Samuel Aset Manajemen

Category: berita

  • Perubahan Alamat Kantor dan Domain Alamat Email Perubahan Alamat Kantor dan Domain Alamat Email

    Perubahan Alamat Kantor dan Domain Alamat Email Perubahan Alamat Kantor dan Domain Alamat Email

    Dengan ini kami informasikan perubahan alamat kantor PT Samuel Aset Manajemen efektif tanggal 18 Mei 2015 sebagai berikut:

    Alamat Sebelumnya Alamat Baru
    Menara Imperium Lt. 25 Menara Imperium Ground Floor (Lt Dasar)
    Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1
    Jakarta Selatan 12980 Jakarta Selatan 12980
    Telp       : (021) 2854 8800 Telp       : (021) 2854 8800
    Fax         : (021) 8370 3278 / 831 7315 Fax         : (021) 8370 3278 / 831 7315
    [email protected] [email protected]

    Demikian perubahan alamat korespondensi ini kami sampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

  • Reksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi InvestorReksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi Investor

    Reksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi InvestorReksa Dana Saham: Alternatif Investasi bagi Investor

    Perkembangan investasi di pasar modal Indonesia dari sisi permintaan terlihat masih rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa jumlah sub rekening nasabah di pasar modal saat ini baru mencapai 459 ribu, dengan investor riil sebanyak 258 ribu. Jumlah ini belum seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk kelas menengah yang diperkirakan lebih dari 50% dari total jumlah penduduk Indonesia. Posisi tersebut meningkat sangat signifikan bila dibandingkan tahun 2004 dimana jumlah kelas menengah di tanah air hanya sebesar 37%.

    Salah satu penyebab lambannya pertumbuhan investor di pasar modal dapat dijelaskan dengan survei literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013. Survei tersebut menemukan baru sekitar 21,84% masyarakat Indonesia benar-benar paham mengenai Lembaga Jasa Keuangan, dan
    hanya 3,79% yang terliterasi mengenai pasar modal.

    Sesuai dengan karakteristiknya, investasi di pasar modal seperti saham atau reksa dana tidak memberikan jaminan untuk mendapatkan keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi. Selain diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari risiko dan potensi imbal hasil investasi pada saham yang dipilih, dibutuhkan juga kemampuan investor untuk dapat memonitor pilihan investasinya ini. Seringkali karena keterbatasan waktu, investor yang berinvestasi langsung pada pasar modal terpaksa menerima kenyataan turunnya nilai investasi secara signifikan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen, Intan Syah Ichsan berbagi kunci sukses berinvestasi di pasar saham yaitu informasi yang cukup dan dibarengi dengan strategi investasi yang rasional dan konsisten. Apakah ada solusi bagi investor yang tidak memiliki banyak waktu tetapi ingin tetap berinvestasi di pasar saham? Tentu ada. Ichsan menyarankan untuk membeli produk reksadana berbasis saham yang dikelola oleh pengelola investasi yang memang mengkhususkan diri dalam bidang ini. “Meskipun imbal hasilnya bisa jadi lebih kecil dibandingkan berinvestasi langsung pada saham, akan tetapi risiko yang dihadapi menjadi lebih terukur sehingga investasi dapat diselaraskan dengan kebutuhan keuangan dan profil risiko yang ingin diambil, guna perencanaan keuangan jangka panjang,” ujarnya.

    Berbeda dengan investasi langsung pada saham, reksa dana menawarkan produk investasi berbasis saham yang telah dikemas dengan menyesuaikan kebutuhan dan risiko investor. Reksa dana menawarkan investasi yang bisa disesuaikan dengan horizon atau jangka waktu investasi investor untuk memenuhi tujuan finansial keluarga. Mulai dari menyiapkan dana pendidikan anak, dana pembelian rumah hingga persiapan dana pensiun.

    Sebagai salah satu manajer investasi terkemuka di industri reksadana tanah air yaitu Samuel Aset Manajemen (SAM) menawarkan produk reksa dana yang bervariasi baik yang konvensional maupun yang syariah yang tentu sesuai dengan tujuan investasi investor. Produk-produk tersebut antara lain mulai dari reksa dana pendapatan tetap (SAM Sukuk Syariah Sejahtera), reksa dana campuran (SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang) dan reksa dana saham (SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund). SAM menyadari hubungan antara pengelola investasi dengan investor adalah kemitraan berlandaskan kepercayaan dan keterbukaan dalam mengelola tujuan bersama, sehingga SAM menempatkan investor sebagai mitra investasi sepanjang masa (Your Lifelong Investment Partner). Hal ini dibuktikan dengan keinginan keras SAM untuk mencapai tujuan bersama
    melalui imbal hasil yang memuaskan dan penghargaan yang didapatkan dari banyak lembaga pemeringkat baik lokal maupun
    internasional yang menetapkan reksadana SAM sebagai yang terbaik dikelasnya masing-masing.

    Reksadana SAM Syariah Berimbang dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera ditabalkan sebagai The Best Golbal Islamic Funds oleh Lipper Fund dari Thomson Reuters. Sementara dari dalam negeri, selama empat tahun berturut-turut, reksa dana SAM selalu jadi langganan penerima awards. Terakhir, reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dinyatakan sebagai Reksadana Saham Terbaik 2015 oleh Bloomberg bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) untuk dana kelolaan di atas Rp500 Milyar.

    Kinerja memuaskan bukanlah satu satunya tujuan SAM sebagai mitra pengelola investasi. Kualitas layanan yang prima adalah pilar lain yang selalu menjadi perhatian karena dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam bermitra dengan investor. Serta juga dimotori oleh tenaga profesional inti yang memiliki pengalaman kerja di dunia investasi lebih dari 17 tahun, SAM memiliki keunggulan
    kompetitif dalam membaca dan mengantisipasi pergerakan pasar modal.

    Tenaga riset inhouse yang dimiliki SAM menjamin tersedianya informasi yang telah diolah dengan pendekatan analisa fundamental untuk
    dapat digunakan oleh manajer investasi. Untuk membantu membaca pergerakan pasar, para manajer investasi SAM juga mendapatkan tambahan informasi yang diberikan oleh tim riset khusus yang bertanggung jawab menyajikan analisa pasar berbasis teknikal.

    Melihat potensi dan manfaat reksadana yang demikian besar, Ichsan menyarankan agar reksadana harus menjadi salah satu pilihan investasi. “Reksadana menjadi solusi berinvestasi dengan dana awal yang tidak menyesakkan kantong serta kesempatan untuk tetap meluangkan waktu bersama keluarga. Apalagi dengan memilih manajer investasi yang berpengalaman menjadi kelebihan produk reksadana saham yang tidak dapat dinikmati oleh investor yang menanamkan modalnya langsung pada instrumen saham,” tandas Ichsan. Selamat berinvestasi di produk reksadana! ***

    Advertorial Kontan, Mei 2015.

    Pedagang

     

     Perkembangan investasi di pasar modal Indonesia dari sisi permintaan terlihat masih rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data bahwa jumlah sub rekening nasabah di pasar modal saat ini baru mencapai 459 ribu, dengan investor riil sebanyak 258 ribu. Jumlah ini belum seiring dengan tumbuhnya jumlah penduduk kelas menengah yang diperkirakan lebih dari 50% dari total jumlah penduduk Indonesia. Posisi tersebut meningkat sangat signifikan bila dibandingkan tahun 2004 dimana jumlah kelas menengah di tanah air hanya sebesar 37%.

    Salah satu penyebab lambannya pertumbuhan investor di pasar modal dapat dijelaskan dengan survei literasi keuangan yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2013. Survei tersebut menemukan baru sekitar 21,84% masyarakat Indonesia benar-benar paham mengenai Lembaga Jasa Keuangan, dan
    hanya 3,79% yang terliterasi mengenai pasar modal.

    Sesuai dengan karakteristiknya, investasi di pasar modal seperti saham atau reksa dana tidak memberikan jaminan untuk mendapatkan keuntungan, ataupun kenaikan modal investasi. Selain diperlukan waktu yang tidak sedikit untuk dapat mempelajari risiko dan potensi imbal hasil investasi pada saham yang dipilih, dibutuhkan juga kemampuan investor untuk dapat memonitor pilihan investasinya ini. Seringkali karena keterbatasan waktu, investor yang berinvestasi langsung pada pasar modal terpaksa menerima kenyataan turunnya nilai investasi secara signifikan.

    Chief Operating Officer PT Samuel Aset Manajemen, Intan Syah Ichsan berbagi kunci sukses berinvestasi di pasar saham yaitu informasi yang cukup dan dibarengi dengan strategi investasi yang rasional dan konsisten. Apakah ada solusi bagi investor yang tidak memiliki banyak waktu tetapi ingin tetap berinvestasi di pasar saham? Tentu ada. Ichsan menyarankan untuk membeli produk reksadana berbasis saham yang dikelola oleh pengelola investasi yang memang mengkhususkan diri dalam bidang ini. “Meskipun imbal hasilnya bisa jadi lebih kecil dibandingkan berinvestasi langsung pada saham, akan tetapi risiko yang dihadapi menjadi lebih terukur sehingga investasi dapat diselaraskan dengan kebutuhan keuangan dan profil risiko yang ingin diambil, guna perencanaan keuangan jangka panjang,” ujarnya.

    Berbeda dengan investasi langsung pada saham, reksa dana menawarkan produk investasi berbasis saham yang telah dikemas dengan menyesuaikan kebutuhan dan risiko investor. Reksa dana menawarkan investasi yang bisa disesuaikan dengan horizon atau jangka waktu investasi investor untuk memenuhi tujuan finansial keluarga. Mulai dari menyiapkan dana pendidikan anak, dana pembelian rumah hingga persiapan dana pensiun.

    Sebagai salah satu manajer investasi terkemuka di industri reksadana tanah air yaitu Samuel Aset Manajemen (SAM) menawarkan produk reksa dana yang bervariasi baik yang konvensional maupun yang syariah yang tentu sesuai dengan tujuan investasi investor. Produk-produk tersebut antara lain mulai dari reksa dana pendapatan tetap (SAM Sukuk Syariah Sejahtera), reksa dana campuran (SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang) dan reksa dana saham (SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund). SAM menyadari hubungan antara pengelola investasi dengan investor adalah kemitraan berlandaskan kepercayaan dan keterbukaan dalam mengelola tujuan bersama, sehingga SAM menempatkan investor sebagai mitra investasi sepanjang masa (Your Lifelong Investment Partner). Hal ini dibuktikan dengan keinginan keras SAM untuk mencapai tujuan bersama
    melalui imbal hasil yang memuaskan dan penghargaan yang didapatkan dari banyak lembaga pemeringkat baik lokal maupun
    internasional yang menetapkan reksadana SAM sebagai yang terbaik dikelasnya masing-masing.

    Reksadana SAM Syariah Berimbang dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera ditabalkan sebagai The Best Golbal Islamic Funds oleh Lipper Fund dari Thomson Reuters. Sementara dari dalam negeri, selama empat tahun berturut-turut, reksa dana SAM selalu jadi langganan penerima awards. Terakhir, reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dinyatakan sebagai Reksadana Saham Terbaik 2015 oleh Bloomberg bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) untuk dana kelolaan di atas Rp500 Milyar.

    Kinerja memuaskan bukanlah satu satunya tujuan SAM sebagai mitra pengelola investasi. Kualitas layanan yang prima adalah pilar lain yang selalu menjadi perhatian karena dianggap sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam bermitra dengan investor. Serta juga dimotori oleh tenaga profesional inti yang memiliki pengalaman kerja di dunia investasi lebih dari 17 tahun, SAM memiliki keunggulan
    kompetitif dalam membaca dan mengantisipasi pergerakan pasar modal.

    Tenaga riset inhouse yang dimiliki SAM menjamin tersedianya informasi yang telah diolah dengan pendekatan analisa fundamental untuk
    dapat digunakan oleh manajer investasi. Untuk membantu membaca pergerakan pasar, para manajer investasi SAM juga mendapatkan tambahan informasi yang diberikan oleh tim riset khusus yang bertanggung jawab menyajikan analisa pasar berbasis teknikal.

    Melihat potensi dan manfaat reksadana yang demikian besar, Ichsan menyarankan agar reksadana harus menjadi salah satu pilihan investasi. “Reksadana menjadi solusi berinvestasi dengan dana awal yang tidak menyesakkan kantong serta kesempatan untuk tetap meluangkan waktu bersama keluarga. Apalagi dengan memilih manajer investasi yang berpengalaman menjadi kelebihan produk reksadana saham yang tidak dapat dinikmati oleh investor yang menanamkan modalnya langsung pada instrumen saham,” tandas Ichsan. Selamat berinvestasi di produk reksadana! ***

    Advertorial Kontan, Mei 2015.

    Pedagang

     

     

  • SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015

    SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015SAM Meraih Penghargaan Reksa Dana Terbaik 2015

    Samuel Aset Manajemen kembali meraih penghargaan atas reksa dana yang dikelola pada acara APRDI-Bloomberg Indonesia Fund Awards 2015, yang diselenggarakan pada 26 Maret 2015 di Ballroom Grand Hyatt Jakarta. Ini merupakan tahun kedua penyelenggaran penghargaan bagi industri reksa dana di Indonesia yang dimotori oleh Asosiasi Penyelenggara Reksa Dana Indonesia (APRDI) bekerja sama dengan perusahaan penyedia informasi dan data finansial internasional, Bloomberg. Acara penghargaan dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan, dengan pembicara utama Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro dan sambutan dari Chairman Bloomberg LP Peter Grauer.

    Dalam menentukan pemenang, Bloomberg menggunakan metodologi pemeringkatan yang sepenuhnya transparan, dengan cara mengevaluasi kinerja reksa dana selama jangka waktu dua tahun, termasuk meninjau data 5 aset terbesar yang dikelola pada reksa dana tersebut, untuk memastikan bahwa investasi telah sesuai dengan amanat yang tercantum dalam propektusnya.

    Pada acara tersebut, dua produk unggulan SAM berhasil memperoleh penghargaan. SAM Syariah Berimbang meraih gelar  Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik 2015, dan SAM Indonesian Equity Fund yang meraih gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015, kategori dana kelolaan di atas Rp500 milyar. Dengan demikian, kedua produk tersebut berhasil meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut. Penghargaan ini melengkapi awards yang telah diterima SAM di tahun 2015. Pada 4 Maret yang lalu, SAM juga memperoleh gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015 untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund, fake watches periode 3 tahun dengan dana kelolaan di atas Rp1 trillyun,  yang diselenggarakan oleh Majalah Investor-Infovesta. Semoga penghargaan ini menjadikan SAM semakin termotivasi untuk menjadi mitra investasi terbaik bagi investor dan sahabat SAM.Samuel Aset Manajemen kembali meraih penghargaan atas reksa dana yang dikelola pada acara APRDI-Bloomberg Indonesia Fund Awards 2015, yang diselenggarakan pada 26 Maret 2015 di Ballroom Grand Hyatt Jakarta. Ini merupakan tahun kedua penyelenggaran penghargaan bagi industri reksa dana di Indonesia yang dimotori oleh Asosiasi Penyelenggara Reksa Dana Indonesia (APRDI) bekerja sama dengan perusahaan penyedia informasi dan data finansial internasional, Bloomberg. Acara penghargaan dihadiri oleh sekitar 200 tamu undangan, dengan pembicara utama Menteri Keuangan RI, Bambang Brodjonegoro dan sambutan dari Chairman Bloomberg LP Peter Grauer.

    Dalam menentukan pemenang, Bloomberg menggunakan metodologi pemeringkatan yang sepenuhnya transparan, dengan cara mengevaluasi kinerja reksa dana selama jangka waktu dua tahun, termasuk meninjau data 5 aset terbesar yang dikelola pada reksa dana tersebut, untuk memastikan bahwa investasi telah sesuai dengan amanat yang tercantum dalam propektusnya.

    Pada acara tersebut, dua produk unggulan SAM berhasil memperoleh penghargaan. SAM Syariah Berimbang meraih gelar  Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik 2015, dan SAM Indonesian Equity Fund yang meraih gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015, kategori dana kelolaan di atas Rp500 milyar. Dengan demikian, kedua produk tersebut berhasil meraih penghargaan selama dua tahun berturut-turut. Penghargaan ini melengkapi awards yang telah diterima SAM di tahun 2015. Pada 4 Maret yang lalu, SAM juga memperoleh gelar Reksa Dana Saham Terbaik 2015 untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund, periode 3 tahun dengan dana kelolaan di atas Rp1 trillyun,  yang diselenggarakan oleh Majalah Investor-Infovesta. Semoga penghargaan ini menjadikan SAM semakin termotivasi untuk menjadi mitra investasi terbaik bagi investor dan sahabat SAM.

  • Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Strategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai ProfesiStrategi Tepat Investasi Reksadana Sesuai Profesi

    Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best replica watches Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.Investasi bagaikan pohon. Bila Anda tanam dan rawat dengan baik serta telaten sedari muda, maka Anda akan mendapatkan hasil yang rimbun pada waktu yang tepat dengan hasil yang optimal.

    Itulah sebabnya berinvestasi tidak boleh Anda tunda barang sekejap. Ketika Anda mulai memiliki penghasilan sendiri, maka pergunakanlah momen tersebut untuk mulai berinvestasi.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen Agus B. Yanuar menyarankan, investasi selayaknya masuk dalam pos biaya keluarga bulanan. “Jadi investasi bisa dilakukan dengan disiplin setiap bulannya,” ujarnya. Tidak ada salahnya untuk mulai dengan dana investasi yang minim. Saat ini banyak instrumen investasi yang menawarkan dana awal yang mini.

    Agus menegaskan, apapun profesi pekerjaan investor bisa disiplin melakukan perencanaan investasi. Jika meminjam teori The Cashflow Quadrant dari Robert Kiyosaki, maka sumber penghasilan manusia terbagi menjadi empat kuadran. Kuadran-kuadran tersebut antara lain pekerja atau karyawan (employee), pengusaha (business owner), pekerja lepas atau kaum profesional (self employee), dan investor atau penanam modal.

    Bagi karyawan yang mengharapkan gaji bulanan dapat lebih mudah menyisihkan dana investasi bulanan. Sedangkan bagi profesional dan pengusaha membutuhkan kedisiplinan untuk berinvestasi bulanan. Dengan demikian ketiganya dapat menjadi investor yang mampu membiakkan dana dan memperbesar aset.

    Bagi setiap profesi pekerjaaan, tentu waktu dan tenaga sangat berharga. Oleh karena itu pilihlah instrumen investasi yang dapat Anda serahkan kepada ahlinya untuk dikelola. Produk reksadana merupakan solusi bagi Anda yang memiliki waktu dan tenaga terbatas, tetapi tetap ingin mendapatkan imbal hasil yang optimal.

    Reksadana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional dan berpengalaman di bidangnya dapat Anda lihat melalui tim manajemen terpercaya serta kinerja produk yang konsisten. Sebelum mulai memilih produk reksadana yang tepat, ada dua hal yang patut Anda pertimbangkan. “Jangan lupa untuk menilai karakter atau profil risiko Anda sebagai investor serta bentang horizon investasi keluarga,” saran Agus.

    Jika usia produktif investor masih relatif muda dan sedang mengakumulasi aset (wealth accumulation), maka pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih tinggi seperti reksadana saham atau reksadana campuran. Sedangkan bagi investor yang mulai memasuki masa pensiun dan ingin mempertahankan nilai aset, sebaiknya pilihlah produk reksadana dengan risiko lebih kecil seperti reksadana pasar uang atau reksadana pendapatan tetap.

    Lebih lanjut Agus menuturkan, reksadana merupakan salah satu diversifikasi investasi yang tepat. Jika dibandingkan dengan properti, reksadana lebih likuid karena mudah dicairkan. Selain menyebarkan risiko, alokasi portofolio yang bervariasi memang dapat memaksimalkan imbal hasil dan mempertimbangkan faktor likuiditas.

    Reksadana memang menjadi semakin populer sebagai produk investasi. Salah satu produk reksadana yang menarik perhatian investor adalah besutan PT Samuel Aset Manajemen (SAM). “Kami memiliki 3P yaitu Performance, People dan Process,” tambah Agus.

    Agus menekankan, SAM selalu berupaya menjaga performance atau kinerja imbal hasil yang bagus dan konsisten. Selain itu, People atau sumber daya manusia SAM rata-rata memiliki pengalaman lebih dari 19 tahun di pasar dan reputasi yang baik. Tidak ketinggalan, proses pengelolaan selalu berbasiskan fundamental. Proses investasi pun mudah dan bisa diakses di semua media. Yang jelas, investor sangat dimudahkan untuk berinvestasi reksadana di SAM.

    Dengan berinvestasi reksadana di SAM, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana awal yang sangat terjangkau. Jadi jika Anda mulai berinvestasi reksadana dari dini, Anda dapat menyiapkan biaya-biaya keluarga di masa depan secara perlahan.

    Imbal hasil reksadana memang cukup menggiurkan. Secara historis, imbal hasil reksadana terutama reksadana berbasis saham seperti reksadana campuran dan reksadana saham terus menunjukkan pertumbuhan. Kondisi ekonomi makro Indonesia yang positif mendukung kinerja indeks saham dalam negeri. Agus memprediksi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan naik sekitar 15% hingga 20% ke level 6.000 – 6.300 di akhir tahun.

    SAM menawarkan produk reksadana yang bervariasi dari mulai reksadana campuran, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap hingga reksadana syariah. Beberapa diantaranya adalah SAM Dana Berkembang, SAM Syariah Berimbang, SAM Sukuk Syariah Sejahtera, SAM Indonesian Equity Fund hingga SAM Sharia Equity Fund.

    Seluruh produk reksadana SAM secara historis membukukan imbal hasil yang positif dan bahkan diatas rata-rata pasar. Hal ini berdasarkan data Infovesta per 27 Februari 2015 yang menunjukkan hasil investasi 3 tahun SAM Syariah Berimbang 62,27%, SAM Dana Berkembang sebesar 35,3%, dan SAM Indonesian Equity Fund sebesar 99,6%.

    Dengan performance yang menggembirakan, tidak mengherankan banyak institusi yang mengganjar SAM lewat berbagai penghargaan. Beberapa penghargaan yang menghampiri SAM antara lain SAM Syariah Berimbang – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Mixed Asset IDR Flexible versi Thomson Reuters; SAM Sukuk Syariah Sejahtera – Lipper Fund Global Islamic Awards 2014, Best Fund over 3 years: Best Bond Rupiah 2014, versi Thomson Reuters; SAM Syariah Berimbang – Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 Versi APRDI-Bloomberg; Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta; dan masih banyak lagi.

    Agus menyarankan agar investor yang baru ingin masuk ke produk reksadana sebaiknya tidak menunda lagi. “Kesempatan yang terbaik adalah hari ini. It’s time to buy, jangan sia-siakan dana Anda dan rasakan manfaat optimal berinvestasi reksadana di kemudian hari sesuai dengan tujuan investasi Anda,” tutup Agus.

  • SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) Meraih Reksa Dana Terbaik 2015

    Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik, Rabu (4/3). Penghargaan itu diberikan pada acara Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Rabu (4/3). Tahun ini adalah tahun ke-14 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana.

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) kembali meraih penghargaan REKSADANA TERBAIK 2015, dengan kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Best Mutual Fund 2015
    Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik, Rabu (4/3). Penghargaan itu diberikan pada acara Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Rabu (4/3). Tahun ini adalah tahun ke-14 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana.

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) kembali meraih penghargaan REKSADANA TERBAIK 2015, dengan kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Best Mutual Fund 2015
    Majalah Investor kembali memberikan penghargaan kepada reksa dana yang dinilai memiliki kinerja terbaik, Rabu (4/3). Penghargaan itu diberikan pada acara Penganugerahan Reksa Dana Terbaik 2015 yang diselenggarakan di Financial Club Jakarta, Rabu (4/3). Tahun ini adalah tahun ke-14 Majalah Investor melakukan pemeringkatan reksa dana.

    SAM Indonesian Equity Fund (SIEF) kembali meraih penghargaan REKSADANA TERBAIK 2015, dengan kategori reksadana saham periode 3 tahun untuk aset di atas Rp 1 Trilyun.

    Best Mutual Fund 2015

  • Pasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah Investasi

    Pasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah InvestasiPasar Cerah, Saatnya Menambah Investasi

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

    Setelah melalui Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden yang berlangsung dengan baik, dengan partisipasi pemilih yang meningkat, pasar finansial Indonesia menyambut positif dan melanjutkan tren kenaikannya. Ditopang oleh investor institusi dalam negeri dan masuknya likuiditas global yang kembali menambah bobot investasi di pasar-pasar emerging markets yang memiliki perekonomian domestik yang kuat seperti Indonesia.

    Sepanjang 7 bulan pertama 2014 yang berakhir pada bulan Juli, imbal hasil Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membukukan kenaikan sebesar 19,06 % yang digerakan terutama oleh sektor usaha yang berorientasi pasar domestik seperti infrastruktur, finansial, industri barang konsumsi dan sektor utitilitas. Kenaikan tersebut menempatkan IHSG sebagai salah satu bursa saham yang berkinerja terbaik di Asia dan Dunia.

    Menurut Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar, kinerja IHSG pada paruh pertama tahun 2014 tersebut sudah sesuai dengan prediksi SAM di awal tahun. Dan hingga akhir tahun ini, Agus meyakini bahwa IHSG masih berpotensi untuk naik lebih tinggi. “Meskipun dalam jangka pendek ada risiko yang datang dari kondisi makro ekonomi domestik dan situasi geopolitik dunia, tetapi dalam jangka menengah – panjang Indonesia tetap akan menjadi tujuan investasi yang diunggulkan, baik investasi portofolio maupun investasi langsung. Terutama bila pemerintahan baru mampu memenuhi janji-janji kampanyenya dan sanggup melakukan reformasi struktural di bidang energi, pangan, infrastruktur dan peningkatan daya saing Indonesia sehubungan dengan adanya Masyarakat Ekonomi Asean”, imbuh Agus.

    Sebagai perusahaan Manajer Investasi swasta nasional yang berdiri secara independen sejak 1997, dan dikelola oleh para profesional yang berpengalaman panjang di pasar modal dalam dan luar negeri, SAM dikenal menghasilkan produk Reksa Dana yang memiliki kinerja sangat baik dan konsisten, serta diakui oleh lembaga-lembaga pemeringkat Reksa Dana melalui penghargaan dan awards yang mereka berikan.

    Saat ini SAM mengelola Reksa Dana konvensional dan syariah yang dijual kepada publik dengan nilai investasi awal yang sangat terjangkau, hanya Rp 250 ribu saja. Dan sepanjang Januari s/d Juli 2014, telah memberikan kinerja yang optimal dan di atas rata-rata kinerja tipe reksa dana sejenis. Reksa dana campuran berupa SAM Dana Berkembang naik 14,25 % dan SAM Syariah Berimbang naik 17,90 %. Sementara reksa dana yang portofolio utamanya berupa saham, SAM Indonesian Equity Fund naik 25,33% dan SAM Sharia Equity Fund naik 25,43 %.

    Kinerja tersebut, menurut Agus, diperoleh dari strategi yang tepat melalui pendekatan filosofi investasi jangka panjang, pengambilan keputusan investasi berdasarkan riset yang komprehensif serta penerapan manajemen risiko hati-hati.

    Riset yang mendalam dilakukan untuk mengidentifikasi sektor terbaik dan emiten terbaik yang akan dipilih sebagai aset dasar dari portofolio investasi yang dikelola pada periode investasi yang ditetapkan. Hasil riset tersebut dituangkan ke dalam tesis investasi yang dimutakhirkan secara berkala. Untuk mengantisipasi pasar yang dinamis, bila diperlukan ada penyesuaian komposisi portofolio, dengan melakukan rotasi aset dari sektor dan emiten yang telah melebihi nilai wajarnya ke sektor dan emiten yang lebih prospektif dan undervalued. Sehingga dalam kondisi pasar seperti apa pun, diupayakan agar SAM tetap menyajikan kinerja investasi yang relatif baik dan konsisten bagi para investor dari tahun ke tahun.  Menurut Agus, “Inilah salah satu kunci yang menjadikan SAM sebagai Your Lifelong Investment Partner“

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Reksa Dana, Agustus 2014, halaman 9.

  • Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014

    Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014Penghargaan Reksa Dana Terbaik Tahun 2014

    Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi SAM.

    Sampai pertengahan kwartal ke-3 tahun 2014 ini, PT Samuel Aset Manajemen telah  meraih beberapa penghargaan bergensi dari domestik dan internasional atas kinerja produk yang dikelola, antara lain:

    1. Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta, Reksa Dana Saham Terbaik Periode 1 Tahun Aset Rp >1 Milyar untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 6 Maret 2014.
    2. Best Equity Fund 2014  (AUM >500B) versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    3. Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    4. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Mixed Asset IDR Flexible untuk produk reksadana SAM Syariah Berimbang, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    5. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Bond Indonesia Rupiah untuk produk reksadana SAM Sukuk Syariah Sejahtera, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    6. Best Syariah Fund Award 2014 versi majalah Investori, Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik Periode 3 Tahun untuk produk SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 12 Agustus 2014.

    Kami berharap produk-produk reksa dana SAM dapat senantiasa menjadi pilihan investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. replica watches Keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di 021-28548800 atau email ke [email protected].Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi SAM.

    Sampai pertengahan kwartal ke-3 tahun 2014 ini, PT Samuel Aset Manajemen telah  meraih beberapa penghargaan bergensi dari domestik dan internasional atas kinerja produk yang dikelola, antara lain:

    1. Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta, Reksa Dana Saham Terbaik Periode 1 Tahun Aset Rp >1 Milyar untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 6 Maret 2014.
    2. Best Equity Fund 2014  (AUM >500B) versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    3. Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    4. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Mixed Asset IDR Flexible untuk produk reksadana SAM Syariah Berimbang, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    5. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Bond Indonesia Rupiah untuk produk reksadana SAM Sukuk Syariah Sejahtera, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    6. Best Syariah Fund Award 2014 versi majalah Investori, Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik Periode 3 Tahun untuk produk SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 12 Agustus 2014.

    Kami berharap produk-produk reksa dana SAM dapat senantiasa menjadi pilihan investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. Keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di 021-28548800 atau email ke [email protected].Terima kasih atas kepercayan dan dukungan Bapak/Ibu mitra investasi SAM.

    Sampai pertengahan kwartal ke-3 tahun 2014 ini, PT Samuel Aset Manajemen telah  meraih beberapa penghargaan bergensi dari domestik dan internasional atas kinerja produk yang dikelola, antara lain:

    1. Best Mutual Fund Award 2014 versi Majalah Investor-Infovesta, Reksa Dana Saham Terbaik Periode 1 Tahun Aset Rp >1 Milyar untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 6 Maret 2014.
    2. Best Equity Fund 2014  (AUM >500B) versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Indonesian Equity Fund. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    3. Best Islamic Mixed Allocation Fund 2014 versi APRDI-Bloomberg Indonesia untuk produk reksa dana SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 3 April 2014.
    4. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Mixed Asset IDR Flexible untuk produk reksadana SAM Syariah Berimbang, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    5. Lipper Fund Awards 2014 – Global Islamic, Best Fund Over 3 Years Bond Indonesia Rupiah untuk produk reksadana SAM Sukuk Syariah Sejahtera, versi Thomson Reuters. Acara diselenggarakan di Dubai pada tanggal 1 Juni 2014.
    6. Best Syariah Fund Award 2014 versi majalah Investori, Reksa Dana Campuran Syariah Terbaik Periode 3 Tahun untuk produk SAM Syariah Berimbang. Acara diselenggarakan di Jakarta, 12 Agustus 2014.

    Kami berharap produk-produk reksa dana SAM dapat senantiasa menjadi pilihan investor dalam mengisi dan mengelola keranjang investasi Anda. Keterangan lebih lanjut, silahkan menghubungi kami di 021-28548800 atau email ke [email protected].

  • Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Rencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAMRencanakan Dana Pendidikan dengan Reksa Dana SAM

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

    Warisan paling bernilai yang dapat kita berikan kepada buah hati kita adalah ilmu pengetahuan. Baik yang diperoleh melalui pendidikan formal, maupun aneka keterampilan hidup yang didapat dari pelatihan, pengalaman dan berbagai kegiatan lainnya.

    Sayangnya, biaya pendidikan yang berkualitas terbilang cukup tinggi, dengan kenaikan sekitar 10%-20% setiap tahunnya. Sehingga kita perlu persiapan lebih cermat untuk memastikan terselenggaranya pendidikan terbaik bagi putera-puteri kita.

    Presiden Direktur PT Samuel Aset Manajemen (SAM) Agus B. Yanuar mengatakan, satu hal yang bisa kita lakukan adalah mencari produk investasi yang imbal hasilnya bisa mengalahkan inflasi biaya pendidikan sehingga dana untuk pendidikan anak tetap bisa disediakan dengan sebaik mungkin.

    “Untuk mengamankan dana yang akan dipakai beberapa bulan ke depan, produk perbankan dengan penjaminan merupakan instrumen yang sesuai. Tetapi untuk persiapan biaya pendidikan jangka panjang, reksa dana adalah produk yang lebih bijak, karena imbal hasil jangka panjangnya lebih optimal dan lebih tinggi dari tingkat inflasi,” ujarnya.

    Produk reksa dana senantiasa menawarkan solusi dan pilihan beragam bagi investor. Ada reksa dana pendapatan tetap, campuran dan saham. Baik yang konvensional maupun yang bersifat syariah. Dengan investasi awal yang terjangkau, dimulai dengan Rp 250 ribu saja, dapat dilakukan lebih dini dan dapat diinvestasikan secara berkala.

    Masing-masing reksa dana menawarkan potensi imbal hasil sesuai dengan profil dan karakteristik produk tersebut. Semakin tinggi potensi imbal hasil, biasanya diikuti pula dengan potensi risikonya. Kuncinya adalah bagaimana kita memilih reksa dana yang sesuai dengan karakter risiko, tujuan investasi dan terutama jangka waktu berinvestasinya.

    Menurut Agus, investor yang ingin produk dengan risiko relatif rendah atau jangka waktu berinvestasinya di bawah tiga tahun, lebih baik memilih reksa dana pendapatan tetap.

    Untuk bentang waktu berinvestasi yang lebih panjang, dapat memilih reksa dana campuran atau reksa dana saham, tergantung profil risiko masing-masing. Bagi investor yang ingin menikmati potensi pertumbuhan saham, dan pada saat yang sama ingin meredam risiko penurunannya di tengah pasar yang fluktuatif, bisa memilih reksa dana campuran yang alokasi investasi pada efek saham dan obligasinya akan disesuaikan oleh Manajer Investasi sesuai dengan kondisi pasar.

    Sementara bagi yang ingin menikmati pertumbuhan investasinya secara optimal dalam jangka panjang, maka reksa dana saham adalah pilihan yang paling tepat.

    “Saat ini SAM memiliki produk terbaik yang dapat digunakan untuk menyiapkan dana pendidikan buah hati. Kami mengelola reksa dana pendapatan tetap SAM Sukuk Syariah Sejahtera, reksa dana campuran SAM Dana Berkembang dan SAM Syariah Berimbang, serta reksa dana SAM Indonesian Equity Fund dan SAM Sharia Equity Fund,” tambah Agus.

    Kinerja produk SAM termasuk yang terbaik di kelasnya masih-masing dan menjadi unggulan lembaga pemeringkat reksa dana serta menjadi pilihan cerdas para investor berpengalaman. Per akhir April 2014, SAM Dana Berkembang, reksa dana campuran yang diluncurkan pada tahun 1997, memberikan imbal hasil rata-rata sebesar  16,9 % per tahun (CAGR) selama 17 tahun terakhir, sehingga terbukti bisa lebih tinggi dari tingkat inflasi pada periode yang sama. Produk reksa dana campuran syariah yang lebih baru, SAM Syariah Berimbang, membukukan imbal hasil rata-rata sebesar 17,3 % per tahun dalam tiga tahun terakhir.

    Sementara kinerja rata-rata untuk reksa dana saham, SAM Indonesian Equity Fund  dan SAM Sharia Equity Fund, masing-masing sebesar 31,5 % dan 22,4 % per tahun sejak diluncurkan

    “Kinerja tersebut merupakan hasil dari keahlian meracik strategi investasi yang tepat, pengalaman, serta upaya untuk selalu memberikan yang terbaik kepada nasabah.

    Bagi kami, mengelola investasi itu seperti membesarkan buah hati sendiri, harus amanah dan sepenuh hati dalam memberikan yang terbaik untuk pertumbuhannya.

    Seperti Anda, kami juga percaya pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang handal. Dan seperti kata peribahasa, jika ingin makmur setahun, bertanamlah padi dan biji-bijian. Jika ingin makmur sepuluh tahun, tanamlah kayu-kayuan. Tetapi jika ingin sejahtera seratus tahun, tumbuh-kembangkanlah sumber daya manusia, melalui pendidikan ” tegas Agus.

    ***

    Artikel dimuat di Tabloid Kontan, Edisi Khusus Pendidikan, Mei 2014, halaman 5.

    Reksadana untuk Pendidikan - PrintAds -Kontan Setengah Hal

  • Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”,Jakarta, 22 Februari 2014

    Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”, Jakarta, 22 Februari 2014Seminar “Smart Financial Planning”,Jakarta, 22 Februari 2014

    Ellen May web banner hires

    Samuel Aset Manajemen mendukung acara Seminar SMART FINANCIAL PLANNING yang akan diadakan di Jakarta, 22 Februari 2014.

    • Apakah itu FINANCIAL FREEDOM?
    • Bisakah financial freedom dimulai dengan modal kecil?
    • Bagaimana LANGKAH MUDAH untuk KAYA tanpa memandang latar belakang?
    • Bagaimana mempersiapkan MASA DEPAN  Anak Anda dan pensiun Anda?
    • Bagaimana memilih INVESTASI untuk pelipatgandaan aset?

    Info lebih lanjut, silakan email ke [email protected]
    atau sms SMARTFIN#NAMA#EMAIL ke 082327229009.
    Tempat terbatas.

  • PRESS RELEASE: Market Outlook 2014 – Keep Calm, Invest Wisely           PRESS RELEASE: Market Outlook 2014 – Keep Calm, Invest Wisely

    PRESS RELEASE: Market Outlook 2014 – Keep Calm, Invest Wisely PRESS RELEASE: Market Outlook 2014 – Keep Calm, Invest Wisely

    PRESS RELEASE : Market Outlook 2014: Keep Calm, Invest Wisely

    Pada hari Kamis, 19 Desember 2013, bertempat di SAMUEL Exchange Club, Menara Imperium Lt. 7 Jakarta, PT Samuel Aset Manajemen mempresentasikan Market Outlook 2014, bertema “Keep Calm, Invest Wisely”. Acara ini bertujuan memberikan informasi kinerja dan perkembangan produk reksa dana SAM, serta memberikan gambaran pasar, tinjauan dan strategi investasi tahun 2014 pada masyarakat pasar modal pada umumnya.

    Hadir dalam acara ini jajaran direksi PT Samuel Aset Manajemen. Acara dibuka oleh, Agus B. Yanuar selaku President Director dan Intan Syah Ichsan, Chief Operating Officer yang menyampaikan Perkembangan Produk, Dana Kelolaan dan Kinerja SAM di tahun 2013.  Market Outlook makro ekonomi disampaikan oleh Chief Economist & Head of Research, Lana Soelistianingsih. Sementara itu, Strategi Investasi 2014 disampaikan oleh Tim Investasi SAM, yang dipandu oleh Agus Yanuar dan disampaikan oleh Budi Budar, Investment Strategist, Herbie Mohede, Senior Fund Manager dan Dimas Noverio, Investment Analyst.


    Tentang Samuel Aset Manajemen

    PT Samuel Aset Manajemen (SAM) merupakan anggota dari Bursa Efek Indonesia dan memiliki lisensi sebagai manajer investasi. Sebagai perusahaan manajer investasi terpercaya yang telah berdiri secara independen sejak 1997, SAM selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan menetapkan strategi investasi yang tepat. Tim Manajer Investasi SAM yang merupakan praktisi yang berpengalaman di pasar modal dalam dan luar negeri itu, dalam meramu kebijakan investasinya senantiasa menggunakan pendekatan yang rasional dengan metode analisis yang sahih. Dengan memanfaatkan pengalamannya, SAM dapat secara taktis menyesuaikan racikan investasi terbaiknya yang sesuai dengan kondisi pasar.

    Saat ini Samuel Aset Manajemen mengelola reksa dana yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, yaitu SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham) dan SAM Sharia Equity Fund (berbasis efekefek ekuitas syariah, diluncurkan Januari 2013), SAM Syariah Berimbang (reksa dana yang isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Dana Berkembang (reksa dana yang berinvestasi pada efek obligasi dan saham konvensional), dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera (reksa dana syariah yang menginvestasikan dananya pada efek sukuk/obligasi syariah).  Sementara itu, Produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang dikelola SAM pun senantiasa berkinerja baik sesuai dengan tujuan dan kebijakan investasinya.

    ***

    Perkembangan Produk dan Kinerja SAM 2013

    Walaupun didera oleh berbagai tantangan sulit sepanjang tahun 2013, dengan ke hati-hatian dan kerja keras SAM berhasil meningkatkan total aset kelolaannya (AUM) sepanjang Januari  hingga akhir November 2013 menjadi Rp 3,6 triliun. Reksa dana memberikan kontribusi terbesar dengan kenaikan sebesar 227,14% menjadi Rp 2,7 triliun. Peningkatan yang lebih dari 2 kali lipat pada aset kelolaan berbentuk reksa dana ini berhasil menempatkan SAM dalam urutan 15 besar perusahaan Manajer Investasi  berdasarkan jumlah total aset kelolaan reksa dana.

    Sumbangan terbesar dari kenaikan AUM pada produk reksa dana ini datang dari SAM Indonesian Equity Fund yang menyumbangkan 47%% dari total AUM reksa dana SAM. Pada Januari sampai November 2013, SAM Indonesian Equity Fund telah tumbuh sebesar 483,94% menjadi Rp 1,27 triliun.

    Untuk produk reksadana saham, SAM berhasil  menempati urutan 10 besar sedangkan untuk produk reksa dana Syariah, SAM berada pada posisi ke-5 bila dibandingkan dengan produk sejenis pada industrinya. Pada segment reksa dana berimbang dan saham SAM kembali berhasil masuk pada urutan 10 besar dengan total nilai kelolaaan mencapai Rp 2,05 triliun.

    Selain dana kelolaan yang tumbuh dengan pesat, pertumbuhan rekening yang dikelola oleh SAM pun meningkat menjadi 4.634 rekening atau setara dengan 233% bila dibandingkan dengan jumlah rekening yang hanya sebesar 1.393 di tahun 2012. Nasabah individual masih mendominasi komposisi jumlah rekening nasabah SAM, yaitu sebesar 96,07% meskipun sumbangannya kepada total dana kelolaan adalah sebesar 20,95%, lebih kecil bila dibandingkan sumbangan rekening nasabah institusi ke total AUM yang sebesar 79,05%

    Pada nasabah institusi, asuransi dan dana pensiun masih mendominasi total AUM dengan kontribusi masing-masing sebesar 63,72% dan 27,34%.

    Jakarta, 19 Desember 2013

    Intan Syah Ichsan, Chief Operating Officer

    ***

    Economy Outlook 2014

    Berharap pada Global dan Hajatan Pemilu

    Ekonomi 2014 masih akan me”warisi” masalah-masalah ekonomi yang muncul secara signifikan di tahun 2013 terutama yang bersumber dari dalam negeri yaitu defisit transaksi berjalan yang menjadi fokus kebijakan moneter dan fiskal. Kebijakan moneter dilakukan dengan menaikkan suku bunga BI rate sebesar 175 bps menjadi 7,5% dari posisi terendahnya di 5,75% pada Mei lalu membuat laju pertumbuhan kredit melambat. BI menargetkan laju pertumbuhan kredit tahun 2013 sebesar 20%. Perlambatan pertumbuhan kredit mulai terlihat pada data Oktober sebesar 22,2% yoy, turun dari 23% yoy pada September. Perlambatan kredit ini diharapkan bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi. Relatif tingginya pertumbuhan ekonomi dalam 3 tahun terkahir membuat impor mencatat kenaikan signifikan. Sayangnya di saat yang sama ekspor turun karena turunnya permintaan dan harga terutama terkait harga komoditas yang menjadi andalan ekspor non migas Indonesia. Di sisi kebijakan fiskal, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan Agustus dan Desember. Kombinasi kedua kebijakan ini akan membuat ekonomi di tahun 2014 dalam tren turun.

    Namun penurunan ekonomi tersebut kemungkinan bisa tertahan dengan adanya hajatan pemilihan umum (pemilu) di tahun 2014. Belanja pemilu diperkirakan bisa membantu menahan turunnya konsumsi masyarakat seiring dengan turunnya pendapatan. BI memperkirakan hajatan pemilu bisa mendorong sekitar 0,18%-0,2% pertumbuhan ekonomi. Setidaknya hajatan pemilu ini bisa menahan penurunan pertumbuhan ekonomi sampai triwulan ke-2 2014. Sedangkan di triwulan ke-3, ekonomi masih akan terbantu karena faktor musim puasa dan lebaran.

    Di sisi global, ekonomi negara-negara utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Cina juga Jepang diperkirakan lebih baik dari tahun 2013. Perbaikan ekonomi ini diharapkan bisa membawa perbaikan harga komoditas dan ekspor Indonesia. Keputusan the Fed untuk mengurangi stimulusnya mulai bulan Januari sebesar US$10 miliar menjadi US$75 miliar pada FOMC 18 Dsember kemarin memberikan perbaikan sentimen terhadap risiko investasi. Bahkan Gubernur the Fed Bernanke memberikan sinyal yang lebih jelas untuk terus mengurangi di masa mendatang seiring dengan perbaikan ekonomi di AS. Keputusan ini bisa mengurangi ketidakpastian investasi karena investor mulai bisa mengukur risiko investasinya terutama di emerging market (EMs). Namun kemungkinan dana asing belum akan masuk secara masif ke pasar Indonesia karena masih menunggu keputusan calon-calon yang akan maju menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2014.

    Ketidakpastian dari dalam negeri terkait Pemilu ini menjadi kendala yang cukup signifikan ditengah perbaikan ekonomi global di tahun 2014. Ketidakpastian ini kemungkinan baru akan terurai memasuki semester ke-2 tahun 2014 seiring dengan harapan perbaikan defisit di transaksi berjalan yang kemungkinan bisa menjadi 2,8%-2,9% dari PDB di akhir tahun 2014. Sedangkan pertumbuhan ekonomi kami perkirakan masih bisa bekisar antara 5,6%-5,8%. Sedangkan tekanan inflasi melambat menuju 5,5%-6%, diikuti dengan suku bunga (BI rate) yang berpotensi turun menuju 7% di triwulan ke-3 jika perbaikan di transaksi berjalan signifikan diikuti dengan turunnya inflasi. Namun BI rate kemungkinan masih berpotensi naik sebesar 25 bps di triwulan ke-1 sebagai proses percepatan penurunan defisit dan antisipasi inflasi akibat pemilu. Kisaran BI rate kami perkirakan antara 7% -7,75% di sepanjang tahun 2014. Sementara untuk nilai tukar rupiah (IDR) kami melihat nilai teoritisnya di Rp.10.500 per USD. Namun dengan mempertimbangkan masih belum optimisnya investor asing masuk ke pasar Indonesia di semester I 2014, kemungkinan IDR masih bergerak di kisaran antara Rp.11.500 sampai Rp.12.000 per USD. Seiring dengan perbaikan di transaksi berjalan dan sentimen pasca Pemilu Presiden Juni 2014, kami perkirakan IDR bisa menguat dan ditutup di Rp.10.800 sampai Rp.11.000 di akhir tahun 2014.

    Jakarta, 19 Desember 2013

    Lana Soelistianingsih, Chief Economist, Head of Research

     ***

    Strategi Investasi  2014

    Secara jangka panjang (>5 tahun), IHSG optimis untuk bullish didukung oleh kondisi demografi yang relatif muda, balance sheet rumah tangga, korporasi dan negara yang kuat, kondisi  perbankan yang transparan dan sehat,  kondisi politik  yang ‘berimbang’ dan pemerintahan yang pro pertumbuhan. Namun, secara jangka pendek (

    Domestik ekonomi dalam negeri sedang dalam masa ‘penyesuaian’ setelah berkurangnya efek likuiditas global. Penyesuaian sedang berlangsung melalui mekanisme suku bunga dan pelemahan nilai tukar perlambatan ekonomi dari proses ini diharapkan mencapai titik terendah pada semester I. Sementara, proses pemulihan diharapkan dapat terjadi pada awal semester II. Jangka waktu periode penyesuaian bisa lebih cepat atau lebih lambat, tergantung pada Hasil Pemilu 2014 dan Faktor Eksternal.

    Beberapa poin penting perkembangan dari luar yang perlu dicermati dan akan memberi efek pada ekonomi dalam negeri antara lain timing dan besaran pengurangan quantitative easing oleh The Fed, pergerakan imbal hasil US Treasury, pertumbuhan/perlambatan ekonomi China dan  kebijakan bank sentral utama dunia (The Fed, ECB, BOJ, PBoC).

    Strategi investasi dan beberapa sektor pilihan kami antara lain:

    PADA MASA PENYESUAIAN

    Overweight: Consumer Staple, Mining, Plantation

    Neutral: Infrastructure, Utility.

    Underweight : Interest rate sensitive stock (Bank, Property, Construction), Consumer Discretionary (Automotive)

    PADA MASA PEMULIHAN

    Overweight: Interest Rate Sensitive, Consumer Discretionary

    Neutral: Infrastructure, Utility, Consumer Staple

    Underweight: Plantation, Mining

    Jakarta, 19 Desember 2013

     Budi Budar

    Investment Strategist, Senior Portfolio Manager

    ***

    Disclaimer: This report is represented by PT Samuel Aset Manajemen for information purpose only. Under no circumstances is it to be used or considered as an offer to sell or a solicitation of any offer to buy. This report has been produced independently and the forecast, opinions and expectations contained herein are entirely those of PT Samuel Aset Manajemen. While all reasonable care has been taken to ensure that information contained herein is not untrue or misleading at the time of publication, PT Samuel Aset Manajemen makes no representations as to its accuracy or completeness and it should be relied upon as such. Neither PT Samuel Aset Manajemen nor any officer or employee of PT Samuel Aset Mananajemen accepts only liability whatsoever for any direct or consequential loss arising from any use of this report.

     PRESS RELEASE : Market Outlook 2014: Keep Calm, Invest Wisely

    Pada hari Kamis, 19 Desember 2013, bertempat di SAMUEL Exchange Club, Menara Imperium Lt. 7 Jakarta, PT Samuel Aset Manajemen mempresentasikan Market Outlook 2014, bertema “Keep Calm, Invest Wisely”. Acara ini bertujuan memberikan informasi kinerja dan perkembangan produk reksa dana SAM, serta memberikan gambaran pasar, tinjauan dan strategi investasi tahun 2014 pada masyarakat pasar modal pada umumnya.

    Hadir dalam acara ini jajaran direksi PT Samuel Aset Manajemen. Acara dibuka oleh, Agus B. Yanuar selaku President Director dan Intan Syah Ichsan, Chief Operating Officer yang menyampaikan Perkembangan Produk, Dana Kelolaan dan Kinerja SAM di tahun 2013.  Market Outlook makro ekonomi disampaikan oleh Chief Economist & Head of Research, Lana Soelistianingsih. Sementara itu, Strategi Investasi 2014 disampaikan oleh Tim Investasi SAM, yang dipandu oleh Agus Yanuar dan disampaikan oleh Budi Budar, Investment Strategist, Herbie Mohede, Senior Fund Manager dan Dimas Noverio, Investment Analyst.


    Tentang Samuel Aset Manajemen

    PT Samuel Aset Manajemen (SAM) merupakan anggota dari Bursa Efek Indonesia dan memiliki lisensi sebagai manajer investasi. Sebagai perusahaan manajer investasi terpercaya yang telah berdiri secara independen sejak 1997, SAM selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik kepada nasabah dengan menetapkan strategi investasi yang tepat. Tim Manajer Investasi SAM yang merupakan praktisi yang berpengalaman di pasar modal dalam dan luar negeri itu, dalam meramu kebijakan investasinya senantiasa menggunakan pendekatan yang rasional dengan metode analisis yang sahih. Dengan memanfaatkan pengalamannya, SAM dapat secara taktis menyesuaikan racikan investasi terbaiknya yang sesuai dengan kondisi pasar.

    Saat ini Samuel Aset Manajemen mengelola reksa dana yang mempunyai rekam jejak dan kinerja yang memuaskan, yaitu SAM Indonesian Equity Fund (reksa dana saham) dan SAM Sharia Equity Fund (berbasis efekefek ekuitas syariah, diluncurkan Januari 2013), SAM Syariah Berimbang (reksa dana yang isi portofolionya terdiri atas efek sukuk dan saham syariah), SAM Dana Berkembang (reksa dana yang berinvestasi pada efek obligasi dan saham konvensional), dan SAM Sukuk Syariah Sejahtera (reksa dana syariah yang menginvestasikan dananya pada efek sukuk/obligasi syariah).  Sementara itu, Produk Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang dikelola SAM pun senantiasa berkinerja baik sesuai dengan tujuan dan kebijakan investasinya.

    ***

    Perkembangan Produk dan Kinerja SAM 2013

    Walaupun didera oleh berbagai tantangan sulit sepanjang tahun 2013, dengan ke hati-hatian dan kerja keras SAM berhasil meningkatkan total aset kelolaannya (AUM) sepanjang Januari  hingga akhir November 2013 menjadi Rp 3,6 triliun. Reksa dana memberikan kontribusi terbesar dengan kenaikan sebesar 227,14% menjadi Rp 2,7 triliun. Peningkatan yang lebih dari 2 kali lipat pada aset kelolaan berbentuk reksa dana ini berhasil menempatkan SAM dalam urutan 15 besar perusahaan Manajer Investasi  berdasarkan jumlah total aset kelolaan reksa dana.

    Sumbangan terbesar dari kenaikan AUM pada produk reksa dana ini datang dari SAM Indonesian Equity Fund yang menyumbangkan 47%% dari total AUM reksa dana SAM. Pada Januari sampai November 2013, SAM Indonesian Equity Fund telah tumbuh sebesar 483,94% menjadi Rp 1,27 triliun.

    Untuk produk reksadana saham, SAM berhasil  menempati urutan 10 besar sedangkan untuk produk reksa dana Syariah, SAM berada pada posisi ke-5 bila dibandingkan dengan produk sejenis pada industrinya. Pada segment reksa dana berimbang dan saham SAM kembali berhasil masuk pada urutan 10 besar dengan total nilai kelolaaan mencapai Rp 2,05 triliun.

    Selain dana kelolaan yang tumbuh dengan pesat, pertumbuhan rekening yang dikelola oleh SAM pun meningkat menjadi 4.634 rekening atau setara dengan 233% bila dibandingkan dengan jumlah rekening yang hanya sebesar 1.393 di tahun 2012. Nasabah individual masih mendominasi komposisi jumlah rekening nasabah SAM, yaitu sebesar 96,07% meskipun sumbangannya kepada total dana kelolaan adalah sebesar 20,95%, lebih kecil bila dibandingkan sumbangan rekening nasabah institusi ke total AUM yang sebesar 79,05%

    Pada nasabah institusi, asuransi dan dana pensiun masih mendominasi total AUM dengan kontribusi masing-masing sebesar 63,72% dan 27,34%.

    Jakarta, 19 Desember 2013

    Intan Syah Ichsan, Chief Operating Officer

    ***

    Economy Outlook 2014

    Berharap pada Global dan Hajatan Pemilu

    Ekonomi 2014 masih akan me”warisi” masalah-masalah ekonomi yang muncul secara signifikan di tahun 2013 terutama yang bersumber dari dalam negeri yaitu defisit transaksi berjalan yang menjadi fokus kebijakan moneter dan fiskal. Kebijakan moneter dilakukan dengan menaikkan suku bunga BI rate sebesar 175 bps menjadi 7,5% dari posisi terendahnya di 5,75% pada Mei lalu membuat laju pertumbuhan kredit melambat. BI menargetkan laju pertumbuhan kredit tahun 2013 sebesar 20%. Perlambatan pertumbuhan kredit mulai terlihat pada data Oktober sebesar 22,2% yoy, turun dari 23% yoy pada September. Perlambatan kredit ini diharapkan bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi. Relatif tingginya pertumbuhan ekonomi dalam 3 tahun terkahir membuat impor mencatat kenaikan signifikan. Sayangnya di saat yang sama ekspor turun karena turunnya permintaan dan harga terutama terkait harga komoditas yang menjadi andalan ekspor non migas Indonesia. Di sisi kebijakan fiskal, pemerintah mengeluarkan paket kebijakan Agustus dan Desember. Kombinasi kedua kebijakan ini akan membuat ekonomi di tahun 2014 dalam tren turun.

    Namun penurunan ekonomi tersebut kemungkinan bisa tertahan dengan adanya hajatan pemilihan umum (pemilu) di tahun 2014. Belanja pemilu diperkirakan bisa membantu menahan turunnya konsumsi masyarakat seiring dengan turunnya pendapatan. BI memperkirakan hajatan pemilu bisa mendorong sekitar 0,18%-0,2% pertumbuhan ekonomi. Setidaknya hajatan pemilu ini bisa menahan penurunan pertumbuhan ekonomi sampai triwulan ke-2 2014. Sedangkan di triwulan ke-3, ekonomi masih akan terbantu karena faktor musim puasa dan lebaran.

    Di sisi global, ekonomi negara-negara utama seperti Amerika Serikat, Uni Eropa dan Cina juga Jepang diperkirakan lebih baik dari tahun 2013. Perbaikan ekonomi ini diharapkan bisa membawa perbaikan harga komoditas dan ekspor Indonesia. Keputusan the Fed untuk mengurangi stimulusnya mulai bulan Januari sebesar US$10 miliar menjadi US$75 miliar pada FOMC 18 Dsember kemarin memberikan perbaikan sentimen terhadap risiko investasi. Bahkan Gubernur the Fed Bernanke memberikan sinyal yang lebih jelas untuk terus mengurangi di masa mendatang seiring dengan perbaikan ekonomi di AS. Keputusan ini bisa mengurangi ketidakpastian investasi karena investor mulai bisa mengukur risiko investasinya terutama di emerging market (EMs). Namun kemungkinan dana asing belum akan masuk secara masif ke pasar Indonesia karena masih menunggu keputusan calon-calon yang akan maju menjadi Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden 2014.

    Ketidakpastian dari dalam negeri terkait Pemilu ini menjadi kendala yang cukup signifikan ditengah perbaikan ekonomi global di tahun 2014. Ketidakpastian ini kemungkinan baru akan terurai memasuki semester ke-2 tahun 2014 seiring dengan harapan perbaikan defisit di transaksi berjalan yang kemungkinan bisa menjadi 2,8%-2,9% dari PDB di akhir tahun 2014. Sedangkan pertumbuhan ekonomi kami perkirakan masih bisa bekisar antara 5,6%-5,8%. Sedangkan tekanan inflasi melambat menuju 5,5%-6%, diikuti dengan suku bunga (BI rate) yang berpotensi turun menuju 7% di triwulan ke-3 jika perbaikan di transaksi berjalan signifikan diikuti dengan turunnya inflasi. Namun BI rate kemungkinan masih berpotensi naik sebesar 25 bps di triwulan ke-1 sebagai proses percepatan penurunan defisit dan antisipasi inflasi akibat pemilu. Kisaran BI rate kami perkirakan antara 7% -7,75% di sepanjang tahun 2014. Sementara untuk nilai tukar rupiah (IDR) kami melihat nilai teoritisnya di Rp.10.500 per USD. Namun dengan mempertimbangkan masih belum optimisnya investor asing masuk ke pasar Indonesia di semester I 2014, kemungkinan IDR masih bergerak di kisaran antara Rp.11.500 sampai Rp.12.000 per USD. Seiring dengan perbaikan di transaksi berjalan dan sentimen pasca Pemilu Presiden Juni 2014, kami perkirakan IDR bisa menguat dan ditutup di Rp.10.800 sampai Rp.11.000 di akhir tahun 2014.

    Jakarta, 19 Desember 2013

    Lana Soelistianingsih, Chief Economist, Head of Research

     ***

    Strategi Investasi  2014

    Secara jangka panjang (>5 tahun), IHSG optimis untuk bullish didukung oleh kondisi demografi yang relatif muda, balance sheet rumah tangga, korporasi dan negara yang kuat, kondisi  perbankan yang transparan dan sehat,  kondisi politik  yang ‘berimbang’ dan pemerintahan yang pro pertumbuhan. Namun, secara jangka pendek (<12 bulan) akan penuh tantangan sekaligus peluang. Domestik ekonomi dalam negeri sedang dalam masa ‘penyesuaian’ setelah berkurangnya efek likuiditas global. Penyesuaian sedang berlangsung melalui mekanisme suku bunga dan pelemahan nilai tukar perlambatan ekonomi dari proses ini diharapkan mencapai titik terendah pada semester I. Sementara, proses pemulihan diharapkan dapat terjadi pada awal semester II. Jangka waktu periode penyesuaian bisa lebih cepat atau lebih lambat, tergantung pada Hasil Pemilu 2014 dan Faktor Eksternal. Beberapa poin penting perkembangan dari luar yang perlu dicermati dan akan memberi efek pada ekonomi dalam negeri antara lain timing dan besaran pengurangan quantitative easing oleh The Fed, pergerakan imbal hasil US Treasury, pertumbuhan/perlambatan ekonomi China dan  kebijakan bank sentral utama dunia (The Fed, ECB, BOJ, PBoC).

    Strategi investasi dan beberapa sektor pilihan kami antara lain:

    PADA MASA PENYESUAIAN

    Overweight: Consumer Staple, Mining, Plantation

    Neutral: Infrastructure, Utility.

    Underweight : Interest rate sensitive stock (Bank, Property, Construction), Consumer Discretionary (Automotive)

     

    PADA MASA PEMULIHAN

    Overweight: Interest Rate Sensitive, Consumer Discretionary

    Neutral: Infrastructure, Utility, Consumer Staple

    Underweight: Plantation, Mining

     

    Jakarta, 19 Desember 2013

     Budi Budar

    Investment Strategist, Senior Portfolio Manager

     

    ***

    Disclaimer: This report is represented by PT Samuel Aset Manajemen for information purpose only. Under no circumstances is it to be used or considered as an offer to sell or a solicitation of any offer to buy. This report has been produced independently and the forecast, opinions and expectations contained herein are entirely those of PT Samuel Aset Manajemen. While all reasonable care has been taken to ensure that information contained herein is not untrue or misleading at the time of publication, PT Samuel Aset Manajemen makes no representations as to its accuracy or completeness and it should be relied upon as such. Neither PT Samuel Aset Manajemen nor any officer or employee of PT Samuel Aset Mananajemen accepts only liability whatsoever for any direct or consequential loss arising from any use of this report.