Samuel Aset Manajemen

Category: artikel

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 5 Desember 2016

    Ada kecenderungan indeks di bursa Asia hari ini akan terkoreksi dengan sentimen hasil referendum Italia dan naiknya non-farm payroll di AS. Untuk rupiah kemungkinan terbantu dengan sentimen naiknya harga minyak mentah. Kemungkinan rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.480 s.d Rp.13.510 per USD dan masih mengandalkan penjagaan BI.

     

    Data OJK mencatat kenaikan NPL di sektor perdagangan, hotel, dan restoran meningkat pada bulan September menjadi 4,42%. Namun ada 4 bank yang mencatatkan NPL sektor ini diatas batas aman 5%. Naiknya NPL di sektor ini indikasi dari kegiatan ekonomi berbasis consumer goods yang juga terimbas dari melambatnya kegiatan ekonomi.

     

    Hasil referendum reformasi politik di Italia dan naiknya ‘non-farm payroll’ menjadi sentimen negatif investor di pasar hari ini. Hasil referendum kemungkinan dimenangkan oleh suara ‘NO’ yang bisa membuat ketidakstabilan politik di Italia. Investor juga mengkawatirkan kemungkinan the Fed akan naikkan suku bunganya yang berlanjut di tahun 2017.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT Samuel Aset Manajemen

    Telp: 021 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-5-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 2 Desember 2016

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat negatif, indikasi potensi koreksi pada hari ini. Dari dalam negeri demo 212 kemungkinan membuat IHSG cenderung terkoreksi pada hari ini. Sentimen negatif dari demo 212 ini juga berpotensi membuat rupiah melemah menuju kisaran antara Rp.13.540 s.d Rp.13.560 per USD dengan tetap mengandalkan penjagaan BI.

     

    Angka inflasi bulan November tercatat sebesar 0,47% mom atau 3,58% yoy. Inflasi yang cukup tinggi terjadi pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 1,66% mom, dan hanya kelompok sandang yang deflasi 0,01% mom. Secara kumulatif Januari s.d November 2016, angka inflasi tercatat sebesar 2,59% ytd atau 28% annualized. Masih ada ruang inflasi di akhir tahun 2016 diabwah 3% yoy.

     

    Presiden terpilih AS Donald Trump menunjuk Steven Mnuchin dan Wilbur Ross sebagai Menteri Keuangan dan Menteri Perdagangan. Kedua tokoh tersebut merupakan ‘orang’ Wall Street yang cenderung akan pro pasar. Sehingga kekawatiran terhadap kebijakan perdagangan Donald Trump yang akan cenderung proteksi kemungkinan minimum.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-2-Desember-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 1 Desember 2016

    Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat hijau, ditambah dengan sentimen positif dari naiknya harga minyak mentah karena keputusan OPEC turunkan produksi. Sentimen ini juga masih membuat rupiah menguat menuju kisaran antara Rp.13.520 s.d Rp.13.550 per USD.

     

    Angka inflasi bulan November diperkirakan lebih tinggi dibandingkan Oktober lalu yang tercatat 0,14% mom. BI perkirakan angka inflasi November mencapai 0,35% mom vs SAM 0,39% mom. Angka inflasi kumulatif dari Januari s.d Oktober tercatat 2,09% ytd, masih ada ruang inflasi 2016 ditutup dibawah 3%.

     

    OPEC akhirnya sepakati penurunan produksi sebesar 1,2 juta barel per hari pada Januari 2017 mendatang. Pertemuan 3 hari dari 28-30 November di Vienna, Austria sempat diwarnai kebuntuan. Harga minyak mentah naik signifikan hingga hampir 9% pada perdagangan kemarin. Menteri Perminyakan Arab Saudi perkirakan harga minyak bisa mencapai US$60 pbrl pada akhir tahun 2016.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-1-Desember–2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 30 November 2016

    Indeks futures bursa Asia tercatat mixed, indikasi indeks di bursa Asia bergerak bervariasi pada hari ini tetapi ada kecenderungan terkoreksi dengan turunnya harga minyak mentah. Sentimen ini juga akan membuat rupiah melemah berlanjut, menuju kisaran antara Rp.13.560 s.d Rp.13.580 per USD walaupun masih dalam penjagaan BI.

     

    Realisasi belanja modal per Oktober sebesar Rp.98 triliun atau 43,1% dari pagu, sedikit dibawah realisasi Oktober 2015 sebesar Rp.98,8 triliun. Masih tersisa Rp.129 triliun hingga akhir tahun, yang tampaknya akan sulit terealisasi sempurna. Kendala masih rendahnya realisasi ini karena kebijakan pemangkasan anggaran dan pencairan yang berbelit.

     

    Pertumbuhan ekonomi AS untuk Q3-2016 tercatat 3,2% qtq annualized, naik dari 1,4% qtq annualized pada Q2-2016. Kenaikan ini karena personal consumption expenditure tumbuh 1,89% atau 59% dari total. Kemungkinan ekonomi AS masih akan menguat pada Q4-2016 seiring dengan keyakinan konsumen yang terus naik, bahkan mencapai level 107 pada bulan November ini.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-30-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 29 November 2016

    ·         Indeks futures bursa Asia sebagian besar menunjukkan potensi naik, tetapi masih terganggu dengan sentimen negatif dari belum sepakatnya OPEC dalam keputusan penurunan produksi. Sentimen ini juga masih membuat rupiah melemah berlanjut, menuju kisaran antara Rp.13.540 s.d Rp.13.560 per USD dengan tetap mengandalkan penjagaan BI.

     

    ·         Dana mengendap pemda di perbankan per Oktober 2016 tercatat sebesar Rp.206,85 triliun, naik sedikit dari bulan September Rp.206,75 triliun. Dana mengendap ini indikasi dari realisasi belanja daerah yang rendah, kemungkinan karena adanya pemilihan kepala daerah serentak pada Januari 2017 mendatang.

     

    ·         OECD perkirakan ekonomi global membaik dari proyeksi sebelumnya 2,9% menjadi 3,3% di tahun 2017 karena menguatnya ekonomi AS. Kebijakan fiskal Presiden terpilih Donald Trump dipercaya akan mendongkrak ekonomi AS menjadi 2,3% pada 2017.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-29-November-2016-2.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Senin 28 November 2016

    ·         Hampir semua indeks futures bursa Asia tercatat ‘hijau’, indikasi potensi kenaikan di bursa Asia hari ini.Untuk rupiah tekana pelemahan masih cukup kuat.  Nilai tukar rupiah mendekati level psikologis yang bisa berlanjut ke atas jika melewati Rp.13.580 per USD.

     

    ·         Pemerintah rencanakan penerbitan obligasi di semester 1-2017 mencapai Rp.359,1 triliun atau 60,15% dari penerbitan (gross) sebesar Rp.597 triliun. Dari nilai tersebut 44,6% dalam bentuk rupiah dan 15,4% dalam bentuk valas. Penerbitan obligasi pemerintah tahun 2017 ini berpotensi terjadi perebutan dana global karena ada potensi defisit anggaran AS akan melebar dan ditutup dengan utang.

     

    ·         Investor menunggu hasil pertemuan OPEC 28-20 November mendatang. Namun Arab Saudi mulai melunak untuk menurunkan besaran produksi OPEC yang semula diusulkan turun 1 juta barel per hari karena meyakini harga akan stabil pada 2017 antisipasi konsumsi rumah tangga AS akan meningkat. Harga minyak dibuka turun pagi ini.

     

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    Samuel Aset Manajemen

    Telp: 62 21 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Senin-28-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Jumat 25 November 2016

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau, indikasi potensi indeks di bursa Asia naik hari ini tetapi harga minyak mentah yang turun bisa membuat arah yang sebaliknya. Turunnya harga minyak ini juga bisa membuat rupiah melemah menembus Rp.14.00 per USD tetapi kemungkinan BI masih akan menjaga rupiah di kisaran antara Rp.13.460 s.d Rp.13.480 per USD.

     

    Isu ‘rush money’ yang muncul dimasyarakat akhir-akhir ini tetapi tidak terlihat di likuiditas perbankan yang relatif stabil dan terjaga, diindikasikan dengan suku bunga O/N di PUAB yang stabil bahkan turun pada perdagangan kemarin.

     

    Dana asing keluar dari emerging markets (EMs) masih terjadi. Kemarin India mengalami tekanan outflow yang cukup besar. Dana asing keluar selama November tercatat sebesar US$3,3 miliar. Dari Indonesia juga tercatat dana asing keluar dari pasar saham dan obligasi sebesar US$2,07 miliar.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Director

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Jumat-25-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Kamis 24 November 2016

    Sebagian besar indeks futures di bursa Asia tercatat hijau, indikasi potensi indeks di bursa Asia naik hari ini tetapi harga minyak mentah yang turun bisa membuat arah yang sebaliknya. Turunnya harga minyak ini juga bisa membuat rupiah melemah menembus Rp.14.00 per USD tetapi kemungkinan BI masih akan menjaga rupiah di kisaran antara Rp.13.460 s.d Rp.13.480 per USD.

     

    Kementrian ESDM instruksikan SKK Migas untuk sesuaikan harga gas di tingkat hulu untuk merealisasikan harga gas di tingkat konsumen akhir maksimum US$6 per MMBtu pada 1 Januari 2017. Ada 3 industri yang dipastikan mendapat harga gas murah yaitu petrokimia, pupuk dan baja. Simulai mencatat harga gas di tingkat hulu bisa mencapai US$3,8 per MMBtu tetapi pemerintah akan kehilangan penerimaan negara sebesar US$1,26 miliar.

     

    Notulensi pertemuan the Fed pada 1-2 November menguatkan kemungkinan the Fed naikkan suku bunga FFR pada pertemuan 13-14 Desember mendatang dengan indikasi menguatnya data-data ekonomi AS. Kenaikan akan dilakukan secara bertahap, karena akan ada tekanan pada suku bunga kredit.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Kamis-24-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Rabu 23 November 2016

    Ada potensi kenaikan di indeks bursa Asia hari ini terindikasi dari indeks futuresnya yang sebagian besar ‘hijau’ (positif), didukung dengan sentimen positif dari naiknya harga minyak mentah. Kenaikan harga minyak mentah ini mestinya juga membantu penguatan rupiah menuju kisaran antara Rp.13.400 s.d Rp.13.420 per USD walaupun masih tetap mengandalkan penjagaan BI.

     

    BI proyeksikan ekonomi Indonesia 2017 akan tumbuh 5%-5,4%, inflasi tetap di kisaran 4%±1%, pertumbuhan DPK 9%-11%, pertumbuhan kredit perbankan 10%-12%, dan defisit transaksi berjalan dibawah 3% dari PDB. Sementara Presiden RI Joko Widodo menyampaikan optimismenya terhadap ekonomi 2017 didukung dengan konsistensi kebijakan pemerintah membangun infrastruktur.

     

    Investor merespon positif potensi naiknya suku bunga the Fed pada pertemuan Desember mendatang. Naiknya suku bunga the Fed akan membuat imbal hasil obligasi turun, dan kemungkinan subsitusi ke aset lainnya termasuk saham, komoditas, dan currencies.

     

     

    Regards,

     

    Lana Soelistianingsih

    Chief Economist and Head of Research

     

    PT SAMUEL ASET MANAJEMEN

    Menara Imperium Ground Floor Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jakarta Selatan 12980 Indonesia

    t. +62-21-2854 8828 | f. +62-21-8317474  |www.sam.co.id

     

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Rabu-23-November-2016.pdf

  • SAM Ulasan Ekonomi Harian Selasa 22 November 2016

    Sebagian besar indeks futures bursa Asia tercatat merah, indikasi potensi koreksi tetapi terbatas karena naiknya harga minyak mentah. Sentimen ini mestinya juga akan membantu penguatan rupiah tetapi sentimen global masih cenderung menguatkan USDolar. Kemungkinan rupiah bisa menuju kisaran antara Rp.13.400 s.d Rp.13.420 per USD dengan tetap mengandalkan penjagaan BI.

     

    Utang luar negeri Indonesia per September tercatat sebesar US$325,3 miliar atau 35,7% dari PDB, melebih batas aman 33% dari PDB. Kenaikan terutama karena utang luar negeri pemerintah (ULNP) sedangkan utang luar negeri swasta non bank justru turun. Posisi ULNP diperkirakan masih akan naik untuk menutup defisit APBN.

     

    Iran dan Iraq sinyalkan akan setujui pemangkasan produksi pada pertemuan OPEC di Vienna pada 30 November 2016 mendatang. Jika OPEC setuju, Rusia melalui perjanjian bilateral dengan Arab Saudi setujui untuk melakukan pembatasan produksi. Potensi ini membuat harga minyak mentah naik dalam dua hari terakhir. Naiknya harga minyak akan membuat potensi inflasi global.

     

     

    Salam,

    Lana Soelistianingsih

    Kepala Riset/Ekonom

    PT Samuel Aset Manajemen

    Telp: 021 28548828

    Ulasan-Ekonomi-Harian-Selasa-22-November-2016.pdf