SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – 18 April 2023

Kilas Pasar

Indeks saham di Amerika Serikat menguat pada hari Senin (17/4). Dow, S&P 500 dan Nasdaq terapresiasi masing-masing sebesar 0.30%, 0.33% dan 0.28%. Dari Eropa, indeks FTSE 100 tumbuh sebesar 0.10%. STOXX600 terdepresiasi sebesar -0.01%.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperdagangkan pada level Rp. 14,790. Dari komoditas, perdagangan minyak Brent dan WTI menguat masing-masing sebesar 0.21% dan 0.28% diperdagangkan pada level US$ 84.99 dan US$ 81.06 per barel.

Indeks acuan Asia, KOSPI Korea Selatan melemah sebesar -0.25%, NIKKEI Jepang terapresiasi sebesar 0.56%. Perdagangan indeks futures Amerika Serikat bergerak bervariasi pada pagi hari ini dengan Dow Jones dan S&P menguat sebesar 0.04% dan 0.02% sedangkan Nasdaq terdepresiasi sebesar -0.06%.

Isu Ekonomi dan Pasar

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sedang melakukan transformasi ekonomi melalui inovasi dan teknologi. Menurutnya saat ini Indonesia menjalankan dua strategi besar, yaitu hilirisasi industri serta ekonomi hijau. Jokowi mengatakan, dalam ekonomi hijau, Indonesia berkomitmen kuat menjaga keberlangsungan lingkungan. Ditargetkan, pada tahun 2025, sebanyak 23% energi berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT). “Di tahun 2025 energi berasal dari energi baru terbarukan, dan di tahun 2050 seluruh pembangkit batubara ditutup. We walk the talk, not only talk the talk,” kata Jokowi dalam pembukaan Hannover Messe 2023 yang disiarkan Kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (17/4). (Kontan)

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) mengalami surplus Rp 128,5 triliun per 31 Maret 2023. Angka ini menunjukkan peningkatan dari surplus per 31 Maret 2022 yang sebesar Rp 11,1 triliun. ?Posisi Maret 2022 lalu surplus juga tetapi hanya Rp 11,1 triliun, tahun ini surplus Rp 12,8,5 triliun. Ini adalah surplus yang cukup meyakinkan yaitu 0,61% dari PDB (produk domestik bruto),? ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Kinerja dan Fakta (KiTa) yang berlangsung secara virtual pada Senin (17/4/2023). Menkeu mengatakan kinerja baik APBN berjalan progresif secara konsisten. Kewaspadaan dan mitigasi tetap dilakukan mengantisipasi ketidakpastian di sepanjang tahun 2023. Dalam hal ini kinerja APBN menjadi modal menjaga kewaspadaan terhadap gejolak dan ketidakpastian sepanjang tahun 2023 baik dari luar maupun dalam negeri. Realisasi pendapatan negara per 31 Maret 2023 mencapai Rp 647,2 triliun atau 26,3% dari pagu. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 29% dari periode yang sama tahun 2022. Realisasi pendapatan negara terbagi dalam penerimaan perpajakan sebesar Rp 504,5 triliun dan penerimaan negara bukan pajak sebesar Rp 142,7 triliun. (Investor)

Best Regards,

SAM Investment

SAM-Ulasan-Ekonomi-dan-Pasar-Harian—18-April-2023.pdf


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *