Samuel Aset Manajemen

Author: AHMAD ZEIN BAHAR

  • Pengumuman Rencana Perubahan Kontrak Investasi Kolektif (“KIK”) dan Prospektus Reksa Dana SAM Dana Obligasi Strategis

    PT Samuel Aset Manajemen, selaku Manajer Investasi dari REKSA DANA SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS (“SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS”), dengan ini mengumumkan rencana perubahan KIK dan Prospektus SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS terkait hal-hal sebagai berikut:

    I. Perubahan fitur-fitur dalam SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS sebagai berikut :
    a. Perubahan ketentuan batas minimum penjualan awal Unit Penyertaan dari semula sebesar Rp 5.000.000.000.- (lima miliar Rupiah) menjadi sebesar Rp 100.000,- (seratus ribu Rupiah); dani
    b. Penambahan ketentuan mengenai biaya bea meterai yang menjadi beban bagi Pemegang Unit Penyertaan SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS (jika ada).

    II. Penyesuaian ketentuan dalam KIK dan Prospektus terhadap Undang-Undang, Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (“SEOJK”) antara lain sebagai berikut:
    a. Undang-Undang No. 4 Tahun 2023 tanggal 12 Januari 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan;
    b. POJK Nomor: 18/POJK.07/2018 tanggal 10 September 2018 tentang Layanan Pengaduan Konsumen Di Sektor Jasa Keuangan;
    c. POJK Nomor: 23/POJK.01/2019 tanggal 18 September 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/POJK.01/2017 tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme di Sektor Jasa Keuangan;
    d. POJK 2/POJK.04/2020 tanggal 8 Januari 2020 tentang Perubahan atas POJK 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif;
    e. POJK Nomor: 25/POJK.04/2020 tanggal 22 April 2020 tentang Pedoman Bentuk Dan Isi Prospektus Dalam Rangka Penawaran Umum Reksa Dana;
    f. POJK Nomor: 31/POJK.07/2020 tanggal 22 April 2020 tentang Penyelenggaraan Layanan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan oleh Otoritas Jasa Keuangan;
    g. POJK Nomor 56/POJK.04/2020 tanggal 3 Desember 2020 tentang Pelaporan dan Pedoman Akuntansi Reksa Dana;
    h. POJK Nomor: 61/POJK.07/2020 tanggal 14 Desember 2020 tentang Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan;
    i. POJK Nomor: 06/POJK.07/2022 tanggal 14 April 2022 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan;
    j. POJK Nomor: 17/POJK.04/2022 tanggal 1 September 2022 tentang Pedoman Perilaku Manajer Investasi;
    k. SEOJK Nomor: 1/SEOJK.04/2020 tanggal 17 Februari 2020 tentang Tata Cara Penyampaian Surat Atau Bukti Konfirmasi dan Laporan Berkala Reksa Dana Secara Elektronik Melalui Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu.

    Rincian rencana perubahan KIK dan Prospektus dapat dibaca atau diakses melalui situs web Manajer Investasi.

    Demikian pengumuman ini disampaikan kepada para Pemegang Unit Penyertaan SAM DANA OBLIGASI STRATEGIS serta pihak-pihak yang berkepentingan.

    Jakarta, 3 April 2023

    Manajer Investasi
    PT Samuel Aset Manajemen
    Menara Imperium, Lantai Dasar, Jl. HR. Rasuna Said Kav 1 Jakarta 12980

    berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan

    *Pengumuman ini juga dipublikasikan di Harian Neraca, terbit 3 April 2023

  • Buletin Triwulan – Oktober 2021 : Greenflation ?⚡ Krisis Energi Global

    Buletin Triwulan – Oktober 2021 : Greenflation ?⚡ Krisis Energi Global

    Ulasan Pasar Global
    Ulasan lengkap unduh file .pdf

    Indeks saham negara berkembang kembali memimpin penguatan.

    • Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan September 2021 dan relatif hanya sedikit indeks saham yang mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Rusia (MOEX) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Hong Kong (Hang Seng) mencatatkan penurunan terbesar.
    • Indeks saham negara-negara berkembang mulai memimpin penguatan dalam beberapa minggu terakhir. Indeks saham Rusia (MOEX), India (SENSEX), Mexico (S&P/BMV), dan Taiwan (TWSE) memimpin penguatan.
    • Indeks saham negara-negara maju juga tetap mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Denmark (OMX Copenhagen), Amerika Serikat (S&P 500), Eropa (STOXX 600), Jerman (DAX), Inggris (FTSE 100), dan Jepang (Nikkei 225). §Sektor Energi dan Finansial cenderung menjadi sektor yang berkinerja lebih unggul dari sektor lainnya di setiap kawasan secara global sejak awal tahun. Di sisi lain, sektor-sektor yang berkaitan dengan Teknologi juga masih cenderung menguat. Sementara sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang relatif tertinggal dibandingkan indeks acuannya.
    • Pasar saham global mengalami koreksi dari level tertingginya pada Triwulan-III 2021. Koreksi ini terbilang masih sehat mengingat pasar saham global telah reli sejak awal tahun. Ada pun beberapa sentimen negatif yang turut menyebabkan pasar saham global terkoreksi dalam 1-2 bulan terakhir antara lain: 1) adanya kekhawatiran mengenai sektor properti di China berkaitan dengan potensi gagal bayar utang beberapa emiten properti; 2) pasar mencermati timing the Fed untuk memulai tapering atau pengurangan jumlah stimulus.

    Rotasi kembali ke value stocks

    • Kami meyakini skenario yang paling mungkin terjadi adalah middle-ground scenario, di mana harga komoditas masih akan cenderung naik secara lebih stabil. Sementara dari sisi imbal hasil obligasi pemerintah AS akan cenderung flat-naik terbatas, sehingga barbell strategy dapat menjadi pilihan yang ideal.
    • Data historis kinerja value & growth pada Triwulan-IV menunjukkan probabilitas value stocks cenderung berkinerja lebih baik. Value stocks mencatatkan hasil positif sebanyak 9 dari 10  tahun terakhir dengan rerata imbal hasil 5,24% di Triwulan-IV. Sementara growth stocks mencatatkan hasil positif sebanyak 8 dari 10  tahun terakhir dengan rerata imbal hasil 4,30% di Triwulan-IV.
    • Indeks saham US Small Caps biasanya dapat menjadi indikator fase siklus pasar saat ini. Hal ini dikarenakan saham small caps sangat sensitif pergerakannya dengan arah ekspektasi pertumbuhan ekonomi. Per saat ini kami melihat pola yang mirip pada setiap early cycle (misal pada tahun 2003-2004 & 2009-2010) kembali terulang pada tahun 2020-2021. Pola seperti ini biasanya adalah masa transisi menuju mid-cycle.

    Laporan Khusus: Greenflation – Krisis Energi Global

    Kelangkaan energi dunia akibat rendahnya pasokan di tengah pemulihan ekonomi

    • Dalam beberapa waktu terakhir, dunia menghadapi krisis energi akibat tidak berimbangnya permintaan dan penawaran berbagai komoditas energi utama, seperti minyak mentah, gas alam, dan batu bara. §Pemulihan ekonomi dunia secara bertahap dan berkelanjutan membuat permintaan energi cukup tinggi dengan mengikuti pola huruf V, sementara pasokan energi tidak dapat bertambah dalam waktu cepat (mengikuti pola huruf U). Hal ini membuat persediaan energi, seperti minyak, sangat terbatas (Grafik 16).
    • Krisis energi ini terutama sekali sedang dihadapi oleh negara-negara di Eropa yang sangat bergantung pada Rusia untuk memenuhi kebutuhan gas alamnya, seiring dengan terus menurunnya produksi gas alam di Eropa.

    Faktor lingkungan mewarnai enggannya pelaku industri menambah belanja modal

    • isi penawaran tidak dapat mengimbangi besarnya permintaan seiring dengan minimnya belanja modal perusahaan eksplorasi energi. Selain pendirian konservatif yang mereka ambil, faktor transisi energi juga memainkan peranan penting. Berkurangnya kontribusi energi non-terbarukan dalam bauran energi serta lebih terbatasnya pendanaan investasi energi non-terbarukan adalah dua dari beberapa faktor kunci.
    • Fenomena ini dijuluki sebagai greenflation, yaitu naiknya harga-harga komoditas energi akibat kenaikan permintaan namun pasokan tidak memadai karena isu lingkungan.
    • Hal ini perlu kita pantau bersama karena energi merupakan kebutuhan dasar peradaban manusia. Transisi energi menuju energi baru dan terbarukan (EBT) perlu dilakukan secara saksama untuk meminimalkan disrupsi ekonomi.

    Baca Ulasan Pasar Triwulan IV 2021 Oktober selengkapnya.

  • SAM Ulasan Ekonomi dan Pasar Harian – Kamis 27 Agustus 2021

    Kilas Pasar 

    Indeks saham di Amerika Serikat ditutup terkoreksi pada perdagangan hari Kamis (26/8/2021) lalu. Indeks Dow Jones tercatat melemah sebesar 0.54% diikuti oleh S&P 500 yang turut melemah 0.58% sedangkan Nasdaq terkoreksi 0.64%. 

    Dari Eropa, indeks acuan tercatat bergerak melemah dengan Euro Stoxx terkoreksi sebesar 0.32% sedangkan FTSE melemah 0.35%. Dari dalam negeri, IHSG melemah sebesar 0.9% pada perdagangan hari Kamis (26/8/2021). 

    Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tercatat melemah pada level Rp 14.417. Dari komoditas, perdagangan minyak tercatat menguat dengan minyak Brent dan WTI naik masing-masing sebesar 0.59% dan 0.6% diperdangkan pada level US$ 71.49 dan US$ 67.82 per barel. 

    Indeks acuan Asia tercatat dibuka melemah pada perdagangan pagi hari ini dengan indeks NIKKEI melemah sebesar 0.38% diiringi oleh indeks KOSPI yang juga turut melemah tipis sebesar 0.02%. Sementara itu, indeks futures Amerika Serikat pada pagi hari ini tercatat bergerak menguat dengan Dow Jones tumbuh 0.08% sedangkan S&P 500 mengalami kenaikan 0.09% dan Nasdaq menguat 0.14% 

    Isu Ekonomi dan Pasar 

    Arab Saudi pada bulan Mei mengizinkan warganya untuk bepergian ke luar negeri tanpa harus memiliki izin resmi setelah larangan selama lebih dari setahun, tetapi masih mempertahankan ‘daftar merah’ negara bagian yang tidak dapat mereka kunjungi. Alhasil, kebijakan ini membuat banyak masyarakat Arab Saudi yang memilih untuk berwisata di kota atau ?staycation?. Konsumsi pribadi tumbuh sebesar 1,3 persen pada kuartal pertama dibandingkan periode yang sama pada 2020, jauh di atas angka per kuartal sebelum pandemi dan penurunan pengeluaran luar negeri diperkirakan akan membuat angka tersebut tetap berada di posisi kuat. Nilai transaksi point-of-sale di negara Teluk Arab, salah satu indikator belanja konsumen, melonjak 71,7 persen dalam basis tahun-ke-tahun di bulan Mei, bulan yang populer untuk liburan, menjadi 40,27 miliar riya. (Bisnis) 

    Keputusan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk melanjutkan skema burden sharing dikhawatirkan akan berdampak pada kenaikan inflasi. Meski begitu, ekonom melihat kenaikan inflasi akibat burden sharing tidak akan signifikan. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman melihat, skema pembagian beban ini memungkinkan meningkatkan inflasi. Namun, inflasi tidak akan meningkat signifikan dan masih akan berada dalam kisaran sasaran BI yang sebesar 2% – 4%. (Kontan) 

    Melalui tulisan ini, kami kembali menyerukan kepada seluruh mitra investasi SAM untuk selalu menjaga kesehatan, mengikuti semua protokol kesehatan, menjaga jarak sosial dan fisik, serta seoptimal mungkin untuk melakukan aktivitas dari rumah. Semoga kita berhasil. 

    Best Regards, 

    SAM Investment

  • Buletin Bulanan – Juli 2021 (SAM Quarterly Newsletter):  Digital Banking

    Buletin Bulanan – Juli 2021 (SAM Quarterly Newsletter): Digital Banking

    Ulasan Pasar Global

    Ulasan lengkap unduh file .pdf

    • Pasar saham global mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan Juni 2021 dan relatif hanya sedikit indeks saham yang mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Swedia (OMX Stockholm) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Malaysia (FBMKLCI) mencatatkan penurunan terbesar.
    • Indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Amerika Serikat (S&P 500), Eropa (STOXX 600), Jerman (DAX), Denmark (OMX Copenhagen), Inggris (FTSE 100), dan Jepang (Nikkei 225).
    • Indeks saham di beberapa negara berkembang juga melanjutkan penguatan sejak awal tahun. Indeks saham Taiwan (TWSE), Rusia (MOEX), Korea Selatan (KOSPI), Mexico (S&P/BMV), dan Afrika Selatan (FTSE/JSE) memimpin penguatan.
    • Sektor Energi, Finansial, Industrial dan Material cenderung menjadi sektor yang berkinerja terbaik secara global sejak awal tahun, meskipun mulai melemah sejak pertengahan bulan Mei. Di sisi lain, sektor-sektor yang berkaitan dengan Teknologi menguat sejak akhir Mei. Sementara sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang relatif tertinggal dibandingkan indeks acuannya.
    • Penguatan harga minyak dalam beberapa minggu menjadi sentimen yang positif bagi indeks saham secara global. Di sisi lain, indeks Dolar AS juga cenderung mengalami penguatan dalam beberapa minggu terakhir.

    Tema Investasi Khusus: Digital Banking

    • Sepanjang tahun berjalan 2021 ini, tema sektor berbasis teknologi membukukan kinerja tertinggi. Hingga tulisan ini disusun, indeks sektoral IDXTECH tercatat menguat 483%, jauh meninggalkan sektor-sektor lainnya.
    • Salah satu sektor yang berhubungan erat dengan teknologi akhir-akhir ini adalah sektor teknologi finansial dan perbankan digital, yang perkembangannya juga sedang didorong oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui pemberian izin khusus untuk bank digital.
    • Berbeda dengan perbankan konvensional yang telah kita kenal, bank digital mengedepankan minimum physical presence, yakni hampir seluruh layanan perbankan, seperti pembukaan rekening, deposito, dan pengajuan kredit, dilakukan secara virtual melalui aplikasi. Tren ini telah menjadi kelaziman global dengan beberapa pemain utama global seperti Revolut dan Monzo di Inggris.
    • Di Indonesia, kita terus melihat perkembangan perbankan digital, baik berupa pseudo-digital bank (layanan perbankan digital yang hadir berdampingan dengan perbankan konvensional dari bank yang sama), maupun bank digital sepenuhnya yang dimiliki oleh perusahaan teknologi serta bank.
    • Roland Berger, sebuah firma konsultan internasional yang berbasis di Jerman, memperkirakan jumlah kantor cabang perbankan di Indonesia akan berkurang lebih dari 7 ribu dalam 10 tahun mendatang.
    • Tren perbankan digital ini perlu kita terus pantau dan ikuti bersama, bukan saja dalam hal fitur dan kemudahannya, namun juga tentang keamanan data, mutu pelayanan kepada pelanggan, serta integritas sistem.

    Baca ulasan lebih lengkap di sini!

  • Buletin Bulanan – Juni 2021: Net Asset Value pada Sektor Properti

    Buletin Bulanan – Juni 2021: Net Asset Value pada Sektor Properti

    Ulasan Pasar Global

    Ulasan lengkap unduh file pdf

    • Pasar saham global cenderung mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan Mei 2021, meskipun ada beberapa indeks saham yang masih mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Swedia (OMX Stockholm) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Filipina (PSEi) masih mencatatkan pelemahan terbesar.
    • Hampir seluruh indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Jerman (DAX), Eropa (STOXX 600), Amerika Serikat (S&P 500), Inggris (FTSE 100), dan Denmark (OMX Copenhagen).
    • Indeks saham di beberapa negara berkembang juga melanjutkan penguatan sejak awal tahun. Indeks saham Taiwan (TWSE), Mexico (S&P/BMV), Afrika Selatan (FTSE/JSE), Rusia (MOEX), dan Korea Selatan (KOSPI) memimpin penguatan. Di sisi lain, indeks saham di sebagian kawasan ASEAN lainnya cenderung masih mengalami pelemahan sejak awal tahun.
    • Sektor Energi, Finansial, Industrial dan Material cenderung menjadi sektor yang berkinerja terbaik secara global sejak awal tahun. Sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang relatif tertinggal dibandingkan indeks acuannya. Hal ini masih menunjukkan bahwa posisi/keyakinan investor cenderung pada sektor-sektor siklikal seiring membaiknya perekonomian dunia dan menguatnya harga-harga komoditas utama.
    • Penguatan harga minyak pada dalam beberapa minggu menjadi sentimen yang positif bagi indeks saham secara global. Indeks Dolar AS kembali melemah selama dua bulan berturut-turut. Pelemahan ini turut mendukung penguatan harga-harga komoditas utama.

    Tema Investasi Khusus: Net Asset Value pada sektor properti

    • Net Asset Value (NAV) atau Nilai Aktiva Bersih (NAB) merupakan nilai bersih suatu entitas dan dihitung dari nilai total aset entitas dikurangi nilai total kewajibannya. Melihat definisi tersebut, NAV bukanlah hal yang asing bagi pihak-pihak yang telah melakukan investasi Reksa Dana yang selalu mendapatkan laporan NAV Reksa Dana.
    • Selain digunakan untuk menilai Reksa Dana, NAV juga digunakan dalam menilai perusahaan sektor properti. Dalam penggunaannya pada sektor properti, NAV mencerminkan nilai aset berupa lot tanah dan properti investasi dikurangi dengan total kewajiban perusahaan. NAV tersebut mencerminkan potensi pasar yang dimiliki perusahaan.
    • Konsep NAV mirip dengan Nilai Buku atau Book Value (BV), hanya saja BV menggunakan harga ketika perusahaan membeli aset tersebut, sedangkan NAV menggunakan harga pasar yang berlaku saat ini.
    • Pada saham sektor properti, valuasi seringkali menggunakan metode Discount to NAV. Metode ini dilakukan dengan cara membagi harga saham dengan hasil perhitungan NAV. Angka tersebut akan menunjukkan seberapa jauh atau seberapa terdiskon harga saham perusahaan properti dibandingkan dengan potensi pasar yang dimiliki. Sebagai contoh, saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) pada penutupan bulan Mei diperdagangkan pada harga Rp940 per saham. Dengan asumsi perhitungan nilai NAV sebesar Rp2.900 per saham, artinya SMRA diperdagangkan pada diskon sebesar 67,6%.
    • Angka ini tidak serta merta menunjukkan terdapat potensi kenaikan harga saham sebesar 67,6%. Kita harus melihat secara historis untuk mengetahui pada level diskon berapa persen saham tersebut biasa diperdagangkan.
    • Metode ini juga lebih sering digunakan dibandingkan metode lain seperti Price to Earnings Ratio (PER) atau EV/EBITDA karena pengakuan pendapatan dalam sektor properti seringkali tidak dilakukan pada periode yang sama dengan periode penjualan persediaan.

    Baca ulasan lebih lengkap di sini!

  • PENGUMUMAN RENCANA PEMBUBARAN REKSA DANA SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG

    PENGUMUMAN RENCANA PEMBUBARAN REKSA DANA SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG

    PT Samuel Aset Manajemen selaku Manajer Investasi REKSA DANA SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG (“Manajer Investasi”) dengan ini mengumumkan rencana pembubaran dan likuidasi REKSA DANA SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG (“SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG”).

    Berkaitan dengan rencana tersebut di atas, dengan ini Manajer Investasi menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

    1. Manajer Investasi dan Citibank, N.A., Indonesia selaku Bank Kustodian (“Bank Kustodian) telah sepakat untuk melakukan pembubaran dan likuidasi SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG sebagaimana termaktub dalam Kesepakatan Pembubaran SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG tertanggal 17 Mei 2021.
    2. SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG akan dibubarkan karena seluruh Pemegang Unit Penyertaan telah melakukan penjualan kembali atas seluruh Unit Penyertaan SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG yang dimilikinya sehingga saat ini sudah tidak terdapat Pemegang Unit Penyertaan yang tersisa dalam SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG yang mengakibatkan total Nilai Aktiva Bersih SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG di bawah Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah).
    3. Manajer Investasi dan Bank Kustodian telah memutuskan untuk membubarkan SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG tanpa menunggu berakhirnya jangka waktu kewajiban membubarkan Reksa Dana dengan Nilai Aktiva Bersih SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG kurang dari Rp 10.000.000.000,- (sepuluh miliar Rupiah) selama 120 (seratus dua puluh) Hari Bursa berturut-turut sebagaimana ditetapkan dalam Pasal 45 huruf d Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 23/POJK.04/2016 tanggal 13 Juni 2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif junctis Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 2/POJK.04/2020 tanggal 8 Januari 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 23/POJK.04/2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif dan Pasal 68 huruf d Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 33/POJK.04/2019 tanggal 13 Desember 2019 tentang Penerbitan Dan Persyaratan Reksa Dana Syariah.
    4. Pada tanggal 19 Mei 2021, Manajer Investasi telah memberitahukan rencana pembubaran SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG kepada Otoritas Jasa Keuangan melalui surat nomor 1125/MKT/SAM/v/21 dan telah menginstruksikan Bank Kustodian untuk menghentikan perhitungan Nilai Aktiva Bersih SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG terhitung sejak tanggal 11 Mei 2021.
    5. Pembubaran dan dimulainya proses likuidasi akan dilakukan dengan ditandatanganinya akta pembubaran SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG yang dibuat di hadapan notaris.

    Demikian pengumuman ini dibuat untuk dapat diketahui oleh publik.

    Jakarta, 19 Mei 2021
    Manajer Investasi selaku Likuidator
    REKSA DANA SAM SUKUK SYARIAH BERKEMBANG
    PT Samuel Aset Manajemen

  • Hati-hati Akun Palsu Menggunakan Nama dan Logo Reksadana SAM (Samuel Aset Manajemen).

    Hati-hati Akun Palsu Menggunakan Nama dan Logo Reksadana SAM (Samuel Aset Manajemen).

    PEMBERITAHUAN

    PT  Samuel Aset Manajemen dengan ini memberitahukan agar Nasabah dan masyarakat umumnya untuk waspada atas beredarnya beberapa grup Telegram palsu yang mengatasnamakan platform aplikasi dan logo ReksadanaSAM. Beberapa akun grup Telegram tersebut bahkan melakukan penggalangan dana yang menjanjikan keuntungan pasti.

    Beberapa akun palsu tersebut antara lain:

    1. Reksa Dana SAM (@reksadansam12, 5709 member)
    2. ReksadanaSAM (@reksadana_sam, 48 subscribers)
    3. Reksadana-SAM Investasi (@reksa_dana_sam, 569 member)
    4. Reksadana_SAM (@reksa_danaS, 2 member)

    Investor ReksadanaSAM dimohon untuk selalu berhati-hati atas berbagai bentuk penawaran dari akun-akun palsu tersebut serta menjaga kerahasiaan username, password, secure PIN, dan data pribadi penting lainnya dan tidak memberikan data-data personal ini kepada siapa pun, apalagi mentransfer sejumlah uang ke oknum-oknum penipu yang mengatasnamakan ReksadanaSAM (PT Samuel Aset Manajemen).

    Adapun website, platform dan sosial media resmi dari PT Samuel Aset Manajemen (ReksadanaSAM) adalah:

    Situs: https://www.reksadanasam.co.id  dan http://www.sam.co.id
    Aplikasi: “Reksadana SAM” di AppStore (iOS) dan PlayStore (Android).
    Instagram: @reksadanasam
    Facebook: reksadana.sam
    Facebook Page: SAMreksadana
    Twitter: @reksadanasam
    TikTok: @reksadanasam
    Youtube: Reksadana SAM
    Linkedin: PT Samuel Aset Manajemen

    Masyarakat dapat melaporkan adanya dugaan investasi ilegal kepada Satgas Waspada Investasi OJK melalui  website https://waspadainvestasi.ojk.go.id atau email [email protected].

    Terima kasih atas perhatiannya.

  • Buletin Bulanan – Mei 2021: Special Purpose Acquisition Company

    Buletin Bulanan – Mei 2021: Special Purpose Acquisition Company

    Ulasan Pasar Global

    Ulasan lengkap unduh file pdf

    • Pasar saham global cenderung mengalami penguatan sejak awal tahun hingga bulan April 2021, meskipun ada beberapa indeks saham yang masih mencatatkan hasil negatif sepanjang tahun berjalan 2021. Indeks saham Taiwan (TWSE) mencatatkan kenaikan tertinggi, sementara indeks saham Filipina (PSEi) mencatatkan pelemahan terbesar.
    • Mayoritas indeks saham negara-negara maju mencatatkan hasil yang positif, dipimpin oleh indeks saham Swedia (OMX Stockholm), diikuti oleh Amerika Serikat (S&P 500), Jerman (DAX), Eropa (STOXX 600), Inggris (FTSE 100), dan Denmark (OMX Copenhagen).
    • Indeks saham di beberapa Negara Berkembang kembali memimpin dan melanjutkan penguatan sejak awal tahun. Indeks saham Taiwan (TWSE), Afrika Selatan (FTSE/JSE), Korea (Kospi), Thailand (SET) dan Mexico (S&P/BMV) mencatatkan hasil yang positif. Di sisi lain, indeks saham di sebagian kawasan ASEAN lainnya cenderung mengalami pelemahan sejak awal tahun.
    • Sektor Industrial, Material, Energi, Finansial, dan Komunikasi cenderung menjadi sektor yang berkinerja terbaik secara global sejak awal tahun. Sektor-sektor yang cenderung defensif (Konsumsi, Kesehatan, dan Utilitas) memiliki kinerja yang tertinggal dibandingkan indeks acuannya. Hal ini masih menunjukkan bahwa posisi/keyakinan investor cenderung pada sektor-sektor siklikal seiring membaiknya perekonomian dunia dan harga berbagai komoditas.
    • Pelemahan indeks Dolar AS pada bulan April juga turut menjadi sentimen yang positif bagi indeks saham secara global. Indeks Dolar AS Kembali melemah setelah sempat mengalami penguatan pada bulan lalu. Pelemahan ini turut mendukung penguatan harga-harga komoditas utama.

    Tema Investasi Khusus: Special Purpose Acquisition Company (SPAC)

    • SPAC adalah perusahaan tanpa kegiatan operasi komersial yang sengaja dibentuk untuk menggalang modal melalui penawaran umum perdana (Initial Public Offering/IPO) dan kemudian menggunakan uang tersebut untuk mengakuisisi perusahaan lain yang sudah ada. Saham SPAC melantai di bursa, sehingga dapat diperjual belikan melalui pasar sekunder sesuai mekanisme pasar. Tujuan dari akuisis tersebut adalah menjadikan SPAC sebagai cara lain bagi perusahaan yang diakuisisi untuk melantai di bursa.
    • SPAC biasanya belum memiliki target pasti terkait perusahaan yang akan diakuisisi, sehingga modal yang diperoleh SPAC melalui IPO akan disimpan pada akun perwalian (trust), yang kemudian diinvestasikan pada instrumen pasar uang sebelum digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain. SPAC biasanya memiliki waktu 18-24 bulan sebelum mengakuisisi sebuah perusahaan.
    • SPAC menjadi alternatif bagi perusahaan untuk melantai di bursa tanpa perlu memenuhi kebutuhan regulasi IPO pada umumnya, serta mendapat kepastian lebih terkait harga IPO. Pada awal Agustus tahun 2020, terdapat lebih dari 50 SPAC yang telah dibentuk di AS dan telah mengumpulkan sekitar AS$21,5 miliar dan bahkan melonjak hingga melewati US$ 80 miliar pada akhir tahun 2020. 
    • Meski demikian, terdapat kecenderungan bahwa harga saham SPAC akan turun pada periode mendekati proses akuisisi. Hal ini karena terdapat risiko dilusi saham seiring dengan pendiri SPAC yang memiliki saham SPAC dengan harga diskon atau bahkan tanpa mengeluarkan modal. Selain itu, terdapat juga risiko dari biaya peluang yang muncul selama uang belum digunakan untuk mengakuisisi perusahaan lain. Hal-hal tersebut menyebabkan investor cenderung menarik dananya kembali dan menyebabkan harga saham SPAC turun, terlebih apabila perusahaan yang akan diakuisisi tidak sesuai dengan ekspektasi investor.
    • Grab Holdings, perusahaan ride-hailing dan layanan pesan-antar di Asia Tenggara, telah menyetujui merger dengan salah satu SPAC yang berbasis di AS bernama Altimeter Growth Corp pada bulan April 2021. Kesepakatan tersebut membuat nilai ekuitas Grab menjadi AS$39,6 miliar atau setara dengan Rp530 triliun.

    Baca ulasan lebih lengkap di sini!