SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 4 Desember 2023

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat bergerak menguat pada hari Jumat, (1/12). Dow, S&P 500, dan Nasdaq terapresiasi masing – masing sebesar 0.92%, 0.59%, dan 0.55%. Dari Eropa, indeks bergerak menguat. FTSE 100 dan STOXX600 terapresiasi masing – masing sebesar 1.01% dan 0.99%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp.15,433. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI bergerak bervariasi masing-masing sebesar -0.15% dan 0.81% diperdagangkan pada level US$ 79.44 dan US$ 74.65 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan bertumbuh sebesar 0.51%, NIKKEI Jepang terdepresiasi sebesar -0.79%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak melemah pada pagi hari ini dengan Dow, S&P, dan  Nasdaq terdepresiasi masing – masing sebesar -0.08%, -0.13%, dan -0.28%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Harga minyak mentah dunia bergerak turun dalam sepekan karena penundaan rapat OPEC+ yang harusnya dilakukan pada 26 November 2023 diundur menjadi 30 November 2023, dengan investor skeptis terhadap pemotongan produksi OPEC+. Pada perdagangan Jumat (1/12/2023), harga minyak mentah WTI ditutup anjlok 2,49% di posisi US$74,07 per barel, begitu juga dengan minyak mentah brent ditutup terjun 4,77% ke posisi US$78,88 per barel. Harga minyak merosot lebih dari 2% pada perdagangan Jumat di tengah skeptisisme investor terhadap besarnya pengurangan pasokan OPEC+ dan kekhawatiran terhadap lesunya aktivitas manufaktur global.  (CNBC)

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) pada November 2023 sebesar 0,38% secara bulanan (month-to-month/mtm), sehingga secara tahunan menjadi 2,86% (year-on-year/yoy). Inflasi inti pada November 2023 tetap terjaga rendah, yaitu tercatat sebesar 0,12% mtm, meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 0,08% mtm. Realisasi inflasi inti pada November 2023 disumbang terutama oleh inflasi komoditas emas perhiasan dan gula pasir. Secara tahunan, inflasi inti November 2023 tercatat sebesar 1,87% yoy, lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 1,91% yoy. (Bisnis)

Badan Pusat Statistik (BPS) Statistik menyatakan kelompok pengeluaran penyumbang inflasi terbesar pada November 2023 adalah makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sebesar 1,23% dan andil inflasi sebesar 0,32%. Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan ada tiga komoditas hortikultura yang menjadi penyebab inflasi pada November 2023. Sejumlah komoditas yang dimaksud yaitu cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. Cabai merah mengalami inflasi 42,83% dengan andil 0,16% terhadap inflasi November 2023. Cabai rawit mengalami inflasi 43,27% dengan andil 0,08% ke inflasi November 2023. Bawang merah mengalami inflasi 11,49% dengan andil 0,03% terhadap inflasi November 2023. (Investor)

Best Regards,

SAM Investment


SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—4-Desember-2023.pdf


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *