

    Tahun 2014 hampir tiba. Selain mempersiapkan pesta akhir tahun, artinya juga tiba waktu untuk mengatur kembali perencanaan keuangan keluarga Anda dalam setahun ke depan.

    Mengatur keuangan dengan baik akan memberikan banyak manfaat, antara lain pertama mencapai cita-cita keluarga, seperti pendidikan berkualiatas untuk anak, merencanakan dana pensiun, membeli rumah kedua yang lebih besar, membeli mobil, memulai bisnis/usaha. Kedua, mengantisipasi terjadinya masalah keuangan keluarga, seperti sampai terbelit hutang. Dengan melakukan perencanaan keuangan, risiko yang mungkin timbul dapat diantisipasi. Ketiga, selalu ada kontrol arus keluar masuk keuangan keluarga, sehingga bisa dideteksi dengan baik dan tidak ada istilah “Lebih besar pasak daripada tiang”

    Apa yang harus kembali dilakukan di awal tahun ini dalam mengatur keuangan keluarga?

    MengaturKeuanganKeluarga

     1. Evaluasi (review)

    Waktunya Anda membuka ulang dan megumpulkan semua catatan keuangan Anda dan melihat bagaimana kondisi keuangan Anda tahun ini. Apakah sudah sesuai dengan perencanaan di awal tahun sebelumnya? Jika sudah sesuai, Anda bisa teruskan atau ditambahkan dengan rencana tahun mendatang. Jika belum sesuai, Anda perlu mengecek terlebih dahulu dimana letak kesalahannya, sehingga tidak akan terjadi kesalahan kembali pada rencana tahun 2014 ini.

     2.  Financial Check Up.

    Ketahui semua pengeluaran dan pemasukan Anda. Setelah melakukan evaluasi, yang pertama harus dilakukan adalah melakukan identifikasi apa saja pengeluaran keluarga Anda dan terutama mengetahui darimana saja sumber pemasukan keuangan Anda dan berapa besarnya. Tahap pertama ini penting dilakukan untuk mengenali kemampuan keuangan Anda.

     3.  Susun Tujuan Keuangan

    Kenapa banyak orang memiliki masalah keuangan? Penghasilan tidak mencukupi biaya hidup, bahkan tidak dapat membayar hutang? Ternyata alasan utamanya adalah karena mereka tidak merencanakan kemana uang yang mereka miliki akan digunakan. Elemen penting dalam perencanaan keuangan yang baik adalah tujuan-tujuan keuangan yang jelas. Terdapat 2 (dua) faktor yang harus kita perhatikan dalam menetapkan tujuan keuangan yaitu jangka waktu dan jenis kebutuhan.

    Berdasarkan jangka waktu, kita dapat membagi tujuan keuangan menjadi :

    • Dimulai dengan keperluan keuangan saat ini, artinya berapa besar dana dalam bentuk likuid yang tersedia sebagai sumber dana untuk mencukupi kebutuhan keluarga, mulai dari keperluan pembayaran listrik, telepon, uang sekolah anak, transportasi, sampai dengan kebutuhan di akhir minggu, seperti makan di restoran, jalan-jalan. Kebutuhan ini perlu dirancang dan dianggarkan dananya agar dapat dikontrol secara rutin setiap bulannya.
    • Tujuan keuangan jangka pendek yang hanya memerlukan waktu 1 tahun untuk mencapainya (misal menabung untuk membeli motor, laptop) atau dana untuk keperluan berlibur keluarga yang dapat direncanakan berulang setiap tahun.
    • Sedangkan tujuan keuangan jangka menengah adalah rencana yang memerlukan waktu 2 sampai 5 tahun untuk mencapainya (misal investasi untuk menyediakan biaya pendidikan anak, membeli rumah).

    Bagaimana dengan kebutuhan biaya pendidikan anak Anda? Misal tahun depan anak Anda mulai masuk SMP, apakah investasi yang sudah Anda lakukan tahun sebelumnya sudah mencukupi untuk biaya uang pangkalnya? Jika belum dialokasikan, Anda hanya tinggal punya 1.5 tahun untuk mempersiapkan menjelang tahun ajaran baru tahun berikutnya. Saat ini kita tahu bahwa semakin lama dana pendidikan akan semakin memberatkan kantong Anda sebagai orang tua, tetapi semakin awal kita mempersiapkannya melalui investasi akan semakin ringan untuk dilakukan.

    Tujuan keuangan jangka panjang. Dikategorikan sebagai keperluan Anda minimal pada 5 tahun mendatang. Apakah investasi untuk tujuan dana pensiun Anda sudah sesuai dengan targetnya hingga akhir tahun ini? Apakah produk investasi yang kita pilih sudah sesuai dengan kebutuhan? Jika sudah sesuai, Anda teruskan dengan rancangan investasi yang sudah dilakukan tahun sebelumnya. Jika belum dilakukan, segera hitung kebutuhan dana pensiun Anda mulai sekarang, dan segera lakukan investasi untuk memenuhinya. Jangan ditunda! Pikirkan juga bagaimana cara mencapainya, mungkin dengan menyisihkan dana tersendiri setiap bulannya untuk tujuan tersebut.

    Kebutuhan Dana Darurat pun perlu disusun sebagai proteksi atau uang jaga-jaga atas resiko kematian/kecelakaan atas diri Anda sebagai pemberi sumber dana keluarga.

    Sedangkan berdasarkan jenis kebutuhan, Anda dapat membagi tujuan keuangan menjadi 3 jenis barang, seperti: Barang konsumsi, yaitu barang yang rutin kita gunakan, relatif harga murah, tetapi kebutuhan akumulasinya menjadi cukup besar setiap tahunnya (misal kebutuhan pasta gigi, sabun mandi, sabun cuci, shampo, bahan makanan). Selanjutnya adalah barang tahan lama, yaitu barang yang jarang dibeli, harganya relatif mahal tetapi dapat digunakan untuk jangka waktu lama, minimal 3 tahun, sehingga untuk memenuhinya kita dapat melakukan investasi sebelumnya (misal mobil, motor, TV). Dan yang terakhir adalah barang tidak berwujud, adalah barang yang tidak dapat disentuh tetapi sangat diperlukan untuk keluarga Anda, yaitu biaya kesehatan, biaya pendidikan, biaya hidup pensiun Anda, biaya berlibur. Kebutuhan akan barang ini dapat disesuaikan sesuai prioritas kapan barang tersebut diperlukan, apakah harus segera disediakan atau masih dapat ditunda untuk memenuhi kebutuhan lain terlebih dahulu.

    Langkah selanjutnya dari menyusun tujuan keuangan keluarga adalah melakukan klasifikasi dan prioritas tujuan keuangan kita berdasarkan kedua kategori di atas.

    4.  Buat Anggaran Belanja Keluarga.

    Selanjutnya buat anggaran belanja Anda. Hitung biayanya. Pada tahap ini seharusnya dibuat sangat rinci dengan sudah memasukkan nilai nominal rupiah untuk setiap anggaran yang mengaju kepada semua tujuan keuangan, termasuk kebutuhan-kebutuhan mendasar keluarga Anda.

    Yang terpenting, nilai yang Anda masukkan adalah angka wajar, agar Anda dapat mengetahui perkiraan kondisi nyata kebutuhan keluarga Anda selama setahun ke depan.

    Faktor Inflasi merupakan hal penting yang harus dimasukkan ke dalam perhitungan biaya yang Anda perlukan di masa mendatang.

     5. Eksekusi

    Lakukan apa yang sudah Anda susun di rencana keuangan.

     6. Komitmen

    Perencanaan keuangan yang bagus, tanpa dibarengi kedisiplinan tidak akan ada artinya. Jadi perlu ada komitmen bagi Anda akan secara disiplin menjalankan rencana keuangan keluarga Anda sendiri.

    7. Kembali ke Evaluasi

    Evaluasi penting dilakukan untuk mengetahui apakah rencana keuangan Anda masih sesuai. Misal investasi untuk tujuan pendidikan anak direview secara rutin 3 bulanan, apakah hasil investasi sudah sesuai dengan ekspektasi return yang diharapkan, apakah ada kenaikan nilai uang sekolah, sehingga nilai investasi Anda harus ditambah?

    Tetapi jangan pula terlalu ketat memonitor investasi Anda, karena tujuan keuangan yang Anda susun adalah untuk jangka menengah atau panjang.

    Akhirnya, terasa mudah bukan jika mengatur keluangan keluarga dilakukan dengan rencana yang baik dan dilakukan secara bertahap dan disiplin?

    Anda dan keluarga akan dapat menikmati rencana berlibur Anda di tahun mendatang dengan tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terjadi kesalahan pengeluaran dana yang berlebihan dari sumber dana keluarga Anda.

    Siapkan kembang api, kita songsong tahun 2014 dengan semangat mengatur keuangan keluarga dengan lebih baik lagi !

    ***

    Ayu Widuri
    Vice President, Head of Marketing  PT Samuel Aset Manajemen

    (artikel juga dimuat di Harian Nasional, 15 Desember 2013, halaman A8)

  • Rahasia Sukses InvestasiRahasia Sukses Investasi

    Semua bisa jadi miliarder

    Ingin jadi miliarder? Gampang sekali. Tinggal menabung Rp. 10.000,- per hari, dengan asumsi imbal hasil rata-rata 5% per tahun, kita akan menjadi miliarder dalam 55 tahun. Kelamaan? Saya ada solusinya. Naikkan tabungan per hari menjadi Rp. 50.000,- dengan imbal hasil yang sama, 5%, maka gelar miliarder akan anda peroleh dalam waktu lebih singkat, 27 tahun saja. Masih terlalu lama? Naikkan saja imbal hasil rata-rata jadi 10% p.a, dengan tabungan Rp. 50.000,- niat tadi bisa di raih dalam waktu hanya 19 tahun.

    Ternyata syarat menjadi milarder sangat gampang.
    1. Mulai Berinvestasi
    2. Memiliki uang untuk diinvestasikan
    3. Imbal hasil yang baik
    4. Memiliki waktu yang cukup

    Rahasia Investasi
    Tulisan ini tidak akan membahas cara cepat menjadi miliarder. Tapi lebih jauh tentang esensi dari cara berinvestasi yang memberikan hasil terbaik. Investasi yang tidak hanya terbatas pada hal keuangan semata tetapi juga hal lainnya.

    Ketika kita membahas cara berinvestasi untuk menghasilkan hasil terbaik, ada 4 hal yang terkandung di dalamnya seperti ilustrasi di atas.
    1. Aktifitas investasi itu sendiri.
    2. Unsur atau hal yang diinvestasikan
    3. Imbal hasil dan
    4.Jangka waktu

    Kita bahas satu persatu.
    Investasi = Pengorbanan.

    Ketika mendengar kata investasi, pada umumnya yang terpikir adalah bagaimana cara menanamkan uang untuk mendapatkan nilai yang lebih besar dimasa mendatang. Hal ini tidak salah. Tapi terlalu sempit.

    Makna investasi sebenarnya adalah melakukan pengorbanan saat sekarang untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dimasa mendatang. Kita mengorbankan hal yang sebenarnya bisa dinikmati saat ini, akan tetapi kita putuskan untuk ditunda menikmatinya, dengan harapan kenikmatan yang diperoleh menjadi lebih besar jika dilakukan masa mendatang. Kita memilih menginvestasikan uang ketimbang dibelanjakan agar nilai yang dinikmati lebih besar dikemudian hari. Kita rutin berolah raga ketimbang bermalas-malasan berharap bisa tetap hidup sehat hingga tua. Anak-anak memilih belajar ketimbang bermain berharap menjadi orang yang lebih hebat dikemudian hari.

    Intinya adalah pengorbanan kesenangan hari ini untuk keuntungan lebih besar di masa mendatang. Tidak gampang untuk melakukan pengorbanan tersebut. Banyak yang menolak melakukannya karena menurut mereka hasil yang akan dipetik di masa datang belumlah pasti. Argumen itu ada benarnya. Akan tetapi lebih pasti lagi adalah, tidak akan pernah ada hasil dimasa mendatang tanpa pernah ada pengorbanan saat ini. Benar biji yang ditanam hari ini belum tentu menghasilkan buah seperti yang diinginkan. Akan tetapi sudah pasti tidak akan pernah ada buah di masa mendatang, tanpa ada biji yang ditanam hari ini.

    Investasikan Yang Paling Berharga
    Balik ke ilustrasi paling awal. Kita tahu semakin besar nilai yang di investasikan semakin besar hasilnya. Pertanyaannya berikutnya adalah hal apa yang paling bernilai, paling mahal yang bisa kita investasikan. Jawabannya bukan uang. Akan tetapi sesuai hukum ekonomi, bahwa semakin langka suatu hal dan semakin besar minat orang atasnya, maka akan semakin mahal barang tersebut. Jawabannya adalah waktu.

    Waktu itu sifatnya tetap, tidak bisa ditambah atau dikurangi barang sedetik pun. Siapa yang tidak ingin punya waktu lebih banyak, tapi sayang satu hari jatahnya hanya 24 jam. Dan yang paling bikin rumit, kita tidak pernah tahu berapa sisa waktu yang kita miliki. Oleh karenanya setiap waktu yang kita miliki adalah sangat besar nilainya.

    Karena nilainya yang tinggi, waktu tidaklah boleh dibuang percuma. Justru waktu sangat cocok untuk kita investasikan agar mendapatkan hasil yang lebih tinggi lagi. Bagaimana caranya? Temukan bagian dari 24 jam yang anda miliki, entah dari sebagian waktu yang biasa dipakai nonton tv, atau waktu buat main, atau waktu yang biasa dipakai untuk chatting, ngegosip, nge-browising internet atau dari bagian waktu dari mana saja. Temukan lalu korbankan waktu tersebut dan diinvestasikan. Di investasikan dimana? Pada kegiatan yang memberikan imbal hasil dan multiplier terbesar. Yaitu pembelajaran.

    Pembelajaran
    Pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Ilmu pengetahuan inilah yang memberikan imbal hasil besar dan berlipat-lipat. Sebagai contoh ; ilmu navigasi dan pelayaran, membuat bangsa Spanyol mampu menjelajah dunia dengan kapal, menguasai emas di Amerika Latin dan menjadi penguasa dunia. Ilmu tentang mesin uap mampu memicu revolusi Industri dan mendorong Inggris sebagai kekuatan utama ekonomi dunia. Ilmu adalah kunci untuk memberikan imbal hasil yang terbesar.

    Untuk mendapatkan ilmu ada beberapa cara proses pembelajaran dengan biaya yang berbeda. Yang paling besar biayanya adalah belajar melalui proses trial and error. Melalui proses ini, pada akhirnya ilmu bisa diperoleh, akan tetapi setelah melewati berbagai percobaan dan kesalahan yang memakan waktu dan biaya besar. Sementara proses pembelajaran dengan dengan waktu yang lebih sedikit dan biaya paling murah adalah melalui proses pendidikan, atau lewat membaca buku atau bertanya pada guru atau pada ahlinya. Semakin banyak ilmu yang diperoleh melalui pembelajaran, maka akan semakin besar pula imbal hasil atau multiplier yang dihasilkan.

    Jangka Waktu Investasi
    Kini kita tahu agar mendapatkan hasil butuh pengorbanan. Pengorbanan terbaik adalah waktu, dan imbal hasil terbesar datang melalui pembelajaran. Komponen terakhir yang menentukan jumlah hasil investasi, adalah lama jangka waktu investasi. Semakin lama jangka waktunya maka akan semakin besar akumulasi jumlahya.

    Ilustrasinya adalah seperti ini, jika ingin pohon seperti pohon toge, waktu yang dibutuhkan dari menanam hingga memetik cukup 4 hari. Ingin pohon seperti pohon jagung? Butuh waktu 4 bulan. Akan tetapi untuk mendapatkan pohon mangga besar berbuah lebat anda butuh waktu diatas 4 tahun. Tidak bisa lain. Tidak logis berharap biji mangga menjadi buah dalam 4 bulan. Intinya, untuk mendapatkan hasil investasi yang bagus harus ada proses yang mesti dilalui, masa yang dijalani. Semakin besar keinginan yang kita capai maka semakin lama waktu yang dibutuhkan. Tidak ada hasil baik yang didapatkan secara mudah.

    Penutup
    Sekarang coba pikirkan, tujuan apa yang hendak anda raih. Ingin meraih gelar sarjana, ingin punya rumah? Ingin punya mobil, ingin jalan-jalan keliling dunia, ingin bisa lari marathon 42 km? Semuanya bisa diraih. Tidak ada yang tidak mungkin. Tapi juga tidak ada cara mudah seperti membalikkan telapak tangan. Semua sangat mungkin selama kita tahu cara meraihnya.

    Cara untuk mencapai semua tujuan itu caranya sama. Tentukan tujuan. Mulai berinvestasi atau melakukan pengorbanan. Sisihkan waktu untuk proses pembelajaran agar bisa mencapai tujuan tersebut dengan waktu paling cepat dan cara paling mudah. Lakukan dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus. Pada akhirnya anda akan sampai ketujuan tadi.

    Begitu juga mencapai tujuan finansial. Tetapkan tujuan yang anda inginkan. Sebelum menginvestasikan uang, investasikan waktu terlebih dahulu untuk proses pembelajaran. Sehingga anda tahu tahu tujuan investasinya, tahu profil risiko yang anda bisa terima, tahu jangka waktu investasinya, dan tahu instrument apa yang paling tepat untuk membawa anda sampai ke tujuan tadi dengan cara paling cepat dengan biaya paling murah . Jangan pernah melakukan dosa utama berinvestasi yaitu menginvestasi uang sebelum menginvestasikan waktu untuk proses pembelajaran. Karena itu cara paling cepat menuju bencana keuangan jangka panjang.
    Setelah itu pembelajaran selesai, baru anda investasikan uang anda. Jangan tunda berinvestasi. Lakukan saat ini, karena kita butuh masa untuk membiarkan investasi itu bertumbuh seperti yang diinginkan. Seperti menanam pohon, waktu yang paling tepat sebenarnya 20 tahun yang lalu. Waktu paling tepat berikutnya adalah saat ini. Lakukan berulang kali, karena semakin banyak pohon yang ditanam maka semakin banyak juga hasil yang akan dipanen nantinya.


    Budi Budar
    Senior Fund Manager, PT. Samuel Aset Manajemen.

    (artikel juga dimuat di Harian Nasional, 27 Oktober 2013, halaman A10)Semua bisa jadi miliarder

    Ingin jadi miliarder? Gampang sekali. Tinggal menabung Rp. 10.000,- per hari, dengan asumsi imbal hasil rata-rata 5% per tahun, kita akan menjadi miliarder dalam 55 tahun. Kelamaan? Saya ada solusinya. Naikkan tabungan per hari menjadi Rp. 50.000,- dengan imbal hasil yang sama, 5%, maka gelar miliarder akan anda peroleh dalam waktu lebih singkat, 27 tahun saja. Masih terlalu lama? Naikkan saja imbal hasil rata-rata jadi 10% p.a, dengan tabungan Rp. 50.000,- niat tadi bisa di raih dalam waktu hanya 19 tahun.

    Ternyata syarat menjadi milarder sangat gampang.
    1. Mulai Berinvestasi
    2. Memiliki uang untuk diinvestasikan
    3. Imbal hasil yang baik
    4. Memiliki waktu yang cukup

    Rahasia Investasi
    Tulisan ini tidak akan membahas cara cepat menjadi miliarder. Tapi lebih jauh tentang esensi dari cara berinvestasi yang memberikan hasil terbaik. Investasi yang tidak hanya terbatas pada hal keuangan semata tetapi juga hal lainnya.

    Ketika kita membahas cara berinvestasi untuk menghasilkan hasil terbaik, ada 4 hal yang terkandung di dalamnya seperti ilustrasi di atas.
    1. Aktifitas investasi itu sendiri.
    2. Unsur atau hal yang diinvestasikan
    3. Imbal hasil dan
    4.Jangka waktu

    Kita bahas satu persatu.
    Investasi = Pengorbanan.

    Ketika mendengar kata investasi, pada umumnya yang terpikir adalah bagaimana cara menanamkan uang untuk mendapatkan nilai yang lebih besar dimasa mendatang. Hal ini tidak salah. Tapi terlalu sempit.

    Makna investasi sebenarnya adalah melakukan pengorbanan saat sekarang untuk mendapatkan hasil yang lebih besar dimasa mendatang. Kita mengorbankan hal yang sebenarnya bisa dinikmati saat ini, akan tetapi kita putuskan untuk ditunda menikmatinya, dengan harapan kenikmatan yang diperoleh menjadi lebih besar jika dilakukan masa mendatang. Kita memilih menginvestasikan uang ketimbang dibelanjakan agar nilai yang dinikmati lebih besar dikemudian hari. Kita rutin berolah raga ketimbang bermalas-malasan berharap bisa tetap hidup sehat hingga tua. Anak-anak memilih belajar ketimbang bermain berharap menjadi orang yang lebih hebat dikemudian hari.

    Intinya adalah pengorbanan kesenangan hari ini untuk keuntungan lebih besar di masa mendatang. Tidak gampang untuk melakukan pengorbanan tersebut. Banyak yang menolak melakukannya karena menurut mereka hasil yang akan dipetik di masa datang belumlah pasti. Argumen itu ada benarnya. Akan tetapi lebih pasti lagi adalah, tidak akan pernah ada hasil dimasa mendatang tanpa pernah ada pengorbanan saat ini. Benar biji yang ditanam hari ini belum tentu menghasilkan buah seperti yang diinginkan. Akan tetapi sudah pasti tidak akan pernah ada buah di masa mendatang, tanpa ada biji yang ditanam hari ini.

    Investasikan Yang Paling Berharga
    Balik ke ilustrasi paling awal. Kita tahu semakin besar nilai yang di investasikan semakin besar hasilnya. Pertanyaannya berikutnya adalah hal apa yang paling bernilai, paling mahal yang bisa kita investasikan. Jawabannya bukan uang. Akan tetapi sesuai hukum ekonomi, bahwa semakin langka suatu hal dan semakin besar minat orang atasnya, maka akan semakin mahal barang tersebut. Jawabannya adalah waktu.

    Waktu itu sifatnya tetap, tidak bisa ditambah atau dikurangi barang sedetik pun. Siapa yang tidak ingin punya waktu lebih banyak, tapi sayang satu hari jatahnya hanya 24 jam. Dan yang paling bikin rumit, kita tidak pernah tahu berapa sisa waktu yang kita miliki. Oleh karenanya setiap waktu yang kita miliki adalah sangat besar nilainya.

    Karena nilainya yang tinggi, waktu tidaklah boleh dibuang percuma. Justru waktu sangat cocok untuk kita investasikan agar mendapatkan hasil yang lebih tinggi lagi. Bagaimana caranya? Temukan bagian dari 24 jam yang anda miliki, entah dari sebagian waktu yang biasa dipakai nonton tv, atau waktu buat main, atau waktu yang biasa dipakai untuk chatting, ngegosip, nge-browising internet atau dari bagian waktu dari mana saja. Temukan lalu korbankan waktu tersebut dan diinvestasikan. Di investasikan dimana? Pada kegiatan yang memberikan imbal hasil dan multiplier terbesar. Yaitu pembelajaran.

    Pembelajaran
    Pembelajaran adalah proses untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan. Ilmu pengetahuan inilah yang memberikan imbal hasil besar dan berlipat-lipat. Sebagai contoh ; ilmu navigasi dan pelayaran, membuat bangsa Spanyol mampu menjelajah dunia dengan kapal, menguasai emas di Amerika Latin dan menjadi penguasa dunia. Ilmu tentang mesin uap mampu memicu revolusi Industri dan mendorong Inggris sebagai kekuatan utama ekonomi dunia. Ilmu adalah kunci untuk memberikan imbal hasil yang terbesar.

    Untuk mendapatkan ilmu ada beberapa cara proses pembelajaran dengan biaya yang berbeda. Yang paling besar biayanya adalah belajar melalui proses trial and error. Melalui proses ini, pada akhirnya ilmu bisa diperoleh, akan tetapi setelah melewati berbagai percobaan dan kesalahan yang memakan waktu dan biaya besar. Sementara proses pembelajaran dengan dengan waktu yang lebih sedikit dan biaya paling murah adalah melalui proses pendidikan, atau lewat membaca buku atau bertanya pada guru atau pada ahlinya. Semakin banyak ilmu yang diperoleh melalui pembelajaran, maka akan semakin besar pula imbal hasil atau multiplier yang dihasilkan.

    Jangka Waktu Investasi
    Kini kita tahu agar mendapatkan hasil butuh pengorbanan. Pengorbanan terbaik adalah waktu, dan imbal hasil terbesar datang melalui pembelajaran. Komponen terakhir yang menentukan jumlah hasil investasi, adalah lama jangka waktu investasi. Semakin lama jangka waktunya maka akan semakin besar akumulasi jumlahya.

    Ilustrasinya adalah seperti ini, jika ingin pohon seperti pohon toge, waktu yang dibutuhkan dari menanam hingga memetik cukup 4 hari. Ingin pohon seperti pohon jagung? Butuh waktu 4 bulan. Akan tetapi untuk mendapatkan pohon mangga besar berbuah lebat anda butuh waktu diatas 4 tahun. Tidak bisa lain. Tidak logis berharap biji mangga menjadi buah dalam 4 bulan. Intinya, untuk mendapatkan hasil investasi yang bagus harus ada proses yang mesti dilalui, masa yang dijalani. Semakin besar keinginan yang kita capai maka semakin lama waktu yang dibutuhkan. Tidak ada hasil baik yang didapatkan secara mudah.

    Penutup
    Sekarang coba pikirkan, tujuan apa yang hendak anda raih. Ingin meraih gelar sarjana, ingin punya rumah? Ingin punya mobil, ingin jalan-jalan keliling dunia, ingin bisa lari marathon 42 km? Semuanya bisa diraih. Tidak ada yang tidak mungkin. Tapi juga tidak ada cara mudah seperti membalikkan telapak tangan. Semua sangat mungkin selama kita tahu cara meraihnya.

    Cara untuk mencapai semua tujuan itu caranya sama. Tentukan tujuan. Mulai berinvestasi atau melakukan pengorbanan. Sisihkan waktu untuk proses pembelajaran agar bisa mencapai tujuan tersebut dengan waktu paling cepat dan cara paling mudah. Lakukan dalam jangka waktu tertentu secara terus menerus. Pada akhirnya anda akan sampai ketujuan tadi.

    Begitu juga mencapai tujuan finansial. Tetapkan tujuan yang anda inginkan. Sebelum menginvestasikan uang, investasikan waktu terlebih dahulu untuk proses pembelajaran. Sehingga anda tahu tahu tujuan investasinya, tahu profil risiko yang anda bisa terima, tahu jangka waktu investasinya, dan tahu instrument apa yang paling tepat untuk membawa anda sampai ke tujuan tadi dengan cara paling cepat dengan biaya paling murah . Jangan pernah melakukan dosa utama berinvestasi yaitu menginvestasi uang sebelum menginvestasikan waktu untuk proses pembelajaran. Karena itu cara paling cepat menuju bencana keuangan jangka panjang.
    Setelah itu pembelajaran selesai, baru anda investasikan uang anda. Jangan tunda berinvestasi. Lakukan saat ini, karena kita butuh masa untuk membiarkan investasi itu bertumbuh seperti yang diinginkan. Seperti menanam pohon, waktu yang paling tepat sebenarnya 20 tahun yang lalu. Waktu paling tepat berikutnya adalah saat ini. Lakukan berulang kali, karena semakin banyak pohon yang ditanam maka semakin banyak juga hasil yang akan dipanen nantinya.


    Budi Budar
    Senior Fund Manager, PT. Samuel Aset Manajemen.

    (artikel juga dimuat di Harian Nasional, 27 Oktober 2013, halaman A10)

  • Indonesia Tetap Positif di 2014Indonesia Tetap Positif di 2014

    Indonesia Tetap Positif di 2014Indonesia Tetap Positif di 2014

    “Saya positif tahun depan perekonomian Indonesia akan tetap baik dan kondisi dunia investasi masih tetap meningkat dengan indeks yang juga meningkat,” ujar Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus Yanuar. Menurutnya, berbagai faktor masih menunjukkan Indonesia masih menjadi tempat yang menarik dan menguntungkan untuk berinvestasi. Walaupun risiko masih akan tetap ada dan tetap harus diwaspadai.

    Pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang tinggi dan stabil dibandingkan negara lain. Tahun ini misalnya, walaupun banyak yang mengatakan tahun ini Indonesia dilanda resesi, namun bagi Agus hal ini bukanlah resesi karena pertumbuhan ekonomi masih berada antara 5.5%-5.9%. Persentase ini masih berada dalam angka rentang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2014, perekonomian Indonesia diproyeksikan bertumbuh hingga 6.2% oleh Bank Dunia.

    Bank Dunia juga mencatat pertumbuhan kelas menengah yang cukup tinggi dan kuat. Menurut Bank Dunia, seseorang dikatakan masuk ke kelas menengah ketika pengeluarannya berkisar antara AS$ 2-AS$ 20 per harinya dan setidaknya 60% orang Indonesia masuk ke dalam kelas tersebut. “Hal ini disebabkan dengan pendapatan per kapita Indonesia yang terus mengalami peningkatan. Ketika reformasi baru dimulai pada 1998, pendapatan per kapita sebesar AS$ 650 sedangkan sekarang telah mencapai AS$ 3.800,” jelas Agus.

    Dengan demikian, sektor-sektor bisnis dan usaha yang akan berhasil tahun depan masih pada sektor yang berhubungan dengan demografi dan konsumsi domestik karena diuntungkan oleh peningkatan masyarakat kelas menengah tersebut. Sektor seperti perbankan, konsumsi, lifestyle, konstruksi, dan kesehatan masih menarik minat karena dapat memberikan imbal hasil maksimal.

    Bangkitnya kelas menengah juga memperbanyak investor lokal sehingga bursa semakin kuat menghadapi goncangan dari luar. Hal ini terlihat di tengah-tengah penarikan dana asing yang terjadi pada beberapa bulan lalu. Ketika asing sedang melakukan penjualan, banyak investor lokal yang menanamkan dananya untuk berinvestasi. Hal ini membuat pasar kita semakin kuat dan tak sepenuhnya bergantung pada investor asing.

    Investor asing pun diperkirakan masih tetap tertarik untuk kembali menanamkan uangnya di Indonesia. “Ternyata pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat belum sekuat yang diperkirakan dan banyak lembaga yang menginginkan imbal hasil besar. Untuk mendapatkan imbal hasil besar harus menanamkan uangnya di negara emerging market, seperti di Indonesia. Dana Pensiun dan bank sentral pun masih banyak yang berinvestasi di Indonesia,” tutur Agus.
    Walaupun demikian, ada faktor-faktor yang harus diwaspadai seperti defisit neraca berjalan dan defisit anggaran Indonesia karena berpengaruh langsung pada kurs mata uang Indonesia. Apalagi melihat dua hal tersebut yang menjadi penyebab penarikan dana asing besar-besaran yang terjadi beberapa bulan silam. Selain itu, tren kenaikan bahan pangan yang mulai terjadi pun harus masuk dalam daftar hal yang harus diperhatikan.

    Iklim politik Indonesia yang akan melaksanakan pemilu turut memengaruhi. Jika calonnya disukai oleh pasar maka indeks akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Tapi, menurut pengalaman Agus, di tahun pemilu indeks biasanya mengalami peningkatan karena konsumsi domestik menjadi tambah besar untuk keperluan kampanye.

    Kebijakan bank sentral Amerika Serikat harus diperhatikan dengan seksama. Menurut Agus sendiri tahun depan bank sentral Amerika Serikat tak akan melakukan sesuatu yang drastic karena baru terjadi pergantian gubernur bank sentral. Walaupun diperkirakan tapering akan tetap dilakukan pada bulan Maret 2014.

    Melihat hal-hal tersebut, Agus pun yakin tahun depan pasar akan tetap tumbuh. Agus sendiri menargetkan reksadana obligasi milik SAM akan mendapatkan imbal hasil sebesar 10%-12%, reksadana campuran 15%, dan reksadana saham 20%. Agus berkeyakinan targetnya ini dapat mencapai sasaran, bahkan tak menutup kemungkinan melebihi yang ditargetkan.

    Semua yg terbaik dari SAM

    “Saya positif tahun depan perekonomian Indonesia akan tetap baik dan kondisi dunia investasi masih tetap meningkat dengan indeks yang juga meningkat,” ujar Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus Yanuar. Menurutnya, berbagai faktor masih menunjukkan Indonesia masih menjadi tempat yang menarik dan menguntungkan untuk berinvestasi. Walaupun risiko masih akan tetap ada dan tetap harus diwaspadai.
    Pertumbuhan ekonomi Indonesia terbilang tinggi dan stabil dibandingkan negara lain. Tahun ini misalnya, walaupun banyak yang mengatakan tahun ini Indonesia dilanda resesi, namun bagi Agus hal ini bukanlah resesi karena pertumbuhan ekonomi masih berada antara 5.5%-5.9%. Persentase ini masih berada dalam angka rentang pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 10 tahun terakhir. Pada tahun 2014, perekonomian Indonesia diproyeksikan bertumbuh hingga 6.2% oleh Bank Dunia.

    Bank Dunia juga mencatat pertumbuhan kelas menengah yang cukup tinggi dan kuat. Menurut Bank Dunia, seseorang dikatakan masuk ke kelas menengah ketika pengeluarannya berkisar antara AS$ 2-AS$ 20 per harinya dan setidaknya 60% orang Indonesia masuk ke dalam kelas tersebut. “Hal ini disebabkan dengan pendapatan per kapita Indonesia yang terus mengalami peningkatan. Ketika reformasi baru dimulai pada 1998, pendapatan per kapita sebesar AS$ 650 sedangkan sekarang telah mencapai AS$ 3.800,” jelas Agus.

    Dengan demikian, sektor-sektor bisnis dan usaha yang akan berhasil tahun depan masih pada sektor yang berhubungan dengan demografi dan konsumsi domestik karena diuntungkan oleh peningkatan masyarakat kelas menengah tersebut. Sektor seperti perbankan, konsumsi, lifestyle, konstruksi, dan kesehatan masih menarik minat karena dapat memberikan imbal hasil maksimal.

    Bangkitnya kelas menengah juga memperbanyak investor lokal sehingga bursa semakin kuat menghadapi goncangan dari luar. Hal ini terlihat di tengah-tengah penarikan dana asing yang terjadi pada beberapa bulan lalu. Ketika asing sedang melakukan penjualan, banyak investor lokal yang menanamkan dananya untuk berinvestasi. Hal ini membuat pasar kita semakin kuat dan tak sepenuhnya bergantung pada investor asing.

    Investor asing pun diperkirakan masih tetap tertarik untuk kembali menanamkan uangnya di Indonesia. “Ternyata pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat belum sekuat yang diperkirakan dan banyak lembaga yang menginginkan imbal hasil besar. Untuk mendapatkan imbal hasil besar harus menanamkan uangnya di negara emerging market, seperti di Indonesia. Dana Pensiun dan bank sentral pun masih banyak yang berinvestasi di Indonesia,” tutur Agus.
    Walaupun demikian, ada faktor-faktor yang harus diwaspadai seperti defisit neraca berjalan dan defisit anggaran Indonesia karena berpengaruh langsung pada kurs mata uang Indonesia. Apalagi melihat dua hal tersebut yang menjadi penyebab penarikan dana asing besar-besaran yang terjadi beberapa bulan silam. Selain itu, tren kenaikan bahan pangan yang mulai terjadi pun harus masuk dalam daftar hal yang harus diperhatikan.

    Iklim politik Indonesia yang akan melaksanakan pemilu turut memengaruhi. Jika calonnya disukai oleh pasar maka indeks akan meningkat, begitu pula sebaliknya. Tapi, menurut pengalaman Agus, di tahun pemilu indeks biasanya mengalami peningkatan karena konsumsi domestik menjadi tambah besar untuk keperluan kampanye.

    Kebijakan bank sentral Amerika Serikat harus diperhatikan dengan seksama. Menurut Agus sendiri tahun depan bank sentral Amerika Serikat tak akan melakukan sesuatu yang drastic karena baru terjadi pergantian gubernur bank sentral. Walaupun diperkirakan tapering akan tetap dilakukan pada bulan Maret 2014.

    Melihat hal-hal tersebut, Agus pun yakin tahun depan pasar akan tetap tumbuh. Agus sendiri menargetkan reksadana obligasi milik SAM akan mendapatkan imbal hasil sebesar 10%-12%, reksadana campuran 15%, dan reksadana saham 20%. Agus berkeyakinan targetnya ini dapat mencapai sasaran, bahkan tak menutup kemungkinan melebihi yang ditargetkan.

    Semua yg terbaik dari SAM